Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Edukasi dan Pemeriksaan Kesehatan Umum, Mata, serta Jiwa pada Lansia di Panti Sosial Lanjut Usia Mandalika Emmy Amalia; Ni Nyoman Geri Putri; Suryani Padua Fatrullah; Pebrian Jauhari Jauhari; Hesti Wulandari
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 5 No 4 (2022): Oktober-Desember 2022
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v5i4.2701

Abstract

Masa lanjut usia (lansia) merupakan tahap akhir perkembangan pada daur kehidupan manusia. Populasi penduduk lansia terus mengalami peningkatan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Hal ini di satu sisi merupakan indikator keberhasilan pembangunan nasional terutama di bidang kesehatan, namun di sisi lain dapat menimbulkan permasalahan jika penduduk lansia ini tidak mendapat layanan kesejahteraan yang baik. Proses menua (aging) adalah proses alami yang disertai adanya penurunan kondisi fisik, psikologis maupun sosial yang saling berinteraksi satu sama lain. Keadaan ini cenderung berpotensi menimbulkan masalah kesehatan secara umum maupun kesehatan jiwa secara khusus pada orang lansia. Peningkatan pelayanan kesehatan terhadap kelompok lansia diperlukan karena kebutuhan-kebutuhan mereka yang spesifik tersebut. Panti Sosial Lanjut Usia Mandalika merupakan panti sosial lanjut usia terbesar di Provinsi NTB, dengan tugas utama di bidang pelayanan dan perawatan jasmani dan rohani orang lanjut usia terlantar agar dapat hidup secara wajar. Jadi sebagian besar penghuni panti memang orang lanjut usia yang terlantar. Hal ini sudah merupakan salah satu faktor resiko tersendiri untuk timbulnya masalah kesehatan termasuk masalah kesehatan jiwa pada penghuni panti. Kerjasama dengan berbagai pihak terutama di bidang kesehatan dan kesehatan jiwa secara berkala adalah penting untuk dilakukan untuk menciptakan kelompok lanjut usia yang berkualitas hidup baik. Oleh sebab itu tim PPM bermaksud menyelenggarakan kegiatan edukasi dan pemeriksaan kesehatan umum, mata, dan jiwa pada orang lansia yang tinggal di panti tersebut. Luaran kegiatan yang ingin dicapai adalah terjadi peningkatan pengetahuan (knowledge) tentang kesehatan dan kesehatan jiwa, serta didapatkan data atau profil masalah kesehatan dan kesehatan jiwa pada penghuni lansia di Panti Sosial Lanjut Usia Mandalika, Mataram, NTB. Kegiatan dilakukan selama satu hari dengan didahului edukasi tentang kesehatan dan kesehatan jiwa pada lansia. Setelah edukasi dan sesi tanya jawab, kegiatan selanjutnya berupa pemeriksaan kesehatan secara umum (tekanan darah, pemeriksaan fisik luar, nadi, dan pernafasan), pemeriksaan mata, dan pemeriksaan kesehatan jiwa.
Gambaran tingkat pengetahuan swamedikasi obat diare pada warga Desa Hidirasa Kecamatan Wera Kabupaten Bima Hesti Wulandari; Ni Made Amelia Ratnata Dewi; Raisya Hasina
Sasambo Journal of Pharmacy Vol. 4 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/sjp.v4i1.187

Abstract

Diarrhea is a health problem with high morbidity and mortality rates. Mild diarrhea is a disease that can be treated with self-medication out by the people of Hidirasa Village because of the limitations of health service centers and places to buy medicines which are still lacking and quite far away. The limited knowledge of the community is one of the sources of errors in treatment. This research was conducted with the aim of knowing the level of knowledge of self-medication of diarrhea medicine in the residents of Hidirasa Village, Wera District, Bima Regency. This research is a descriptive observational study using a cross sectional research design with a cluster sampling technique of 100 respondents. Data was obtained by distributing questionnaires to respondents. The instrument used was tested for validity and reliability. From the 25 statement items, it was declared valid because the r-count value was >0.3 and the reliability test results obtained the Cronbach's Alpha value of 0.888. In the analysis of the level of knowledge of the community is done using Microsoft Excel and categorized into good, sufficient, and less. Based on the results of the study, it can be concluded that the level of knowledge of self-medication of diarrhea drugs in the Hidirasa village community is in the good category of 36%, 62% have sufficient knowledge, and 2% have less knowledge.
Edukasi Pencegahan Pencegahan Risiko Infeksi Dengan Batuk Efektif Dan Mencuci Tangan Di Ruang Penyakit Dalam Non-Infeksi Rumah Sakit Abdul Moeloek Provinsi Lampung Eka Yudha Chrisanto; Rika Yulendasari; Marlina Agustina; Refsi Erpiyana; Asep Rahmat Hidayat; Alisah Rahmah Hidayah; Taufiq Sofa; Hesti Wulandari; Sastria Handayani
Jurnal Kabar Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): Mei : JURNAL KABAR MASYARAKAT
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54066/jkb.v2i2.1872

Abstract

Nosocomial infections are a complex problem for hospitals with high morbidity and mortality rates. Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) is a series of practices learned and carried out consciously that enable individuals or families to maintain health and play an active role in achieving public health. To prevent the spread of infection, include washing your hands regularly with soap and clean water, complying with coughing and sneezing etiquette, avoiding direct contact with pets and wild animals, and avoiding coughing and coughing from respiratory diseases, such as: sneezing. The aim of this activity is to increase respondents' knowledge regarding preventing the risk of infection by coughing effectively and washing hands. It was found that respondents were very enthusiastic about listening to the material presented by the presenters. Washing your hands is a form of a clean and healthy lifestyle, such as cough etiquette which must be done anytime and anywhere