Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENDIDIKAN DAN PENDIDIKAN JASMANI DITINJAU DARI SUDUT PANDANG FILSAFA GINTING, ANDARIAS
PENINGKATAN KUALITAS PENULISAN KARYA ILMIAH Vol 1 No 2 (2017): PENINGKATAN KUALITAS PENULISAN KARYA ILMIAH
Publisher : PENINGKATAN KUALITAS PENULISAN KARYA ILMIAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Filsafat sering sekali kurang dihirukan dalam banyak disiplin ilmu, padahal filsafatsangat berguna untuk mengetahui pokok permasalahan tantang benar atau salah suatu hal(meteri ilmu) yang disampaikan, demikian juga dengan, apakah ilmu-ilmu yang diberikan itumemberi manfaat, sesuai dengan karakteristik penerimanya. Berfilsafat juga dapat mengubahcara pandang seseorang terhadap sesuatu hal karena berkaitan dengan logika, etika danestetika. Hal yang sangat membutuhkan perhatian saat ini adalah pandangan mengenaipendidikan jasmani dan pendidikan olahraga. Sebagian berpandangan bahwa pendidikanjasmani adalah untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam berolahraga, meningkatkantaraf kesehatan anak yang baik, dan meningkatkan kebugaran jasmani, semua pandangan inibenar adanya namun bila dikaji lebih mendalam berdasarkan filsafat pendidikan jasmanibahwa yang paling penting dari kesemuanya itu adalah bersifat menyeluruh dari aspekkognitif, afektif dan psikomotorik dan kebermanfaatannya dalam membentuk menusiaseutuhnya. Olahraga hanya merupakan salah satu alat dalam aktivitas fisik (jasmani) untukmencapai perkembangan manusia seutuhnya
PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA SEBAGAI SALAH SATU MODAL MEMBANGUN KARAKTERBANGSA. Andarias Ginting
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 19, No 73 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v19i73.4747

Abstract

Menciptakan manusia berkarakter tidak semudah membalikkan tangan, ia harus di didik dari semenjakkecil dan karakter tidak dapat diajarkan seperti kita mengajarkan suatu teknik permainan olahraga.Karakter merupakan suatu gambaran kepribadian seseorang dalammemahami, peduli, dan bertindakatas nilai-nilai etika/ moral. Kebiasaan berpikir dan berbuat yang membantu orang hidup dan bekerjabersama-sama sebagai keluarga, teman, tetangga, kelompok, masyarakat, dan bangsa.Salah satumodal untuk membangun karakter bangsa dapat melalui pendidikan jasmani dan olahraga.Pendidikanjasmani bukan semata-mata berurusan dengan pembentukan badan, tetapi pembentukan manusiaseutuhnya dalam arti yang luas. Melalui pendidikan jasmani diharapkan akan tercapai tujuan yangmeliputi pembentukan dan pembinaan bagi pertumbuhan dan perkembangan jasmani, intelektual,emosional, social dan moral – spiritual. Aktivitas olahraga dilakukan sebagai media pembelajaranpendidikan jasmani dimana peraturan/ketentuan-ketentuan (rule of the game) dalam olahraga tersebutharus ditaati, sehingga nilai-nilai sportivitas, saling menghormati dan menghargai sesama temanmaupun lawan, bertanggung jawab, jujur, berfikiran positif, bekerja keras dan sebagainya telahditanamkan dalam dirinya, sehingga terbentuk kepribadian yang berkarakter kuat seperti yangdiharapkan.
APLIKASI BIOMEKANIK DAN PENERAPAN RUMUS-RUMUS DALAM AKTIVITAS OLAHRAGA. ANDARIAS GINTING; DEWI ENDRIANI
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 20, No 76 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v20i76.3453

Abstract

Tuntutan sekarang ini bahwa orang yang berkecimpung dalam dunia olahraga khususnya akdemisi, harus memiliki kemampuan berhitung dan penerapan rumus-rumus yang dibutuhkan dalam memajukan olahraga itu sendiri seperti disiplin ilmu Biomekanika. Biomekanika merupakan ilmu pengetahuan yang menerapkan hukum-hukum mekanika terhadap struktur hidup, terutama sistem lokomotor (seluruh tubuh bergerak dengan tenaganya sendiri dan umumnya dibantu oleh gaya beratnya) dari tubuh manusia. Hingga saat sekarang ini seharusnya seseorang yang telah menyandang prediket sebagai atlet, guru, pelatih olahraga dengan sendirinya harus melakukan pendekatan yang ilmiah terhadap gerakan tubuh manusia. Sehingga dengan demikian kita akan mengubah cara berpikir dogmatis menjadi suatu ilmu pengetahuan yang ilmiah. Sehingga dengan ilmu pengetahuan biomekanika kita akan membiasakan diri untuk melakukan kegiatan fisik dengan cara yang efisien baik saat berlari, melempar, melompat, memukul, menendang dan segala aktivitas olahraga lainnya. Dalam ilmu biomekanika membahas tentang titik berat, kesetimbangan, gerak, gaya (force), kekuatan, kecepatan, dan lain sebagainya hingga pada penerapan rumus-rumus mekanika yang berisi tentang Gerak lurus beraturan (GLB) dan gerak lurus berubah beraturan (GLBB). Kata kunci : Biomekanika, GLB, GLBB.
KARAKTER DALAM PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA Andarias Ginting
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 20, No 77 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v20i77.3403

Abstract

Karakter merupakan sesuatu yang dapat membedakan seseorang dengan orang lain. Karakter menjadi suatu identitas yang tidak dapat dituliskan seperti kartu pengenal (KTP,SIM). Dari kematangan karakter inilah kualitas hidup seorang pribadi diukur dengan pengamatan, perasaan dan penghargaan. Karakter ini tidak dapat diperoleh secara instan, tetapi melalui proses yang panjang, bila penerapan karakter ini baik, yang di contohkan oleh orang-orang yang memiliki karakter baik maka hasilnya akan tumbuh karakter yang kuat dalam diri seseorang. Banyak cara dan jalan untuk menanamkan karekter ini terutama melalui jalur pendidikan formal. Banyak orang mengasumsikan bahwa generasi sekarang tidak memiliki karakter yang baik seperti yang diharapkan masyarakat bahkan orang tuanya, yang selalu dikecam atas rendahnya nilai-nilai tersebut adalah pendidikan. Pendidikan jasmani dan olahraga, merupakan salah satu mata pelajaran di sekolah yang ter-aplikasi secara langsung dimana siswa selalu hormat kepada guru, taat terhadap peraturan, patuh terhadap instruksi, disiplin, tanggung jawab, peduli dengan teman, jujur, dan mau menerima kekalahan dari orang lain dan tidak berlaku curang. Bagaimana kita mengajarkan karakter di sekolah melalui Pendidikan Jasmani dan olahraga. Dalam mengajarkan karakter sebaiknya lebih bersifat contoh, pepatah mengatakan bahwa tindakan lebih baik dari kata-kata, itulah Pendidikan jasmani dan olahraga
PROGRAM PELATIHAN BERBEBAN METODE SIRKUIT PADA CABANG OLAHRAGA RENANG GAYA BEBAS Andarias Ginting
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 19, No 71 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v19i71.4710

Abstract

Program latihan merupakan pedoman utama dalam melatih dan biasanya selalu menekankanpada pelatihan teknik, namun pelatihan fisik, mental  juga sangat penting dalam meningkatkanprestasi atlet. Program latihan renang gaya bebas tidak hanya memuat tentang latihan tekniksaja namun harus didampingi oleh program latihan fisik berupa latihan berbebandengan metodesirkuit (circuit training) yangdipercaya dapat meningkatkan kemampuan fungsi-fungsi organtubuh (otot-otot untuk berkontraksi) dalam mendukung prestasi berenang gaya bebas.
IDENTIFIKASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI UNTUK MEMBENTUK KARAKTER SISWA SEKOLAH DASAR Dewi Endriani; Indah Verawati; Andarias Ginting
JURNAL PRESTASI Vol 1, No 1 (2017): JURNAL PRESTASI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jp.v1i1.6490

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembentukan karakter melalui pengembangan model pendidikan jasmani pada siswa sekolah dasar. Subjek penelitian ini adalah siswa SD kelas III dan guru bidang studi penjas SD Negeri di Kota Medan, Sumatera Utara. Penelitian menggunakan metode pengembangan (research and development) R&D yang merujuk pada pendapat Borg & Gall (1983). Berdasarkan pendekatan metode research and development maka langkah-langkah yang dilakukan meliputi : penelitian pengumpulan informasi, membuat perencanaan model, uji coba model, revisi model serta validasi dan diseminasi model. Hasil ujicoba instrumen menunjukan validitas bergerak dari angka 0,3-0,8 dan reliabilitas 0,8. Hal ini berarti instrumen tersebut dapat dijadikan sebagai alat ukur penelitian dalam mengobservasi guru dan siswa dalam pembelajaran Penjaskes. Berdasarkan hal tersebut maka disusunlah suatu model dan modul pembelajaran penjas yang dapat membentuk karakter siswa.