Abu Bakar
Universitas Negeri Medan

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

DEVELOPMENT OF PHYSICAL TEST INSTRUMENTS BASED ON THE CONCEPTUAL KNOWLEDGE DIMENSION OF THE REVISION BLOOM TAXONOMY Yul Ifda Tanjung; Abu Bakar
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22611/jpf.v8i2.14831

Abstract

This study aims to develop a physics test instrument based on the conceptual knowledge dimension of Revised Bloom's Taxonomy on the topic of General Physics that meets the eligibility criteria of a good test instrument, including validity, reliability, level of difficulty, distinguishing power and effectiveness of fraud. This type of research is a Research and Development (R&D) research with the implementation stages of determining the objectives and indicators of test instruments, compilation of lattices and items, feasibility testing, revision and refinement of test instruments. The data of this study were analyzed qualitatively and quantitatively by trying out the physics test instruments developed in the form of 30 multiple choice tests. Based on the results of qualitative analysis of the content validation aspect, the average rating obtained by the validator is 75.6%, meaning that the test is valid with minor revisions. Judging from the results of the quantitative analysis 20 items were obtained valid with reliability in the very high category, and the level of difficulty in the difficult to easy category, while in the aspect of distinguishing 12 items were in the good category, and 8 questions were in the excellent category and viewed from aspects of deception effectiveness obtained 20 items effective so that it can be concluded, as many as 20 items were accepted and declared worthy to be used to train and measure students' conceptual knowledge on the topic of General Physics
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA Sartika Harahap; Abu Bakar
INPAFI (Inovasi Pembelajaran Fisika) Vol 7, No 4 (2019): INPAFI
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.503 KB) | DOI: 10.24114/inpafi.v7i4.17077

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar fisika siswa di kelas XI dan untuk mengetahui pengaruh dari model discovery learning terhadap hasil belajar siswa di kelas XI. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperiment dengan populasi seluruh siswa kelas XI SMAN 2 Percut Sei Tuan yang berjumlah 2 kelas. Sampel penelitian ini terdiri dari 2 kelas yang ditentukan dengan teknik random sampling, yaitu  jumlah siswa 30 orang di kelas XI IPA 3 sebagai kelas eksperimen dan jumlah siswa 30 orang di kelas XI IPA 4 sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini ada dua, yaitu yang pertama tes hasil belajar dalam bentuk pilihan berganda dengan 5 pilihan jawaban  sebanyak 15 soal yang telah dinyatakan valid oleh validator dan instrumen observasi guru dan siswa selama melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Hasil penelitian diperoleh data nilai rata-rata pre-test kelas eksperimen adalah 53,33 dan pada kelas kontrol adalah 50,44. Hasil pengujian hipotesis dua pihak diterima, yang berarti kedua kelas yang menjadi sampel penelitian memiliki kemampuan awal yang sama. Setelah dilakukan perlakuan pada masing-masing kelas diperoleh nilai rata-rata post-test pada kelas eksperimen dengan model discovery learning sebesar 72,67 sedangkan siswa pada kelas kontrol dengan menggunakan pembelajaran konvensional diperoleh 65,11. Hasil pengujian hipotesis satu pihak diterima yang berarti ada perbedaan hasil belajar siswa akibat  diberi perlakuan pembelajaran dengan menggunakan model discovery learning terhadap hasil belajar siswa di kelas eksperimen kelas XI. Model discovery learning berpengaruh terhadap hasil belajar siswa di kelas.Kata Kunci: discovery learning, hasil belajar, elastisitas zat padat dan hukum hooke
Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa pada Materi Fluida Statis Jerni Ria Br Sianturi; Abu Bakar
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.6.1.2026.1366

Abstract

Urgensi penelitian ini adalah bahwa keterampilan proses sains siswa masih relatif rendah karena pembelajaran fisika cenderung berpusat pada guru dan menekankan hafalan konsep, sehingga diperlukan penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing yang dapat mendorong siswa untuk aktif mengamati, menyelidiki, menganalisis, dan menarik kesimpulan secara ilmiah pada materi fluida statis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh inkuiri terbimbing pada materi fluida statis terhadap keterampilan proses sains siswa, serta peningkatan keterampilan proses sains. Jenis penelitian adalah eksperimental semua (quasi experiment) dengan desain penelitian menggunakan pretest-posttest control group design. Populasi penelitian ini ialah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan. Sampel diambil menggunakan teknik simple random sampling, sampel penelitian terdiri dari dua kelas. Kelas XI inglanfis-1 menggunakan inkuiri terbimbing dan kelas XI inglanfis-2 menggunakan pembelajaran inkuiri terbimbing konvensional. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes yang sudah di validasi. Instrumen tes untuk mengukur keterampilan proses sains berjumlah 20 soal dengan lima option berbentuk pilihan berganda. Data pretest dan posttest keterampilan proses sains siswa kelas eksperimen sebesar 47,5 dan 75,88 sedangkan kelas kontrol sebesar 33,38 dan 53,38. Data dianalisis menggunakan uji-t dan N-gain. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa penerapan model inkuiri terbimbing memberikan pengaruh yang lebih besar dibandingkan pembelajaran konvensional terhadap keterampilan proses sains siswa. Terdapat juga peningkatan N-Gain keterampilan proses sains siswa setelah menerapkan model inkuiri terbimbing.