Urgensi penelitian ini adalah bahwa keterampilan proses sains siswa masih relatif rendah karena pembelajaran fisika cenderung berpusat pada guru dan menekankan hafalan konsep, sehingga diperlukan penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing yang dapat mendorong siswa untuk aktif mengamati, menyelidiki, menganalisis, dan menarik kesimpulan secara ilmiah pada materi fluida statis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh inkuiri terbimbing pada materi fluida statis terhadap keterampilan proses sains siswa, serta peningkatan keterampilan proses sains. Jenis penelitian adalah eksperimental semua (quasi experiment) dengan desain penelitian menggunakan pretest-posttest control group design. Populasi penelitian ini ialah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan. Sampel diambil menggunakan teknik simple random sampling, sampel penelitian terdiri dari dua kelas. Kelas XI inglanfis-1 menggunakan inkuiri terbimbing dan kelas XI inglanfis-2 menggunakan pembelajaran inkuiri terbimbing konvensional. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes yang sudah di validasi. Instrumen tes untuk mengukur keterampilan proses sains berjumlah 20 soal dengan lima option berbentuk pilihan berganda. Data pretest dan posttest keterampilan proses sains siswa kelas eksperimen sebesar 47,5 dan 75,88 sedangkan kelas kontrol sebesar 33,38 dan 53,38. Data dianalisis menggunakan uji-t dan N-gain. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa penerapan model inkuiri terbimbing memberikan pengaruh yang lebih besar dibandingkan pembelajaran konvensional terhadap keterampilan proses sains siswa. Terdapat juga peningkatan N-Gain keterampilan proses sains siswa setelah menerapkan model inkuiri terbimbing.
Copyrights © 2026