Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Penyuluhan Kesehatan Tentang Upaya Pencegahan Stroke Melalui Pengelolaan Hypertensi di Rumoh Seujahtera Geunaseh Sayang Banda Aceh Nurhayati; Ainal Mardhiah; Nurlaili Ramli; T. Alamsyah; Ratna Wilis
JEUMPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2023): EDISI II
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jeumpa.v2i2.377

Abstract

Hipertensi menempati urutan pertama dengan persentase tertinggi pada setiap klasifikasi umur terkait Lansia, dan penyakit stroke  pada peringkat ke tiga dari sepuluh masalah kesehatan lanjut Usia. Kegiatan bertujuan agar lansia mampu melaksanakan upaya pencegahan stroke dengan pengelolaan hipertensi dengan jumlah responden 33 lansia yang terdiri dari 10 laki-laki dan 23 perempoan. Instrument berupa kuesioner  terdiri dari 20 pernyataan dengan dichotomi Choice untuk pengetahuan dan Multiple Choice untuk Perilaku. hasil diketahu terdapat kestabilan nilai tekanan darah sebanyak 22 responden (64%), dan penurunan nilai tekanan darah sebanyak 11 responden (33%). Peningkatan pengetahuan lansia berada pada kategori baik  meningkat saat postest sebanyak 91% dibanding saat pretes 67%. Demikian juga dengan perilaku Lansia saat pretes berada pada kategori baik sejumlah 55, dan meningka saat postest sebanyak 87%. Saran bagi Pengelola UPTD RSGS Ulee Kareng Banda Aceh untuk dapat mempertahankan kegiatan olah raga berupa senam lansia yang sudah dijalankan pada setiap hari kamis pagi dan dapat memotivasi warga lansia untuk selalu bersedia melakukan chek/pengukuran tekanan darah minimal 1 kali seminggu. 
Efektivitas Media Edukasi Leaflet dan Stiker Terhadap Pola Pemberian Makanan Pada Anak Stunting Eva Purwita; Budiarti Emas Nanda; Salmiani Abdul Manaf; Nurlaili Ramli
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 16 No. 2 (2023): September
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/nasuwakes.v16i2.307

Abstract

Tahun 2018 Di Indonesia angka stunting pada anak bawah 2 tahun (baduta) 29,9 % dan balita 30,8 %, ini menunjukan prevelensi stunting masih tinggi dan tidak menurun mencapai batas ambang WHO sebesar 20%. Pola pemberian makan yang tidak baik pada balita dapat menjadi salah satu faktor terjadinya stunting, Upaya yang dapat dilakukan untuk merubah perilaku pemberian makan menjadi lebih baik yaitu dengan meningkatkan pengetahuan ibu  dengan cara memberikan pendidikan kesehatan. Salah satu media yang digunakan dapat berupa media cetak yaitu dengan menggunakan media pembelajaran yang berupa Leaflet dan stiker. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan review pada beberapa literatur terkait efektivitas penggunaan leafet dan stiker sebagai media edukasi terhadap perubahan pola pemberian makan pada balita stunting. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Literature review. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu berupa jurnal-jurnal tentang efektivitas leaflet dan stiker terhadap perubahan pengetahuan, sikap dan perilaku. Hasil penelitian menunjukkan dari ke 7 jurnal yang direview menjelaskan bahwa terjadi perubahan pengetahuan, sikap dan juga perilaku setelah diberikan pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet dan stiker.Leaflet dan stiker mampu meningkatkan pengetahuan, sikap serta perilaku.
Hubungan Pemberian Seduhan Jahe terhadap Emesis Gravidarum  pada Ibu Hamil Trimester I di Wilayah Kerja Puskesmas Kuta Baro Desi Ayuanita; Cut Sriyanti; Nurlaili Ramli
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 05 (2026): MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Emesis gravidarum merupakan keluhan yang sering dialami pada trimester pertama kehamilan dan dapat memengaruhi kondisi kesehatan ibu hamil apabila tidak ditangani dengan baik. Komplikasi mual dan muntah terjadi pada sekitar 60–80% primigravida dan 40–60% multigravida. World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa kejadian emesis gravidarum mencapai sekitar 12,5% dari seluruh kehamilan di dunia, dengan prevalensi mual dan muntah pada kehamilan sebesar 70–80%. Salah satu penatalaksanaan nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi emesis gravidarum adalah pemberian seduhan jahe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian seduhan jahe terhadap emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di wilayah kerja Puskesmas Kuta Baro. Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan rancangan one group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 20 ibu hamil trimester I yang mengalami emesis gravidarum dan dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui observasi frekuensi emesis gravidarum sebelum dan sesudah pemberian seduhan jahe, kemudian dianalisis menggunakan uji statistik dengan tingkat kemaknaan 95% (p<0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sebagian besar responden mengalami emesis gravidarum kategori sedang sebanyak 85%. Setelah pemberian seduhan jahe, seluruh responden (100%) mengalami penurunan menjadi kategori ringan. Hasil analisis statistik menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p<0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara pemberian seduhan jahe dengan penurunan emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di wilayah kerja Puskesmas Kuta Baro. Disimpulkan bahwa seduhan jahe efektif digunakan sebagai terapi herbal nonfarmakologis dalam mengurangi emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kunjungan Bidan Desa pada Ibu Nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Kuta Baro Cut Mir’athul Iman TS; Nurlaili Ramli; Eva Purwita
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 05 (2026): MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kematian maternal masih menjadi masalah kesehatan global dan merupakan indikator utama keberhasilan program kesehatan ibu yang diukur melalui Angka Kematian Ibu (AKI). Salah satu upaya penurunan AKI dilakukan melalui pelayanan masa nifas oleh bidan desa. Keberadaan bidan yang menetap di desa diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pelayanan kesehatan ibu, termasuk kunjungan nifas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kunjungan bidan desa pada ibu nifas di wilayah kerja Puskesmas Kuta Baro. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 25 bidan desa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher Exact Test. Variabel yang diteliti meliputi pengetahuan, pengalaman kerja, dan tempat tinggal bidan desa terhadap kunjungan nifas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh antara pengetahuan (p-value = 0,230), pengalaman kerja (p-value = 0,072), dan tempat tinggal bidan desa (p-value = 0,561) dengan kunjungan bidan desa pada ibu nifas di wilayah kerja Puskesmas Kuta Baro. Disimpulkan bahwa kunjungan bidan desa pada ibu nifas tidak dipengaruhi oleh faktor pengetahuan, pengalaman kerja, maupun tempat tinggal bidan di desa. Oleh karena itu, diperlukan penyusunan program pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), khususnya kunjungan nifas oleh bidan, serta pelaksanaan supervisi lapangan secara berkala untuk meningkatkan kinerja dan motivasi bidan dalam melakukan kunjungan rumah.
ANALISIS PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI TERHADAP PERSONAL HYGINE PASCA BENCANA BANJIR DI DESA MANYANG CUT KECAMATAN MEUREUDEU KABUPATEN PIDIE JAYA Nuzulul Rahmi; Asmaul Husna; Nurlaili Ramli
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 12, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5913

Abstract

Bencana banjir merupakan salah satu permasalahan kesehatan lingkungan yang dapat meningkatkan risiko penyakit akibat buruknya sanitasi dan rendahnya praktik personal hygiene, khususnya pada remaja putri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap dengan personal hygiene remaja putri pasca banjir di Desa Manyang Cut Kecamatan Meureudu Kabupaten Pidie Jaya. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah remaja putri yang dipilih menggunakan teknik (misalnya: total sampling atau purposive sampling). Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan personal hygiene (p value = 0,001) serta antara sikap dengan personal hygiene (p value = 0,001). Namun demikian, ditemukan adanya ketidaksesuaian antara pengetahuan dan sikap dengan praktik personal hygiene, di mana sebagian responden dengan pengetahuan dan sikap positif masih memiliki personal hygiene yang kurang baik, serta sebaliknya. Hal ini menunjukkan bahwa perilaku personal hygiene tidak hanya dipengaruhi oleh faktor pengetahuan dan sikap, tetapi juga oleh faktor lain seperti ketersediaan sarana sanitasi, akses air bersih, dan dukungan lingkungan. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap dengan personal hygiene remaja putri pasca banjir, namun diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif dalam meningkatkan perilaku kebersihan diri. Disarankan adanya peningkatan edukasi kesehatan serta penyediaan fasilitas sanitasi yang memadai guna mendukung perilaku hidup bersih dan sehat. Kata kunci: pengetahuan, sikap, personal hygiene, remaja putri, pasca banjir