Usmaedi Usmaedi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING LEARNING (CTL) TERHADAP HASIL BELAJAR DAN SELF-ESTEEM SISWA SEKOLAH DASAR PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (PKn) Usmaedi Usmaedi; Trian Pamungkas Alamsyah
JPSD (Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar) Vol 2, No 2 (2016): JPSD (Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar)
Publisher : Department of Primary education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Su

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.569 KB) | DOI: 10.30870/jpsd.v2i2.800

Abstract

Abstrak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan metode pembelajaran Contextual Teaching Learning terhadap hasil belajar dan Self-Esteem siswa pada mata pelajaran PKn. Metode penelitian yang digunakan adalah Kuasi Eksperimen karena pada penelitian ini subjek tidak dikelompokkan secara acak, tetapi peneliti menerima keadaan apa adanya. Sampel berdasarkan populasi tersebut dipilih dua kelas yaitu kelas V di SDN 1 Rangkasbitung sebagai kelas kontrol dan SDN 1 Muara Ciujung Timur sebagai kelas eksperimen. Pengumpulan data dilaksanakan dengan teknik penyebaran angket, tes perlakuan dan perbuatan serta tes tertulis bentuk uraian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Hasil belajar siswa yang memperoleh pembelajaran CTL lebih baik dibandingkan dengan siswa yang mendapat pembelajaran biasa, 2) Self-Esteem siswa yang mendapat metode pembelajaran CTL tidak lebih baik dibandingkan dengan siswa yang mendapat pembelajaran biasa.  Kata Kunci: Contextual Teaching Learning (CTL), Self-Esteem , PKn  Abstract. The purpose of this study was to determine the application of learning methods Contextual Teaching Learning for learning outcomes and Self-Esteem students in the PKn. The method used was Quasi-Experiments for the study of this subject is not grouped randomly, but researchers accept what their circumstances. The population-based sample have two classes of fifth grade at SDN 1 Rangkasbitung as the control class and SDN 1 Muara Ciujung Timurt as an experimental class. The collection of data carried out by the technical questionnaire, the test treatment and deeds as well as a written test in narrative form. The results showed that: 1) Learning outcomes of students who obtain CTL better learning than students who received the usual learning 2) Self-Esteem learning methods CTL student gets no better than students who received regular learning.. Keywords: Contextual Teaching Learning (CTL), Self-Esteem , PKn 
Kehidupan Sosial-Budaya Masyarakat Cina Benteng Di Tenjo (1965-1998) Ernawati Ernawati; Usmaedi Usmaedi; Weny Widyawati Bastaman; Frylla Mandala Putra
Jurnal Pendidikan dan Humaniora Vol 3, No 3 (2026): Juli 2026
Publisher : STKIP Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/jpk.v3i3.1503

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kehidupan sosial-budaya masyarakat Cina Benteng di Tenjo, Kabupaten Bogor, pada tahun 1965–1998, dengan fokus pada latar belakang keberadaan masyarakat Cina Benteng serta dinamika kehidupan sosial-budaya pada masa Orde Baru. Penelitian menggunakan metode sejarah yang meliputi tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi untuk merekonstruksi peristiwa sejarah secara sistematis. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, serta penelusuran berbagai sumber tertulis berupa arsip, buku, jurnal, dan dokumen lain yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Cina Benteng di Tenjo merupakan bagian dari komunitas Tionghoa peranakan yang telah lama menetap dan membangun kehidupan berdampingan dengan masyarakat setempat melalui proses adaptasi dan akulturasi budaya. Pada masa Orde Baru, kebijakan pemerintah memberikan pengaruh terhadap kehidupan sosial-budaya masyarakat, terutama dalam pelaksanaan tradisi, praktik keagamaan, penggunaan bahasa, dan ekspresi budaya Tionghoa. Meskipun menghadapi berbagai pembatasan, masyarakat Cina Benteng di Tenjo tetap mampu mempertahankan identitas budayanya melalui strategi adaptasi yang tidak menghilangkan nilai-nilai budaya yang diwariskan. Kehidupan sosial yang harmonis, hubungan antaretnis yang baik, serta tetap berlangsungnya tradisi dan aktivitas keagamaan menunjukkan bahwa masyarakat Cina Benteng di Tenjo berhasil menjaga keberlangsungan identitas budaya di tengah perubahan sosial dan kebijakan pemerintah selama periode 1965–1998.