Laksmi Laksmi
Departemen Ilmu Perpustakaan Dan Informasi, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia

Published : 19 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Perilaku informasi penggemar grup k-pop NCT Dream di media sosial Twitter Fikrisya Ariyani Iskandar; Laksmi Laksmi; Indira Irawati; Luki Wijayanti
Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 20 No 1 (2024): June
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bip.v20i1.7130

Abstract

Introduction. This paper investigate information behavior of NCT Dream fans (The South Korean Boy Band) on Twitter. Previously, from research perspectives, fan behavior and their information behavior studies have not been discussed deeply. Fans have unique ways to use information by collaboratively creating, organizing, disseminating, and sharing information. Research Methods. The paper used a virtual ethnographic research method with a qualitative approach. Observations were conducted to explore the exchange of information and interaction between fans with text, images, video and audio among fellow fans. Data was collected by observations, researchers played a role as participants. Data Analysis. The paper followed the three stages of coding: open coding, axial coding, selective coding. Results and Discussion. Fans are able to create their own information, which later it is considered as community knowledge, although the source of information is not official. The fans demonstrate collaborative, creative, sharing, and performative activities that engage further with information. Conclusion. Fan information behavior involves information creation, information organization, information production, and production. Information behavior of fans on Twitter is informal, diverse, and evolving from the model of fan information behavior offered by Price. Furthermore, because fan behavior has shifted to textual productivity, this information behavior model is very helpful in identifying fans on social media. However, crowdfunding appear as one additional behavior inPrice's information behavior model.
Analisis Pengendalian dalam Fungsi Manajemen Perpustakaan pada Empat Jenis Perpustakaan di Indonesia Arya Wijaya Pramodha Wardhana; Sofia Nur Aisyah; Laksmi Laksmi
Media Pustakawan Vol. 30 No. 2 (2023): Agustus
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v30i2.4881

Abstract

The presence of libraries is a familiar and common phenomenon in society, categorized into four types: public, special, school, and university libraries. However, in Indonesia, libraries face challenges, including financial resources, human resource issues, bureaucratic hurdles, physical resource problems, and information resource issues. These challenges have resulted in many libraries not meeting standards, despite guidelines set by the National Library of Indonesia. Libraries, integral to their management processes, often overlook a crucial function—control. This article delves into control as a key management function, addressing the problems encountered by Indonesian libraries. The focus is on control's role in overcoming issues, employing literature study methods and data analysis through observational literature techniques. The results indicate that all four types of libraries need to implement various techniques and analyses, including cost-benefit and return on investment analysis, benchmarking, leadership support, effective collaboration with librarians and technical staff, based on up-to-date information and corrective actions. Additionally, investments in infrastructure, facilities, information technology, digital resources, and information literacy training are essential.
Duta Baca Dalam Perspektif Pemasaran Perpustakaan Menggunakan Analisis Swot (Studi Kasus Duta Baca Provinsi Jabar) Mutia Rahmi; Nur Sanny Rahmawati; Laksmi Laksmi
AL Maktabah Vol 7, No 1 (2022): JUNI
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mkt.v7i1.2728

Abstract

Pemasaran merupakan bagian yang tidak terlepas dari suatu organisasi, tidak terkecuali perpustakaan. Salah satu upaya dari pemasaran perpustakaan adalah dengan program duta baca. Penelitian ini menguraikan aspek pemasaran dari Duta Baca besutan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusipda) Provinsi Jawa Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Duta Baca Dispusipda Provinsi Jawa Barat dan kaitannya dengan komponen pemasaran perpustakaan. Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Pengumpulan data yang dilakukan adalah melalui wawancara dengan pihak terkait Duta Baca dan Dispusipda Provinsi Jawa Barat serta literatur yang berhubungan dengan pemasaran perpustakaan. Penelitian ini dilakukan selama enam bulan ditahun 2020-2021. Hasil dari penelitian ini Dispusibda Jabar melakukan promosi perpustakaan secara efektif. Dengan konsep tidak berbayar dan pendekatan teknologi, lembaga ini dapat menjangkau generasi milenial sekaligus meningkatkan minat baca secara luas. Kelemahan kegiatan duta baca terletak pada evaluasi pasca pelaksanaan. Hal ini semata-mata untuk mengetahui dan mengukur kebermanfaatan dari program Duta Baca Dispusipda Provinsi Jawa Barat untuk dapat meningkatkan minat baca di kalangan masyarakat Jawa Barat.
Budaya Pengelolaan Arsip: Pengalaman Arsiparis di Biro Manajemen Barang Milik Negara dan Pengadaan Lembaga XYZ Irvan Prastya; Laksmi Laksmi
AL Maktabah Vol 9, No 2 (2024): DESEMBER
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mkt.v9i2.5170

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi pengalaman petugas arsiparis dalam membangun budaya pengelolaan arsip di Biro Manajemen Barang Milik Negara dan Pengadaan (Biro BMNP) Lembaga XYZ. Budaya organisasi berperan penting dalam pengelolaan arsip, mencakup penciptaan, penyimpanan, hingga penyusutan arsip. Pengelolaan yang efektif memerlukan komitmen manajemen, kebijakan jelas, dan sumber daya memadai. Namun, peran arsiparis sering diabaikan, yang berdampak pada penurunan kinerja mereka. Penelitian ini bertujuan memahami secara mendalam pengalaman petugas arsiparis terkait budaya pengelolaan arsip di Biro BMNP. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi digunakan untuk menggali makna pengalaman subjek. Informan dipilih melalui purposive sampling, dan data dikumpulkan melalui wawancara, observasi partisipatif, serta analisis dokumen pada Mei 2024. Data dianalisis dengan metode analisis tematik. Hasil penelitian mengungkapkan tantangan dalam pengelolaan arsip, seperti kesulitan membagi waktu antara tugas BMN dan pekerjaan arsip, kesadaran pentingnya arsip vital, serta komunikasi yang tidak efektif. Arsiparis juga mengalami kebingungan dalam prioritas tugas dan menyadari pentingnya perlindungan arsip untuk keamanan aset Lembaga XYZ. Budaya pengelolaan arsip di Biro BMNP menekankan efisiensi, pengakuan karir, keamanan, dan integritas data arsip, serta menyoroti kebutuhan koordinasi dan tanggung jawab 
Tiktok Sebagai Wadah Penyimpanan Memori Kolektif Dan Penyebaran Informasi Dalam Edukasi Parenting Jalinur Jalinur; Laksmi Laksmi
AL Maktabah Vol 7, No 1 (2022): JUNI
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mkt.v7i1.2729

Abstract

Artikel ini membahas tentang TikTok sebagai wadah penyimpanan memori kolektif dan penyebaran informasi dalam mengoleksi konten-konten yang diunggah, terlebih setiap konten yang disebarkan mengandung informasi yang berkualitas atau sifatnya informatif dan mendidik, hal ini dapat membantu dalam mengembangkan ilmu pengetahuan baik bagi individu maupun kelompok. Salah satu akun yang diteliti adalah akun @rensia_sanvira karena akun ini banyak mengunggah konten-konten edukasi parenting dan telah mendapatkan penghargaan TikTok Awards Indonesia 2020 yang merupakan pengahragaan bagi para creator TikTok di Indonesia yang memberi tayangan video kreatif, menghibur serta inspiratif bagi masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pemanfaatan TikTok pada akun @rensia_sanvira sebagai wadah penyimpanan memori kolektiif dan penyebaran informasi dalam edukasi parenting. Jenis penelitian kualitatif dengan metode analisis teks. Dapat disimpulkan bahawa akun TikTok dapat dijadikan wadah memori kolektif pribadi untuk pembelajaran dengan tujuan utama sebagai simpanan di masa yang akan datang. TikTok sebagai memori kolektif dapat kita lihat dari respon dan komentar yang positif dari akun TikTok lain terhadap unggahan konten yang bersifat informatif bagi yang melihatnya untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan lebih mudah dipahami. Selain itu aku TikTok juga dapat dijadikan tempat penyebaran informasi yang tepat dan cepat bagi pengguna akun media sosial.
Dampak Kemiskinan Informasi Masyarakat Dalam Transaksi Berbelanja Online Adista Nurfitria; Laksmi Laksmi
AL Maktabah Vol 6, No 2 (2021): DESEMBER
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mkt.v6i2.2901

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dampak kemiskinan informasi dalam transaksi berbelanja online. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode kajian budaya. Literatur yang terjaring dalam artikel ini sebanyak 14 artikel berita yang didapat dari portal berita online yang terbit pada tahun 2021, dan 15 literatur ilmiah dengan periode tahun terbit dari 2007-2020. Adapun hasil dari penelitian ini adanya gap tentang pengertian dari pembelian menggunakan metode pembayaran COD terjadi karena faktor minimnya pengetahuan konsumen akan transaksi berbelanja online. Selain itu kurangnya edukasi yang dilakukan oleh pihak e-commerce kepada konsumen tentang transaksi berbelanja online yang tersedia secara terperinci dan peraturan pemerintah yang belum sempurna dalam melindungi konsumen saat melakukan proses transaksi berbelanja online melalui e-commerce. Kesimpulan menunjukan, kemiskanan informasi terjadi karena adanya kesalahpahaman dari konsumen tentang pengertian metode pembayaran COD yang benar dan ideal. Saran yang dapat diberikan adalah dengan membuat konten edukasi tentang produk dan layanan yang diberikan serta menyempurnakan peraturan tentang transaksi berbelanja online.
Representasi Perpustakaan dalam Film Animasi Bona and Friends Episode “Ke Perpustakaan” Clarissa Prameswari; Desy Novita Sari; Laksmi Laksmi
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 10, No 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/anuva.10.1.223

Abstract

Representasi perpustakaan dalam film animasi yang diproduksi di Indonesia masih sangat jarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi representasi perpustakaan dalam film animasi Bona and Friends episode “Ke Perpustakaan” yang diunduh pada 6 Mei 2023 di akun YouTube Majalah Bobo. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan semiotika Roland Barthes untuk mengidentifikasi makna denotasi, konotasi, dan mitos. Unit analisis terdiri dari audio (suara narator, dialog tokoh, dan musik) serta visual (setting dan gesture/aksi). Data dikumpulkan melalui observasi pada film animasi Bona and Friends episode “Ke Perpustakaan” serta dokumentasi melalui tangkap layar setiap adegan terkait perpustakaan. Temuan penelitian pada makna denotasi menunjukkan adanya komputer, buku warna-warni dengan rak yang tinggi, cahaya terang, alunan musik yang pelan, warna cenderung pastel, serta adanya pustakawan yang membantu pemustaka. Pada makna konotasi didapatkan kesan buku-buku yang beragam, teknologi canggih, ruangan luas dengan kondisi rapi, suasana tidak menakutkan, identik dengan anak, serta pustakawan berkesan ramah. Pada makna mitos, perpustakaan direpresentasikan sebagai perpustakaan anak yang berfungsi sebagai tempat menyimpan dan meminjam buku, menggunakan teknologi canggih, terdapat pustakawan yang cakap dan siap membantu, mengajarkan anak untuk berbuat baik dan saling tolong-menolong. Simpulan sekaligus keunikan temuan penelitian ini adalah, representasi perpustakaan anak tidak hanya menekankan pada tempat dan koleksi, melainkan juga penggunaan teknologi digital untuk efektivitas dan efisiensi pencarian buku serta penanaman nilai etika untuk pengembangan pribadi anak yang mendukung pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning).
Literasi Digital Staf Perpustakaan UI dalam Menggunakan OPAC Aswinna Aswinna; Laksmi Laksmi
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 10, No 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/anuva.10.1.51

Abstract

Literasi digital merupakan salah satu keterampilan dasar yang harus dimiliki oleh staf perpustakaan. Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan dari penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa bantuan staf terkait literasi digital menggunakan OPAC diperlukan di Perpustakaan UI. Oleh karena itu penting untuk mengukur tingkat literasi digital staf Perpustakaan UI dalam menggunakan OPAC. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur literasi digital pada staf Perpustakaan UI dalam menggunakan OPAC dan juga diharapkan dapat memberikan rekomendasi usulan pengembangan literasi digital untuk staf Perpustakaan UI, khususnya staf berlatar belakang pendidikan non perpustakaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, yang dilakukan pada 5\u20137 Mei 2021 menggunakan kuesioner online. Analisis data dilakukan dengan SPSS versi 17, yaitu analisis deskriptif untuk mengetahui distribusi frekuensi pendapat responden terkait keterampilan literasi digital pada staf Perpustakaan UI. Berdasarkan penilaian komponen literasi digital ditemukan bahwa komponen pengetahuan, nilai rata-rata staf adalah 85,625 (skala 1\u2013100), sedangkan pada komponen keterampilan nilai rata-rata staf adalah 82,083 (skala 1\u2013100), dan komponen perilaku adalah 87,083 (skala 1\u2013100). Tingkat literasi digital staf Perpustakaan UI berlatar belakang pendidikan non perpustakaan dikategorikan tinggi/baik dengan skor 85,3645 (skala 1\u2013100). Tidak ada hubungan antara variabel jenis kelamin, jenjang pendidikan, dan usia dengan literasi digital staf Perpustakaan UI. Penelitian ini memberikan saran pengembangan literasi digital staf.
STRATEGI PERPUSTAKAAN MENERAPKAN LITERASI UNTUK MENINGKATKAN IMAJINASI, KREATIVITAS, INOVASI Laksmi Laksmi
Alfuad: Jurnal Sosial Keagamaan Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/jsk.v4i1.1957

Abstract

This research discusses the library strategy of applying literacy to increase imagination, creativity and innovation. Various libraries carry out various literacy programs, including GLN and GLS. However, the results have not looked encouraging. UNESCO in 2017 stated that out of a total of 61 countries, Indonesia ranked 60th at a low literacy level. Literacy activities, namely activities that empower the movement of reading and writing, can make someone create imagination, creativity, and innovation. Libraries must have effective and efficient literacy implementation strategies, based on 6 types of literacy, namely literacy, numeracy literacy, scientific literacy, ICT literacy, financial literacy, and cultural and citizenship literacy. Librarians need to pay attention to the process of developing literacy, namely: text and facilities; literacy type and purpose, learning context, and learner character. Librarians determine the competencies to be achieved, then determine the quality of character and type of literacy. In the application process, librarians introduce methods of reading books and storytelling, creating a safe and pleasant atmosphere, letting users experiment, and playing roles.