Lathifaturrahmah Lathifaturrahmah
UIN Antasari Banjarmasin, Banjarmasin, Indonesia

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Penerapan pendekatan Brain Based Learning (BBL) terhadap kemampuan kecerdasan adversitas siswa kelas XI IPA SMA 1 Tulungagung Lathifaturrahmah Lathifaturrahmah
JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jp2m.v6i1.1737

Abstract

Penelitian ini menggunakan data berupa hasil pengisisan angket kecerdasan adversitas siswa yang akan dianalisis menggunakan uji ARP. Hasil dari ARP dianalisis dan digunakan untuk membuktikan kebenaran dari hipotesis yang telah ditentukan oleh peneliti. Sesuai karakteristik datanya penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Jenis penelitian ini adalah ekperimen dimana pemilihan sampel dari populasi dipilih secara random sebanyak 2 kelas XI IPA SMAN 1 Tulungagung tahun pelajaran 2018/2019. Dimana 2 kelas tersebut diberi perlakuan yang berbeda. Kelas XI IPA 3 sebagai kelas kontrol dengan metode konvensional, sedangkan kelas XI IPA 4 sebagai kelas eksperimen dengan perlakuan pendekatan Brain Based Learning. Perlakuan selanjutnya, kedua kelas tersebut diberikan perlakuan yang sama dengan pemberian angket kecerdasan adversitas. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pendekatan Brain Based Learning berpengaruh terhadap kemampuan kecerdasan adversitas siswa kelas XI IPA SMAN 1 Tulungagung
Karakteristik Mahasiswa Pendidikan Matematika IAIN Antasari Banjarmasin Dengan Menggunakan Metode Two Step Cluster (Studi Kasus Angkatan 2012/2013) Lathifaturrahmah Lathifaturrahmah; Rahmawati Rahmawati; Sessi Rewetty Rivilla
Jurnal Pendidikan Matematika VOLUME 1 NOMOR 1 DESEMBER 2013
Publisher : UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jpm.v1i1.57

Abstract

Penelitian ini menemukan bahwa karakteristik Cluster 1 berisi 100% mahasiswa yang berasal dari jalur masuk PSB, jurusan IPA, berstatus negeri, dan biaya kuliah berasal dari orang tua. Berasal dari sekolah yang terletak di luar Kabupaten Banjar sebesar 92%, memiliki rata-rata nilai matematika di rapor yaitu 8,54, dan nilai UN matematika 8,39, dan paling banyak berjenis kelamin perempuan yaitu 68%. Sedangkan untuk profil Cluster 2 berisi 100% dari sekolah berstatus negeri dan biaya kuliah dari orang tua, mahasiswa yang berasal dari jalur masuk SPMB-PTAIN sebesar 80%, rata-rata nilai rapor 7,99, berasal dari jurusan IPA sebesar 74,3%, 80% berasal dari Luar Kabupaten Banjar, berjenis kelamin perempuan sebesar 68,6% dan memilikinilai UN Matematika yaitu 7,95. Karakteristik Cluster 3 berisi mahasiswa yang berasal dari sekolah swasta sebesar 56,8%,dari jurusan IPA sebesar 47,7%, berasal dari sekolah Luar Kabupaten Banjar sebesar 38,6%. Biaya kuliah berasal dariorang tua sebesar 72,7%, berasal dari jalur masuk SPMB PTAIN sebesar 70,5%, dan mempunyai nilai UN Matematika7,79 dan rata-rata nilai rapor 8,37 dan berjenis kelamin perempuan sebanyak 72,7%.
Perbandingan Hasil Penggerombolan K-Means, Fuzzy K-Means, dan Two Step Clustering Lathifaturrahmah Lathifaturrahmah
Jurnal Pendidikan Matematika VOLUME 2 NOMOR 1 DESEMBER 2014
Publisher : UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jpm.v2i1.1166

Abstract

Analisis gerombol merupakan salah satu metode peubah ganda yang tujuan utamanya adalah mengelompokkan objek berdasarkan kemiripan atau ketidakmiripan karakteristik-karakteristiknya, sehingga objek yang terletak dalam satu gerombol memiliki kemiripan sifat yang lebih besar dibandingkan dengan objek pengamatan yang terletak pada gerombol lain. K-means merupakan salah satu metode penggerombolan tak berhirarki yang paling banyak digunakan, namun karena menggunakan rataan sebagai centroidnya, metode ini lebih sensitif terhadap keberadaan pencilan pada data. Sehingga berkembanglah metode baru, k-medoid, dengan berbasis median sebagai pusat gerombolnya. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil analisis gerombol metode k-means dengan k-medoid baik pada saat data mengandung pencilan maupun tidak. Metode k-medoid diharapkan lebih kekar terhadap pencilan dibandingkan dengan k-means, sehingga dapat memberikan hasil gerombol yang lebih akurat dengan nilai tingkat salah klasifikasi yang lebih kecil. Hasil penggerombolan menunjukkan bahwa metode k-medoid mempunyai nilai rataan tingkat salah klasifikasi yang lebih rendah dan signifikan pada kondisi proporsi pencilan 5%, sedangkan pada kondisi proporsi pencilan 10% dan 15% hasil nilai rataan salah klasifikasinya tidak berbeda signifikan dengan metode k-means.
PENGGUNAAN MEDIA TANGRAM DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA MATERI KESEBANGUNAN DI KELAS IX MTs SITI MARIAM BANJARMASIN Sa Rah; Lathifatur Rahmah
Jurnal Pendidikan Matematika VOLUME 3 NOMOR 1 DESEMBER 2015
Publisher : UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jpm.v3i1.1183

Abstract

Materi kesebangunan secara teoritis dianggap sulit karena siswa kurang memahami apa perbedaan antara kesebangunan dan kekongruenan suatu bangun datar. Selain materinya memang sulit, dalam menyajikan materi guru jarang menggunakan media  yang dapat menarik minat siswa dan bersifat konkrit terhadap pelajaran matematika. Oleh karena itu perlu diciptakan suatu kondisi pembelajaran yang dapat mengakrabkan matematika dengan anak, diantaranya melakukan suatu pembelajaran dengan menggunakan media tangram. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan media tangram dalam pembelajaran matematika pada materi kesebangunan dan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi penggunaan media tangram dalam pembelajaran matematika pada materi kesebangunan di kelas IX MTs Siti Mariam Banjarmasin tahun pelajaran 2014/2015.Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif kualitatif.  Subjek dalam penelitian ini adalah 1 orang guru yang mengajar matematika di kelas IX.B dan seluruh siswa kelas IX.B yang berjumlah 25 orang. Objek dalam penelitian ini adalah media tangram yang digunakan dalam pembelajaran matematika materi kesebangunan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media tangram pada pembelajaran matematika pada materi kesebangunan guru membagi siswa yang berjumlah  25 siswa menjadi 5 kelompok yang terdiri 5 siswa. Hasil belajar siswa pada saat berkelompok mencapai 83 dengan kategori amat baik. Faktor-faktor yang mempengaruhi media tangram dalam pembelajaran matematika pada materi kesebangunan seperti faktor siswa yaitu minat dan keaktifan siswa, faktor guru, serta faktor sarana prasarana dan fasilitas sekolah, sudah dikatakan cukup baik karena sudah memenuhi 4 faktor tersebut.
DETERMINASI KOMPETENSI PEDAGOGIK DAN PROFESIONAL GURU MADRASAH Sessi Rewetty Riviila; Lathifaturrahmah Lathifaturrahmah; Yusran Fauzi
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026): Regular Issue (In Progress)
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34125/jmp.v11i1.1184

Abstract

Teachers play an important role in the development of human resources. However, based on data obtained from the Teacher Competency Test, the level of basic education in South Kalimantan is still relatively low. This study aims to investigate the factors that influence the pedagogical and professional competencies of Islamic Elementary Schools teachers, as well as determine the strategies used to improve these competencies. The research method used a survey with a quantitative approach, involving 423 respondents selected using a cluster sampling technique. Data were collected through questionnaires and document analysis, then analyzed using Principal Component Analysis. The findings show that factors influencing the pedagogical and professional competencies of MI teachers in South Kalimantan include: (1) welfare/compensation; (2) leadership; (3) work discipline; (4) utilization of information technology; (5) work achievement; (6) learning evaluation; and (7) motivation. As a solution to improve these competencies, this study recommends several strategies including providing incentives in accordance with the regional minimum wage, rewarding outstanding teachers, implementing intensive academic supervision, optimizing the use of information technology, organizing workshops or training, strict selection in the recruitment process of new teachers, and encouraging teachers to improve their work performance.
Mathematical Representations in Determining the Area of a Triangle: Visual Representation as a Cognitive Guide Wayan Rumite; Lathifaturrahmah Lathifaturrahmah; Intan Buhati Asfyra
Indiktika : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 2 (2026): Indiktika : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika
Publisher : FKIP Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/indiktika.v8i2.21661

Abstract

Mathematical representation is a critical competency that prospective mathematics teachers must possess in order to understand concepts and solve problems effectively. However, previous studies still leave conceptual gaps in explaining how prospective mathematics teachers construct and coordinate representations as cognitive guidance mechanisms, particularly when calculating the area of a triangle. This study aims to uncover the involvement of visual representations and cognitive guidance during the process of solving problems involving the area of a triangle. This study employs an exploratory qualitative approach. Data were collected through problem-solving tests and semi-structured interviews with five subjects selected from 93 prospective participants. The data were analyzed based on the use of visual representations, the concept of coordinate transformation, plotting accuracy, and indications of cognitive guidance. The results revealed four characteristics of representation use: (1) no visual representation, incorrect coordinate transformation, failure to plot coordinate points, and no cognitive guidance; (2) visual representation, incorrect coordinate transformation, incorrect plotting of coordinate points, and cognitive guidance; (3) does not involve visual representations, correct coordinate transformations, does not plot coordinate points, and is not cognitively guided; and (4) involves visual representations, correct coordinate transformations, plots coordinate points accurately, and is cognitively guided. Visual representations help understand geometric structures and spatial relationships, while symbolic representations formalize computational procedures.