Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : REKA KARSA

Kajian Sistem Pencahayaan yang Mempengaruhi Kenyamanan Vsual Pada Ruang A dan Ruang Sayap Galeri Selasar Sunaryo Latifah, Nur Laela; Anugrah, Deki Ahmad; Aynani, Miqiyassara Diandra; Garini, Karin Wiyana
REKA KARSA Vol 1, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (766.652 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i3.295

Abstract

Abstrak Seni rupa dewasa ini menjadi bentuk apresiasi masyarakat untuk menyuarakan pemikiran. Oleh karena itu, galeri seni kontemporer muncul untuk menjembatani kebutuhan masyarakat modern tersebut. Tujuan dari kajian ini adalah memahami penerapan sistem pencahayaan alami dan buatan pada bangunan Galeri Selasar Sunaryo Bandung beserta kenyamanan visual yang dihasilkan. Kenyamanan visual sangat dibutuhkan pada bangunan galeri karena berpengaruh langsung dalam tampilan karya seni. Lingkup studi pada kajian ini mencakup sistem pencahayaan ditinjau dari sumbernya serta keterkaitannya dengan aspek desain ruang berupa desain bukaan cahaya, dimensi ruang, serta material interior ruang dan furnitur. Selain itu dibahas pula klasifikasi lampu berdasarkan sistem pencahayaan buatan, serta kualitas kenyamanan visual. Metoda analisa meliputi kualitatif, kuantitatif, dan trianggulasi. Hasil akhir berupa analisa dan kesimpulan yang bersifat kuantitatif.   Kata kunci: Sistem pencahayaan, Kenyamanan visual, Galeri Selasar Sunaryo Bandung Abstract Since ancient times until now the presence of art in the community can not be separated. Therefore, the contemporary art gallery appearing to answer the needs of modern society. The purpose of this study is to understand the application of natural and artificial lighting systems in generated visual comfort of Selasar Sunaryo Gallery building. Visual comfort is needed in the gallery building because it affects directly the display of art works. The scope of the study include the lighting system in terms of the source and associations with a design space such as design aspects of light exposure, dimensions of space, and also interior space and furniture materials. In addition, it also discusses the classification system based on artificial lighting lamps and quality of visual comfort. Analysis method includes qualitative approach, quantitative, and triangulation. The results obtained by the analysis of a form of quantitative conclusions. The results of this review are quantitative analysis conclusions.   Keywords: Lighting Systems, Visual Comfort, Selasar Sunaryo Gallery Bandung
Kajian Penerapan Arsitektur Modern pada bangunan Roger’s Salon, Clinic, Spa and Wellness Center Bandung Brunner, Thomas; Latifah, Nur Laela; Prastiti, Adityastri Budi; Irandra, Vinike; Pawening, Ajeng Sekar
REKA KARSA Vol 1, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i2.259

Abstract

AbstrakSalon adalah tempat orang merawat kecantikan, bahkan berkembang dengan adanya fasilitas klinik, spa, dan pusat kebugaran. Selain menjual fasilitas salon juga menjual suasana dan nilai arsitektur bangunannya. Banyak bangunan salon yang menggunakan langgam arsitektur tertentu guna menarik perhatian para pengunjungnya. Contoh salon yang menggunakan langgam Arsitektur Modern adalah bangunan Roger’s Salon, Clinic, Spa, and Wellness Center di Jalan Pelajar Pejuang 45 nomor 76 Bandung. Penerapan langgam Arsitektur Modern pada bangunan Roger’s Salon, terlihat pada tampak bangunan yang meliputi atap dan kanopi, dinding, bukaan, ornamen, bentuk, proporsi, pemilihan jenis material, warna, dan tekstur serta layout ruang dalam yang meliputi bentuk denah, bentuk potongan, zonning, hubungan antar ruang, dan sirkulasi.  Bangunan Roger’s Salon, menggunakan langgam Arsitektur Modern dengan Aliran Fungsionalisme dan Kubisme. Bentuk bangunan yang berupa kubus mengalami pemanjangan menjadi bentuk balok yang merupakan proyeksi dari denah dapat disimpulkan bahwa bangunan menganut paham form follow function.Kata kunci :  Arsitektur Modern; tampak bangunan; layout ruang dalamAbstractSalonis a place where people cares for beauty, even thrive in the presence of clinical facilities, spa, and fitness center. Besides selling facility it also sells atmosphere and architectural value of the building. Many salon designs are using particular architectural style in order to attract the attention of the visitors. For examples Roger's Salon, Clinic, Spa, and Wellness Center at jalan Pelajar Pejuang 45 number 76 Bandung use Modern Architecture style.The implementation of Modern Architecture style on Roger's Salon can be seen at the building facade, roof and canopies, walls, openings, ornaments, shape, proportion, choice of material, color, and texture as well as the interior layout in which includes floor plan, sections, zonning, conection between rooms, and circulation.Functionalism and Cubism style as a Modern Architecture is used at Roger's Salon. Forming a cube shape and lengthening as a beam, which its projected at the floor plan can be concluded that the building adopts a form follow function.Keywords :  Modern Architecture; facade; interior layout
KAJIAN KENYAMANAN TERMAL PADA BANGUNAN STUDENT CENTER ITENAS BANDUNG Latifah, Nur Laela; Perdana, Harry; Prasetya, Agung; Siahaan, Oswald P. M
REKA KARSA Vol 1, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.599 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i1.43

Abstract

ABSTRAKStudent center merupakan suatu bangunan pusat aktifitas kemahasiswaan dimana terjadi berbagai aktifitas.Dengan banyaknya aktifitas yang terjadi di dalamnya maka bangunan dituntut memenuhi kenyamanan termal agarpengguna dapat beraktifitas dengan baik. Kajian student center ini bertujuan untuk mengetahui dan memahamibagaimana kenyamanan termal pada Student Center Itenas Bandung. Pemilihan obyek kajian ini didasari olehadanya keunikan desain yang tidak dimiliki bangunan lainnya di kampus Itenas khususnya dan kota Bandung padaumunnya. Kenyamanan termal dipengaruhi oleh beberapa variabel yaitu desain bangunan, desain bukaan udara,faktor internal, dan faktor eksternal.Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah metode penelitian deskriptif baik kualitatif maupunkuantitatif. Pada akhirnya dari hasil analisis kuantitatif dan kualitatif tersebut dilakukan pembobotan secarakuantitatif. Diperoleh kesimpulan bahwa, desain bangunan dan desain bukaan udara Student Center Itenasmempengaruhi aliran udara yang dapat mendukung kenyamanan termal. Kajian ini diharapkan dapat menjadirujukan saat mendesain student center yang menunjang kenyamanan termal.Kata kunci: kenyamanan termal, student center
Kajian Penerapan Arsitektur Modern pada bangunan Roger’s Salon, Clinic, Spa and Wellness Center Bandung Brunner, Thomas; Latifah, Nur Laela; Prastiti, Adityastri Budi; Irandra, Vinike; Pawening, Ajeng Sekar
REKA KARSA Vol 1, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i2.259

Abstract

AbstrakSalon adalah tempat orang merawat kecantikan, bahkan berkembang dengan adanya fasilitas klinik, spa, dan pusat kebugaran. Selain menjual fasilitas salon juga menjual suasana dan nilai arsitektur bangunannya. Banyak bangunan salon yang menggunakan langgam arsitektur tertentu guna menarik perhatian para pengunjungnya. Contoh salon yang menggunakan langgam Arsitektur Modern adalah bangunan Roger’s Salon, Clinic, Spa, and Wellness Center di Jalan Pelajar Pejuang 45 nomor 76 Bandung. Penerapan langgam Arsitektur Modern pada bangunan Roger’s Salon, terlihat pada tampak bangunan yang meliputi atap dan kanopi, dinding, bukaan, ornamen, bentuk, proporsi, pemilihan jenis material, warna, dan tekstur serta layout ruang dalam yang meliputi bentuk denah, bentuk potongan, zonning, hubungan antar ruang, dan sirkulasi.  Bangunan Roger’s Salon, menggunakan langgam Arsitektur Modern dengan Aliran Fungsionalisme dan Kubisme. Bentuk bangunan yang berupa kubus mengalami pemanjangan menjadi bentuk balok yang merupakan proyeksi dari denah dapat disimpulkan bahwa bangunan menganut paham form follow function.Kata kunci :  Arsitektur Modern; tampak bangunan; layout ruang dalamAbstractSalonis a place where people cares for beauty, even thrive in the presence of clinical facilities, spa, and fitness center. Besides selling facility it also sells atmosphere and architectural value of the building. Many salon designs are using particular architectural style in order to attract the attention of the visitors. For examples Roger's Salon, Clinic, Spa, and Wellness Center at jalan Pelajar Pejuang 45 number 76 Bandung use Modern Architecture style.The implementation of Modern Architecture style on Roger's Salon can be seen at the building facade, roof and canopies, walls, openings, ornaments, shape, proportion, choice of material, color, and texture as well as the interior layout in which includes floor plan, sections, zonning, conection between rooms, and circulation.Functionalism and Cubism style as a Modern Architecture is used at Roger's Salon. Forming a cube shape and lengthening as a beam, which its projected at the floor plan can be concluded that the building adopts a form follow function.Keywords :  Modern Architecture; facade; interior layout
Kajian Sistem Pencahayaan yang Mempengaruhi Kenyamanan Vsual Pada Ruang A dan Ruang Sayap Galeri Selasar Sunaryo Nur Laela Latifah; Deki Ahmad Anugrah; Miqiyassara Diandra Aynani; Karin Wiyana Garini
REKA KARSA Vol 1, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i3.295

Abstract

Abstrak Seni rupa dewasa ini menjadi bentuk apresiasi masyarakat untuk menyuarakan pemikiran. Oleh karena itu, galeri seni kontemporer muncul untuk menjembatani kebutuhan masyarakat modern tersebut. Tujuan dari kajian ini adalah memahami penerapan sistem pencahayaan alami dan buatan pada bangunan Galeri Selasar Sunaryo Bandung beserta kenyamanan visual yang dihasilkan. Kenyamanan visual sangat dibutuhkan pada bangunan galeri karena berpengaruh langsung dalam tampilan karya seni. Lingkup studi pada kajian ini mencakup sistem pencahayaan ditinjau dari sumbernya serta keterkaitannya dengan aspek desain ruang berupa desain bukaan cahaya, dimensi ruang, serta material interior ruang dan furnitur. Selain itu dibahas pula klasifikasi lampu berdasarkan sistem pencahayaan buatan, serta kualitas kenyamanan visual. Metoda analisa meliputi kualitatif, kuantitatif, dan trianggulasi. Hasil akhir berupa analisa dan kesimpulan yang bersifat kuantitatif.   Kata kunci: Sistem pencahayaan, Kenyamanan visual, Galeri Selasar Sunaryo Bandung Abstract Since ancient times until now the presence of art in the community can not be separated. Therefore, the contemporary art gallery appearing to answer the needs of modern society. The purpose of this study is to understand the application of natural and artificial lighting systems in generated visual comfort of Selasar Sunaryo Gallery building. Visual comfort is needed in the gallery building because it affects directly the display of art works. The scope of the study include the lighting system in terms of the source and associations with a design space such as design aspects of light exposure, dimensions of space, and also interior space and furniture materials. In addition, it also discusses the classification system based on artificial lighting lamps and quality of visual comfort. Analysis method includes qualitative approach, quantitative, and triangulation. The results obtained by the analysis of a form of quantitative conclusions. The results of this review are quantitative analysis conclusions.   Keywords: Lighting Systems, Visual Comfort, Selasar Sunaryo Gallery Bandung
KAJIAN KENYAMANAN TERMAL PADA BANGUNAN STUDENT CENTER ITENAS BANDUNG Nur Laela Latifah; Harry Perdana; Agung Prasetya; Oswald P. M Siahaan
REKA KARSA Vol 1, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v1i1.43

Abstract

ABSTRAKStudent center merupakan suatu bangunan pusat aktifitas kemahasiswaan dimana terjadi berbagai aktifitas.Dengan banyaknya aktifitas yang terjadi di dalamnya maka bangunan dituntut memenuhi kenyamanan termal agarpengguna dapat beraktifitas dengan baik. Kajian student center ini bertujuan untuk mengetahui dan memahamibagaimana kenyamanan termal pada Student Center Itenas Bandung. Pemilihan obyek kajian ini didasari olehadanya keunikan desain yang tidak dimiliki bangunan lainnya di kampus Itenas khususnya dan kota Bandung padaumunnya. Kenyamanan termal dipengaruhi oleh beberapa variabel yaitu desain bangunan, desain bukaan udara,faktor internal, dan faktor eksternal.Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah metode penelitian deskriptif baik kualitatif maupunkuantitatif. Pada akhirnya dari hasil analisis kuantitatif dan kualitatif tersebut dilakukan pembobotan secarakuantitatif. Diperoleh kesimpulan bahwa, desain bangunan dan desain bukaan udara Student Center Itenasmempengaruhi aliran udara yang dapat mendukung kenyamanan termal. Kajian ini diharapkan dapat menjadirujukan saat mendesain student center yang menunjang kenyamanan termal.Kata kunci: kenyamanan termal, student center
Pendekatan Arsitektur Neo Vernakular pada Rancangan Islamic Center Fachrozy, Muhammad Rahfi; Latifah, Nur Laela; Jamaludin, Jamaludin
Reka Karsa: Jurnal Arsitektur Vol 10, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v10i3.7529

Abstract

ABSTRAK Sambas merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat dengan mayoritas penduduknya beragama Islam. Hal ini menyebabkan di sana banyak dilaksanakan kegiatan ke-Islaman, tetapi masih belum tersedia suatu wadah yang dapat menunjang ibadah sekaligus meningkatkan kualitas hidup umat muslim. Sehingga, diperlukan Islamic center yang merupakan pusat peribadatan, pendidikan, kemasyarakatan, dan penyiaran agama serta budaya Islam. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu kualitatif. Pendekatan tema yang dipilih untuk perancangan ini adalah arsitektur neo vernakular yang merupakan penggabungan antara arsitektur tradisional dan modern. Arsitektur tradisional yang diacu berasal dari suku asli Kalimantan Barat yaitu suku Dayak dan suku Melayu Tradisional. Neo vernakular dipilih dengan tujuan menghasilkan desain Islamic center yang modern dan fungsional sesuai kebutuhan di zaman modern tanpa mengabaikan unsur/ nilai lokalitas tradisional setempat. Tema ini diterapkan pada pola sirkulasi kendaraan dan pejalan kaki yang dapat menjangkau seluruh bangunan seperti sungai, massa bangunan yang mengadaptasi bentuk rumah Panjang suku Dayak bernama Ompuk Domuk, atap yang bentuknya mengadaptasi dari rumah suku Melayu Tradisional (atap Potong Limas, atap Potong Godang) dan Ompuk Domuk, pola batik Pucuk Rebung pada ornamen arsitektural, penerapan neo pada struktur dan material bangunan yang lebih modern, serta adanya paduan warna material alami dan kontras.Kata kunci: islamic center, islam, kabupaten sambas, neo vernakular ABSTRACT Sambas is one of the regencies in West Kalimantan Province, where the majority of the population is Muslim. This demographic condition has led to the frequent organization of Islamic activities; however, the region still lacks a dedicated facility that can simultaneously support religious practices and enhance the quality of life of the Muslim community. Therefore, the development of an Islamic Center—which functions as a hub for worship, education, social activities, and the dissemination of Islamic religion and culture—is required. The data collection for this study employed a qualitative approach. The design adopts a neo-vernacular architectural theme, which integrates traditional and modern architectural elements. The traditional references are drawn from the indigenous ethnic groups of West Kalimantan, namely the Dayak and the traditional Malay communities. The goal of using neo-vernacular architecture is to create a modern and functional design for an Islamic Center that still respects the cultural and traditional values of the area. This theme is reflected in several design aspects: a circulation pattern for vehicles and pedestrians inspired by river networks; building masses adapted from the longhouse form of the Dayak Ompuk Domuk; roof forms derived from traditional Malay houses (Potong Limas and Potong Godang) and Ompuk Domuk; architectural ornamentation incorporating the Pucuk Rebung batik motif; and modern interpretations in building structure and material selection. The design also emphasizes the combination of natural material tones with contrasting colors to reinforce both modernity and regional identity. Keywords: architecture, modern, tropic, education