Articles
Koleksi surat kabar langka Perpustakaan Nasional Republik Indonesia sebagai sumber penelitian sejarah global
Frial Ramadhan Supratman
Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol 8, No 1 (2020): Accredited by Ministry of Research, Technology and Higher Education of the Repub
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/jkip.v8i1.25212
Rare newspapers are one of the primary sources that can be used in historical research. Historians often use newspapers as a source of research. Therefore historians often come to the National Library of the Republic of Indonesia to conduct consultations on newspaper collections. Librarians should help historians find this main source. Thus, this research explains how the rare newspaper collection can be useful for historians in researching global history. The method used in this paper was descriptive qualitative. This method conducted a description and analysis to a research object, where the researcher a qualitative analysis of the research object. This study surveyed ten newspapers and sorted them into six papers, which were then analyzed. From the study results, the authors found that six rare newspapers in the National Library of the Republic of Indonesia could be used as a primary source in researching global history. The six papers were 'Oetoesan Hindia', 'Pancaran Warta', 'Keng Po', 'Warta Hindia', 'Pemandangan', and 'Soeara Oemoem.’ The conclusions of this research are; first, newspapers can be used as a primary source of global history because they contain writings that respond to global dynamics. Second, criteria for newspapers that can be used as a source of global history research are those that provide information and opinions on global developments.
Setelah Mongol: Osman Gazi dan Kepemimpinan Muslim di Anatolia abad ke-14
Frial Ramadhan Supratman
Rihlah : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Vol 9 No 2 (2021): History and Culture
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/rihlah.v9i2.23951
Abad ke-13 menjadi masa yang penting bagi Temujin atau Jengis Khan. Setelah dinobatkan menjadi pemimpin Mongol, dia terus melakukan ekspansi dari Asia Tengah, Anatolia, Eurasia hingga berada di depan gerbang Vienna. Abad ke-13 dapat dikatakan sebagai ‘Periode Mongol’ karena Mongol menjadi imperium dunia yang sangat berpengaruh. Ekspansi Mongol telah menghancurkan para penguasa lama, seperti Abasiyah dan Seljuk Agung. Para pasukan nomaden Turki atau beylik yang selama ini membantu Seljuk kemudian hidup berpencar menghindari ppersekusi Mongol. Setelah kekuasaan Mongol meredup, banyak penguasa beylik Turki mulai muncul sebagai penguasa yang independen. Di Anatolia, para bey dengan beylik-nya menciptakan kekuasaan baru. Osman Gazi (1302-1324), pendiri Negara Usmani, merupakan salah satu penguasa Anatolia yang muncul pasca invasi Mongol. Dalam artikel ini, penulis membahas mengenai bagaimana kepemimpinan Muslim di Anatolia pasca periode Mongol. Dengan demikian, penulis akan melihat kebangkitan Osman Gazi sebagai studi kasus terhadap kebangkitan penguasa Muslim di Anatolia.
Menaklukkan Malam: Perkembangan Konsumsi Kopi di Negara Usmani pada Periode Modern Awal
Frial Ramadhan Supratman
Jurnal Tamaddun : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24235/tamaddun.v8i2.7081
Kopi merupakan minuman yang sangat disukai pada hari ini. Namun, sedikit sekali para peneliti yang memfokuskan penelitian mengenai kopi, khususnya di negara-negara Muslim, seperti Negara Usmani. Setelah kopi pertama kali datang di Istanbul pada abad ke-16, kontroversi mengenai produk kopi itu sendiri dimulai. Abad ke-16 dan 17 menunjukan bahwa para sultan Usmani tidak selalu dapat menerima kopi sebagai produk yang halal. Makalah ini menunjukan dinamika konsumsi kopi di Negara Usmani pada periode modern awal. Penulis ingin mengetahui bagaimana konsumsi dan persepsi terhadap kopi di Negara Usmani. Untuk itu penulis menguraikan sejarah kemunculan kopi di Istanbul, relasi kedai kopi dengan penguasa Usmani hingga bisnis kedai kopi yang dikuasai oleh tentara Janisari. Dalam makalah ini penulis berargumen bahwa kopi mengalami perkembangan yang dinamis dari waktu ke waktu. Semakin lama kopi semakin disukai karena keberadaan kedai kopi telah menyediakan sarana komunikasi yang efektif bagi masyarakat Usmani pada periode modern awal.
PEMANFAATAN MONOGRAF DAN BERKALA LANGKA UNTUK PENULISAN ARTIKEL ILMIAH
Frial Ramadhan Supratman
Warta Perpustakaan Pusat Undip Vol. 13, No. 2 Tahun 2020 (Oktober 2020)
Publisher : UPT Perpustakaan Undip
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Menulis artikel ilmiah merupakan kemampuan yang harus dimiliki oleh sarjana dan peneliti di berbagai institusi. Dengan menulis artikel ilmiah, para sarjana dan peneliti akan memiliki posisi dan kekuatan untuk berkompetisi secara global. Meskipun demikian, banyak peneliti yang belum mampu menulis artikel ilmiah dengan baik. Salah satu hambatan dalam menulis artikel ilmiah adalah tahap pencarian data (heuristik). Dalam artikel ini, penulis memaparkan bagaimana manfaat monograf dan berkala langka sebagai data untuk menulis artikel ilmiah. Meskipun koleksi ini lebih banyak dimanfaatkan oleh sejarawan, namun pusrtakawan, dan juga profesi lain, juga dapat mengambil manfaat yang besar dari koleksi ini. Dalam artikel ini, penulis menggunakan metode kualitatif dengan mencoba menjelaskan dan menganalisis berbagai macam koleksi yang monograf dan berkala langka. Penulis berargumen bahwa koleksi monograf dan berkala langka belum banyak dieksplorasi oleh para sarjana. Jika pustakawan dan sarjana ilmu perpustakaan dapat memanfaatkan koleksi ini, maka terdapat banyak keuntungan untuk memperkuat posisi pustakawan dan ilmu perpustakaan itu sendiri.
Pelayanan koleksi surat kabar prakemerdekaan di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
Frial Ramadhan Supratman
Pustabiblia: Journal of Library and Information Science Vol 4, No 2 (2020): December 2020
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Salatiga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18326/pustabiblia.v4i2.265-282
Abstract National Library has important role in every countries. One of important role of National Library in several countries are protecting and preserving rare collection produced in the countries. National Library of Indonesia preserves several rare collections, like newspapers, rare books, magazines, photographs and manuscripts. Rare newspaper is one of rare collection of the National Library which has important aspect. Researcher and visitor often benefit rare newwspaper collection as information sources. Pre-independence newspaper always becomes reference source for researcher from many countries. This article aims to analyze of rare newspaper collection in the National Library. This research method is using quantitative method. This research also uses direct observation approach. In direct observation, author checks directly filed condition to find data and information regarding this research. The result of this research is that the demand of reading pre-independence newspaper is little if it is compared with post-independence newspaper. Most of pre-independence newspaper has been broken, but almost 50% of the newspaper has been converted to microfilm format. Librarian plays important role in preserving and serving pre-independence newspaper. If the demanded pre-independence newspaper is in broken condition and unreadable, librarian should advice user to access microfilm-formated newspaper in Audio Visual Service in National Library of Indonesia.AbstrakPerpustakaan nasional memiliki peran yang penting dalam suatu negara. Salah satu peran perpustakaan nasional di berbagai negara adalah menjaga dan melestarikan koleksi langka yang pernah diproduksi di negara tersebut. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia menyimpan berbagai macam koleksi langka, seperti surat kabar, buku, majalah, foto, peta hingga naskah. Surat kabar langka termasuk salah satu koleksi Perpustakaan Nasional yang sangat penting. Para peneliti dan pengunjung sering memanfaatkan surat kabar langka sebagai sumber informasi. Surat kabar langka prakemerdekaan seringkali menjadi sumber rujukan para peneliti dari berbagai negara. Makalah ini bertujuan untuk melakukan analisis terhadap pendataan surat kabar prakemerdekaan di Perpustakaan Nasional. Dengan demikian pustakawan yang bekerja di Layanan Surat Kabar Langka dapat mengetahui surat kabar prakemerdekaan yang dapat dilayankan kepada para pengunjung. Metode penelitian ini adalah dengan menggunakan metode kualitatif. Sedangkan penelitian ini menggunakan pendekatan observasi langsung. Dalam observasi langsung, penulis melakukan pemeriksaan langsung terhadap kondisi di lapangan untuk menemukan data dan informasi terkait penelitian. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa pustakawan berperan penting untuk menjaga kelestarian surat kabar prakemerdekaan. Pustakawan harus memeriksa dengan detail kondisi fisik surat kabar prakemerdekaan sebelum memberikan koleksi tersebut kepada pengunjung. Jika koleksi tersebut sudah rapuh, maka pustakawan harus menyarankan pengunjung untuk datang ke Layanan Audio Visual atau melakukan pengawasan dengan ketat terhadap pengunjung yang membaca surat kabar prakemerdekaan.
KOLEKSI SURAT KABAR LANGKA BERBAHASA ASING DI PERPUSTAKAAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA
Frial Ramadhan Supratman
Shaut Al-Maktabah : Jurnal Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Vol. 13 No. 1 (2021): Shaut Al-Maktabah
Publisher : Program Studi Diploma Tiga Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37108/shaut.v13i1.314
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia memiliki tugas vital dalam melakukan pelestarian terhadap khazanah bangsa. Surat kabar merupakan salah satu khazanah bangsa yang harus dipelihara oleh Perpustakaan Nasional. Meskipun demikian, Perpustakaan Nasional juga menyimpan khazanah milik bangsa lain yang terdiri berbagai macam bahasa. Surat kabar langka merupakan layanan yang tidak hanya menyimpan koleksi surat kabar berbahasa Indonesia-Melayu dan daerah, tetapi juga bahasa asing, seperti Belanda, Jerman, Prancis, Inggris dan lain-lain. Artikel ini bertujuan untuk membahas dan mendeskripsikan koleksi surat kabar berbahasa asing yang tersimpan di Layanan Surat Kabar Langka, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan sejarah. Pendekatan sejarah sangat diperlukan dalam penelitian ini karena surat kabar asing tersebut merupakan warisan dari kekuatan asing yang melakukan kolonisasi, baik sosial maupun politik, terhadap Indonesia. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa surat kabar berbahasa asing banyak menyimpan informasi mengenai masa lampau dengan perspektif global dan internasional, namun masing kurang diminati oleh para pengunjung Perpustakaan Nasional. Para pengunjung lebih berminat membaca surat kabar berbahasa Indonesia dan daerah, ketimbang membaca surat kabar berbahasa asing. Hal tersebut menyebabkan koleksi surat kabar berbahasa asing masih berada dalam kondisi fisik yang baik, sedangkan surat kabar berbahasa Indonesia lebih banyak yang rusak dan rapuh.
Diaspora Arab dan Tionghoa dalam Surat Kabar Aljaum dan Keng Po Koleksi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
Frial Ramadhan Supratman
Pustabiblia: Journal of Library and Information Science Vol 6, No 2 (2022): December
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Salatiga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18326/pustabiblia.v6i2.139-158
Diaspora problem is part of library studies which is interested to be researched. Indonesia is a state whose strategic place for diaspora community in the past. Arabs and Tionghoas diaspora were two diaspora communities which settled Indonesian regions. Study about diaspora does undoubtedly not received more attention yet from library studies perspective.Even though the research is highly important to enrich multidisciplinary aspect within library studies. The aim of this research analyzes information regarding Arabs and Tionghoa diaspora communities in rare newspaper collection of National Library of Indonesia. The result of this research is that the National Library deposits rare newspaper collection indicating the existence of diaspora communities globally. This research uses history approach on viewing newspaper as National Libraryof Indonesia’s collection. The conclusion of this research is that the National Library does not merely posses importance meaning for local community within scope of nation state, however, that for diaspora community in the global scale.
Berita Pustaka as historical source of Bandung Institute of Technology Library in 1970’s
Frial Ramadhan Supratman
Record and Library Journal Vol. 8 No. 2 (2022): December
Publisher : D3 Perpustakaan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20473/rlj.V8-I2.2022.298-308
Background of the Study: History of Indonesian library is less explored field in library studies. Debates on history of Indonesian library seems to be unexplored due to pressure on librarian to adapt with technological changes. It causes development of history of Indonesian library seems stagnant among scholars of library science and librarians. Meanwhile, in the field of history itself, library history is less attractive for historians. The development of historiography since 1980’s is more concerned with social movement history, though library played significant role in the field of education and research in Indonesia. Almost all research centers and universities certainly need library for obtaining references. Purpose: This article observes one of National Library of Indonesia’s rare collection named Berita Pustaka. The collection is a tabloid published by Center Library of Bandung Institute of Technology (ITB) in 1970’s. Today the collection is still deposited in Rare Newspaper Division, National Library of Indonesia with call number QQ-131. Method: In this article author uses qualitative method along with deep analysis of Berita Pustaka. Therefore, author also uses historical approach as a methodology in this article. Finding: In addition, the collection also contains information regarding library service for faculty members and students in 1970’s. Conclusion: Author argues that Berita Pustaka is an information source for researching history of Indonesian library, particularly higher education library.
NEGARA USMANI DAN HILAL AHMER CEMIYETI DI INDONESIA SELAMA PERANG DUNIA I (1914-1918)
Frial Ramadhan Supratman
Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol 19, No 2 (2022): Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15575/al-tsaqafa.v19i2.19586
Setelah Syaihulislam Usmani, Ali Hayri Efendi, membacakan deklarasi jihad di Masjid Fatih, Istanbul pada November 1914, Usmani melakukan mobilisasi besar-besaran guna memenangkan Perang Dunia I (1914-1918). Muslim di seluruh dunia juga mengetahui kabar bergabungnya Usmani ke dalam koalisi Triple Entente dalam Perang Dunia I. Deklarasi jihad pun disebarkan melalui surat kabar-surat kabar lokal di dunia Islam (Alem-i Islam), termasuk Indonesia. Muslim Indonesia, kebanyakan Arab Hadrami, kemudian membentuk Komite Hilal Ahmer Cemiyeti (Hilal Ahmer Cemiyeti) guna mengumpulkan donasi yang digunakan untuk membantu orang-orang Usmani yang sedang mengalami kesulitan selama perang. Penelitian ini membahas mengenai pembentukan Komite Hilal Ahmer Cemiyeti di Indonesia untuk membantu negara Usmani. Dengan menggunakan sumber primer berupa surat kabar Indonesia yang tersimpan di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, penulis ingin melihat sejarah Usmani dan Indonesia pada Perang Dunia I dalam konteks global.