Suratno Lourentius
Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Widya Teknik

Optimasi Ekstraksi Minyak Kulit Biji Mete Dengan Metode Microwave Assisted Extraction (MAE) Cristiany Gunu Lengari; Stevanie Aurelia Lifindra; Martinus Edy Sianto; Suratno Lourentius
Widya Teknik Vol. 21 No. 2 (2022): November
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v21i2.4205

Abstract

In the processing of cashew nuts (Anacardium Occidentale L.) cashew seeds will be produced and the by-product is cashew nut shell. Cashew nut shells contain oil or cashew nut shell liquid (CNSL). Cashew nut shell oil is used in the pharmaceutical industry as an anti-cancer agent and also in the industrial sector as a raw material for car brake oil. The purpose of this study was to study the optimum conditions for extracting cashew nut shell oil using microwave assisted extraction (MAE). Optimization is determined by the Response Surface Methodology (RSM) method to see the relationship between the influential variables, namely temperature (50, 63, 75oC) and time (2, 6, 10 minutes). Anarchic acid contained in cashew seed oil at optimum conditions was analyzed using Gas Chromatography – Mass Spectroscopy (GC – MS). From the optimization of the yield of cashew seed shell oil extraction, it was found that the optimum conditions were at extraction time of 31.7 minutes and temperature of 68.50C with cashew seed oil yield of 41.27%. Analysis of cashew seed oil at optimum yield using GC-MS found that the anarchic acid content was 30.11%.
Degradasi Sianida Dalam Limbah Cair Menggunakan Oksidator NaOCL Adriana Anteng Anggorowati; Suratno Lourentius
Widya Teknik Vol. 21 No. 2 (2022): November
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v21i2.4479

Abstract

Sianida merupakan senyawa yang sangat bersifat toksik jika melebihi nilai ambang batas yang diijinkan oleh Pemerintah. Sianida dipergunakan pada proses sianidasi khususnya pada proses pengolahan bijih emas di bidang pertambangan. Sianidasi dilakukan oleh para penambang emas yang berskala kecil sebagai pengganti proses amalgamasi. Limbah cair dari proses sianidasi mengandung kadar sianida yang tinggi hingga 35 – 45 mg/L. Oleh sebab itu konsentrasi sianida yang masih tinggi ini perlu diturunkan supaya memenuhi syarat baku mutu sebelum dibuang ke lingkungan. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mendegradasi sianida dalam limbah adalah oksidasi. Oksidator yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah NaOCl. Proses oksidasi dalam degradasi sianida ini dilakukan dengan variasi konsentrasi oksidator (% v/v) mulai dari 0,4%, 0,8%, 1,2%, 1,6% dan 2% dan variasi waktu oksidasi 0,5 jam, 1 jam, 1,5 jam, dan 2 jam. Proses oksidasi menggunakan NaOCl berlangsung 2 tahap, yaitu pembentukan senyawa sianat kemudian hidrolisis sianat yang menghasilkan gas nitrogen dan bikarkonat yang tidak toksik. Setiap proses oksidasi, pH selalu dijaga 12, sebab jika keasaman larutan tinggi dikhawatirkan akan menghasilkan senyara sianogen khlorida yang bersifat toksik. Berdasarkan hasil penelitian, limbah cair proses sianidasi yang mengalami pengenceran 15 kali, sehingga memiliki konsentrasi sianida 2,8740 mg/L dapat turun konsentrasinya menjadi 0,1095 mg/L dengan menggunakan oksidator NaOCl sebesar 2% (v/v) selama waktu oksidasi 2 jam. Konsentrasi sianida ini hampir mendekati baku mutu yang diijinkan dalam Permenkes No. 32 Tahun 2017 yaitu 0,