Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN

Aplikasi Proses Anammox Dalam Penyisihan Nitrogen Menggunakan Reaktor Up-Flow Anaerobic Sludge Blanket Zulkarnaini, Zulkarnaini; Afrianita, Reri; Putra, Ilham Hagi
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 21 No. 1 (2020)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (839.892 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v21i1.3725

Abstract

ABSTRACTAnammox process is a more practical alternative in biological nitrogen removal compared to conventional nitrification-denitrification processes. This process conducted at the optimum temperature of 370C. Indonesia, as a tropical country, has the potential for the application of anammox processes to remove nitrogen in wastewater. The purpose of this study was to analyze the efficiency of nitrogen removal in the anammox process using the Up-Flow Anaerobic Sludge Blanket (UASB) reactor at ambient temperature with variations in the hydraulic retention time (HRT) of 24 hours and 12 hours, at the laboratory scale. Samples are measured twice a week using a UV-Vis spectrophotometer. As a seeding sludge for start-up, the reactor was inoculated with granular anammox bacteria genus Candidatus Brocadia. At the stable operation, the ratio of ΔNO2--N:ΔNH4+-N and ΔNO3--N:ΔNH4+-N approach the stoichiometry of the anammox process were 1.20 and 0.21, respectively. The performance of nitrogen removal with 24-hour HRT obtained a maximum nitrogen removal rate (NRR) of 0.113 kg-N/m3.d with nitrogen loading rate (NLR) 0.14 kg-N/m3.d, and at 12-hour HRT, maximum NRR  of 0.196 kg-N/m3.d with NLR 0,28 kg-N/m3.d. Ammonium Conversion Efficiency (ACE) and Nitrogen Removal Efficiency (NRE) maximum for HRT 24 hours were 82% and 77%, respectively while HRT 12 hours were 72% and 68%, respectively. The anammox process operated stably in the tropical temperature with a temperature range of 23-280C on a laboratory scale using the UASB reactor.Keywords: anammox, nitrogen, temperature, tropical, uasb.ABSTRAKProses anammox menjadi alternatif yang lebih efektif dalam penyisihan nitrogen secara biologi dibandingkan dengan proses konvensional nitrifikasi-denitrifikasi. Proses ini berlangsung optimum pada suhu 370C. Indonesia sebagai negara tropis memiliki potensi untuk aplikasi proses anammox untuk menghilangkan nitrogen pada air limbah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efesiensi penyisihan nitrogen pada proses anammox menggunakan Up-Flow Anaerobic Sludge Blanket (UASB) reaktor pada suhu ambien dengan variasi Waktu Tinggal Hidrolik (WTH) 24 jam dan 12 jam, pada skala laboratorium. Sampel diukur dua kali setiap minggu menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Sebagai seeding sludge (lumpur biakan) untuk start-up (memulai) reaktor digunakan bakteri anammox genus Candidatus Brocadia berbentuk granular. Berdasarkan hasil pengukuran, didapatkan nilai rasio ΔNO2--N:ΔNH4+-N dan ΔNO3--N:ΔNH4+-N mendekati stoikiometri proses anammox yaitu 1,20 dan 0,21. Kinerja penyisihan nitrogen dengan WTH 24 jam didapatkan nilai tingkat penyisihan nitrogen (TPyN ) maksimum 0,113 kg-N/m3.h pada tingkat pemuatan nitrogen (TPN) 0,14 kg-N/m3.h, dan WTH 12 jam nilai TPyN  maksimum 0,196 kg-N/m3.h pada TPN 0,28 kg-N/m3.h. Nilai efisiensi konversi amonia (EKA) dan efisiensi penyisihan nitrogen (EPN) maksimum pada WTH 24 jam berturut-turut adalah 82% dan 77%, sedangkan pada WTH 12 jam berturut-turut adalah 72% dan 68%. Penelitian membuktikan bahwa proses anammox dapat berlangsung stabil pada daerah tropis dengan suhu terukur 21-290C pada skala laboratorium menggunakan UASB reaktor. Kata kunci: Anammox, nitrogen, temperatur, tropis, uasb.
Start – Up Proses Anammox Menggunakan Lumpur Telaga Kotobaru sebagai Inokulum Putra, Randi Permana; Zulkarnaini, Zulkarnaini; Komala, Puti Sri
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 21 No. 2 (2020)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.625 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v21i2.4155

Abstract

ABSTRACTThe anammox process plays an essential role in removing nitrogen from the waters anaerobically. Since the discovery of anammox in 1995, no studies have reported anammox bacteria from the Indonesian environment. This research aims to begin exploring anammox bacteria from the environment in Indonesia as a tropical country. The exploration was carried out with a start-up anammox process in a continuous reactor. The reactor was constructed using a housing filter equipped with a string wound filter as a supporting media for biofilm. Sludge from Koto Baru Lake, Tanah Datar, Indonesia, was used as inoculum. The substrate was fed into the reactor through the inside of the filter using a peristaltic pump. Ammonium and nitrite were supplemented to the substrate at a 70-150 mg-N/L concentration and operated at room temperature. The samples were collected once a week. Ammonium and nitrite were measured using the colorimetric method, nitrate using the ultraviolet spectrophotometric method. Performance of nitrogen removal and the growth biofilm in the reactor shown the success of the start of the anammox process. After 140 days of reactor operation, the maximum value of nitrogen removal rate (NRR) was 0.271 kg-N/m3.day at the nitrogen loading rate (NLR) 0.3095 kg-N/m3.day. Ammonium conversion efficiency (ACE) and nitrogen removal efficiency (NRE) during start-up were 97.07% and 91.92%. Red biofilm growth on the filter and the reactor's inner wall, which is characteristic of the anammox bacteria biomass.Keywords: anammox, Indonesia, Koto Baru Lake, tropical   ABSTRAKProses anammox memiliki peran penting dalam penyisihan nitrogen dari perairan secara anaerobik. Sejak ditemukannya anammox pada 1995, belum ada penelitian yang melaporkan keberadaan bakteri anammox dari lingkungan Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memulai eksplorasi bakteri anammox dari lingkungan di Indonesia sebagai negara tropis. Eksplorasi dilakukan dengan start-up proses anammox pada sebuah reaktor kontinu. Reaktor terdiri dari housing filter yang dilengkapi dengan string wound filter sebagai media lekat untuk biofilm. Lumpur dari Telaga Koto Baru digunakan sebagai inokulum. Substrat dialirkan ke dalam reaktor melalui bagian dalam filter menggunakan pompa peristaltik. Amonium dan nitrit ditambahkan ke substrat dengan konsentrasi 70-150 mg-N/L dan dioperasikan pada suhu kamar. Konsentrasi amonium dan nitrit diukur dengan metode kolorimetri, serta konsentrasi nitrat dianalisis menggunakan metode spektrofotometri UV dengan interval pengukuran sampel setiap 5 hari. Pengamatan penyisihan nitrogen dan pertumbuhan biofilm di reaktor menunjukkan keberhasilan dimulainya proses anammox. Setelah 140 hari operasional reaktor, didapatkan nilai tingkat penyisihan nitrogen  (TPyN) maksimum 0,271 kg-N/m3.hari pada tingkat pemuatan nitrogen (TPN) 0,3095 kg-N/m3.hari. Nilai efisiensi konversi amonium (EKA) dan efisiensi penyisihan nitrogen (EPN) maksimum selama start-up adalah : 97,07% dan 91,92%. Biofilm berwarna merah tumbuh pada filter dan dinding bagian dalam reaktor yang merupakan karakteristik dari biomasa bakteri anammox.Kata kunci: anammox, Indonesia, Telaga Koto Baru, tropis
Penyisihan Nitrogen dengan Proses Anammox Menggunakan Lumpur Muara Penjalinan Kota Padang sebagai Inokulum: Nitrogen Removal by Anammox Process Using Sludge from Muara Penjalinan of Padang City as Inoculum Faldi Lulrahman; Shinta Silvia; Zulkarnaini Zulkarnaini
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 23 No. 2 (2022)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1923.776 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v23i2.5284

Abstract

The purpose of this study was to analyze nitrogen removal by anaerobic ammonium oxidation (anammox) process using sludge from Muara Penjalinan Padang as an inoculum in a filter bioreactor (FtBR). The configuration of FtBR consisted of a housing filter with an effective volume of 1,500 mL and a string wound filter cartridge of 0.5 µm as a carrier for the growth of anammox bacteria. The artificial wastewater was made using seawater containing ammonium and nitrite with a concentration of 70 mg-N/L, which was delivered to the reactor continuously with a hydraulic retention time (HRT) of 24 hours. Influent and effluent samples were collected once-twice a week to analyze the concentration of ammonium, nitrite, and nitrate, based on Nessler, spectrophotometry, and UV screening methods. Process anammox takes place in FtBR based on the average ratio of ?NO2--N/?NH4+-N and ?NO3--N / ?NH4+-N of 0.986 dan 0.239. The nitrogen removal performance was calculated based on the ammonium conversion efficiency (ACE), nitrogen removal efficiency (NRE), nitrogen loading rate (NLR), and nitrogen removal rate (NRR). After operating the reactor for 143 days, the nitrogen removal of ACE, NRE, and NRR were 20.268%, 16. 872%, and 0.026 kg-N/m3·d at NLR 0.1804 kg-N/m3·d. Keywords: Anammox, Filter bioreactor, Muara Penjalinan, Seawater, Sludge ABSTRAK Anaerobic ammonium oxidation (anammox) merupakan penyisihan amonium menjadi gas nitrogen menggunakan nitrit sebagai penerima elektron dan berkontribusi dalam penyisihan nitrogen di lautan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyisihan nitrogen melalui proses anammox menggunakan lumpur Muara Penjalinan Kota Padang sebagai inokulum pada filter bioreactor (FtBR). Konfigurasi FtBR terdiri atas housing filter dan string wound filter cartridge sebagai media lekat untuk pertumbuhan biomassa anammox yang dioperasikan secara kontinu dengan hydraulic retention time (HRT) 24 jam pada suhu ambien. Limbah artifisial dibuat menggunakan air laut yang dengan menambahkan 70 mg-N/L amonium dan nitrit masing-masingnya yang dipompakan ke reaktor secara kontinu. Pengambilan sampel influen dan efluen dilakukan satu hingga dua kali dalam seminggu untuk pengukuran konsentrasi amonium, nitrit dan nitrat berdasarkan metode Nessler, spektrofotometri, dan skrining spektrofotometri ultraviolet. Proses anammox berlangsung dalam reaktor berdasarkan rasio ?NO2--N/?NH4+-N dan ?NO3--N / ?NH4+-N sebesar 0,986 dan 0,239 yang mendekati stoikiometri reaksi anammox. Setelah operasional reaktor selama 143 hari didapatkan kinerja penyisihan nitrogen maksimal ammonium conversion efficiency (ACE), nitrogen removal efficiency (NRE) dan nitrogen removal rate (NRR) berturut-turut 20,268%, 16,872% dan 0,026 kg-N/m3.h pada nitrogen loading rate (NLR) 0,1804 kg-N/m3.h. Kata kunci: Anammox, Filter bioreactor, Muara Penjalinan, Air laut, Lumpur