Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

STRUKTUR KOMUNITAS MOLUSKA DI ESTUARI DESA BAGAN ASAHAN KECAMATAN TANJUNG BALAI KABUPATEN ASAHAN Ilham Syahputra; Ipanna Enggar Susetya
AQUACOASTMARINE Vol 6, No 4 (2018): AQUACOASTMARINE
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.067 KB)

Abstract

Tanjung Balai is one of the regions in North Sumatera which has marine potential in the form of molluscs. Tanjung Balai waters are adjacent to the Malacca Strait. Estuari waters in Bagan Asahan are very rich in potential biota in the form of molluscs. This research was conducted in April to May 2018 in the Estuari Waters of Bagan Asahan Village. Mollusc sampling was carried out at three different stations with three points of retrieval and three times repetitions. Station I was located in the area of mangrove forest zone, station II was located near community and station III was located on the estuari. The results showed that 1.276 individuals consisting of 2 classes, 14 families and 20 species. The abundance of mollusc species in the three research stations ranged from 499 ind/m3 - 2148 ind/m3. The highest relative abundance value was found in Meretrix meretrix mollusc species with the value of 63.2% at station III. Diversity Index (H ') ranged from 0.926 to 2.325 classified as low to moderate, Uniformity (E) ranged from 0.476 to 0.789 classified as moderate to high, Dominance (C) ranged from 0.049 to 0.900 classified as low to high. The results of measurements of water chemistry physical parameters are still at a reasonable threshold for the life of molluscs. Physical and chemical parameters that are positively correlated with abudance are temperature, depth, salinity and organic matter. Physical and chemical parameters that are negatively correlated with abundance are brightness, pH, DO, salinity and phosphate.Keywords: Community Structure, Molluscs, Estuari, The Environment
Pola Hubungan Patron-Klien Nelayan Tradisional di Desa Kuala Lama Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai Ilham Syahputra
Jurnal Antropologi Sumatera Vol 15, No 2 (2018): Jurnal Antropologi Sumatera, Juni 2018
Publisher : Program Studi Antropologi Sosial Pascasarjana Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.428 KB) | DOI: 10.24114/jas.v16i1.20212

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pola hubungan patron-klien nelayan tradisional di Desa Kuala Lama Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai. Penelitian ini dilakukan melalui penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nelayan di Desa Kuala Lama memiliki ikatan kekeluargaan yang tinggi sebagai sesama nelayan. Hal inilah yang dijadikan strategi dalam mengatasi permasalahan ekonomi yang mereka hadapi dengan cara menjalin hubungan patron-klien antara pemilik modal yang disebut toke (patron) dan nelayan sebagai klien. Hubungan yang terjadi memiliki aspek ekonomi dan sosial. Pemilik modal akan memberikan fasilitas perahu dan alat tangkap yang dapat digunakan oleh nelayan yang tidak memiliki modal tersebut dan ia berkewajiban untuk menyetorkan hasil tangkapannya sebagai bentuk bagi hasil dari hubungan mereka. Bagi nelayan yang memiliki modal sendiri, maka hubungan yang terjalin bersifat transaksional dalam pemasaran hasil tangkapan. Hubungan sosial diantara keduanya tercipta karena adanya rasa saling percaya diantara mereka yang akan terbalas dalam bentuk loyalitas nelayan kepada pemilik modal sehingga tidak ditemukan nelayan yang berpindah kepada toke lain dalam pemasaran hasil tangkapan. Hubungan yang terbentuk diantara pemilik modal dan nelayan bersifat simbiosis yang saling menguntungkan.
The Effect Of Elderly Exercise On Blood Pressure In Elderly Hypertension In Sei Serindan Village Nanjar , Icmi Ikhtiari; Weni Tusrini; Ilham Syahputra
Benih : Journal of Midwifery Vol. 4 No. 02 (2025): Benih : Journal of Midwifery
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/benih.v4i02.485

Abstract

Pengaruh senam lansia terhadap tekanan darah penderita hipertensi pada kelompok senam lansia Banjarkaya Setan Denpasar Selatan diteliti hanya dengan menggunakan satu kelompok sampel. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebagai pretest hanya pada pertemuan pertama dan sebagai posttest hanya pada pertemuan keenam. Oleh karena itu, perlu diketahui efektivitas latihan fisik pada lansia terhadap tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Senam lansia merupakan olahraga ringan yang mudah dilakukan bahkan oleh orang lanjut usia dan tidak menimbulkan stres. Aktivitas fisik ini membantu para lansia menjaga tubuhnya tetap sehat dan segar. Senam untuk lansia ini membantu memperkuat dan menjaga tulang tetap kuat, merangsang fungsi jantung secara optimal, dan menghilangkan radikal bebas yang melayang di dalam tubuh. Jenis olah raga yang umum dilakukan adalah olah raga untuk hipertensi pada lansia (Anggriyana tri Widianti & Atikah Proverawati, 2010; 11). Jenis penelitian ini memakai study prospektif yg bersifat melihat kedepan menggunakan maksud dimulai berdasarkan variabel penyebab atau faktor resiko lalu diikuti dampak dalam saat yg akan datang. Dengan bentuk penelitian kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada saat tekanan darah <150>150, jumlah obat antihipertensi lansia yang ikut olahraga adalah Ya (13 orang (62%), Tidak (2 orang (22%))), p (value) sebesar 0,06%. Nilai p yang dihasilkan ditemukan kurang dari 0,05. Berdasarkan keluaran tersebut Ha diterima dan H0 ditolak. Hal ini mengacu pada efek olahraga di usia tua terhadap darah. Tekanan lansia hipertensi di desa Say Serindan tahun 2020. Kesimpulan penelitian adalah olahraga pada lansia berpengaruh terhadap tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di desa Sei Serindan.
SINERGI EPISTEMOLOGI BAYANI, BURHANI, DAN IRFANI DALAM KAJIAN WACANA ILMIAH ISLAM: PENDEKATAN KOMPREHENSIF TERHADAP SUMBER PENGETAHUAN, RASIONALITAS, DAN SPIRITUALITAS Andi Kenzie Latunrung Fatkhun; Oktavia Romadani; Ilham Syahputra; Hanania Adlina Khairunnisa; Firza Yunia Rahmita; Faza Nabilah Chairil Khuluq; Taufiq Kurniawan
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/xkb7zq31

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tiga pendekatan Epistimologi Islam yakni Bayani, Burhani dan Irfani dalam menganalisis wacana Ilmiah. Ketiga konsep ini mempresentasikan cara berpikir yang berbeda namun saling melengkapi. Pendekatan Bayani menekankan bahwa kebenaran bersumber dari teks dan otoritas wahyu; Burhani berorientasi pada rasionalitas, logika dan bukti empiris dalam proses penalaran; sedangkan Irfani berfokus pada pengalaman spiritual dan kesadaran batin. Melalui analisis kualitatif terhadap beberapa jurnal, penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan ketiga pendekatan tersebut (Bayani, Burhani dan Irfani) dapat memperkaya interpretasi ilmiah, menghadirkan cara pandang yang komprehensif sekaligus menjaga keseimbangan antara aspek rasional, normatif, dan spiritual dalam ilmu pengetahuan. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa integrasi Bayani, Burhani, dan Irfani dapat menjadi model epistemologi alternatif yang relevan dalam membangun wacana ilmiah yang holistik dan kontekstual di era modern. ketiga konsep ini akan menciptakan sistem pengetahuan yang utuh yaitu, Bayani untuk mengurus legitimasi, Burhani untuk memastikan rasionalitas, dan Irfani untuk menambahkan makna yang lebih mendalam.