Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tiga pendekatan Epistimologi Islam yakni Bayani, Burhani dan Irfani dalam menganalisis wacana Ilmiah. Ketiga konsep ini mempresentasikan cara berpikir yang berbeda namun saling melengkapi. Pendekatan Bayani menekankan bahwa kebenaran bersumber dari teks dan otoritas wahyu; Burhani berorientasi pada rasionalitas, logika dan bukti empiris dalam proses penalaran; sedangkan Irfani berfokus pada pengalaman spiritual dan kesadaran batin. Melalui analisis kualitatif terhadap beberapa jurnal, penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan ketiga pendekatan tersebut (Bayani, Burhani dan Irfani) dapat memperkaya interpretasi ilmiah, menghadirkan cara pandang yang komprehensif sekaligus menjaga keseimbangan antara aspek rasional, normatif, dan spiritual dalam ilmu pengetahuan. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa integrasi Bayani, Burhani, dan Irfani dapat menjadi model epistemologi alternatif yang relevan dalam membangun wacana ilmiah yang holistik dan kontekstual di era modern. ketiga konsep ini akan menciptakan sistem pengetahuan yang utuh yaitu, Bayani untuk mengurus legitimasi, Burhani untuk memastikan rasionalitas, dan Irfani untuk menambahkan makna yang lebih mendalam.
Copyrights © 2025