Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penguatan Literasi Seni Melalui Pembelajaran Tari Tradisional dalam Mewujudkan SDGs 4 (Quality Education) Maharani, Lissa; Imma Fretisari; Ni Ketut Santi Sukma Melati
Jurnal Pendidikan Tari Vol 6 No 1 (2025): Inovasi dan Penguatan Metode Pembelajaran Seni Tari yang Berorientasi Pada Keterl
Publisher : Program Studi Pendidikan Tari FBS UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPT.611

Abstract

This study aims to analyze the empowerment of arts literacy through traditional dance learning in realizing SDGs 4 (Quality Education). The focus of the research is directed at the implementation of Traditional Dance at SMA Negeri 1 Tempunak, West Kalimantan. The research method used is qualitative with a case study approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation of teachers and students, then analyzed using the Miles and Huberman model which includes data reduction, data presentation, and conclusions. The results of the study indicate that traditional dance learning makes a significant contribution to improving the quality of 21st-century education. Teachers have integrated local cultural values ​​into teaching and learning activities despite being limited by learning resources and understanding of arts literacy. Students showed improvements in critical thinking skills, creativity, communication, collaboration, and understanding of cultural meaning. Traditional dance learning has proven to be an effective arts literacy medium in developing students' cognitive, affective, and psychomotor potential while fostering character and love for national culture. Thus, the conclusion is that the implementation of traditional dance-based arts learning not only strengthens arts and cultural literacy but also supports the achievement of Sustainable Development Goal (SDG) 4 through inclusive, contextual, and sustainable education.  
Nilai Maskulinitas dalam Simbolisme Gerak Jepin Cangkah Pedang: Ekspresi Identitas Lelaki Melayu Pontianak Imma Fretisari; Deni Slamet; Peri Rakhmadi; Nurbaiti, Nurbaiti; Mega Cantik Putri Aditya
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 1 (2026): Edisi Januari-Februari
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v12i1.7697

Abstract

Penelitian ini membahas nilai-nilai maskulinitas dalam Jepin Cangkah Pedang sebagai representasi identitas lelaki Melayu Pontianak. Kajian ini berangkat dari fenomena pergeseran makna maskulinitas akibat modernisasi dan globalisasi budaya yang menimbulkan stereotip terhadap peran laki-laki dalam seni tari. Penelitian bertujuan untuk menganalisis simbolisme gerak dalam Jepin Cangkah Pedang serta memahami bagaimana nilai-nilai maskulinitas diwujudkan dan dipertahankan dalam konteks sosial budaya masyarakat Melayu. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi terhadap pencipta, penggiat seni, serta akademisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jepin Cangkah Pedang memanifestasikan nilai maskulinitas melalui keseimbangan antara kekuatan dan kendali diri yang terepresentasi dalam gerak berpola silat dan penggunaan properti pedang serta cangkah. Tarian ini memuat lima nilai utama: keberanian, kehormatan, kendali diri, kepemimpinan, dan kebijaksanaan. Kelima nilai tersebut menegaskan peran lelaki Melayu sebagai penjaga marwah, pelindung komunitas, dan penegak etika sosial. Melalui struktur gerak yang terukur, disiplin tubuh, dan koordinasi ritmis, tarian ini berfungsi sebagai media pendidikan budaya yang menanamkan tanggung jawab moral dan kesadaran sosial. Secara kultural, Jepin Cangkah Pedang berperan sebagai ruang resistensi terhadap pergeseran nilai gender modern sekaligus sarana pelestarian identitas maskulin Melayu Pontianak. Tarian ini memperlihatkan bahwa kelelakian bukan ekspresi kekuasaan, tetapi wujud keseimbangan antara tenaga, kebijaksanaan, dan kehormatan dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan budaya.