Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PRAWIRA WATANG DANCE: A DEPICTION OF THE MOVEMENT BOLDNESS AND PROWESS OF A WARRIOR Mega Cantik putri Aditya; Aline Rizky Oktaviari Satrianingsih; winda Istiandini
Cinematology: Journal Anthology of Film and Television Studies Vol 2, No 3 (2022): Volume 2 - Issue 3 : Cinematology: Journal Anthology of Film and Television Stud
Publisher : Program Studi Film dan Televisi, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain, Universitas Pendidik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ftv-upi.v2i3.55257

Abstract

AbstractPrawira Watang Dance is one of subjects on dance learning of Surakarta’s Gagah dance in Institut Seni Indonesia Surakarta (Indonesia Institute of Arts Surakarta). The dance is included in the warriorship dance genre that depicts the boldness and the prowess of the warriors’ movement. This dance owns the interesting attributes, in addition to the dance movement that mostly adopted from the Silat, the dance also uses the Watang property (long bamboo) that made the dance has its own difficulty level for its dancer. The dancers are demanded to possess the capability to organize the watang property. This research aims to comprehensively study the performance form of Prawira Watang Dance. This research uses a qualitative method with collection data technique including observation, interview, literature review, and documentation. This research found that Prawira Watang Dance is composed in some sections including maju beksan, beksan, and mundur beksan. Maju beksan is the initial movement of the dance. There are various arts of beksan or the main part of the dance. Meanwhile, mundur beksan contains some closing movements that marks the ending of the dance. 
Metode Grambayangan Dalam Pembelajaran Mata Kuliah Tari Prawira Watang di Jurusan Seni Tari Isi Surakarta Mega Cantik Putri Aditya; Aline Rizky Oktaviari Satrianingsih; Regaria Tindarika
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.13496

Abstract

Proses pembelajaran dalam bidang apapun selalu didasari metode dan sistem yang terukur, baik itu dalam pendidikan praktik mapun teoritis. Penelitian ini membahas tentang metode grambyangan pada sistem pendidikan tari Prawira Watang di Jurusan Seni Tari ISI Surakarta. Hal yang melatarbelakangi penelitian ini adalah, metode tersebut secara sadar dan tidak sadar telah menjadi fenomena alami yang berlangsung lama, namun belum masuk ke dalam bagian sistem pendidikan yang tertulis secara ilmiah. Selain itu, model grambyangan merupakan metode unggulan dalam wilayah mata kuliah praktik utamanaya pada mata kuliah tari Prawira Watang. Hal yang ingin dijelaskan dari penelitian ini adalah model grambyangan pada mata kuliah tari Prawira Watang. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Perangkat analisis yang diguanakan dalam mengungap permasalahan adalah pemikirannya Komarudin tentang sistem pendidikan yang dieksplanasi menjadi beberapa bagian pembahasan: ruang lingkup pendidikan tari Prawira Watang, grambyangan sebagai salah satu model sistem pembelajaran mata kulaih praktik tari Prawira Watang. Hasil analisis disimpulkan dan ditemukan bahwa, metode grambyangan menjadi metode unggulan dan memiliki tiga dimensi penting di dalamnya, meliputi: aspek refleksi materi perkuliahan, ungkapan imajinasi, serta gambran kongkret pra ujian.
Nilai Karakter Pada Gerak Tari Melinting Sebagai Penguatan Profil Pelajar Pancasila aline rizky oktaviari satrianingsih; Mega Cantik Putri Aditya; Regaria Tindarika; Imma Fretisari
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.13573

Abstract

Pendidikan karakter pada peserta didik saat ini menjadi salah satu tujuan penting dalam keberhasilan proses pembelajaran di sekolah. Pembelajaran tari nusantara di Indonesia mengandung nilai dan norma dalam berperilaku yang relevan dengan kurikulum. Sehingga pemberian materi pembelajaran yang berasal dari seni budaya nusantara dapat menjadi salah satu sarana menguatkan nilai pendidikan karakter peserta didik. Tari Melinting merupakan salah satu tari tradisional yang berasal dari Provinsi Lampung, sehingga dapat termasuk dalam materi tari daerah setempat atau tari nusantara jika dipelajari di luar Provinsi Lampung. Tari Melinting dapat menjadi salah satu variasi tarian sebagai sarana menstimulus karakter siswa untuk menghormati dan menjunjung tinggi perilaku dalam bersikap. Berdasarkan bentuk penyajiannya, Tari Melinting disajikan secara berkelompok yang terdiri dari beberapa penari wanita dan penari laki-laki. Berdasarkan dari analisis struktur tekstual gerak Tari Melinting dapat disimpulkan bahwa gerak Tari Melinting memiliki makna yang relevan dengan profil  pelajar Pancasila kurikulum merdeka yaitu beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia, Berkebhinekaan Global, Bergotong Royong, Kreatif, Bernalar Kritis, dan Mandiri. Berdasarkan hasil penelitian ini gerak Tari Melinting yang mengandung nilai profil pelajar Pancasila adalah Balik Palau, Sukhung Sekapan, Babar Kipas, Salaman, Nginyau Bias, Kenui Melayang, dan Jong Sumbah.
MELAYU PERSEMBAHAN DANCE: THE MEANING OF FORM AND MOVEMENT AS LOCAL WISDOM IN RANAI CITY, NATUNA REGENCY Mega Cantik Putri Aditya
Jurnal Scientia Vol. 12 No. 02 (2023): Education, Sosial science and Planning technique, edition March-May 2023
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58471/scientia.v12i02.1383

Abstract

The purpose of this study was to determine the elements of motion, structure and meaning in the Malay Present dance in the city of Ranai, Natuna Regency. This dance as a dance that tends to always be performed when guests of honor arrive in the city of Ranai, every element and structure in this dance movement has a meaning and purpose that reflects the happiness of the people in welcoming guests with gentleness and paying attention to the courtesy that appears in every movement and costume used characterized by ethnic Malay society. The approach used in this study is an ethnochoreological approach that can discuss the Malay Sacrifice Dance textually and contextually. Presentation of data in a descriptive qualitative manner is felt to be able to describe the results of this study clearly and straightforwardly. The research method used in this study is a qualitative method with data collection techniques namely, observation, interviews, literature study, and documentation. The results of this study can be interpreted that the Malay Offering Dance is a welcoming dance. There are 11 variations of the Malay Offering dance movements consisting of the initial movements of the uphold tepak variety to the opening greeting variety, the betel nut blending movement to the end of the beni sari variety, the closing greeting variety of movements. This dance is danced by female dancers and the number is odd. The meaning of the motion of the Malay Offering Dance in general describes the grace and beauty of the women on the Natuna coast. This dance tells about the activities of women in welcoming guests, serving betel and opening the way for distant guests who have come to visit the area. The meaning in this tarekat means honor, gentleness and courtesy of the Malay community.
Nilai Karakter Dalam Properti Tari Bejata Sebagai Penguatan Profil Pelajar Pancasila Mega Cantik Putri Aditya
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i3.3098

Abstract

Tari Betaja merupakan salah satu tarian tradisi dari sub-suku Dayak Kancink, Kalimantan Barat. Konsep tradisi yang terdapat dalam properti Tari Betaja memiliki makna yang menarik dalam pembentukan nilai karakter manusia yang harus hidup berdampingan dalam asas kekeluargaan sejalan dengan nilai karakter yang hidup dan berkembang di dalam masyarakat Pendidikan karakter bertujuan untuk mendidik watak, akal, budi, dan aspek-aspek kejiwaan lainnya. Metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Data pada penelitian kualitatif yang dibutuhkan adalah pendalaman dan penggalian data melalui observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi secara mendalam untuk menggali informasi terkait dengan topik riset tentang makna dan nilai karakter yang terdapat dari property tari betaja serta hubungannya dengan pengembangan nilai karakter peserta didik. Properti Tari Betaja diciptakan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Duata (Tuhan) atas terselanggaranya acara adat pernikahan kedua mempelai serta memohon berkah dan kelancaran dalam acara adat pernikahan dan dalam kehidupan berumah tangga. Makna dalam property Tari Betaja dapat dijadikan sebagai salah satu aset tradisional dan digunakan sebagai salah satu materi pembiasaan penanaman nilai pendidikan karakter profil pelajar Pancasila pada kurikulum merdeka.
Pelatihan Proses Penciptaan Gerak Kreasi Pada Tari Tradisi Nusantara Di Langkau Etnika Art Space Mega Cantik Putri Aditya; Aline Rizky Oktaviari Satrianingsih; Regaria Tindarika; Iwan Ramadhan
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 3 No. 2 (2023): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v3i2.176

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk memberikan pengalaman kepada peserta pelatihan tari agar mengetahui dan memahami teknik pengembangan gerak tradisi nusantara sebagai langkah awal proses penciptaan, kemudian peserta pelatihan dapat menginternalisasi dan mengimplementasi hasil pengembangan gerak tradisi nusantara sebagai langkah awal penciptaan pada berbagai event kesenian khususnya tari. Penelitian ini menggunakan metode pelaksanaan secara singkat melalui pemberian ceramah dan diskusi terhadap pengetahuan dan teori pengembangan gerak tari tradisi serta demonstrasi dan drill terhadap keterampilan dan aplikasinya pada peserta. Metode-metode yang digunakan melalui ceramah, diskusi, demonstrasi dan latihan (Drill). Hasil pengabdian kepada masyarakat ini yaitu peserta pelatihan dapat menginternalisasi dan mengimplementasi hasil pengembangan gerak tradisi nusantara sebagai langkah awal penciptaan pada berbagai event kesenian khususnya tari.
Bentuk Penyajian Tari Jepin Laba-Laba di Desa Penibung Kecamatan Mempawah Hilir Kabupaten Mempawah Ramadhan Kasyful Kalam; Dwi Oktariani; Mega Cantik Purti Aditya
SENDRATASIK UNP Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/js.v12i3.124999

Abstract

This research aims to describe and document the presentation of the Jepin Spider Dance. The researcher's interest was motivated by knowing the dance performance from start to finish. This research uses descriptive methods, qualitative research forms, and a choreographic approach. The data collection techniques used are observation, interviews and documentation techniques. The technique for testing the validity of the data used is extended observation and source triangulation. Based on data analysis, it can be concluded that the form of presentation of the Jepin Spider Dance, the Jepin Spider Dance is an entertainment dance that is performed at Khataman qur'an, circumcision, wedding and robo-robo events. The movement motif in the Jepin Spider Dance uses a single-step movement motif. There are two types of movement, namely the one-go type and the two-return type. This style is divided into initial, middle and final movements. This variety forms a connective pattern resembling a spider's nest. Each change of movement is marked by a tahto or tahtim movement. The Jepin Spider Dance Costume uses a clothes bracket and a telok belanga. Using realistic make-up from the dancer's real face. The musical accompaniment to the Jepin Spider Dance instrument uses Arabic poetry, meaning praise to the Prophet Muhammad. The instruments use the Gambus or Selodang and Beruas musical instruments. This dance uses rope properties which are played by nine dancers.
Fungsi Upacara Adat Tentobus pada Suku Dayak Pesaguan di Kecamatan Tumbang Titi Kalimantan Barat Aline Rizky Oktaviari Satrianingsih; Regaria Tindarika; Mega Cantik Purti Aditya; Fernandus Deo Decapriyo
SENDRATASIK UNP Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/js.v12i3.123664

Abstract

The Tentobus traditional ceremony procession is usually carried out by the Dayak Pesaguan ethnic in West Kalimantan Province. The Pesaguan Dayak ethnic is close to nature and often carries out activities by working together. They respect the norms and rules that are still attached, so that the activities they carry out for survival are accompanied by rituals as expressions of gratitude and requests for permission. Based on believed folklore, the traditions and rituals passed down from ancestors are related to the culture brought by the Majapahit era and are part of the civilization of the Dayak Pesaguan tribe in Tumbang Titi District, Ketapang Regency. This research is descriptive qualitative research with an anthropological approach. Researchers conducted interviews and documentation studies. Data collection through interviews with sources and literature study. The credibility test was carried out by extending observations and data triangulation. The results of this research state that the Tentobus Traditional Ceremony aims to cleanse oneself and reject evil as well as cleanse oneself from mistakes in the past year, the old year, and the following year. The Tentobus Traditional Ceremony process is carried out sequentially with different procession sequences. Overall, each procession boils down to expressions of gratitude and protection.
Pelatihan Evaluasi Pembelajaran Berbasis Website Bagi Dosen Program Studi Seni Pertunjukan di Masa Pandemi Zakarias Aria Widyatama Putra; Imam Ghozali; Mastri Dihita Sagala; Aline Rizky Oktaviari Satrianingsih; Mega Cantik Putri Aditya
Wahana Dedikasi : Jurnal PkM Ilmu Kependidikan Vol. 6 No. 2 (2023): Wahana Dedikasi : Jurnal PkM Ilmu Kependidikan
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era pandemi covid-19 merubah peradaban yang terjadi di berbagai lingkup termasuk pendidikan. Evaluasi pembelajaran menjadi salah satu yang berdampak, karena adanya perubahan kebiasaan dalam melakukan evaluasi dari semula manual menuju sistem komputerisasi. Pelatihan bagi dosen dengan Sistem Bank Soal Uji Kompetensi (SIBUK) berbasis website yang dijalankan dengan local host oflline serta pelaksanaan ujian dengan menggunakan google form menjadi fasilitas dan pendukung pelaksanaan evaluasi pembelajaran pada proses pembelajaran daring. Pelatihan ini juga memunculkan dampka kreatif bagi dosen karena kebijakan Rektor Universitas Tanjungpura yang menginginkan kegiatan pembelajaran dan evaluasinya tetap berjalan semestinya. Metode pelatihan evaluasi pembelajaran berbasis website ini dilakukan dengan tiga cara yaitu pengenalan google form secara ceramah, pelaksanaan evaluasi pembelejaran menggunakan google form pada masing-masing data kuliah secara demonstrasi, dan simulasi serta penerapan evaluasi pembelajaran secara praktik. Hasil pelatihan menunjukan bahwa 9 dosen Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan dapat mengimplementasikan pembuatan evaluasi pembelajaran dengan google form, sehingga hal ini dapat mengoptimalkan bagi dosen untuk menerapkan evaluasi pembelajaran di setiap masing-masing mata kuliah yang diampu.
Sosial Media Instagram Sebagai Media Belajar dan Media Eksistensi Aline Rizky Oktaviari Satrianingsih; Mega Cantik Putri Aditya; Winda Istiandini
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v8i2.21792

Abstract

Perkembangan IPTEK semakin mendorong upaya pembaruan kreatifitas manusia dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi, satu diantaranya adalah dengan menggunakan media sosial sebagai salah satu bahan belajar mengajar. Instagram menjadi salah satu platform media sosial yang bisa digunakan dalam proses pembelajaran karena di dalamnya terdapat berbagai fitur untuk menyalurkan informasi baik dalam bentuk foto, video, maupun real time story. Instagram merupakan aplikasi yang cukup populer dan sering digunakan sebagai media menyebarkan konten positif termasuk pembelajaran praktek seni tari. Fenomena munculnya content creator dan dance challenge di media sosial instagram tentang gerak dasar tari nusantara juga memberikan dampak positif bagi mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kombinasi dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Sasaran penelitian yaitu mahasiswa seni tari di Prodi Pendidikan Seni Pertunjukan. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu angket tertutup dengan tujuan dapat menjaring banyak data dalam waktu 1 bulan sesuai dengan kebutuhan. Peneliti juga melakukan observasi dan wawancara kepada responden, sehingga data yang didapatkan lebih komrehensif. Penyajian data penelitian dengan memakai diagram dan dilengkapi dengan deskripsi hasilnya. Hasil penelitian ini yaitu Instagram menjadi platform yang memberikan pengalaman belajar dalam meningkatkan eksistensi dan keterampilan mahasiswa seni tari Prodi Pendidikan Seni Pertunjukan.