Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Persepsi Kesiapan Remaja Putri dalam Menghadapi Menarche di Sekolah Dasar Ida Baroroh; Swasti Artanti
Jurnal Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan Vol 9 No 2 (2022): Jurnal Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan
Publisher : LPPM Akademi Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.144 KB) | DOI: 10.37402/jurbidhip.vol9.iss2.197

Abstract

Menarche is the first menstruation that usually occurs in early adolescence in the middle of puberty before entering the reproductive period. Along with menstruation, there will be many accompanying events, including: hormonal reactions, biological reactions and psychological reactions, where there will be a rejection reaction in his soul to what happens to his physical condition. All of these events can be faced normally in young women, but sometimes it can also run smoothly or abnormally. The purpose of this study is to determine the description of the readiness of young women in facing menarche at the Kuripan Lor 2 State Elementary School, Pekalongan Selatan District, Pekalongan City. This research uses descriptive exploratory method, with a cross sectional design. The sampling technique used total sampling with a total sample of 34 people. The results of the Perception of Young Women's Readiness in Facing Menarche showed that more than half of the respondents were not ready to face menarche. The perception of young women's readiness to face menarche depends on the readiness of young women physically and psychologically in facing menarche.
Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Pentingnya Gizi Pada Masa Kehamilan Maslikhah; Hilda Prajayanti; Ida Baroroh
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol. 6 No. 1 (2023): JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR
Publisher : STIKes MERCUBAKTIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/jkm.v6i1.331

Abstract

Salah satu indikator derajat kesehatan masyarakat adalah jumlah angka kematian ibu maternal (AKI). Angka kematian ibu dapat berguna untuk menunjukkan gambaran tingkat status gizi, kesadaran dalam berperilaku hidup sehat serta tingkat pelayanan kesehatan terutama untuk ibu hamil. Gizi ibu hamil perlu mendapat perhatian karena sangat berpengaruh pada perkembangan janin yang dikandungnya. Pada masa kehamilan gizi ibu hamil harus memenuhi kebutuhan gizi untuk dirinya dan untuk pertumbuhan serta perkembangan janin. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Pentingnya Gizi Pada Masa Kehamilan di Kota Pekalongan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksploratif, teknik pengambilan sampling menggunakan quota sampling dengan jumlah sampel sebanyak 97 orang. Hasil penelitian Pengetahuan Ibu Hamil tentang Pentingnya Gizi pada masa kehamilan menunjukkan bahwa diperoleh bahwa mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan cukup (59,8%) tentang gizi pada masa kehamilan. Faktor yang ikut berpengaruh pada pengetahuan ibu, yaitu umur, pendidikan dan pekerjaan. Diharapkan ibu hamil lebih aktif mengikuti kegiatan penyuluhan kesehatan dan mengakses informasi tidak hanya dari tenaga kesehatan namun juga dari berbagai media seperti televisi, sosial media elektronik, buku dan artikel tentang kebutuhan gizi selama kehamilan sehingga terjadinya gizi kurang pada masa kehamilan dapat dihindari.
PERAN BIDAN SEBAGAI FASILITATOR PELAKSANAAN PROGRAM PERENCANAAN PERSALINAN DAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI (P4K) DI WILAYAH PUSKESMAS KABUPATEN PEKALONGAN Putri Andanawarih; Ida Baroroh
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 7, No 1 (2018): SIKLUS: Journal Research Midwifery Politeknik Tegal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v7i1.743

Abstract

Kehamilan dan persalinan adalah suatu hal yang alami akan tetapi bukan berarti tanpa resiko, masalah kehamilan dan persalinan adalah penyumbang terbesar Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi. Salah satu masalah kesehatan di Indonesia adalah tingginya Angka Kematian Ibu (AKI), di Kota Pekalongan 80,19/100 KH(2010), 145,68/100KH(2011), dan 81,97/100KH(2012). Upaya untuk menurunkan AKI dengan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K). Bidan puskesmas merupakan tenaga kesehatan yang paling strategis dalam pelaksanaan layanan kesehatan masyarakat, serta paling tepat dalam melaksanakan peran fasilitator dalam P4K.. Penelitian untuk mengetahui gambaran umum Peran Bidan Sebagai Fasilitator Pelaksanaan P4K di wilayah Puseksmas Kabupaten Pekalongan. Desain penelitian menggunakan penelitian deskriptif. Populasi yang digunakan adalah bidan puskesmas di wilayah Kabupaten Pekalongan. Sampel yang digunakan adalah sampel jenuh sebanyak 57 bidan, dengan pengambilan data menggunakan observasi. Analisis data menggunakan variabel karakteristik bidan yaitu umur dan pendidikan bidan, serta implementasi pelaksanaan P4K oleh bidan yang meliputi: pendataan, perencanaan, sosialisasi, pelayanan, dan kerjasama tim. Hasil penelitian menunjukkan bidan berperan dalam pendataan ibu hamil disertai pemberian stiker sebanyakl (91,2%), perencanaan persalinan (89,5%), sosialisasi dengan melibatkan lintas sektor (91,2%), konseling pada ibu hamil (84,2%) serta kerjasama tim dalam pelaksanaan P4K sebesar (71,9%). Kata Kunci : Peran Bidan, Fasilitator, P4K
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL DENGAN KEIKUTSERTAAN KELAS IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JENGGOT KOTA PEKALONGAN Ida Baroroh; Miftachul Jannah; Miftachul Jannah; Pedvin Ratna Meikawati; Pedvin Ratna Meikawati
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v6i2.579

Abstract

AbstrakKehamilan dan persalinan adalah suatu hal yang alami akan tetapi bukan berarti tanpa resiko, masalah kehamilan dan persalinan adalah penyumbang terbesar Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi. Salah satu terobosan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil dengan melalui kelas ibu hamil, namun demikian banyak ibu yang belum berpartisipasi dalam mengikuti kelas ibu hamil. Penelitian ini bertujuan: 1) Mengetahui pengetahuan ibu hamil; 2) Mengetahui keikutsertaan kelas ibu hamil; 3) Menganalisis hubungan antara pengetahuan ibu hamil dengan keikutsertaan kelas ibu hamil. Penelitian ini dilakukan dengan desain korelasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 64 diambil dengan cara sampling jenuh. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Uji statistik menggunakan uji spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan ibu hamil memiliki pengetahuan baik sebesar 43,8% dan ikutserta 68,8% dalam kelas ibu hamil. Ada hubungan yang signifikan antara variabel pengetahuan dengan keikutsertaan dalam kelas ibu hamil (ρ=0,000, rs 0,554). Kelas ibu hamil merupakan sarana belajar bersama yang perlu diikuti oleh ibu hamil agar memperoleh pengetahuan yang cukup sehingga dapat mencegah komplikasi dan meningkatkan cakupan K4. Disarankan meningkatkan pembentukan kelas ibu hamil agar kehamilan dapat terpantau dan ibu dapat segera mengambil keputusan klinis apabila terjadi resiko. Kata kunci  : Pengetahuan, Keikutsertaan, Kelas Ibu Hamil
ANALISIS UPAYA PENEMUAN KASUS HIV AIDS DI RSUD KRATON KABUPATEN PEKALONGAN Ida Baroroh; Millatin Puspaningtyas; Dian Kusumawardani; Putri Andanawarih
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v6i1.467

Abstract

HIV/AIDS merupakan penyakit menular seksual yang dapat menular seluruh lapisan masyarakat. Jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Pekalongan meningkat signifikan sepanjang tahun 2013 yaitu mencapai 26 orang. Salah satu upaya penanggulangan HIV/AIDS adalah dengan deteksi dini yang dilakukan secara sukarela, bukan dipaksa atau diwajibkan untuk mengetahui status HIV lebih dini dengan pemanfaatan layanan-layanan terkait dalam pencegahan, perawatan, dukungan dan pengobatan sehingga konseling dan testing HIV/AIDS dapat berjalan. Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis upaya penemuan kasus HIV/AIDS di RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan.Metode penelitian ini adalah kualitatif, dengan Informan utama terdiri dari 2 orang konselor PICT dan Informan triangulasi yaitu Kepala PICT, kepala bidang pelayanan kesehatan dan kepala bidang keperawatan RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam serta analisis dengan content-analysis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya penemuan kasus HIV/AIDS dilihat dari aspek individu yaitu ketrampilan yang dimiliki provider sudah cukup mendukung. Dari aspek organisasi yaitu kepemimpinan sudah baik, namun untuk sumber daya dan imbalan masih terbatas jumlahnya dan struktur organisasi belum dapat berjalan sesuai dengan tupoksi. Aspek Psikologi meliputi sikap provider sudah cukup baik dalam penemuan kasus HIV/AIDS berdasarkan pengalaman selama menjalankan program, sedangkan motivasi muncul dari dalam diri konselor sendiri sebagai wujud professionalisme dalam menjalankan tugas.Disarankan untuk dilakukan supervisi secara berkala oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan dalam memantau kegiatan PICT, dan bagi RSUD Kraton Kabupaten Pekalonganuntuk dapat menyediakan klinik VCT sesuai dengan standar yang telah ditentukan.Kata Kunci: HIV, AIDS, Upaya Penemuan Kasus
ANALISIS UPAYA PENEMUAN KASUS HIV AIDS DI RSUD KRATON KABUPATEN PEKALONGAN Ida Baroroh; Millatin Puspaningtyas; Dian Kusumawardani; Putri Andanawarih
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v6i1.467

Abstract

HIV/AIDS merupakan penyakit menular seksual yang dapat menular seluruh lapisan masyarakat. Jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Pekalongan meningkat signifikan sepanjang tahun 2013 yaitu mencapai 26 orang. Salah satu upaya penanggulangan HIV/AIDS adalah dengan deteksi dini yang dilakukan secara sukarela, bukan dipaksa atau diwajibkan untuk mengetahui status HIV lebih dini dengan pemanfaatan layanan-layanan terkait dalam pencegahan, perawatan, dukungan dan pengobatan sehingga konseling dan testing HIV/AIDS dapat berjalan. Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis upaya penemuan kasus HIV/AIDS di RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan.Metode penelitian ini adalah kualitatif, dengan Informan utama terdiri dari 2 orang konselor PICT dan Informan triangulasi yaitu Kepala PICT, kepala bidang pelayanan kesehatan dan kepala bidang keperawatan RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam serta analisis dengan content-analysis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya penemuan kasus HIV/AIDS dilihat dari aspek individu yaitu ketrampilan yang dimiliki provider sudah cukup mendukung. Dari aspek organisasi yaitu kepemimpinan sudah baik, namun untuk sumber daya dan imbalan masih terbatas jumlahnya dan struktur organisasi belum dapat berjalan sesuai dengan tupoksi. Aspek Psikologi meliputi sikap provider sudah cukup baik dalam penemuan kasus HIV/AIDS berdasarkan pengalaman selama menjalankan program, sedangkan motivasi muncul dari dalam diri konselor sendiri sebagai wujud professionalisme dalam menjalankan tugas.Disarankan untuk dilakukan supervisi secara berkala oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan dalam memantau kegiatan PICT, dan bagi RSUD Kraton Kabupaten Pekalonganuntuk dapat menyediakan klinik VCT sesuai dengan standar yang telah ditentukan.Kata Kunci: HIV, AIDS, Upaya Penemuan Kasus
Persepsi Body Image, Pengetahuan dan Pola Makan terhadap Status Gizi Remaja Putri di Kota Pekalongan Ida Baroroh; Ana Setyowati
Jurnal Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan Vol 11 No 1 (2024): Jurnal Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan
Publisher : LPPM Akademi Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37402/jurbidhip.vol11.iss1.304

Abstract

The development of adolescents aged 11-20 years is characterized by the emergence of hormonal influences which result in physical changes and growth, which is the basis for paying more attention to their body shape. Various methods will be used to get a body shape so that it looks attractive. The effort taken is to limit food intake. Excessive restrictions will affect nutritional status, especially if they are not based on good knowledge. The aim of the research was to determine the perception of body image, knowledge and eating patterns on the nutritional status of young women in Pekalongan City. The research used an analytical observational study with a cross sectional research design. The research population is young women in Pekalongan City. The sampling technique was purposive sampling with a sample size of 50 respondents. The results of the study showed no relationship between body image and nutritional status, there was a significant relationship between knowledge and eating patterns of adolescent girls and the nutritional status of adolescent girls. It is hoped that young women will increase their knowledge and good eating patterns so as to increase the perception of a healthy body image.