Sugeng Abdullah
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

HUBUNGAN KEGIATAN PENGOPERASIAN DAN PEMELIHARAAN ALAT PENGOLAHAN AIR TERHADAP KUALITAS MIKROBIOLOGI AIR MINUM PADA DEPOT AIR MINUM (DAM) DI KABUPATEN KEBUMEN TAHUN 2016 Yuli Driyaningsih; Sugeng Abdullah; Suparmin Suparmin
Buletin Keslingmas Vol 36, No 1 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 1 Tahun 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.337 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v36i1.3009

Abstract

Depot air minum merupakan depot yang mengolah air baku menjadi air minum dan menjualnya kepadamasyarakat.Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kegiatan pengoperasian dan pemeliharaan alatpengolahan air terhadap kualitas mikrobiologi air minum pada depot air minum di Kabupaten Kebumen. Jenispenelitian adalah observasional dengan rancangan crossectional, yang dilakukan dari bulan apri sampai denganJuni 2016 dengan jumlah sampel sebanyak 90 depot air minum. Instrumen pengumpul data berupa check list untukpenilaian kegiatan operasional dan pemeliharaan dan hasil uji laboratorium kualitas mikrobiologi air minumparameter MPN Koliform. Hasil uji univariat terhadap kegiatan pengoperasian dan pemeliharaan alat pengolahanair pada DAM diperoleh hasil 17 (18,9%) dengan kriteria buruk dan 73 (81,1%) dengan kriteria baik. Padapemeriksaan kualitas MPN Koliform air minum diperoleh hasil 67 (74,4%) memenuhi syarat dan 23 (25,6%) tidakmemenuhi syarat. Hasil uji Bivariat pada hubungan kegiatan pengoperasian dan pemeliharaan alat pengolahan airterhadap kulaitas mikrobiologi air minum diperoleh hasil depot dengan kriteria operasional pemeliharaan baik dankualitas mikrobiologi memenuhi syarat sebanyak 62 (68,9%) , Depot dengan kriteria baik dan kualitas air minumtidak memenuhi syarat sebesar 11 (12,2%) , depot dengan kriteria buruk dan kualitas mikrobiologi memenuhisyarat sebesar 5 (5,6%) serta depot dengan kriteria buruk dan kualitas mikrobiologi tidak memenuhi syarat sebesar12 (13,3%). Analisa data dengan uji chi square pada taraf signifikan didapat hasil p value 0,000, ada hubungankegiatan pengoperasian dan pemeliharaan alat pengolahan air terhadap kualitas mikrobiologi air minum padaDAM di Kabupaten Kebumen.
SURVEI TELUR CACING PADA KOTORAN KUKU DAN PERSONAL HYGIENE PENJAMAH MAKANAN WARUNG TEGAL (Warteg) DI KOTA TEGAL TAHUN 2016 Diah Ayu Ningtiyas; Sugeng Abdullah
Buletin Keslingmas Vol 36, No 2 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 2 Tahun 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.94 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v36i2.2980

Abstract

Di kota Tegal Warteg diminati oleh banyak konsumen. Penjamah makanan berpotensi menularkan penyakitsalah satunya penyakit kecacingan, oleh karena itu perlu dilakukan pemeriksaan telur cacing pada penjamahmakanan. Penelitian ini adalah penelitian survey yang bersifat deskriptif. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwaPersonal Hygiene penjamah makanan Warteg di kota Tegal adalah tidak baik. Tidak ditemukan telur cacing padakotoran kuku penjamah makanan dan jenis telur cacing pada kotoran kuku penjamah makanan Warteg di kota Tegal.Disimpulkan bahwa Personal Hygiene penjamah makanan Warteg di kota Tegal tidak baik tetapi tidak ditemukantelur cacing pada kotoran kuku dan jenis telur cacing penjamah makanan Warteg di kota Tegal.
HUBUNGAN LAMA MEROKOK, LAMA BERTUGAS DAN ARUS LALU LINTAS KENDARAAN DENGAN KADAR TIMBAL (Pb) DALAM RAMBUT POLISI LALU LINTAS DI KABUPATEN MAGELANG TAHUN 2016 Dyah Wulandari; Sugeng Abdullah
Buletin Keslingmas Vol 36, No 3 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 3 Tahun 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.873 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v36i3.3106

Abstract

Latar belakang cemaran timbal (Pb) di lingkungan merupakan hasil pembakaran Pb-alkali pada bahanbakar kendaraan bermotor yang dapat terhirup oleh manusia. Kebiasaan merokok juga diketahui meningkatkankadar timbal (Pb) dalam tubuh. Polisi lalu lintas yang bertugas di jalan raya akan selalu terpapar oleh timbal (Pb)yang berasal dari emisi kendaraan bermotor. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan lama merokok,lama bertugas dan arus lalu lintas kendaraan dengan kadar timbal (Pb) dalam rambut polisi lalu lintas. Metodepenelitian menggunakan observasional analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Penelitian ini dilakukan di 5pos jaga lantas di Kabupaten Magelang. Sampel rambut polisi diperiksa di laboratorium. Hasil penelitianmenunjukkan rerata kadar timbal (Pb) dalam rambut 6,02 ppm. Hasil analisis uji korelasi Simple Regressionmenunjukkan variabel yang berhubungan adalah lama merokok (R 0,504;p 0,047) dan arus lalu lintas kendaraan(R 0,661;p 0,019) sedangkan lama bertugas tidak berhubungan dengan kadar timbal (Pb) dalam rambut. AnalisisUji Regressi Linier Ganda menunjukkan tidak terdapat hubungan antara ketiga variabel independen dengan kadartimbal (Pb). Simpulan, tidak ada hubungan antara lama merokok, lama bertugas dan arus lalu lintas dengan kadartimbal (Pb) dalam rambut Polisi Lalu Lintas.
STUDI TENTANG INTENSITAS SUARA DANUPAYA PENGENDALIAN KEBISINGAN DI BANDAR UDARAHUSEIN SASTRANEGARA BANDUNG TAHUN 2014 Pradita Wira Riadiany; Sugeng Abdullah
Buletin Keslingmas Vol 34, No 1 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 1 Tahun 2015
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1124.366 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v34i1.3022

Abstract

PDAM Tirtawening Environmental Quality Control Measurement Laboratory Bandung stated thatHusein Sastranegara airport had highest noise intensity equal to 89.83 dB (A) so that the researcherwants to investigate the sound intensity and noise control in the Husein Sastranegara airport Bandung2014.The research design used was descriptive research which was intended to obtain vivid descriptionrelated sound intensity and noise control in Husein Sastranegara airport Bandung 2014 with five-pointmeasurement that describes the apron (aircraft parking space), check in / luggage space and the ticketprocess, passengers waiting room, public park, and housing.The research results shows that the sound intensity in Husein Sastranegara airport Bandungmeasurement in all locations for 83.78 dB (A) on the apron (aircraft parking area), 72.66 dB (A) at thecheck in / hall ticket and luggage process, 75.37 dB (A) in the passenger waiting room, 65.93 dB (A) atthe public parking lot and 68.52 dB (A) at the housing. The highest sound intensity results was in theapron (aircraft parking area) 85.33 dB (A) at 08:40 am.Manager of Husein Sastranegara airport Bandung expected to encourage the airports employeesto use personal protective equipment such as ear muff while on duty at the apron (aircraft parking) andconduct sound intensity measurement on a regular basis in order to recognize hazard that can interferewith employee activities.
PENGARUH PENGGUNAAN ORGONITE GENERATOR TERHADAP PENURUNAN TINGKAT RADIASI ELEKTROMAGNETIK DI LABORATORIUM JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN PURWOKERTO TAHUN 2015 Deni Listi Yanti; Sugeng Abdullah
Buletin Keslingmas Vol 34, No 3 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 3 Tahun 2015
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.194 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v34i3.3055

Abstract

Alat elektronik dapat memaparkan Radiasi Elektromagnetik yang berbahaya bagi kesehatan. RadiasiElektromagnetik diduga dapat direduksi oleh Orgonite Generator. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruhpenggunaan Orgonite Generator terhadap penurunan Tingkat Radiasi Elektromagnetik dan mengukur tingkatRadiasi Elektromagnetik pada sumber radiasi yang tidak dipasang dan dipasang Orgonite Generator. Penelitian inimerupakan penelitian pre eksperiment dengan pre test and post test group design. Hasil akan diuji menggunakan ujiT test. Hasil penelitian mengatakan bahwa radiasi alat elektronik sebelum dipasang orgonite generator adalah 0mW/cm2 - 836 mW/cm2 dan sesudah dipasang adalah 0 mW/cm2 – 882,5 mW/cm2.. Disimpulkan bahwa tidak adapengaruh penggunaan Orgonite Generator terhadap penurunan Tingkat Radiasi Elektromagnetik. Disarankanperlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan
PENGARUH Sansevieria spp. TERHADAP PENURUNAN TINGKAT RADIASI ELEKTROMAGNETIK DI LABORATORIUM JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN PURWOKERTO TAHUN 2016 Retno Printis Mulyani; Sugeng Abdullah
Buletin Keslingmas Vol 36, No 4 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 4 Tahun 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.077 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v36i4.3127

Abstract

Radiasi elektromagnetik yang dipaparkan oleh alat elektronik dapat membahayakan kesehatan.Radiasi elektromagnetik diduga dapat diserap oleh Sansevieria sp. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui pengaruh Sansevieria spp. terhadap penurunan tingkat radiasi elektromagnetik. Jenispenelitian yang digunakan adalah pre experiment dengan rancangan one group pre test and post testdesign. Radiasi elektromagnetik diukur sebelum dan sesudah disandingkan dengan sansevieria denganberbagai variasi jenis, posisi, dan jarak peletakkan dari sumber radiasi. Hasil diuji menggunakanPaired t test dan Latin Square Anova. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata tingkat radiasielektromagnetik alat elektronik sebelum disandingkan dengan Sansevieria sp. adalah3cm=1101,48μW/cm2, 5cm=914,53μW/cm2, 7,5cm=744,97μW/cm2, dan 10cm=586,33μW/cm2 dansesudah disandingkan dengan Sansevieria sp. adalah 3cm=987,29μW/cm2, 5cm=823,45μW/cm2,7,5cm=695,55 μW/cm2, dan 10cm=493,40μW/cm2. Uji Paired t menunjukkan ada perbedaan tingkatradiasi elektromagnetik alat elektronik sebelum dan sesudah disandingkan dengan Sansevieria sp.(p=0,000). Uji Latin Square Anova menunjukkan ada perbedaan penurunan antar jenis sansevieria(p=0,001), posisi peletakkan Sansevieria sp. (p=0,000), dan jarak peletakkan Sansevieria sp.(p=0,003) yang memberikan pengaruh secara bersamaan sebesar 4,1%. Simpulan penelitian iniadalah ada pengaruh Sansevieria sp. terhadap penurunan tingkat radiasi elektromagnetik denganefektivitas sebesar 11,46%. Peneliti menyarankan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut dengan jenisdan jumlah daun atau rumpun, jarak, dan posisi peletakkan sansevieria yang berbeda.