This Author published in this journals
All Journal Jurnal Rekavasi
Akhyar Efendi
Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IDENTIFIKASI BAHAYA KERJA MENGGUNAKAN HAZARD IDENTIFICATION AND RISK ASSESMENT (HIRA) DAN POSTUR KERJA UNTUKMENGURANGI KECELAKAAN KERJA PADA DEPARTEMEN PRODUKSI DENGAN RAPID UPPER LIMB ASSESMENT (RULA) Studi Kasus Pada: PT. Medari Karya Mulia Akhyar Efendi; Muhammad Yusuf; Titin Isna Oesman
Jurnal Rekavasi Vol 6 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.242 KB)

Abstract

PT. Medari Karya Mulia, perseroan terbatas yang bergerak di bidang jasa perbengkelan (Retest, Repair, Repaint)tabung LPG 3 kg. Analisa menggunakan metode hazard identification and risk assessment (HIRA) pada PT. MedariKarya Mulia. Identifikasi bahaya yang terdapat pada bagian repair. Prioritas risiko rendah (low risk) memiliki nilai(67%) terdapat pada proses quality control, proses vacuum, uji leaktest akhir, proses pemasangan valve, prosespelepasan valve dan proses sand blasting, tingkatan prioritas menengah (medium risk) (11%) terdapat pada proseslas balancer, sedangkan untuk kategori risiko tinggi (high risk) (22%) terdapat pada proses pengepresan hand guardand footring dan proses painting masing-masing menunjukan nilai risk relative sebesar 8 (delapan) pekerjaanmemiliki risiko tinggi. Berdasarkan perhitungan dengan metode RULA pada bagian repair PT. Medari Karya Muliadiketahui beberapa proses kerja antara lain proses pelepasan valve, proses hand guard and footring, proses sandblasting, proses las balancer, proses painting, proses sablon, proses test dan pemasangan valve, proses uji leaktestakhir, proses vacuum, dan quality control. Kondisi postur kerja bagian repair yang memiliki nilai skor tinggi, yaituterdapat pada proses sablon, memiliki skor sebesar 6 (enam), dan proses vacuum memiliki skor sebesar 5 (lima). Halini menunjukan bahwa pada proses kerja tersebut mengalami tingkat risiko kerja yang tinggi dapat menyebabkankecelakaan kerja, yaitu diperlukan investigasi dan perbaikan segera.