Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENGUNGKAPAN DIRI PENGGUNA AKUN AUTOBASE TWITTER @SUBTANYARL Lisa Mardiana; Anida Fa’zia Zi’ni
Jurnal Audience: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 1 (2020): FEBRUARI 2020
Publisher : COMMUNICATION MAJOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/ja.v3i1.4134

Abstract

AbstrakFenomena  curhat  atau  mencurahkan  masalah  pribadi  sebagai  bentuk pengungkapan diri melalui media sosial semakin marak terjadi. Salah satu media sosial yang dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia adalah akun autobase atau automatic  fanbase Twitter yang bersifat anonim sehingga  menjadi wadah  bagi pengikutnya   untuk   menanyakan   dan   menyampaikan   segala   permasalahan, seperti halnya pada akun @subtanyarl. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui  bentuk  dan  alasan  pengungkapan  diri  pengguna  akun  autobase twitter  @subtanyarl  dengan  menggunakan  analisis  teori  self-disclosure. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif melalui wawancara mendalam dengan 7 orang narasumber yang merupakan pengguna akun tersebut. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengungkapan diri atau self-disclosure yang dilakukan  oleh  pengguna  akun  @subtanyarl  berupa  pengungkapan  diri evaluative yang dilakukan dengan cara mengeskpresikan  rasa emosi, kesedihan dan kegundahan  pemikiran  melalui pesan  tertulis  yang menceritakan  masalah kehidupan  pribadi. Adapun  alasan pengungkapan  diri dalam akun @subtanyarl dilakukan untuk melepaskan beban perasaan agar lega dan nyaman, tanpa kekhawatiran bahaya ekstrem self disclosure berupa penolakan antarpribadi dan sosial, ataupun kesulitan intrapersonal,  karena dilakukan dalam media anonim. Pengungkapan   diri  juga  dilakukan  dengan   harapan  mendapatkan   dukungan moril, jawaban atau sekedar rasa empati dan simpati dari pengguna lainnya. Kata Kunci: Pengungkapan Diri, Twitter, Autobase, Ekspresi AbstractThe phenomenon  of confiding in or confessing personal problems as a form of self-disclosure through social media is increasingly happening. One of the social media used by the Indonesian  people is an anonymous autobase or automatic Twitter fanbase account so that it becomes a place for followers to ask questions and submit all problems, such as the @subtanyarl  account. The purpose of this study was to determine the form and reasons for self-disclosure  of users of the autobase twitter @subtanyarl account using self-disclosure theory analysis. The research was conducted  using qualitative methods through in-depth interviews with 7 informan  who  are users of the account.  The  results  showed  that  self-disclosure by users of the @subtanyarl account was in the form of evaluative self- disclosure by expressing feelings of emotion, sadness and anxiety through written messages that told about personal life problems. The reasons for self-disclosure in the @subtanyarl account are carried out to release the burden of feelings so that  they  are  relieved  and  comfortable,  without  worrying  about  the  extreme dangers  of self-disclosure  in the  form  of  interpersonal  and  social  rejection,  or intrapersonal difficulties, because it is done in anonymous media. Self-disclosure is also carried out in the hope of getting moral support, answers or just a sense of empathy and sympathy from other users. Keywords: Self-Disclosure, Twitter, Autobase, Expression
Peran New Media Dalam Menciptakan Daya Tarik Wisata Indonesia Bagi Warga Negara Korea Selatan Lisa Mardiana; Fithra Ayu Ratnawati
Jurnal Audience: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 2 (2022): AGUSTUS 2022
Publisher : COMMUNICATION MAJOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/ja.v5i2.7430

Abstract

Pariwisata kini telah menjadi kebutuhan hidup manusia, tak terkecuali bagi Warga Negara Korea Selatan. Sebagai negara yang telah hidup berdampingan dengan internet, new media menjadi salah satu alat yang dimanfaatkan untuk mencari informasi pariwisata, termasuk wisata Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran new media dalam menciptakan daya tarik wisata Indonesia bagi Warga Negara Korea Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode kualitatif. Penelitian ini menggunakan model AISAS (Attention, Interest, Search, Action, Share) yang merupakan salah satu model dari teori perilaku konsumen. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa new media berperan penting dalam proses pencarian informasi hingga keputusan pemilihan destinasi wisata. Dalam proses tersebut, situs Naver menjadi situs new media yang paling sering diakses oleh Warga Negara Korea Selatan, dan dari hasil pencarian yang ditemukan, Warga Negara Korea Selatan memilih atraksi budaya sebagai daya tarik wisata Indonesia yang paling menarik.
Representasi Akidah, Syariah dan Akhlak dalam Film Makmum (Analisis Semiotika John Fiske) Alreyhan Dafarrel Efendi; Lisa Mardiana
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1833

Abstract

Penggunaan platform digital menjadi strategi yang penting bagi berbagai organisasi dakwah untuk menyebarkan pesan-pesan dakwah mereka. Fenomena berkembangnya film horor religi di Indonesia menjadi menarik untuk diteliti, salah satunya melalui film Makmum (2019) yang tidak hanya menyajikan cerita menegangkan, tetapi juga memuat nilai-nilai keislaman yang terselip dalam alur naratif dan visualnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana representasi nilai-nilai Islam—meliputi akidah, syariah, dan akhlak—dikonstruksi dalam film tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah \ kualitatif dengan pendekatan semiotika John Fiske, yang memerinci tanda ke dalam tiga level: realitas, representasi, dan ideologi. Teori utama yang digunakan adalah semiotika media Fiske untuk membaca bagaimana simbol-simbol keagamaan dan praktik ibadah dimaknai dalam konteks budaya populer. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dengan menonton ulang film secara intensif, mencatat adegan-adegan penting, serta mengkaji dialog dan visual yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam tidak hanya hadir sebagai atribut formal, tetapi dikonstruksi secara estetis melalui pencahayaan redup, musik latar, sudut kamera close-up, serta konflik batin para tokoh. Pada akhirnya, film ini memuat pesan ideologis bahwa keimanan dan ketaatan terhadap ajaran Islam menjadi fondasi utama dalam menghadapi ketakutan maupun gangguan yang bersifat metafisis, sekaligus menjadi refleksi moral bagi penonton.
Exploring the Attractiveness of @Mursid241 Content on TikTok Media Sosial Denta Yuvi Rezkyanda; Lisa Mardiana
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 4 No. 1 (2024): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v4i1.1702

Abstract

Content appeal is an approach to understanding why and how certain content attracts an audience. With the increasing popularity of TikTok, various types of content have emerged, including entertaining content. This research aims to understand the factors that make Mursids' content attractive to TikTok users. The research method used is a qualitative method that uses a descriptive approach, as well as a survey of TikTok users who often consume the content. The results showed that the attractiveness of Mursid content on TikTok is influenced by several factors, namely the type of content, visual characteristics, unique narrative characteristics, relevance and active engagement of content creators with their audience, emotion and empathy, interaction and response between content creators and audience, and ongoing trends and context. This research provides insights for creators of entertaining daily activities on effective strategies to increase the appeal and reach of their content on the TikTok platform.
Analisis Model Pengetahuan untuk Indigenous Knowledge Management Tembang Macapat Yuventius Tyas Catur Pramudi; Lisa Mardiana
JOINS (Journal of Information System) Vol 8 No 1 (2023): Edisi Mei 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Dian Nuswantoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/joins.v8i1.7579

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menerapkan model knowledge management berupa proses transformasi pengetahuan tacit menjadi pengetahuan explicit tentang kearifan lokal di Jawa (tembang macapat) dengan menggunakan teknologi informasi. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan Focus Group Discussion (FGD), Participatory Action Research (PAR) dan kuesioner kepada 50 Responden. Data dianalisis menggunakan model Socialization, Externalisation, Combination dan Internalization (SECI) dengan analisis deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Sobokartti merupakan tempat strategis untuk mengelola pengetahuan kearifan lokal bagi generasi muda. Model transformasi pengetahuan tacit ke explicit yang digunakan dengan menggunakan cara sosialisasi dan eksternalisasi. Hasil transformasi pengetahuan dicatat dalam bentuk tulisan yang kemudian didesiminasi melalui teknologi informasi. Penggunaan teknologi informasi perlu ditingkatkan sebagai media desiminasi pengetahuan.
STRATEGI KOMUNIKASI DESA WISATA GIRPASANG DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI VOTING PADA ANUGERAH PESONA INDONESIA (API) AWARD Tiara Nanda Anggraini; Lisa Mardiana; Astini Kumalasari
Jurnal Network Media Vol 9, No 2 (2026): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v9i2.9480

Abstract

Desa Wisata Girpasang telah berhasil memposisikan diri sebagai destinasi wisata unggulan dengan meraih kemenangan prestisius tingkat nasional pada ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) Award. Keberhasilan suatu destinasi di industri pariwisata bergantung pada implementasi strategi komunikasi yang efektif, untuk mendorong partisipasi dukungan publik. Strategi komunikasi tersebut diwujudkan dalam perpaduan integratif antara komunikasi secara online dengan pemanfaatan jaringan internet dan offline melalui media digital dan komunikasi langsung. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi strategi komunikasi pariwisata yang diterapkan oleh Desa Wisata Girpasang di Klaten dalam memenangkan ajang penghargaan Anugerah Pesona Indonesia (API) Award. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini menggunakan teori Strategi Komunikasi. Data primer diperoleh dari proses wawancara secara langsung bersama POKDARWIS, Dinas Pariwisata Klaten dan penyelenggara penghargaan. Sementara, data sekunder diperoleh melalui literatur jurnal penelitian, buku dan artikel berita. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi komunikasi yang diterapkan oleh pengelola desa wisata dan dinas pariwisata bersifat kolaboratif untuk menyampaikan pesan secara konsisten dengan menargetkan komunitas dan wisatawan sekitar Klaten serta disampaikan melalui media sosial, media massa lokal dan kegiatan langsung. Upaya ini mendapatkan respons positif dari publik dan tercermin dari perolehan voting sebesar 25,7%.
Chinese Drama Short Video Ad Persuasion Strategy in Building Audience Response on TikTok Fauzi Rizal Kurniawan; Lisa Mardiana
ELS Journal on Interdisciplinary Studies in Humanities Vol. 9 No. 3 (2026): SEPTEMBER
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34050/000qeq03

Abstract

The development of digital technology and social media has changed people's entertainment consumption patterns, one of which is through the emergence of short Chinese drama video ads on TikTok that utilize short durations, emotional conflicts, and cliffhanger techniques to attract the attention of audiences. This study aims to analyse the audience's response to Chinese short video drama ads on TikTok which includes cognitive, affective, and behavioral aspects and identify persuasion strategies used to attract audience interest. The research uses a qualitative approach with a descriptive method. Data were obtained through in-depth interviews, non-participatory observations, documentation, and literature studies of 26 informants selected using purposive sampling techniques. Data analysis was carried out using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawn. The results showed that cognitive responses were characterized by attention, understanding, and curiosity about the storyline, affective responses were shown through emotional involvement due to conflict and attractive visual presentations, while behavioral responses were manifested in the act of liking, commenting, following accounts, searching for drama titles, and watching follow-up episodes on other platforms. In addition, persuasion strategies in the form of emotional conflicts, cliffhanger techniques, interesting scene selection, and TikTok's For You Page (FYP) algorithm support have proven to be effective in increasing audience attention, engagement, and active behavior towards Chinese short drama videos.
Debate on the Plan of Making Fiqh Waria : Framing Analysis in Online Media Genta Maghvira; Lisa Mardiana; Syukri Syukri
Jurnal The Messenger Vol. 12 No. 1 (2020): January-June
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/themessenger.v12i1.1310

Abstract

This research is an online media study about the phenomenon of waria (transgender) people in Indonesia. Okezone.com reports about plans to make Fiqh Waria. Fiqh is expected to be a reference for waria to perform religious rituals in Islam. Islam has different laws between men and women. Research using Robert N. Entman's Framing Analysis. According to Entman, framing is a selection process that highlights aspects: problem identification, causal interpretation, moral evaluation, and action recommendations. The results of the study mentioned that in identifying the problem, it was reported about the plan to make a special jurisprudence called Fiqh Waria. In causal interpretation, making fiqh is needed so that they can perform worship after gender changes. In moral evaluation, transgenders are considered to have the same right to perform worship rituals. In the recommended action, it was reported that if the fiqh would become religious jurisprudence that humanizes humans.