Penggunaan platform digital menjadi strategi yang penting bagi berbagai organisasi dakwah untuk menyebarkan pesan-pesan dakwah mereka. Fenomena berkembangnya film horor religi di Indonesia menjadi menarik untuk diteliti, salah satunya melalui film Makmum (2019) yang tidak hanya menyajikan cerita menegangkan, tetapi juga memuat nilai-nilai keislaman yang terselip dalam alur naratif dan visualnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana representasi nilai-nilai Islam—meliputi akidah, syariah, dan akhlak—dikonstruksi dalam film tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah \ kualitatif dengan pendekatan semiotika John Fiske, yang memerinci tanda ke dalam tiga level: realitas, representasi, dan ideologi. Teori utama yang digunakan adalah semiotika media Fiske untuk membaca bagaimana simbol-simbol keagamaan dan praktik ibadah dimaknai dalam konteks budaya populer. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dengan menonton ulang film secara intensif, mencatat adegan-adegan penting, serta mengkaji dialog dan visual yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam tidak hanya hadir sebagai atribut formal, tetapi dikonstruksi secara estetis melalui pencahayaan redup, musik latar, sudut kamera close-up, serta konflik batin para tokoh. Pada akhirnya, film ini memuat pesan ideologis bahwa keimanan dan ketaatan terhadap ajaran Islam menjadi fondasi utama dalam menghadapi ketakutan maupun gangguan yang bersifat metafisis, sekaligus menjadi refleksi moral bagi penonton.
Copyrights © 2025