Sitti Satriani
Universitas Muhammadiyah Makassar

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Peranan Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Disiplin belajar Siswa Mawardi Pewangi; Sitti Satriani
TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 4, No 02 (2019): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jtw.v4i02.2790

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui pelaksanaan pembentukan disiplin belajar siswa di SMP Negeri 1 Barombong dan mengetahui peranan guru Pendidikan Agama Islam  dalam pembentukan disiplin belajar siswa di SMP Negeri 1 Barombong. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Deskriptif kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif beruapa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan prilaku yang dapat diamati. Ke dua jenis penelitian ini diguanakan untuk mengetahui Peranan Guru Pendidikan Agama Islam dalam Pembentukan Disiplin Belajar Siswa di SMP Negeri  1 Barombong Kabupaten Gowa. Usaha pembentukan disiplin belajar, dapat dilakukan dengan cara: 1) Memberi contoh atau tauladan kepada siswa dalam melaksanakan perintah Allah dan dalam kehidupan sehari-hari. 2) Memberikan kebebasan pada siswa 3) Memberi pujian dan hukuman Pujian yang diberikan 4) Menetapkan peraturan yang tetap dan konsisten. 5) Penyesuaian dengan sikap siswa. 6) Menjelaskan kegunaan atau manfaat disiplin.  Upaya peran guru agama dalam pembentukan disiplin belajar PAI yang harus dilaksanakan antara lain: 1) Peran guru sebagai pembimbing, 2) Peran guru sebagai contoh atau tauladan, 3) Peran guru sebagai motivator dan 4) Peran guru sebagai inspirator
PELATIHAN KERAJINAN PEMBUATAN TAS DARI TALI KUR BAGI IBU PERSIT KARTIKA CANDRA KIRANA KOMPI MARKAS 432 KOSTRAD KARIANGO KABUPATEN MAROS Amirah Mawardi; Sitti Satriani; S Sumiati; M Mutmainnah
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat MEMBANGUN NEGERI Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Membangun Negeri
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/pkm.v4i1.634

Abstract

Program Pengabdian Kepada Masyarakat dilaksanakan di kompleks militer di daerah Kariango, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan yang dikenal dengan Komando Strategi Angkatan Darat (Kostrad) Kariango. Namun pada IbM ini kami hanya fokus pada satu kompi yaitu kompi Markas yang ada di Batalion 432 Kostrad Kariango dalam memberikan pelatihan kerajinan tangan kepada ibu-ibu yang tidak memiliki aktifitas selain menjadi ibu rumah tangga dan menjadi ibu Persit yang memliki rutinitas setiap hari melayani kebutuhan suami dan anak serta sibuk mengikuti kegiatan olah raga, seni dan budaya yang ditentukan oleh pengurus persit yang ada di Kostrad Kariango. Kondisi yang telah lama terjadi di kalangan ibu-ibu persit kostrad kariango :a). Rutinitas yang hampir setiap hari sama, membuat ibu persit yang tidak memiliki aktifitas di luar asrama membutuhkan kegiatan lain. b). Kerajinan tangan seperti tas yang terbuat dari Tali Kur merupakan kerajinan yang bernilai postif dan dapat menghilangkan kejenuhan dari rutinitas yang flet. c). Banyaknya ibu persit yang menginginkan memiliki penghasilan sendiri dan tetap berada di rumah sebagai ibu rumah tangga yang baik untuk suami dan anaknya namun bingung bagaimana cara memulainya sehingga mereka sangat memerlukan pelatihan membuat kerajinan tangan yang bernilai ekonomi. (home industri). d). Keberadaan ilmu manajemen pemasaran produk sangat dibutuhkan. e). Dibutuhkan motivasi untuk menumbuhkan jiwa kreativitas dan inovasi untuk ibu-ibu persit. Solusi dari permasalahan tersebut diantaranya adalah melakukan penyuluhan dan sosialisasi yang intens untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu persit dalam memproduksi tas dari tali kur dan perlunya di buat manajemen organisasi yang baik kepada ibu-ibu persit sebagai kelompok pembuat tas tali kur. Target luarannya adalah menumbuhkan jiwa kreativitas dan inovasi untuk ibu-ibu Persit kompi Markas yang ada di Batalion 432 Kostrad Kariango dan untuk mengintensifkan kembali anggota kelompok yang kurang aktif, serta sebagai upaya menarik simpati ibu persit yang lain untuk berpartisipasi dalam mengembangkan kerajinan tas dari tali kur.
PELATIHAN PENYELENGGRAAN JENAZAH IBU PERSIT KARTIKA CANDRA KIRANA KOMPI MARKAS KOSTRAD KARIANGO KABUPATEN MAROS Rusli R; Sitti Satriani; Hj. Nurheni Ds; Rajiah Rusdy
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat MEMBANGUN NEGERI Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Membangun Negeri
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/pkm.v4i2.994

Abstract

Kostrad Kariango merupakan asramah Tentara Nasional Indonesia (TNI), didirikan kompleks militer di daerah Kariango, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan pada tahun 1980 di Kostrad Kariango ini memiliki 1 batalion lima kompi, yang terdiri atas kompi markas, kompi A, kompi B, namun pada pelatihan ini kami hanya fokus pada satu kompi yaitu kompi Markas yang ada di batalion 432 Kostrad Kariango dalam rangka meneliti tentang bimbingan penyelenggraan jenazah. Metode pelaksanaan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang akan dilakukan adalah metode pendekatan partisipatori, yaitu metode pelaksanaan yang betul-betul Tim PKM dan Mitra secara aktif melaksanakan proses PKM yang dimulai dari Perencanaan dan diakhiri dengan pelaoparan pelaksanaan kegiatan PKM. Untuk memecahkan seluruh permasalahan maka Tim PKM menawarkan kepada mitra yaitu berupa pelatihan dan pendampingan kepada mitra berupa pemberian teori dan praktek tentang pelaksanaan penyelenggaraan jenazah. Tahapan pelaksanaan pada PKM ini adalah: 1) Tahapan kordinasi kepada mitra, 2) Persiapan pelaksanaan, 3) Tahap pelaksanaan, tahap pelaksanaan tersebut memiliki 4 (empat) tahapan yaitu (pembukaan, penjelasan teknis PKM, teori penyelenggraan jenazah, prakterk penyelenggaraan jenazah oleh pemateri, 4) Praktek langsung oleh peserta. 5) Penutup. Hasil yang didapatkan PKM tersebut adalah ibu persit di Kostrad Kariango Maros mahir dalam menyelenggarakan jenazah sesuai syariat Islam, dan bersedia untuk mengaplikasikan dalam kehidupannya.
Peranan Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Ibadah Shalat  Siswa SMP Negeri 22 Makassar Nur Fadillah; Mawardi Pewangi; Sitti Satriani
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 2 (2025): Advances In Education Journal (Oktober)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to (1) describe the role of Islamic Education teachers in improving students’ discipline in performing prayers at SMP Negeri 22 Makassar, (2) describe the forms of prayer discipline among students at SMP Negeri 22 Makassar, and (3) explain the obstacles faced by Islamic Education teachers in fostering students’ prayer discipline at SMP Negeri 22 Makassar. This study employs a qualitative descriptive method and was conducted at SMP Negeri 22 Makassar, located at Jl. Ir. H. Juanda No. 7, Ujung Pandang Baru, Tallo District, Makassar City, South Sulawesi Province. The research subjects include the school principal, Islamic Education teachers, and students. The research instruments used were observation, interview guidelines, and documentation guidelines. Data analysis techniques consisted of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study show that: (1) The role of Islamic Education teachers in improving students’ prayer discipline involves several aspects: teachers act as guides by inviting and instructing students to participate in religious activities such as daily prayers and recitations of Asmaul Husna; teachers act as role models by demonstrating exemplary attitudes, behaviors, and guidance; and teachers implement habituation practices by organizing scheduled religious activities at school. (2) The forms of students’ prayer discipline at SMP Negeri 22 Makassar are fostered through various approaches, such as performing congregational prayers together and providing direct guidance, which ultimately helps students become more disciplined and develop awareness of performing prayers. This awareness serves as an important foundation for students to build the habit of fulfilling their religious obligations in daily life. (3) The obstacles faced by Islamic Education teachers in promoting students’ prayer discipline include students’ lack of awareness, diverse backgrounds, and limited facilities.
Peranan Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Membiasakan Shalat Berjamaah Bagi Siswa SMA Aksara Bajeng St.Sahwa Mutaqaddima; Abd. Rahman Bahtiar; Sitti Satriani
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 2 (2025): Advances In Education Journal (Oktober)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to (1) describe the practice of habituating congregational prayer at SMA Aksara Bajeng, (2) examine the role of Islamic Education teachers in fostering students’ habit of performing congregational prayer, and (3) identify the supporting factors that contribute to the success of habituating congregational prayer among students. This research employs a field study approach located at Jl. Batang Banoa No. 31, Mata Allo Village, Bajeng District, using a descriptive qualitative method. Data were collected directly from the field through observation, interviews, and documentation. The findings show that (1) the process of habituating congregational prayer at SMA Aksara Bajeng has been implemented well, although some students still lack intrinsic awareness to participate, influenced by family and school environment factors. (2) The role of Islamic Education teachers includes serving as motivators who encourage students to perform congregational prayers consistently, as role models who set examples through knowledge, character, and behavior, as mentors who provide guidance, advice, and direction, and as evaluators who assess both students’ progress and the effectiveness of the learning process. (3) The factors supporting the success of congregational prayer habituation include students’ internal motivation, parental support, adequate prayer facilities, a supportive school environment, and strong collaboration among teachers.