Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM ANAK USIA DINI DI RA ROUDHOTUL QURRO TANJUNGBALAI Syamsu Nahar; Yusnaili Budianti; Rabiatul Adawiyah
Tadrib: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 7 No 2 (2021): Tadrib: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan UIN Raden Fatah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/tadrib.v7i2.10359

Abstract

The implementation of early childhood Islamic education learning at RA Raudhatul Qurro Tanjungbalai is carried out in the form of role playing, and the learning uses story methods, playing methods, singing methods, drawing methods to exemplary methods.This study uses a qualitative method. This data collection technique uses interview, observation and documentation techniques, the data analysis technique uses data reduction, data display and conclusion drawing. The results of this study indicate that; (1) Planning for early childhood Islamic Religious Education learning at Raudhatul Athfal Raudhatul Qurro, namely mastering the memorization of juz 'amma, increasing dexterity in worship practices, being able to sing about the blessings of the Prophet Muhammad. Practicing how to call to prayer at dawn with the call to prayer for Maghrib, design the values of uswatun hasanah, such as educating them (early children of RA Raudhatul Qurro). (2) The implementation consists of two, namely the implementation in the form of methods and materials (3) The evaluation is a daily evaluation in the form of diagnostic tests, formative evaluations and summative evaluations based on their implementation to measure learning outcomes (4) The inhibiting factor is the teacher who teaches at Raudhatul Athfal Raudhatul Qurro Tanjungbalai is 79% and comes from a bachelor's degree in education but not specifically in the field of PGRA or PGMl while the supporting factors are; The existence of the carrying capacity of the learning curriculum that is in line with the talents and interests of early childhood and the Tanjungbalai city government and the Tanjungbalai City ministry of religion support
Implementasi Pendidikan Karakter Pada Siswa di Madrasah Aliyah Rabiatul Adawiyah; Yeny Nasril; Surya Bakti; Amsal Qori Dalimunthe; Hasan Asari
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 3 Agustus (2024): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.937

Abstract

Krisisnya moral peserta didik di jaman sekarang, dimana maraknya geng motor, penyalahgunaan narkoba dan alkohol, pergaulan bebas, tawuran, dan lainnya, sehingga ini memicu untuk melakukan perubahan dan perbaikan dalam system pendidikan agar pendidikan karakter dapat diterapkan oleh peserta didik. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk membentuk karakter peserta didik di MAN 1 Tanjung Morawa. Adapun metodelogi penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif deskriptif dimana peneliti dapat memperoleh pemahaman dan penafsiran mengenai fakta relevan agar dapat memahami pelaksanaan pendidikan karakter peserta didik. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitiannya yaitu 1) karakter siswa di MAN 1 Deli Serdang menunjukkan bahwa siswa-siswa yang ramah dan sopan santun terlihat dari membantu peneliti untuk bertemu dan menunjukkan kantor kepala sekolah, dimana ada tiga karakter yang dominan ditanamkan di MAN 1 Deli Serdang yaitu membiasakan mengucapkan kata tolong, maaf, dan terimakasih, di tambah dengan 3S (senyum, sapa, salam). 2) Dalam bentuk pembinaan yang dilakukan yaitu dengan pembiasaan sholat berjamaah, adanya ekstrakulikuler seperti tilawah, KKD (khursus kader dakwah), dan kaligrafi. 3) kendala pembinaan karakter di MAN 1 Deli Serdang yaitu fasilitas kurang memadai seperti mushollah yang bisa menampung siswa yang banyak saat sholat, keadaan alam seperti hujan jadi saat sholat dilaksanakan di kelas secara bergantian, ada juga siswa yang masih melanggar peraturan sekolah. Namun, solusi yang dilakukan kepala sekolah dengan memanggil dan menasehati siswa yang melanggar aturan sekolah juga dengan memanggil orang tuanya.
Desain Ekstrakurikuler Al-Qur’an Di SMP Pertiwi Medan Arlina Arlina; Rabiatul Adawiyah; Salsabila Syfa Siregar; Alfina Azisi Br Purba; Fadila Hasibuan
Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya Vol. 2 No. 3 (2023): September : Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpbb.v2i3.2004

Abstract

Studying the Qur'an is an obligation for every Muslim, because the Qur'an is the main guideline for Muslims in worship and muamalah. Reading and writing the Qur'an is a lesson that must be taught to students, starting from the elementary school level to the high school level. One way is to hold an extracurricular reading of the Qur'an. This research was conducted to find out how the Al-Qur'an extracurricular design at SMP Pertiwi Medan and its relation to improving students' ability to read the Al-Qur'an. This was done to find out whether the Al-Qur'an extracurricular provision had a significant effect on improving the ability to read and memorize the Al-Qur'an in students who took part in the extracurricular activities at Pertiwi Middle School, Medan. The method used in this study is a qualitative descriptive method, in which the descriptive method is used to describe the conditions in the field as they are. Based on the research conducted, the extracurricular design at SMP Pertiwi Medan is good, with the right methods and real support from the school. So that students who take part in extracurricular activities are on average in the good category, in which in this category students are able to read or memorize the Al-Qur'an properly and in accordance with the rules of tajwid science, even though they are not fully good in terms of sound.
Edmund Husserl Rabiatul Adawiyah; Sukma Mulia; Suwandi Mikail Siagian; Mardhiah Abbas
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/zxv5m527

Abstract

Edmund Husserl dikenal sebagai tokoh yang membangun dasar fenomenologi modern, yaitu cara memahami dunia melalui pengalaman manusia secara langsung. Ia mengkritik pandangan ilmiah yang hanya melihat sesuatu secara objektif tanpa memperhatikan bagaimana manusia mengalaminya. Dengan konsep epoche (menunda penilaian) dan tiga bentuk reduksi: fenomenologis, eidetis, dan‎ transendental. Husserl mengajak kita untuk melihat suatu fenomena apa adanya, hingga menemukan makna terdalam yang hadir dalam kesadaran. Kajian ini disusun melalui studi kepustakaan menggunakan berbagai buku dan tulisan tentang pemikiran Husserl. Hasil kajian menunjukkan bahwa gagasan seperti intensionalitas (kesadaran yang selalu mengarah pada sesuatu), intersubjektivitas (hubungan antar-kesadaran), dan lifeworld (dunia kehidupan sehari-hari) sangat‎ berpengaruh dalam pengembangan filsafat, psikologi, ilmu sosial, dan bidang‎ humaniora lainnya. Walaupun pemikirannya dinilai kurang memberikan ruang bagi‎ aspek ketuhanan, fenomenologi Husserl tetap memberikan kontribusi penting‎ dalam memahami pengalaman manusia secara lebih utuh dan mendalam di era sekarang. ‎
Nilai-Nilai Sosial Filosofis Mangalehen Parompa pada ‎ Masyarakat Adat Angkola di Desa Sibangkua Kec. ‎Angkola Barat Kab. Tapanuli Selatan Rabiatul Adawiyah; Hasnah Nasution; Endang Ekowati
Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jkip.v5i2.2246

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan adat mangalehen parompa, mengkaji nilai-nilai sosial dan filosofis yang terkandung di dalamnya, serta menjelaskan upaya pelestariannya di Desa Sibangkua. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan field research. Data diperoleh melalui wawancara, dokumentasi, dan studi literatur, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adat mangalehen parompa merupakan pemenuhan hutang adat kedua dari pihak mora kepada anak perempuannya yang diwariskan secara turun-temurun. Adat ini menjadi syarat penting dalam kehidupan adat masyarakat dan mengandung nilai-nilai sosial berupa penguatan kekerabatan, solidaritas, dan silaturahmi. Nilai filosofisnya tercermin dalam doa dan harapan yang disimbolkan melalui motif parompa serta unsur indahan mangupa. Pelestarian adat dilakukan melalui pewarisan nilai budaya dan keterlibatan generasi muda dalam setiap pelaksanaan adat. Dengan demikian, adat mangalehen parompa menjadi kearifan lokal yang memperkuat identitas budaya dan hubungan kekerabatan masyarakat Angkola di Desa Sibangkua. This study aims to analyze the implementation of the mangalehen parompa tradition, examine its social and philosophical values, and describe the efforts made to preserve it in Sibangkua Village. This research employed a qualitative method with a field research approach. Data were collected through interviews, documentation, and literature review, and were analyzed using descriptive qualitative techniques involving data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings show that mangalehen parompa is a customary obligation fulfilled by the mora (the wife's family) toward their daughter and has been passed down from generation to generation. The tradition serves as an important requirement in the customary life of the community and embodies social values such as kinship, solidarity, and social cohesion. Its philosophical values are reflected in the prayers and hopes symbolized through the parompa motifs and the elements of indahan mangupa. The preservation of this tradition is carried out through the transmission of cultural values and the active involvement of the younger generation in every customary ceremony. Therefore, mangalehen parompa represents a form of local wisdom that strengthens the cultural identity and kinship of the Angkola community in Sibangkua Village.
Implementasi Program Pembinaan Karakter Religius Anak melalui Kegiatan Keagamaan Berbasis Masyarakat di Desa Lubuk Cemara Kabupaten Serdang Berdagai Irwan Sahputra; Tengku Annisa Saroya; Annisa; Maulup Rampali Simbolon; Rabiatul Adawiyah; Nur Hafizah
Journal of Millennial Community Vol. 8 No. 2 (2026): Journal of Millennial Community - September
Publisher : Universitas Negeri Medan - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/nw55q367

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi program pembinaan karakter religius anak melalui kegiatan keagamaan berbasis masyarakat di Desa Lubuk Cemara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan informan yang terdiri atas ketua pelaksana program, anggota tim pengabdian, tokoh agama, pengurus masjid, orang tua, dan anak-anak peserta yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program dilaksanakan melalui bimbingan belajar Al-Qur'an, hafalan doa dan surah pendek, pembiasaan ibadah, edukasi keagamaan, serta Festival Anak Shaleh. Kegiatan tersebut mampu meningkatkan kemampuan spiritual anak sekaligus menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Keberhasilan program didukung oleh kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, tokoh agama, pengurus masjid, dan orang tua, meskipun masih terdapat kendala berupa keterbatasan waktu, perbedaan kemampuan peserta, dan kehadiran yang belum konsisten.