This Author published in this journals
All Journal Jurnal Dinamis
Muhammad Sabri
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

SIMULASI POMPA SENTRIFUGAL SISTEM DISTILASI DENGAN MENGGUNAKAN COMPUTATIONAL FLUID DYNAMICS (CFD) Abi Awwabin; Ikhwansyah Isranuri; Muhammad Sabri; Tugiman .; Pramio G. Sembiring
Jurnal Dinamis Vol 6, No 4 (2018): DINAMIS
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.933 KB)

Abstract

Kecepatan aliran fluida merupakan faktor penting yang menentukan performa dari sebuah pompa sentrifugal. Kecepatan aliran fluida yang tidak sesuai dengan standar aliran pompa sentrifugal dapat menyebabkan kerusakan dan penurunan  unjuk kerja (performance) dan kerusakan komponen pompa. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati pengaruh perubahan kecepatan aliran fluida terhadap bukaan dengan simulasi, mengetahui Kapasitas terbaik dari pompa yang dioperasikan dengan metode eksperimental melalui simulasi, mengetahui perbandingan kapasitas antara pengujian dengan simulasi, dan mengetahui perbandingan kecepatan aliran fluida pada simulasi dengan kecepatan aliran getaran pada pengujian. Pada penelitian ini, kecepatan aliran fluida pada pompa sentrifugal disimulasikan menggunakan software fluent 15.0 kemudian dibandingkan dengan kecepatan aliran fluida pada pengujian. setelah itu dilakukan juga perbandingan dengan kecepatan getaran, baik itu axial, horizontal dan vertical. Melalui perbandingan ini bisa diamati perbandingan velocity fluida dengan velocity getaran dimana jika berbanding lurus maka dapat ditarik kesimpulan bahwa kecepatan aliran fluida sangat berpengaruh pada besarnya getaran yang terjadi pada pompa sehingga dapat dipastikan berpengaruh juga pada performance pompa. Hasil penelitian ini menunjukkan persen galat terkecil perbandingan antara kecepatan keluar fluida pada pengujian dengan kecepatan keluar fluida pada simulasi adalah 3,93% yaitu pada bukaan 80% dengan kapasitas sebesar 0,002500 m3/s.
DESAIN BENTUK DAN ANALISIS STRUKTUR BATAKO BAHAN KOMPOSIT BUSA BETON (CONCRETE FOAM) TERHADAP BEBAN IMPAK JATUH BEBAS MENGGUNAKAN SOFTWARE ANSYS WORKBENCH 14.5 Eky A. Pinem; Bustami Syam; Muhammad Sabri; Ikhwansyah Isranuri; Syahrul Abda
Jurnal Dinamis Vol 6, No 4 (2018): DINAMIS
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.684 KB)

Abstract

Batako dikenal sebagai salah satu jenis produk yang sering digunakan dalam mendirikan sebuah bangunan yang terbuat dari campuran beberapa material. Jumlah material yang digunakan sangat berpengaruh terhadap kualitas dari batako itu sendiri. Penelitian ini berfokus pada simulasi bentuk profil batako dari material concrete foam yang diperkuat serat TKKS agar diperoleh bentuk yang sesuai dengan standart yang telah dipergunakan.Dari hasil simulasi didapat hasil tegangan maksimum secara berturut pada batako pejal dan batako berlubang adalah 0,14242 MPa dan 0,75011 MPa. Sehingga desain batako paling baik untuk material concrete foam yang diperkuat dengan serat tkks adalah batako pejal atau padat dengan tegangan maksimum sebesar 0,14242 MPa. Dengan membandingkan tegangan yang terjadi pada hasil simulasi dan hasil eksperimental uji impak jatuh bebas sisi bawah pada ketinggian 0,5 m diperoleh tegangan hasil simulasi 0,0035428 MPa dan hasil eksperimental 0,0036 MPa maka diperoleh selisih 0,000572 MPa atau berbeda 1,58%. Pada ketinggian 1 m diperoleh tegangan hasil simulasi 0,006684 dan hasil eksperimental 0,0058 MPa maka diperoleh selisih 0,0058 MPa atau berbeda 15,24%. Dan  pada ketinggian 1,5 m diperoleh tegangan hasil simulasi 0,0084701 MPa dan hasil eksperimental 0,0076 MPa maka diperoleh selisih 0,0008701 MPa atau berbeda 11,44 %.
KAJIAN EKSPERIMENTAL KOEFISIEN SERAP BUNYI PADA MATERIAL ST 37 DENGAN VARIASI TEMPERATUR Erick S.T Manalu; Ikhwansyah Isranuri; Muhammad Sabri; Syahrul Abda; Achmad Husein Siregar
Jurnal Dinamis Vol 6, No 4 (2018): DINAMIS
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.246 KB)

Abstract

Pencapaian lingkungan akustik yang nyaman ini dapat diperoleh dengan menggunakan beragam tehnik. Salah satu tehnik  tersebut adalah dengan menyerap suara. Penelitian ini menunjukkan bagaimana pengaruh temperatur terhadap sifat penyerapan suara dari steel. Sehingga steel ini dapat dijadikan sebagai pembanding material akustik untuk penanggulangan kebisingan. Objek penelitian adalah material ST 37 dengan proses pemanasan hingga suhu tertentu. Pengujian ini dilakukan pada interval temperatur  30°C,40°C dan 50°C dengan pemanas Induksi. Kenaikan temperatur didasari pada temperature ruangan 30°C dan dinaikkan 10°C sampai 50°C. Setiap tingkat temperatur digunakan Material ST 37 sebanyak 3 spesimen untuk memperoleh hasil yang akurat.  Pengujian serap bising ini menggunakan tabung  impedansi dengan metode perbandingan gelombang tegak (ISO 10534-1:1996). Dalam penelitian ini dapat diperoleh nilai koefisien serap bunyi tertinggi diperoleh pada frekuensi menengah sampai tinggi yaitu frekuensi 500 Hz-1500 Hz pada temperatur 30° dan 40°. Nilai koefisien serap bunyi  tertinggi ada pada suhu 30°C sebesar 0,616898 dan terendah pada temperatur 50°C sebesar 0,49586. Semakin tinggi temperatur maka nilai koefisien serap bunyi cenderung semakin rendah
KAJIAN EKSPERIMENTAL KOEFISIEN SERAP BUNYI PADA PADUAN ALUMINIUM - MAGNESIUM 6% DENGAN VARIASI TEMPERATUR Irwan S. Ginting; Ikhwansyah Isranuri; Syahrul Abda; Muhammad Sabri; Pramio G. Sembiring
Jurnal Dinamis Vol 6, No 4 (2018): DINAMIS
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.72 KB)

Abstract

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mereduksi bising adalah dengan penggunaan  material  akustik  yang  bersifat  menyerap  atau  meredam  bunyi sehingga bising yang terjadi dapat direduksi. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai koefisien serap bunyi material akustik dari paduan aluminium - magnesium 6%. Penelitian ini dilakukan pada interval temperature 300C, 400C dan 500C dengan pemanas induksi. Kenaikan temperatur didasari pada temperatur ruangan 300C dan dinaikkan 100C sampai 500C. Setiap temperatur digunakan material paduan aluminium – magnesium 6% sebayak tiga spesimen untuk memperoleh hasil yang akurat. Pengujian serap bunyi ini menggunakan tabung impedansi dengan metode perbandingan gelombang tegak (ISO 10534-1:1996). Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa Nilai koefisien serap bunyi pada interval temperatur dari 300C – 500C cenderung naik, nilai koefisien serap bunyi tertinggi diperoleh pada frekuensi menengah sampai tinggi yaitu 500 Hz dan 1000 Hz pada temperatur 400C dan 500C. Nilai koefisien serap bunyi terbesar dalam percobaan ini adalah 0,4184 yaitu pada temperatur 500C dan 500 Hz, sedangkan yang paling rendah adalah 0,147433 yaitu pada temperatur 300C dan frekuensi 125 Hz.Kenaikan nilai koefisien serap bunyi dengan semakin tingginya temperatur terjadi frekuensi 250 Hz dan 500 Hz.
ANALISA RESPON MEKANIK STRUKTUR BATAKO RINGAN DARI BAHAN KOMPOSIT CONCRETE FOAM DIPERKUAT SERAT TKKS TERHADAP BEBAN IMPAK JATUH BEBAS Randy Brayn; Bustami Syam; Syahrul Abda; Muhammad Sabri; Indra .
Jurnal Dinamis Vol 6, No 4 (2018): DINAMIS
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.007 KB)

Abstract

Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) memiliki nilai untuk direkayasa menjadi material alternatif yang dapat dimanfaatkan dengan alasan masih berlimpahnya bahan baku, mudah diolah menjadi bentuk serat halus, dapat didaur ulang, bebas korosi, tahan dan mampu menyerap suhu panas, serta ekonomis, seperti untuk pembuatan papan partikel. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa respon mekanik produk batako ringan dari bahan concrete foam diperkuat serat tandan kosong kelapa sawit (TKKS) akibat beban impak jatuh bebas. Pembuatan batako ringan menggunakan mortar; semen = 30%, pasir = 45%, air = 15%. Lalu ditambahkan bahan pengembang = 7%. Bahan concrete foam ini diberi penguat matriks berupa serat TKKS = 3%. Dimensi batako ringan 600×200×100 mm. Metode penelitian yang dilakukan adalah metode penelitian eksperimen. Data diperoleh melalui pengujian makrostruktur dan impak jatuh bebas. Hasil pengujian impak jatuh bebas ketinggian 0,5 m tegangan rata-rata 0,0035 MPa , tegangan lentur 8,1 MPa dan energi impak 105 joule terjadi patah. ketinggian 1 m tegangan rata-rata 0,0057 MPa , tegangan lentur  12,9 MPa dan energi impak 524,5 joule terjadi patah. ketinggian 1,5 m tegangan rata-rata 0,0075 MPa , tegangan lentur 16,4 MPa dan energi impak 1118 joule terjadi patah. Rata-rata area porositas pada specimen batako ringan adalah 15.19%.  
ANALISA RESPON MEKANIK GENTENG KOMPOSIT CONCRETE FOAM DIPERKUAT SERAT TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT (TKKS) AKIBAT BEBAN IMPAK JATUH BEBAS Suwandy Winata; Bustami Syam; Muhammad Sabri; Marragi M.; Alfian Hamsi
Jurnal Dinamis Vol 6, No 4 (2018): DINAMIS
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (798.769 KB)

Abstract

Perkembangan industri kelapa sawit dewasa ini semakin pesat. Salah satu hasil industri kelapa sawit yang kerap menjadi limbah adalah Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS). TKKS ini dapat diolah menjadi serat yang akhirnya dapat dimanfaatkan sebagai material engineering. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa mutu fisik dan respon mekanik yang diterima genteng komposit dan genteng komersil akibat beban impak jatuh bebas. Spesmen yang akan di uji berukuran 380 × 235 × 20 mm. kekuatan mekanik material diperoleh dengan cara melakukan pengujian yaitu menggunakan alat uji impak jatuh bebas. Dari hasil analisa mutu fisik, berat genteng dapat direduksi hingga 44,89% dan memiliki berat rata-rata 1,518 kg, rata-rata area porositas pada genteng komposit adalah 55,85%, dan hasil uji rembesan air tidak ditemukan adanya kerusakan struktur dan rembesan air, namun penyerapan air hingga 62%. Pada pengujian impak jatuh bebas diperoleh gaya impak yang diterima genteng komposit pada ketinggian 0,5 m dan 1 m adalah 106,0461 N dan 132,5331 N. Sedangkan pada genteng komersil dengan ketinggian yang sama diperoleh 150,2892 N dan 167,9472 N. Pola kerusakan yang terjadi pada genteng komposit adalah patah matriks namun belum mengalami kegagalan pada serat, sedangkan pada genteng komersil mengalami patah matriks  dan terpisah menjadi beberapa bagian. Perbedaan pola kerusakan ini disebabkan karena genteng komposit memiliki struktur yang berbusa dan memiliki penguat serat yang meredam tegangan yang masuk pada specimen dan membuat sifat genteng menjadi kurang getas daripada genteng komersil. Kata kunci : Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit, Material Engineering, Concrete Foam, Beban Impak Jatuh Bebas, Genteng Komposit.