Wendri Wiratsiwi
Program Strudi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas PGRI Ronggolawe Tuban

Published : 31 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

PENERAPAN NILAI-NILAI PANCASILA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS 5 DI UPT SDN KEBONSARI III TUBAN Khidmah Khilyatus Aurelya; Wendri Wiratsiwi; Sri Rahayu Puji Lestari
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 3 (2025): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i3.4351

Abstract

Penerapan nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan di SDN Kebonsari III telah menjadi fokus utama dalam penelitian ini. Analisis ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas metode pengajaran yang digunakan dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang norma, aturan, hak, dan kewajiban sebagai anggota masyarakat. Dalam penelitian ini, metodologi yang diterapkan mencakup observasi dan analisis data kuantitatif dari hasil asesmen pra dan pasca penerapan metode pengajaran. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam prestasi siswa di setiap tahap implementasi. Temuan utama dari studi ini mengindikasikan bahwa integrasi nilai-nilai Pancasila dalam kegiatan pendidikan secara signifikan meningkatkan kesadaran sosial di kalangan siswa. Dengan pendekatan yang lebih interaktif dan melibatkan siswa secara aktif, diharapkan pemahaman mereka terhadap nilai-nilai Pancasila dapat terinternalisasi dengan baik. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya peran guru dalam menyampaikan materi dengan cara yang menarik dan relevan, sehingga siswa tidak hanya belajar secara teoritis tetapi juga dapat menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Melalui penerapan yang konsisten, diharapkan siswa dapat tumbuh menjadi individu yang memiliki karakter kuat dan bertanggung jawab sebagai warga negara.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DENGAN MODEL PBL PENDEKATAN CRT DI KELAS V SDN KEBONSARI 3 TUBAN Laela Arisatul Husna; Wendri Wiratsiwi; Ngunarti
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 3 (2025): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i3.4352

Abstract

Aktivitas pembelajaran yang kurang berpusat pada latar belakang dan proses pemecahan masalah membuat kegiatan pembelajaran menjadi kurang bermakna bagi peserta didik. Hal ini juga mengakibatkan rendahnya pemahaman peserta didik, salah satunya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran peningkatan hasil belajar Bahasa Indonesia peserta didik melalui penerapkan model Problem Based learning dengan pendekat CRT. Subjek penelitian ini adalah siswa kelasV B SD Negeri Kebonsari 3 Tahun Pelajaran 2024/2025 yang berjumlah 27 peserta didik. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan desain penelitian model Kurt Lewin yang dilakukan sebanyak dua siklus. Penelitian ini terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi lembar observasi dan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam hasil belajar siswa. Pada siklus I, rata-rata nilai siswa adalah 65, sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 85. Persentase ketuntasan belajar juga mengalami peningkatan dari 60% pada siklus I menjadi 90% pada siklus II. Penerapan model PBL terbukti efektif meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem-Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas V SDN Kebonsari 3 Tuban.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPAS MATERI SIKLUS PADA MAKHLUK HIDUP DENGAN PENERAPAN MODEL MASTERY LEARNING PESERTA DIDIK KELAS III UPT SDN KEBONSARI 3 TUBAN Moch Hafid Husain; Wendri Wiratsiwi; Ngunarti
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 3 (2025): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i3.4354

Abstract

Penelitian ini dimotivasi oleh rendahnya hasil belajar yang diamati pada peserta didik selama pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosia. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil ini melalui penerapan model pembelajaran penguasaan. Dilakukan sebagai penelitian aksi kelas selama dua siklus di UPT SD Negeri Kebonsari 3 Tuban, mata pelajaran melibatkan 26 peserta didik kelas III A. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi dan tes formatif. Temuan menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam hasil pembelajaran peserta didik, dengan skor rata-rata meningkat dari 64,04 pada pra-siklus menjadi 65,28 pada siklus pertama, dan mencapai 76,92 pada siklus kedua. Ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran penguasaan secara efektif meningkatkan kinerja peserta didik dalam Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosia, mencapai kriteria keberhasilan lebih dari 75% peserta didik yang memenuhi standar kompetensi minimum (KKM)
PENINGKATAN KUALITAS BELAJAR IPAS SISWA KELAS V DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UPT SD N KEBONSARI III Lina Dwi Trisnawati; Wendri Wiratsiwi; Sri Rahayu Puji lestari
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 3 (2025): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i3.4355

Abstract

Dalam penelitian ini, model pembelajaran berbasis masalah diterapkan pada siswa kelas V UPT SD N Kebonsari III . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan siswa pada mata pelajaran IPAS. Menurut hasil penelitian, hasil pembelajaran IPAS belum maksimal. Hasil studi guru menunjukkan hal ini. Hanya 27% siswa  UPT SD N Kebonsari III yang mampu memenuhi KKM, sedangkan 73% lainnya belum mampu memenuhi KKM yang telak ditentukan. Untuk memulai pembelajaran, model pembelajaran berbasis masalah memaksa siswa untuk menyelesaikan masalah yang ada di dunia nyata. Siswa akan diberi masalah untuk menyelesaikan sebelum mereka mempelajari ide atau materi. Oleh karena itu, siswa dapat mengetahui bahwa mereka membutuhkan pengetahuan baru untuk memecahkan masalah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Problem Based Learning masalah dapat meningkatkan kualitas belajar siswa kelas V UPT SD N Kebonsari III. Siklus II menunjukkan peningkatan prosentasi ketuntasan dari 58% menjadi 82%. Hasilnya adalah bahwa guru harus mencari pendekatan yang tepat untuk materi yang diajarkan kepada siswa. Setelah proses pembelajaran, guru harus selalu melakukan refleksi.
Validitas Media Pop-up Book Digital Pada Materi Keberagaman Budaya Dan Kearifan lokal Barirotun Mahbubah; Sri Cacik; Wendri Wiratsiwi
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i4.7638

Abstract

“Rendahnya hasil belajar dan keterlibatan murid pada pembelajaran IPAS materi keanekaragaman budaya dan kearifan lokal di SDN 03 Sedayulawas disebabkan oleh penggunaan media yang kurang interaktif dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan serta menguji validitas media Pop-Up Book Digital berbasis kearifan lokal pada siswa kelas IV sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Instrumen penelitian berupa angket validasi yang diberikan kepada ahli media, ahli materi, dan ahli bahasa untuk menilai kelayakan produk, yang dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media memperoleh tingkat validitas dari ahli media sebesar 100% dengan kategori sangat valid, ahli materi sebesar 66,7% dengan kategori valid, dan ahli bahasa sebesar 67,5% dengan kategori valid. Berdasarkan hasil validasi secara keseluruhan, media yang dikembangkan dinyatakan layak digunakan dengan revisi kecil. Media yang dikembangkan mampu menyajikan materi secara visual, interaktif, dan kontekstual sesuai karakteristik peserta didik sekolah dasar. Dengan demikian, media Pop-Up Book Digital dinyatakan layak digunakan dalam pembelajaran IPAS dan diharapkan dapat mendukung peningkatan hasil belajar, keterlibatan, dan keaktifan peserta didik dalam memahami keberagaman budaya dan kearifan lokal.
Analisis Kebutuhan Media Pembelajaran Berbasis Petualangan pada Materi Teks Cerita Kelas IV SDN Gedongombo V Fifi Yulia Siswanti; Novialita Angga Wiratama; Wendri Wiratsiwi
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran: Januari - Juni 2026
Publisher : Almeera Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62388/jpdp.v6i1.612

Abstract

This study aims to analyze the need for learning media for fourth-grade elementary school students' narrative texts. This study used a descriptive qualitative approach involving one class teacher and 31 fourth-grade students at SDN Gedongombo V. Data collection techniques used included observation, interviews, and documentation. Data were analyzed using an interactive model developed by Miles and Huberman, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that learning tended to be dominated by lectures and assignments with media limited to textbooks and whiteboards. This condition resulted in students easily getting bored, being less involved in the learning process, and facing difficulties in understanding and writing narrative text messages coherently. Students also showed a higher interest in digital media-based learning and game activities. These findings indicate the need to develop adventure-based learning media that are able to integrate interactive elements, games, and story-based activities to support students' message writing skills more meaningfully.
Analisis Kemampuan Berpikir Logis Siswa Sekolah Dasar Nuriyah; Sri Cacik; Wendri Wiratsiwi
Jurnal Pendidikan Dasar dan Inovasi Pendidikan (JPDIP)) Vol. 1 No. 2 (2026): Januari-Maret
Publisher : Samudra Ilmu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan awal berpikir logis siswa dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini melibatkan17 siswa kelas III sebagai subjek yang mengikuti tes pra. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes dan observasi. Data tersebut dianalisis secara deskriptif dengan cara menghitung rata-rata dan persentase, lalu diperkuat oleh analisis kualitatif untuk menjelaskan kemampuan berpikir logis siswa. Penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor siswa adalah 5,88 dari skor maksimum 15, sehingga kemampuan berpikir logis siswa masih dianggap rendah. Distribusi kemampuan menunjukkan bahwa sebanyak 58,82% siswa berada dalam kategori sedang, 35,29% dalam kategori rendah, dan 5,88% dalam kategori tinggi. Berdasarkan indikator kemampuan berpikir logis, indikator klasifikasi menunjukkan hasil tertinggi, sedangkan indikator penalaran sebab-akibat merupakan aspek yang paling rendah. Temuan tersebut menunjukkan bahwa siswa cenderung lebih mudah memahami konsep yang bersifat nyata atau jelas dari pada melakukan pemikiran logis yang lebih rumit. Oleh sebab itu, dibutuhkan strategi pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan berpikir siswa dengan cara yang mudah dipahami, terutama pada bagian penalaran sebab-akibat yang perlu dikembangkan secara sistematis melalui strategi pembelajaran yang tepat.
Analisis Kebutuhan Media Pembelajaran Kincir Air Penghasil Cahaya Pada Materi Perubahan Energi Di Sekolah Dasar Hema Sintiya Diana Putri; Sri Cacik; Wendri Wiratsiwi
Elementary School: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran ke-SD-an Vol. 13 No. 2 (2026): ELEMENTARY SCHOOL (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Ke-SD-an)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/esjurnal.v13i2.4835

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya tingkat pemahaman siswa terhadap konsep perubahan energi serta belum tersedianya media yang menarik dan inovatif. Pembelajaran yang bersifat abstrak menyebabkan siswa kesulitan memahami konsep secara konkret. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kebutuhan media pembelajaran kincir air penghasil cahaya pada topik perubahan energi di kelas IV sekolah dasar sebagai landasan pengembangan media. Metode Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Subjek penelitian terdiri dari satu guru kelas dan 16 siswa kelas IV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan media pembelajaran hanya bertumpu pada buku teks, siswa membutuhkan media pembelajaran yang mampu membangkitkan antusiasme, mendorong interaksi aktif, dan mampu memberikan pengalaman belajar secara langsung. Tidak hanya itu, guru juga membutuhkan media yang mudah digunakan dan sesuai dengan materi perubahan energi. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa hasil analisis kebutuhan media dapat dijadikan dasar dalam pengembangan media kincir air penghasil cahaya pada tahap selanjutnya guna mendukung pembelajaran materi perubahan energi yang lebih nyata, interaktif, dan bermakna bagi siswa sekolah dasar.
Analisis Kebutuhan Media Papan Roda Putar Pada Materi Kata Depan di dan Awalan di- Untuk Peserta Didik Kelas II Sekolah Dasar Nurun Nazilah; Wendri Wiratsiwi
Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 1 No. 4 (2026): Edisi Juli
Publisher : Samudra Ilmu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kebutuhan pengembangan media papan roda putar pada materi kata depan di dan awalan di- untuk siswa kelas II UPTD SD Negeri Mandirejo. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan dengan memanfaatkan instrumen berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dari penelitian ini ditemukan empat hasil utama: (1) metode ceramah masih paling banyak diterapkan dan penggunaan media visual terhambat oleh terbatasnya fasilitas; (2) kesalahan penulisan yang terus berulang menunjukkan pemahaman konsep siswa yang belum cukup kuat; (3) dari 16 siswa yang hadir, 8 di antaranya belum mencapai nilai KKM dengan rata-rata kelas sebesar 48; dan (4) guru menyambut positif rencana pengembangan media tersebut. Berdasarkan keempat temuan ini, media papan roda putar dinilai layak untuk dikembangkan sebagai alat belajar yang menarik dan sesuai konteks, selaras dengan filosofi Kurikulum Merdeka.
Analisis Kebutuhan Media Video Animasi Berbasis Storytelling pada Pembelajaran Keberagaman Budaya Nusantara Kelas IV Sekolah Dasar Rohmad Khozen Afandi; Saeful Mizan; Wendri Wiratsiwi
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol. 10 No. 3: Juni 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.v10.i3.73877

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan media video animasi berbasis storytelling pada pembelajaran Keberagaman Budaya Nusantara untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV di UPT SDN Gedongombo 1 Semanding. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif-kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara guru, dan angket kebutuhan siswa menggunakan skala Likert. Subjek penelitian adalah satu guru kelas IV dan 25 siswa kelas IV B. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) guru hanya menggunakan buku teks dan papan tulis tanpa media berbasis teknologi; (2) nilai rata-rata siswa masih di bawah KKTP 70; (3) 64% siswa memiliki minat tinggi terhadap pembelajaran budaya daerah; (4) 76% siswa optimis bahwa teknologi dapat meningkatkan kualitas pembelajaran; dan (5) fasilitas teknologi berupa LCD proyektor, laptop, dan WiFi sudah tersedia namun belum dimanfaatkan secara optimal. Disimpulkan bahwa terdapat kebutuhan kuat terhadap pengembangan media video animasi berbasis storytelling yang terintegrasi dengan Kurikulum Merdeka untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran Keberagaman Budaya Nusantara di sekolah dasar.