Wendri Wiratsiwi
Program Strudi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas PGRI Ronggolawe Tuban

Published : 24 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PENERAPAN NILAI-NILAI PANCASILA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS 5 DI UPT SDN KEBONSARI III TUBAN Khidmah Khilyatus Aurelya; Wendri Wiratsiwi; Sri Rahayu Puji Lestari
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 3 (2025): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i3.4351

Abstract

Penerapan nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan di SDN Kebonsari III telah menjadi fokus utama dalam penelitian ini. Analisis ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas metode pengajaran yang digunakan dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang norma, aturan, hak, dan kewajiban sebagai anggota masyarakat. Dalam penelitian ini, metodologi yang diterapkan mencakup observasi dan analisis data kuantitatif dari hasil asesmen pra dan pasca penerapan metode pengajaran. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam prestasi siswa di setiap tahap implementasi. Temuan utama dari studi ini mengindikasikan bahwa integrasi nilai-nilai Pancasila dalam kegiatan pendidikan secara signifikan meningkatkan kesadaran sosial di kalangan siswa. Dengan pendekatan yang lebih interaktif dan melibatkan siswa secara aktif, diharapkan pemahaman mereka terhadap nilai-nilai Pancasila dapat terinternalisasi dengan baik. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya peran guru dalam menyampaikan materi dengan cara yang menarik dan relevan, sehingga siswa tidak hanya belajar secara teoritis tetapi juga dapat menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Melalui penerapan yang konsisten, diharapkan siswa dapat tumbuh menjadi individu yang memiliki karakter kuat dan bertanggung jawab sebagai warga negara.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DENGAN MODEL PBL PENDEKATAN CRT DI KELAS V SDN KEBONSARI 3 TUBAN Laela Arisatul Husna; Wendri Wiratsiwi; Ngunarti
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 3 (2025): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i3.4352

Abstract

Aktivitas pembelajaran yang kurang berpusat pada latar belakang dan proses pemecahan masalah membuat kegiatan pembelajaran menjadi kurang bermakna bagi peserta didik. Hal ini juga mengakibatkan rendahnya pemahaman peserta didik, salah satunya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran peningkatan hasil belajar Bahasa Indonesia peserta didik melalui penerapkan model Problem Based learning dengan pendekat CRT. Subjek penelitian ini adalah siswa kelasV B SD Negeri Kebonsari 3 Tahun Pelajaran 2024/2025 yang berjumlah 27 peserta didik. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan desain penelitian model Kurt Lewin yang dilakukan sebanyak dua siklus. Penelitian ini terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi lembar observasi dan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam hasil belajar siswa. Pada siklus I, rata-rata nilai siswa adalah 65, sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 85. Persentase ketuntasan belajar juga mengalami peningkatan dari 60% pada siklus I menjadi 90% pada siklus II. Penerapan model PBL terbukti efektif meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem-Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas V SDN Kebonsari 3 Tuban.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPAS MATERI SIKLUS PADA MAKHLUK HIDUP DENGAN PENERAPAN MODEL MASTERY LEARNING PESERTA DIDIK KELAS III UPT SDN KEBONSARI 3 TUBAN Moch Hafid Husain; Wendri Wiratsiwi; Ngunarti
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 3 (2025): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i3.4354

Abstract

Penelitian ini dimotivasi oleh rendahnya hasil belajar yang diamati pada peserta didik selama pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosia. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil ini melalui penerapan model pembelajaran penguasaan. Dilakukan sebagai penelitian aksi kelas selama dua siklus di UPT SD Negeri Kebonsari 3 Tuban, mata pelajaran melibatkan 26 peserta didik kelas III A. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi dan tes formatif. Temuan menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam hasil pembelajaran peserta didik, dengan skor rata-rata meningkat dari 64,04 pada pra-siklus menjadi 65,28 pada siklus pertama, dan mencapai 76,92 pada siklus kedua. Ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran penguasaan secara efektif meningkatkan kinerja peserta didik dalam Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosia, mencapai kriteria keberhasilan lebih dari 75% peserta didik yang memenuhi standar kompetensi minimum (KKM)
PENINGKATAN KUALITAS BELAJAR IPAS SISWA KELAS V DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UPT SD N KEBONSARI III Lina Dwi Trisnawati; Wendri Wiratsiwi; Sri Rahayu Puji lestari
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 3 (2025): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i3.4355

Abstract

Dalam penelitian ini, model pembelajaran berbasis masalah diterapkan pada siswa kelas V UPT SD N Kebonsari III . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan siswa pada mata pelajaran IPAS. Menurut hasil penelitian, hasil pembelajaran IPAS belum maksimal. Hasil studi guru menunjukkan hal ini. Hanya 27% siswa  UPT SD N Kebonsari III yang mampu memenuhi KKM, sedangkan 73% lainnya belum mampu memenuhi KKM yang telak ditentukan. Untuk memulai pembelajaran, model pembelajaran berbasis masalah memaksa siswa untuk menyelesaikan masalah yang ada di dunia nyata. Siswa akan diberi masalah untuk menyelesaikan sebelum mereka mempelajari ide atau materi. Oleh karena itu, siswa dapat mengetahui bahwa mereka membutuhkan pengetahuan baru untuk memecahkan masalah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Problem Based Learning masalah dapat meningkatkan kualitas belajar siswa kelas V UPT SD N Kebonsari III. Siklus II menunjukkan peningkatan prosentasi ketuntasan dari 58% menjadi 82%. Hasilnya adalah bahwa guru harus mencari pendekatan yang tepat untuk materi yang diajarkan kepada siswa. Setelah proses pembelajaran, guru harus selalu melakukan refleksi.