Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PEMIKIRAN LUDWIG WITTGENSTEIN TENTANG EKSISTENSI TUHAN Listiana, Anisa
KALAM Vol 6 No 2 (2012)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v6i2.405

Abstract

Tulisan ini mengkaji pemikiran Ludwig Wittgenstein tentang eksistensi Tuhan. Pokok masalah difokuskan pada upaya mengungkap bagaimana seting historis Witgenstein, bagaimana pemikirannya dan implikasi pemikirannya. Kajian ini menggunakan pendekatan historis filosofis, dengan tujuan untuk mengidentifikasi konsep pemikiran Witgenstein tentang eksistensi Tuhan berikut historisitas pemikirannya. Dalam usahanya mengetahui Tuhan, Witgenstein menggunakan pendekatan filsafat bahasa. Witgenstein beranggapan bahwa setiap hal yang dipikirkan harus pula dapat diucapkan. Ketika kita berbicara tentang bahasa sebagai ekspresi pengucapan pikiran, demkian Wittgenstein, maka pembatasan bahasa juga berarti pembatasan pikiran. Dari sini ia kemudian melihat bahwa pengalaman mistik merupakan pengalaman yang hanya dapat ditunjuk dan dialami, tetapi kita tidak bisa berbicara tentangnya karena bahasa kita sendiri juga sifatnya terbatas. Sesuatu yang berbau metafisika, seperti Tuhan menurutnya adalah mistik dan tidak perlu ditafsirkan, karena Tuhan bukanlah obyek fisik yang terbatas, Tuhan bukanlah sebuah nama barang, Tuhan merupakan semangat dan bukan fisik. Pemikiran Witgenstein semacam ini pada gilirannya telah melahirkan aliran positivisme logis.
Menimbang Teologi Kaum Sufi Menurut Al-Qusyairi Dalam Kitab Al-Risalah al-Qusyairiyah Listiana, Anisa
KALAM Vol 7 No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v7i1.441

Abstract

Teologi adalah disiplin yang menyangkut Tuhan (atau Realitas Ilahi) dan hubungan Tuhan dengan dunia. Dunia dan Allah adalah realitas yang berbeda. Dunia merupakan ciptaan sedangkan Allah adalah sang pencipta. Tulisan ini membahas tentang konsep teologi dalam ajaran tasawwuf Imam al-Qusyairi. Tasawuf yang dianut dan diajarkan oleh al-Qusyairi adalah tasawuf yang sejalan dengan ajaran syariat. Dari tulisan-tulisannya terlihat bahwa ia berupaya menyadarkan orang bahwa tasawuf yang benar adalah tasawuf yang bersandarkan pada akidah yang benar dan tidak menyalahi ketentuan syariat, seperti yang dianut oleh para salaf atau Ahl al-Sunnah,. Dalam perspektif al-Qusyairi, pemurnian tauhid sangatlah prinsip dan urgen, karena Islam dibangun di atas kekuatan tauhid, bahkan kekuatan Islam justru terletak pada fondasi tauhid. Apabila tauhid yang dimiliki oleh umat Islam kuat, maka agama Islam menjadi kuat dan tangguh. Tauhid adalah kekayaan yang terbesar yang dimiliki oleh umat Islam, sekaligus sebagai senjata yang ampuh dalam menghadapi berbagai rongrongan hawa nafsu.
The Significance of Application of Religious Studies Courses at PTKIN in Central Java under Development Dialogue and Preaching Listiana, Anisa; Na'im, Abdul Haris; Riyadi, Fuad
KALAM Vol 17 No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/kalam.v17i2.26191

Abstract

This article wants to counter that the study of religions is not intended to make students who study them become apostates, but by studying religions, students are actually more tolerant towards inter-religious communities. This type of research is field research using a phenomenological approach. To obtain data the author used observation, interview and document techniques. This research uses phenomenological analysis. The Problems appear in various forms in this global era is  very complex and multi-dimensional This certainly encourages humanity to return to paying attention to religion in an effort to find solutions to the actual problems faced. The attention seems to have increased significantly, both in the form of ideas, ideas, thoughts and movements. Many people are re-examining and discussing religion as more and more people are increasing their commitment and adherence to religion. Along with that, the field of religious studies is finding its momentum to become the idol of scientists in various fields.
قيمة النحو والصرف في الترجمة في حياة الفكرية المعاصرة Listiana, Anisa
Jurnal Alfazuna : Jurnal Pembelajaran Bahasa Arab dan Kebahasaaraban Vol. 1 No. 1 (2016): December
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa Arab FTK UIN Sunan Ampel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/alfazuna.v1i1.6

Abstract

Translation is a communication activity to understand the existence of another nation with the peculiarities of the language. Arabic is language through which the revelation of Qur'an was revealed. For Arabic, at the initial appearance, science and sharf nahwu intended only as a means of learning to anticipate the spread of language errors. But in its development, nahwu and sharf is a independent discipline that is heavily influenced by Greek philosophy that science is complex and convoluted. This complexity demands for anyone whose background non-Arabs for more in depth to be able to translate and understand the main revelation is revealed through the Arabic language. Arabic and Indonesian are the two languages that were born from two different language families. Of these two languages have similarities and differences. Different characteristics (sui generis) within each language requires precise translation process. Indeed, sometimes there is stiffness in translation. In this context, knowledge of grammar / classification grammatical study of morphemes, words, phrases, sentences so as to form a discourse, other Dalan is very important and the massive benefits in translation. Grammar and other knowledge is a discussion within the discipline nahwu and sharf as a separate science disciplines.