Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Journal of Scientech Research and Development

STUDI PERBANDINGAN PERILAKU GEDUNG STRUKTUR BAJA SISTEM BRESING EKSENTRIS TIPE INVERTED-V DAN SISTEM BRESING KONSENTRIS TIPE-X TERHADAP BEBAN GEMPA Mohammad Rosul Zainuddin Malik; Bantot Sutriono
Journal of Scientech Research and Development Vol 5 No 2 (2023): JSRD, December 2023
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jsrd.v5i2.247

Abstract

Bangunan dengan desain vertikal, seperti apartemen, hotel, dan perkantoran memiliki risiko terhadap kerusakan akibat gempa bumi yang lebih tinggi dibandingkan bangunan lainya. Hal ini disebabkan besarnya simpangan lateral yang diakibatkan oleh beban gempa berbanding lurus dengan tinggi bangunan. Adapun salah satu solusinya mengatasi simpangan adalah dengan menambahkan pengaku lateral yang sifatnya menambah pengaku lateral dan bahkan mampu membuat bangunan lebih efisien, secara berat dan kinerja strukturnya. Bresing baja merupakan pengaku lateral yang sangat baik dengan penambahan berat struktur yang minim. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan periode, simpangan antar lantai, level kinerja dan volume dari struktur baja dengan pengaku lateral bresing eksentris tipe inverted-V dan bresing konsentris tipe X dengan studi kasus pada gedung apartement 15 lantai Proyek Gunawangsa Jl.Veteran - Gresik, dimensi bangunan 39,1m x12,2m dengan tinggi total 42,7m. Dari hasil penelitian di dapatkan periode SRBK tipe X memiliki periode terkecil yaitu 1,649 detik, sedangkan SRBE Inverted-V sebesar 1,71 detik. Hasil simpangan antar lantai SRBE Inverted-V sebesar 6.4mm pada arah X dan 10,8mm pada arah Y yang mana lebih kecil dari hasil SRBK tipe X sebesar 9,7mm arah X dan 15,3mm arah Y dengan selisih 34,02% pada arah X dan 29,41% pada arah Y. Level kinerja struktur SRBE Inverted-V dan SRBK tipe X sama baik yaitu masuk kategori IO (Immediate Occupancy) di arah X dan LS (Life Safety) di arah Y yang mana drift maksimum yang terjadi berada direntang 0,5% - 1,5%. Berat struktur pada struktur SRBK Tipe-X adalah 10104830,8 yang mana 0,18% lebih berat dari SRBE Inverted-V sebesar 10086300 kg.
PENGARUH PENGGUNAAN BATU KAPUR DARI BANGKALAN MADURA SEBAGAI SUBTITUSI AGREGAT KASAR TERHADAP NILAI SLUMP BETON Hilda Agnes Janwarin; Bantot Sutriono; Nurul Rochmah
Journal of Scientech Research and Development Vol 6 No 1 (2024): JSRD, June 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jsrd.v6i1.348

Abstract

Kabupaten Bangkalan mempunyai potensi mineral pertambangan yang cukup besar, salah satunya adalah potensi mineral tambang berbasis karbonat yaitu batu kapur (limestone). Batu kapur biasanya digunakan warga lokal sebagai agregat kasar untuk beton, kapur urug lapisan jalan dan kadang dijual ke daerah lain. Agregat kasar merupakan salah satu komponen utama campuran beton dan kualitasnya sangat mempengruhi sifat-sifat beton, untuk membuat campuran beton, agregat kasar yang digunakan harus memenuhi beberapa syarat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penggunaan batu kapur dari Bangkalan, Madura sebagai subtitusi agregat kasar terhadap nilai slump pada beton. Presentase penambahan batu kapur yang digunakan berbeda-beda diantaranya 0%, 25%, 50%, 75% dan 100% dari perhitunga kebutuhan agregat kasar. Dari hasil pengujian diperoleh, nilai slump pada beton di setiap presentase penambahan batu kapur masuk dalam slump yang direncanakan untuk pekerjaan pembetonan plat (lantai), balok, kolom dan dinding. Presentase penambahan batu kapur yang memenuhi nilai slump 100 mm adalah presentase 100% dan nilai slump optimal yang diperoleh yaitu 10,5 cm pada presentase penambahan batu kapur 25%.
PENILAIAN KEKUATAN DAN KINERJA PADA GEDUNG PERKANTORAN AMP 8 LANTAI TERHADAP BEBAN GEMPA SNI 1726-2019 Madya Emerald Purnamasari; Bantot Sutriono
Journal of Scientech Research and Development Vol 6 No 1 (2024): JSRD, June 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jsrd.v6i1.356

Abstract

Dalam pembangunan gedung terdapat kerumitan dan risiko yang terlibat sehingga memerlukan analisa struktural yang cermat untuk memastikan keamanan gedung tersebut terhadap gempa bumi. Hal ini dilakukan untuk memahami respon dari struktur suatu bangunan, termasuk kekuatan suatu bangunan, kinerja keseluruhan gedung. Penelitian dilakukan pada pembangunan gedung Perkantoran AMP yang memiliki delapan lantai dengan satu lantai basement di wilayah Surabaya dengan menggunakan struktur beton bertulang. Perencanaan gedung Perkantoran AMP sudah direncanakan menggunakan peraturan terbaru yaitu SNI 03-1726:2019. Pada penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kekuatan dan kinerja struktur gedung menggunakan program SAP2000 v22 dan peraturan gempa Indonesia yaitu SNI 1726:2019 untuk menganalisa tulangan penampang seperti geser, lentur, dan torsi pada struktur balok serta kolom. Analisis dilakukan menggunakan pushover analysis dan menggunakan metode perpindahan ATC-40. Hasil analisa peneliti menunjukkan bahwa kondisi gedung memenuhi syarat berdasarkan peraturan SNI 1726:2019. Story drift pada hasil semua tingkat maksimum mendapatkan hasil lebih kecil dari drift ijin sehingga memenuhi persyaratan. Hasil dari level kinerja gedung berdasarkan ATC-40 masuk dalam kategotri Immediate Occupancy (IO) yang berarti tidak ada kerusakan gedung yang berarti dan gedung dapat difungsikan kembali
PENGARUH SERBUK LIMBAH CANGKANG KERANG DARAH SEBAGAI BAHAN SUBTITUSI SEMEN PADA KUAT TEKAN MORTAR Moch. Ubaidillah Fatra Alrozzaqi; Retno Trimurtiningrum; Nurul Rochmah; Bantot Sutriono
Journal of Scientech Research and Development Vol 6 No 1 (2024): JSRD, June 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jsrd.v6i1.385

Abstract

Keanekaragaman hewan laut di Indonesia sangat besar, dan banyak di antaranya telah dimanfaatkan oleh manusia. Namun, beberapa sisa hewan laut masih jarang diketahui potensinya. Salah satu contohnya adalah cangkang kerang darah yang banyak ditemukan di sepanjang pesisir pantai. Padahal, cangkang kerang darah memiliki banyak potensi tersembunyi di berbagai bidang. Salah satu aspek menarik dari cangkang kerang darah adalah komposisi kimia dan struktur mikronya. Kerang darah memiliki lapisan - lapisan yang mengandung kalsium karbonat yang berada menyelimuti seluruh cangkangnya dan berfungsi sebagai sistem pertahanan dari pemangsa di alam liar. Kandungan kalsium yang dominan dalam cangkang ini berperan penting dalam proses hidrasi semen, membantu pembentukan kekuatan awal, dan meningkatkan pengikatan antar partikel beton. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan kerang jenis Anadara Granosa (Kerang Darah) dengan variasi persentase substitusi semen sebesar 0%, 5%, 7,5%, 10%, dan 12,5%, dengan harapan bahwa variasi ini dapat mengoptimalkan kinerja kuat tekan pada mortar.