Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

SCHOLARSHIP AND ACTIVISM TOWARD VIOLENCE AGAINST WOMEN Hasyim, Nur
Teosofia: Indonesian Journal of Islamic Mysticism Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Humaniora - UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/tos.v6i1.1700

Abstract

This paper discusses on the relationship between scholarship and activism and argues that one is an integral part of another. Scholarship provides an analytical framework and guidance for activism in understanding the social injustice and oppression. It also help activism to develop strategies to address the problem. At the same time, activism provides a valid evidence and data from which theories are generated. Based on the author study on the movement to end violence against women, this paper indicates two types of relationship between scholarship and activism; first, direct connection in which the paper presents some examples of activismagainst violence against women in the world that are carried out by scholars. Second, indirect connection where the paper presents some scholarly works that are influential for anti-violence against women activism. 
Menyoal Pemulihan Anak Korban Kekerasan di Indonesia Hasyim, Nur
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 9, No 2 (2016): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v9i2.2049

Abstract

Kekerasan terhadap anak menjadi salah satu masalah serius yang dihadapi Indonesia saat ini yang menuntut langkah-langkah terstruktur untuk mencegahnya. Perlindungan anak dari tindak kekerasan sangat penting karena menyangkut masa depan bangsa ini sekaligus merupakan tanggungjawab negara sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar 1945 dan instrumen hak asasi manusia internasional khususnya Konvensi Hak Anak yang telah diratifikasi oleh pemerintah Indonesia. Paper ini menilai pemulihan adalah hak bagi anak korban kekerasan dan negara melalui pemerintah berkewajiban untuk melakukan dan mengupayakan hasil pemenuhan hak pemulihan tersebut. Patut dihargai bahwa pemerintah telah melakukan langkah-langkah legislasi serta membangun mekanisme pemulihan dengan membangun lembaga-lambaga penyedia layanan untuk anak korban kekerasan, namun berbagai tantangan masih harus dihadapi oleh pemerintah dan berbagai pihak yang terkait dengan penyelenggaraan pemulihan ini. Paper ini mengidentifikasi tantangan-tantangan sekaligus menawarkan rekomendasi yang harus dilakukan oleh berbagai pihak terkait pemulihan untuk anak korban kekerasan di Indonesia. 
Kajian Maskulinitas dan Masa Depan Kajian Gender dan Pembangunan di Indonesia Hasyim, Nur
JSW: Jurnal Sosiologi Walisongo Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jsw.2017.1.1.1938

Abstract

This paper argues that men and masculinity studies influence the direction of gender studies and development in Indonesia. Through literature review and participatory observation, the author as a male activist that engage in advocating gender justice and gender based violence prevention for more that fiveteen years presents five indications that support the thesis. Among those indications are; first, the growing of men and masculinity studies in Indonesia. Second, transformation of Pusat Studi Wanita (Center for Women Studies) into Pusat Studi Gender dan Anak (Center for Research on Gender and Children). Third, the growing of men movement for gender justice. Forth, the growing of research on men and masculinity in Muslim society. This paper also argues that study on masculinity and Islam is challenging field since very few scholars who explored this issue. Moreover this paper points out that research on masculinity and Islam will contribute to the development of global discourse on masculinity. 
Kehidupan Gay dalam Perspektif Interaksionisme Simbolik Bayu Irawati RM; Nur Hasyim
JSW (Jurnal Sosiologi Walisongo) Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jsw.2019.3.2.3880

Abstract

This study aims to explore gay life in Palembang using a symbolic interactionism perspective. The research applies a symbolic interactionism method to understand the behavior and social interaction of gays in their daily lives. Primary data is obtained through participatory observation and direct interviews using interview guidelines. While secondary data is gathered from many articles about homosexuals such as gay, lesbian, or LGBT. The results showed that first, gays have their own symbols both gesture and other communication types in their social lives such as in family life, intimate relationship, friendship, workplace, and in their neighborhood life. Second, gays define their sexual orientation as natural and consider themselves different from transsexuals since they do not transform their masculine identities.
LAKI-LAKI SEBAGAI SEKUTU GERAKAN PEREMPUAN Nur Hasyim
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 12, No 1 (2016): Oktober 2016
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.233 KB) | DOI: 10.21580/sa.v12i1.1469

Abstract

Paper ini mengkaji tentang laki-laki yang menjadi sekutu bagi gerakan perempuan. Melalui proses sensitisasi atau penyadaran, laki-laki se­bagai kelompok dominan dalam penindasan atas dasar jenis kelamin dapat memiliki kesadaran feminis atau menjadi bagian dari per­juangan perempuan dalam menghapus ketidakadilan berbasis gender. Namun demikian, posisi laki-laki dalam gerakan perempuan problematis karena privilese dan kekuasaan yang melekat kepada laki-laki sementara keterlibatan mereka dalam gerakan perempuan adalah untuk mendorong laki-laki berhenti menikmati privilese dan kekuasaan sendiri dan selanjutnya mendorong laki-laki untuk mau berbagi privilese dan kekuasaan dengan perempuan. Paper ini meng­upas arah gerakan laki-laki sebagai sekutu gerakan perempuan untuk memastikan bahwa gerakan laki-laki pro-feminis ini benar-benar untuk pencapaian keadilan yang hakiki yakni untuk pencapaian ke­adilan bagi laki-laki dan perempuan dan bukan untuk menciptakan dominasi baru laki-laki dalam ruang-ruang politik perempuan.