Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Potensi Penerapan Ecodrainage di Desa Sumberejo Kecamatan Pakal Kota Surabaya Hudhiyantoro Hudhiyantoro; Faradlillah Saves; Masca Indra
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 5, No 1: Maret 2019
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v5i1.10

Abstract

ABSTRAKKota Surabaya berkembang sangat pesat, seiring perkembangan tersebut tentu didukung dengan perkembangan infrastruktur air. Akibat pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi dan kurangnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan, sehingga kerap kali terjadi banjir.Dalam penelitian ini peneliti mencoba menerapkan sistem ecodrainage di salah satu desa yang ada di Surabaya yaitu Desa Sumberejo Kecamatan Pakal, dimana yang notabene di desa tersebut kerap terjadi banjir. Tahap awal adalah survei lapangan guna mencari informasi faktual tentang banjir setempat. Langkah selanjutnya melakukan pengolahan data yaitu dengan menganalisis data curah hujan yang kemudian didapatkan curah hujan rancangan dan kemudian dirunning menggunakan software EPA SWMM 5.1. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh saluran eksisting tidak dapat menampung debit rencana. Sehingga diperlukan sumur resapan untuk menanggulangi banjir. Sumur resapan direncanakan setinggi 2,9125 m dengan jari-jari sumur 0,5 m. Dengan adanya sumur resapan maka debit rencana dapat tertampung 100%.Kata kunci: saluran drainase, EPA SWMM 5.1, sistem ecodrainage ABSTRACTSurabaya develops very rapidly, as the development of course supported the development water infrastructure.Due to the higher growth of population and the lack of public awareness on the importance of protecting the environment, so it often time there was a flood.In this research researchers tried to apply ecodrainage system in one village that is in surabaya which is a village Sumberejo Sub-district Pakal, where the service provider claimed in the village floods the.The initial stage is field surveys in order to look for factual information about local flood .The next step process data that is by analyzing of precipitation data which are then obtained rainfall dirunning uses software design and then the final stage of the SWMM 5.1.Based on the research done the existing obtained can not accommodate discharge plan.Leading to the need for wells to cope with the flood.Wells planned as high as 2.9125 m with radius of wells 0.5 m with the wells and discharge plan could be accommodated 100%.Keywords: drainage, EPA SWMM 5.1, ecodrainage system
PENERAPAN ECODRAINAGE MELALUI BIOPORI DI JALAN DUKUH KUPANG SURABAYA Faradlillah Saves
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 2 (2021): Pawon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/pawon.v5i2.3468

Abstract

Jalan Raya Dukuh Kupang Barat, Kota Surabaya merupakan salah satu daerah yang padat penduduk. Hal ini tentu berpengaruh pada berkurangnya ruang terbuka hijau sehingga menyebabkan banjir. Dalam penelitian ini peneliti mencoba menerapkan sistem ecodrainage melalui pembuatan resapan biopori di lokasi penelitian untuk menanggulangi permasalahan tersebut. Tahap awal adalah survey lapangan guna mendapatkan informasi faktual terkait banjir setempat. Langkah selanjutnya melakukan analisis hidrologi dan hidrolika. Selanjutnya menerapkan sistem ecodrainage melalui resapan biopori dengan melakukan tes laju infiltrasi dan analisa Lubang Resapan Biopori (LRB) terlebih dahulu pada saluran yang tidak dapat menampung debit air. Hal ini bertujuan agar penerapan Lubang Resapan Biopori berjalan efektif untuk mengatasi banjir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 2 saluran eksisting yang tidak dapat menampung debit banjir yaitu pada saluran 2 dan saluran 3. Jumlah Lubang Resapan Biopori yang dapat diterapkan berdasarkan analisis adalah 3107 buah pada area saluran 2 dengan luas 10.01 Ha dan 1273 buah pada area saluran 3 dengan luas 5.40 Ha.
PEMETAAN SARANA DAN PRASARANA DI LOKASI KAMPUNG WISATA BUNGA BANYU URIP Retno Trimurtiningrum; Faradlillah Saves
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 2 (2022): PAWON: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/pawon.v6i2.4088

Abstract

Kabupaten Gresik terletak di provinsi Jawa Timur, Pulau Jawa serta terkenal dengan potensi wisata alam dan wisata religi. Saat ini, Kabupaten Gresik sedang berupaya untuk mengembangkan potensi wisata bunga dan tanaman hias. Salah satu wilayah di Kabupaten Gresik yang memiliki potensi dalam bidang tersebut adalah Desa Banyuurip, Kecamatan Kedamean. Penduduk Desa Banyuurip sebagian besar merupakan petani dan pedagang bunga. Banyak penduduk yang berjualan bunga dan tanaman hias di depan rumah maupun sekitar kawasan Banyuurip, kenamekaragaman bunga dan tanaman hias menjadi daya tarik wisata tersendiri bagi Kawasan tersebut. Selain daya tarik, sarana dan prasarana kawasan kampung wisata bunga juga perlu untuk diperhatikan dalam pengembangan kampung wisata. Dalam penelitian ini dilakukan analisis kondisi eksisting sarana dan prasarana serta pemetaan sebaran sarana dan prasarana menggunakan sistem informasi geografis. Dari hasil penelitian, di Kawasan kampung wisata sudah terdapat beberapa sarana dan prasarana yang cukup memadai seperti fasilitas peribadatan (masjid/mushollah), fasilitas rumah makan (café), fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan, penunjuk jalan, akses jalan, listrik, penerangan jalan serta jaringan telekomunikasi.
ANALISIS KEMACETAN ARUS LALU LINTAS DI RUAS JALAN RAYA JATI – CEMENG KALANG KABUPATEN SIDOARJO Diakbar Mushawir; Herry Widhiarto; Faradlillah Saves
Journal of Scientech Research and Development Vol 6 No 1 (2024): JSRD, June 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jsrd.v6i1.344

Abstract

Jalan Raya Jati – Cemeng Kalang Sidoarjo, Jawa Timur merupakan Jalan Arteri primer yang termasuk dalam wilayah Kabupaten Sidoarjo. Kemacetan di Ruas jalan Raya Jati – Cemeng Kalang, Sidoarjo Jawa Timur sudah lama Menjadi masalah bagi pengendara kendaraan bermotor. Kemacetan Jalan Raya Jati – Cemeng Kalang disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu perbandingan Jumlah kendaraan dengan ruas jalan yang tersedia tidak seimbang, jumlah Kendaraan pribadi yang terus meningkat, parkir liar, kurang maksimalnya Penggunaan transportasi umum, jalan Raya Jati – Cemeng Kalang ini memiliki Type ruas 2/2UD.Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis besar Volume kendaraan pada Jalan Raya Jati –Cemengkalang pada jam puncak pagi hari dan sore hari. Metode penelitian yang digunakan adalah metode observasi daln manuall count agar memperoleh data – data dari pengalmaltaln secalral langsung dan melakukan pengolahan data sesuai dengan PKJI 2014. Volume lalu lintas di Jalan Raya Jati – Cemengkalang paling padat pada jam puncak pagi hari terjadi pukul 07.00 – 08.00 WIB dengan total 6030.3 skr/jam, sedangkan volume lalu lintas paling padat pada jam puncak sore hari terjadi pukul 17.00 – 18.00 WIB dengan total 6112.3 skr/jam.
EVALUASI EFISIENSI DAN PERCEPATAN PROYEK MENGGUNAKAN METODE FAST TRACK PADA PEKERJAAN FLEXIBLE PAVEMENT JALAN KOLEKTOR SURABAYA Adi Prasetya; Faradlillah Saves; Putri Suci Mawariza
Journal of Scientech Research and Development Vol 6 No 1 (2024): JSRD, June 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jsrd.v6i1.347

Abstract

Manajemen kegiatan konstruksi selalu melibatkan perencaaan, penentuan jadwal konstruksi dan pengendalian. Meskipun penjadwalan telah disusun, namun pada praktiknya di lapangan masih sering timbul masalah dalam pelaksanaan proses konstruksi yaitu seringnya terjadi keterlambatan penyelesaian proyek. Pada proyek pekerjaan flexible pavement jalan kolektor surabaya, terjadi keterlambatan pekerjaan dari base schedule yang disebabkan oleh beberapa faktor seperti kondisi lalu lintas yang padat, pembatasan jam kerja oleh pemerintah, dan kebijakan kota terkait pemeliharaan mobilitas masyarakat dapat menjadi penyebab utama keterlambatan proyek ini. Penerapan metode fast track dapat menjadi solusi untuk mengatasi kendala-kendala yang dihadapi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh metode fast track pada proyek flexible pavement jalan kolektor surabaya. Metode fast track dipilih karena metode ini merupakan percepatan dengan cara melakukan tumpang tindih pekerjaan secara bersamaan sehingga menghasilkan waktu penyelesaian lebih cepat dari waktu penjadwalan. Dari penelitian ini akan didapatkan selisih durasi pekerjaan yang dibutuhkan sebelum percepatan dan setelah percepatan waktu pelaksanaan proyek.
ANALISIS KEPUASAN MASYARAKAT TERHADAP LAHAN PARKIR DI PASAR MODERN CITRALAND SURABAYA Aam Jowo Restu Aji; Herry Widhiarto; Faradlillah Saves
Journal of Scientech Research and Development Vol 6 No 1 (2024): JSRD, June 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jsrd.v6i1.377

Abstract

Lahan parkir pasar sebagai fasilitas area dimana dimulai dan berhentinya kendaraan. Penelitian ini melakukan studi pada area lahan parkir di pasar Modern Citraland Surabaya. Permasalahan yang ditemukan pada area lahan parkir tersebut adalah overloadnya kendaraan yang parkir di area tersebut. Sehingga menyebabkan ketidakpuasan pada masyarakat yang melintas maupun berkunjung di pasar tersebut. Salah satu upaya mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menganalisa kepuasan masyarakat terhadap lahan parkir di pasar Modern Citraland Surabaya. Penelitian mengolah data observasi, dokumentasi, dan penyebaran kuisioner. Penyebaran kuisioner sangat dibutuhkan untuk pengujian validitas dan reliabilitas data sample penilaian masyarakat. Ada 22 item pertanyaan dalam kuisioner yang diuji peneliti. Dalam penyebaran kuisioner ada 84 responden dan terdapat 30 sampel yang layak diuji. Hal itu berdasarkan data karakteristik responden. Setelah mengolah kevalidtan dari data sample peneliti melanjutkan analisa dengan metode IPA. Hasil dari metode IPA adalah terdapatnya tingkat kepuasan masyarakat (X ̅=2.56) yang lebih kecil daripada nilai harapan (Y ̅=3.77) terhadap lahan parkir pasar Modern Citraland Surabaya. Penelitian ini juga membuat diagram kartesius yang dimana tiap item kuisioner berada di kuadran yang berbeda. Terdapat 4 kuadran pada diagram kartesius. kuadran 1 merupakan nilai harapan yang tinggi namun kepuasan masyarakat terhadap lahan parkir di nilai kurang. Kuadran 2 nilai harapan yang tinggi dan kepuasan masyarakat terhadap lahan parkir di nilai sudah sesuai. Kuadran 3 merupakan nilai harapan yang rendah dan kepuasan masyarakat terhadap lahan parkir juga kurang. Kuadran 4 merupakan nilai harapan yang rendah namun kepuasan masyarakat terhadap lahan parkir di nilai baik.
Perencanaan Pola Tanam berdasarkan Analisis Kebutuhan Air Tanaman dan Ketersediaan Air Irigasi Tyasa, Rizal Bayu; Faradlillah Saves
Jurnal Sains dan Teknologi (JSIT) Vol. 5 No. 3 (2025): September-Desember
Publisher : CV. Information Technology Training Center - Indonesia (ITTC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jsit.v5i3.3738

Abstract

Indonesia, as a country heavily dependent on the agricultural sector, faces significant challenges regarding water availability, especially during prolonged dry seasons. The mismatch between crop water requirements and available irrigation water often leads to reduced agricultural productivity, particularly in areas with limited irrigation systems, such as the Wilangan Irrigation Area (DI) in Ponorogo Regency. This study aims to design an optimal cropping pattern by balancing crop water requirements and irrigation water availability in the DI Wilangan, Ponorogo Regency. The study aims to provide an efficient solution for irrigation management and cropping pattern planning. The method used in this study is a quantitative analysis utilizing hydrological and climatological data from 2014 to 2024. Water availability is calculated using the F.J. Mock method, while crop water requirements are estimated using the FAO Penman-Monteith method to determine reference evapotranspiration (ETo) and net irrigation demand. The results show that the PTT IV cropping pattern alternative, with a paddy-paddy-secondary crop pattern starting in the second period of December, results in the lowest water demand of 5.447 lt/second or equivalent to 0.0054 m³/second. The dependable discharge during this period reached 0.071308790 m³/s, ensuring that irrigation water needs can be fully met without deficit. Therefore, the PTT IV cropping pattern is recommended as the most efficient and sustainable option for irrigation water use in the area.