Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGARUH JUMLAH TEPUNG DAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP KARAKTERISTIK DODOL MANGGA HARUM MANIS Luh Suriati; I Putu Candra; Gede Hendra Wiguna
WICAKSANA: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wicaksana.2.2.2018.48-59

Abstract

Dodol merupakan satu produk olahan hasil pertanian yang termasuk dalam jenis pangan semi basah yang sudah banyak dikenal, dalam proses penbuatan, terdiri dari campuran tepung, gula, dan santan. Dodol juga dapat dibuat dari buah-buahan, salah satunya adalah mangga. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan antara tepung ketan dan buah mangga yang dapat digunakan dan lama penyimpanan yang baik serta pengaruh interaksi dari kedua perlakuan tersebut agar menghasilkan dodol mangga dengan karakteristik yang baik dan umur simpan yang lama. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial dengan rancangan dasar Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial dengan dua faktor. Faktor I adalah perbandingan mangga dan tepung ketan yang terdiri dari empat level yaitu : M1 (500 g : 500 g), M2 (600 g : 400 g), dan M3 (700 g : 300 g), sedangkan Faktor II adalah lama penyimpanan yang terdiri dari 4 level yaitu : L1 (satu minggu), L2 (dua minggu), L3 (tiga minggu), L4 (empat minggu). Masing-masing kombinasi perlakuan diulang sebanyak 2 kali sehingga diperoleh 24 unit sampel. Hasilnya diuji dengan sidik ragam dan menggunakan BNT. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa dodol mangga yang mempunyai karakteristik terbaik dari pengamatan obyektif dan subyektif diperoleh pada perlakuan perbandingan mangga dan tepung 700 g : 300 g. Karakteristik subyektif meliputi kadar air (36,1860), kadar gula reduksi (10,5445), pH (6,0), dan aW (0,92). Analisis subyektifnya semua parameter menunjukkan tingkat kesukaan tertinggi juga pada perlakuan perbandingan mangga dan tepung 700 g : 300 g dimana skor tertinggi penerimaan keseluruhan yaitu 5,91 (suka sampai sangat suka). Kata kunci : dodol mangga, Mangifera indica L, tepung ketan
Chemical and Microbiological Aspects of Meatballs in Tabanan City, Bali I Made Griya Adi Parta; Ni Made Ayu Suardani Singapurwa; I Putu Candra
SEAS (Sustainable Environment Agricultural Science) Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/seas.3.1.1328.30-34

Abstract

This study aims to determine the safety of meatball circulating in Tabanan city in terms of chemical aspects and microbiological aspects referring to the Indonesian National Standard 3818: 2014 concerning bakso (meatball). This research was conducted at the Agriculture Laboratory of the Faculty of Agriculture, Universitas Warmadewa and Denpasar Veterinary Center. This research is an exploratory study that uses experimental design in a laboratory with descriptive analytics. The aspects analyzed were chemical aspects including borax, formalin and microbiological aspects including Escherichia coli and Total Plate Count (TPC). Based on the results of a survey of the number of bakso traders in Tabanan City, 27 traders from 27 traders were taken as many as 14 samples. The test results showed no positive results on borax and formalin testing while the identification of Escherichia coli contamination obtained an MPN value of
Analysis of Acesulfame K Sweetener on Elementary School Student’s Snacks in South Denpasar Sub-district I Dewa Ayu Ketut Yunantariningsih; Ni Made Ayu Suardani Singapurwa; I Wayan Sudiarta; I Nyoman Rudianta; I Putu Candra
SEAS (Sustainable Environment Agricultural Science) Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/seas.3.1.1329.1-6

Abstract

This study aims to determine the content and levels of Acesulfame K sweetener in unmarked beverages without labels prepared and sold by elementary school canteens in South Denpasar subdistrict. This research is a type of descriptive research that uses survey methods with simple random sampling techniques and experiments in the laboratory. The number of primary schools in South Denpasar District is 72 schools. The population in this study were 145 types of unmarked beverages without labels that were prepared and sold by elementary school canteens in South Denpasar District. The number of samples sampled are 110 samples from 145 existing populations. The parameters of artificial sweetener in this research were Acesulfame K which was tested by HPLC. The research data are presented in tables, graphs and analyzed descriptively. The results showed that of 110 samples containing 49 acesulfam K samples (44.55%) and acesulfam K levels all samples met the requirements in accordance with the maximum allowable limit referring to the Head of POM (National Agency of Drug and Food Control) RI Regulation Number 4 of 2014.
Pengemasan dan Strategi Pemasaran Produk Pangan di Desa Sulangai A.A. Made Semariyani; I Wayan Sudiarta; I Nyoman Rudianta; I Putu Candra; I Gede Pasek Mangku; Luh Suriati; Ni Made Ayu Suardani Singapurwa
Community Service Journal (CSJ) Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/csj.2.1.2019.23-28

Abstract

Kegiatan PKM Pengemasan dan Strategi Pemasaran Produk Pangan dilaksanakan di Desa Sulangai, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung. Pelatihan diberikan pada Ibu-ibu PKK Desa Sulangai. Tujuan yang ingin dicapai yaitu untuk memberikan teknologi pengemasan dan strategi pemasaran produk pangan yang telah diproduksi oleh ibu-ibu PKK desa Sulangai (jamu kunyit, jamu sirih, Virgin Coconut Oil (VCO), manisan tomat, minyak tandusan, jajanan tradisional dan lain-lain). Pada saat pelatihan diberikan pengetahuan mengenai kewirausahaan, managemen usaha, sanitasi dan higiene proses produksi, pengemasan, dan pemasaran, sehingga peserta pelatihan mampu mengelola usaha yang dibuat dengan baik. Metode yang dilakukan dalam pelaksanaan pelatihan ini adalah dengan metoda wawancara, tatap muka, penyuluhan dan praktek secara langsung. Kegiatan dilakukan bertahap yaitu: Pertama, diadakan penyuluhan mengenai teknologi pengemasan produk pangan, dan penyuluhan Kewirausahaan, managemen usaha dan pemasaran. Kedua, dilakukan pelatihan/ praktek langsung mengemas hasil olahan pangan khususnya VCO, dilakukan beberapa kali evaluasi sampai peserta pelatihan benar-benar menguasai teknologi tersebut dan peserta pelatihan mampu untuk mengemas produk dan memasarkan produk secara mandiri. Hasil dari kegiatan ini adalah 1) Peserta pelatihan telah mengikuti pelatihan dengan semangat dan disiplin terlihat dari daftar kehadirannya. 2) Pelatihan untuk pengemasan dan pemasaran produk pangan dapat dilaksanakan dengan baik dan peserta pelatihan mampu mengemas dan memasarkan produk tersebut dengan baik. 3) Target luaran dari kegiatan PKM Pelatihan Pengemasan dan pemasaran produk pangan ini telah diberikan kepada peserta didik.