Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : eProceedings of Art

PERANCANGAN DESAIN KARAKTER UNTUK ANIMASI 2D SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN HEMODIALISIS DI USIA 10-24 TAHUN Muhammad Arsyam Suhentri; Irfan Dwi Rahadianto; Muhammad Yudhi Rezaldi
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hemodialisis atau cuci darah adalah prosedur yang bertujuanmenggantikan fungsi ginjal dalam tubuh, yaitu menyaring darah dari limbah, racun,dan sisa metabolisme. Di Indonesia, banyak anak muda yang harus menjalaniprosedur ini karena beberapa faktor, seperti gaya hidup yang tidak sehat, kurangnyakesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan ginjal, serta akses yang terbatasterhadap layanan kesehatan yang memadai. Untuk meningkatkan kesadaran anakanak muda di Indonesia, diperlukan media yang menarik, seperti video animasi.Selain itu, animasi ini juga harus memiliki karakter yang memiliki kedalamanemosional dan relevansi dalam cerita. Hal ini menjadi dasar dalam merancang desainkarakter animasi untuk pencegahan hemodialisis dengan pendekatan kualitatif. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa animasi membutuhkan desain karakter yang menarikdari segi bentuk, warna, garis, karakteristik, emosi, serta relevansi dalam narasi.Penelitian ini menunjukkan bahwa karakter animasi yang dirancang secara baik dapatmenjadi media yang efektif dalam menyampaikan informasi tentang kesehatan,khususnya untuk mencegah hemodialisis di kalangan anak muda.Keywords: Anak muda, Animasi 2d, Cuci darah, Desain karakter, Hemodialisis
PERANCANGAN ENVIRONMENT 3D UNTUK ANIMASI 2D SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN HEMODIALISIS DI USIA 10–24 TAHUN Mohammad Rafli Hardiansyah; Irfan Dwi Rahardianto; Muhammad Yudhi Rezaldi
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa bulan terakhir, kasus cuci darah pada usia muda di Indonesia mengalamipeningkatan signifikan. Banyak anak, remaja, dan dewasa masih mengabaikan dampak konsumsigula dan garam berlebihan, jarang minum air putih, serta kurang beraktivitas fisik. Penelitian inibertujuan untuk mengurangi angka kasus cuci darah melalui media animasi edukatif yangmenyasar remaja. Animasi ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjagakesehatan ginjal dengan pola hidup sehat, konsumsi air putih yang cukup, dan rutin berolahraga.Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupasurvei, wawancara, observasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwapenggunaan environment menarik dan teknik animasi yang tepat sangat berpengaruh dalampenyampaian pesan edukatif. Penggunaan animasi 3D pada environment mampu meningkatkanrealisme, seperti menampilkan kondisi ginjal dan prosedur cuci darah secara jelas serta visualisasiruang perawatan atau klinik. Visualisasi ini memudahkan penonton memahami pentingnyamenjaga kesehatan ginjal. Dengan pendekatan visual yang informatif dan menarik, diharapkanpesan yang disampaikan lebih mudah dipahami dan diingat, sehingga dapat membantumenurunkan angka cuci darah di usia muda.Kata kunci: animasi edukasi, environment 3D,hemodialisis, kesehatan ginjal, remajaKata Kunci: Environment 3D, animasi, hemodialisis, cuci darah, pola hidup sehat
PERANCANGAN ENVIRONMENT ANIMASI SEBAGAI MEDIA EDUKASI TENTANG DAMPAK FOOD WASTE BAGI LINGKUNGAN TELKOM UNIVERSITY Mohammad Ghibran Athaullah; Yosa Fiandra; Muhammad Yudhi Rezaldi
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telkom University merupakan sebuah universitas swasta yang terletak di Jl. Telekomunikasi No. 1,Bandung Terusan Buahbatu-Bojongsoang, Sukapura, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.Universitas ini memiliki beberapa kantin yang tersebar di berbagai sudut wilayah kampus. Di kantin-kantin ini, sering terlihat sisa makanan yang terbuang dengan sia-sia karena pembeli sering membuang makanan merekasecara sembarangan. Hal ini menyebabkan pencemaran di tempat makan dan lingkungan sekitarnya. Masalah inipun tidak hanya terpusat di kantin-kantin saja, tetapi juga merayap sampai ke gedung-gedung fakultas. Petugas kebersihan kadang mengeluh kewalahan mengatasi sampah-sampah yang tidak terbuang di tempatnya dan dengan volume yang banyak. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan cara yang efektif untuk mendidikmahasiswa akan isu sampah makanan, dampaknya, serta cara untuk membantu menguranginya. Penelitian ini bertujuan untuk merancang latar belakang animasi edukatif yang dapat meningkatkan kesadaran Masyarakat tentang food waste, dampaknya, serta langkah-langkah pengurangannya. Penelitian ini menggunakan metodependekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, kuesioner, dan studi pustaka.Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif. Hasil penelitian inimenunjukkan bahwa kebanyakan mahasiswa belum paham dengan istilah Food Waste dan dampak-dampaknya. Hal ini dikarenakan belum adanya media animasi, dan juga desain environment yang cocok untuk membahas topik ini.. Maka dari itu, penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan konsep animasi yang menarik dan efektif untuk mengedukasi masyarakat di lingkungan Telkom University. Kata Kunci: animasi, environment, food waste, kebersihan lingkungan, media edukasi.