Psikologi dakwah adalah jembatan yang menghubungkan antara kebenaran wahyu yang bersifat normatif dengan realitas manusia yang bersifat empiris dan dinamis. Catur Dimensi-dakwah Strategis (CDS) merumuskan hal tersebut melalui dimensi psikologi mengajarkan da’i untuk melihat mad'u bukan sebagai "proyek" yang harus diubah, melainkan sebagai manusia utuh yang harus dipahami melalui kejiwaannya. CDS pada psikologi dakwah juga menuntut seorang da'i untuk tidak hanya menjadi seorang orator, tetapi juga seorang pendengar yang baik, seorang pengamat yang jeli, dan seorang teman yang empatik. Penelitan ini merupakan penelitian studi literatur psikologi dakwah dengan pendekatan kualitatif dengan mengkaji dan menganalisis hubungan kejiwaan manusia baik mad’u mauapun objek dakwah dan proses menyampaian pesan dakwah. Analisis yang dilakukan dengan membaca dan menafsirkan konsep jiwa manusia dari sudut pandang ilmu dakwah melalui kerangka CDS dalam buku Studi Ilmu Dakwah. Catur Dimensi-dakwah Strategis yang populer dengan sebutan CDS Dakwah menjalankan kerangka terpadunya dalam tiga hal. Pertama, bagaimana CDS memahami kejiwaan mad’u melalui emosi, motivasi, dan dinamika perubahan. Kedua, bagaimana penerapan persuasif mad’u melalui timbal balik, dorongan sosial, otoritas sumber, hingga daya tarik sumber. Ketiga, bagaimana psikologi masa digunakan untuk membangun opini publik yang baik.