Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Penerapan Catur Dimensi-dakwah Strategis (CDS) dalam Psikologi Dakwah Agung Drajat Sucipto
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 2 No. 8 (2026): Riksa Cendikia Nusantara - Agustus 2026
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21891522

Abstract

Psikologi dakwah adalah jembatan yang menghubungkan antara kebenaran wahyu yang bersifat normatif dengan realitas manusia yang bersifat empiris dan dinamis. Catur Dimensi-dakwah Strategis (CDS) merumuskan hal tersebut melalui dimensi psikologi mengajarkan da’i untuk melihat mad'u bukan sebagai "proyek" yang harus diubah, melainkan sebagai manusia utuh yang harus dipahami melalui kejiwaannya. CDS pada psikologi dakwah juga menuntut seorang da'i untuk tidak hanya menjadi seorang orator, tetapi juga seorang pendengar yang baik, seorang pengamat yang jeli, dan seorang teman yang empatik. Penelitan ini merupakan penelitian studi literatur psikologi dakwah dengan pendekatan kualitatif dengan mengkaji dan menganalisis hubungan kejiwaan manusia baik mad’u mauapun objek dakwah dan proses menyampaian pesan dakwah. Analisis yang dilakukan dengan membaca dan menafsirkan konsep jiwa manusia dari sudut pandang ilmu dakwah melalui kerangka CDS dalam buku Studi Ilmu Dakwah. Catur Dimensi-dakwah Strategis yang populer dengan sebutan CDS Dakwah menjalankan kerangka terpadunya dalam tiga hal. Pertama, bagaimana CDS memahami kejiwaan mad’u melalui emosi, motivasi, dan dinamika perubahan. Kedua, bagaimana penerapan persuasif mad’u melalui timbal balik, dorongan sosial, otoritas sumber, hingga daya tarik sumber. Ketiga, bagaimana psikologi masa digunakan untuk membangun opini publik yang baik.
Humanitarian Islam: Genealogi Konflik Agama dan Budaya di Masyarakat Agung Drajat Sucipto
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 2 No. 5 (2026): Riksa Cendikia Nusantara - Mei 2026
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21892023

Abstract

Humanitarian Islam merupakan gagasan yang bisa dijadikan gerakan global untuk menegaskan kembali pesan utama ajaran islam, yakni kasih sayang (rahmah) bagi seluruh alam semesta. Konsep ini digunakan salah satunya sebagai respon langsung dalam setiap konflik yang terjadi. Penelitian studi literatur ini menganalisis data dari berbagai sumber konsep agama (durkhiem), konflik (Coser), hingga peradaban islam. Humanitarian Islam menolak doktrin agama sebagai alat kekuasaan untuk memecah belah. Sehingga gerakan ini bergeser dari yang semula eksklusif sesama umatnya, menjadi inklusif yang eksistensial, sehingga menjadikan seorang muslim yang taat berarti menjadi manusia yang paling depan juga saat membela keadilan bagi sesama. Humanitarian Islam terbagi menjadi tiga gerakan; periode awal islam (Nabi Muhammad), periode pertengahan (fiqih klasik), dan era sekarang. Semakin tinggi ketaatan seorang muslim, maka semakin terdepan seseorang membela sesama manusia melawan ketidakadilan.