Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Evaluasi Indeks Yolk dan Ketebalan Kerabang dengan Menggunakan Gelombang Ultrasonik pada Telur Ayam Ras Aulia Nabilla Hannani; Dani Garnida; Indrawati Yudha Asmara; Darmawan Hidayat
Jurnal Produksi Ternak Terapan Vol 3, No 1 (2022): April
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.029 KB) | DOI: 10.24198/jptt.v3i1.37918

Abstract

Pengukuran kualitas telur seperti ketebalan kerabang dan indeks yolk biasanya menggunakan metode destruktif (konvensional) dengan cara memecahkan telur. Gelombang ultrasonik merupakan cara alternatif untuk mengetahui kualitas telur tanpa dipecahkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks yolk dan ketebalan kerabang telur ayam ras tanpa dipecahkan menggunakan gelombang ultrasonik. Penelitian menggunakan metode deskriptif dan pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling, dengan menggunakan 37 butir. Variabel yang diamati adalah kualitas telur yang meliputi indeks yolk dan ketebalan kerabang, sementara pada gelombang ultrasonik meliputi cepat rambat dan koefisien atenuasi. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa cepat rambat dan atenuasi gelombang ultrasonik dapat mengetahui indeks yolk dan ketebalan kerabang.
Performance of Sediment Microbial Fuel Cell (SMFC) System using Carbon Fiber Electrodes Setianto Setianto; Abdurrohman Abdurrohman; Otong Nurhilal; Nendi Suhendi; Darmawan Hidayat
EKSAKTA: Berkala Ilmiah Bidang MIPA Vol. 23 No. 04 (2022): Eksakta: Berkala Ilmiah Bidang MIPA (E-ISSN : 2549-7464)
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences (FMIPA), Universitas Negeri Padang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/eksakta/vol23-iss04/366

Abstract

A microbial fuel cell (MFC) is a type of biological fuel cell that converts chemical energy stored in an organic mixture into electrical energy that further penetrates the catalytic reaction of microorganisms. The Sediment Microbial Fuel Cell (SMFC) is a microbial fuel cell that can convert complex organic matter in the sediment to generate electrons. This research was conducted by designing a single chamber SMFC power generation system using graphite and carbon fiber electrodes. As a result, the single-chamber SMFC system with carbon fiber electrode performed better with an average electric power output of 561.11 mW for 21 days.
Pengaturan Lampu Lalulintas Berbasis Fuzzy Logic Setianto Setianto; Liu Kin Men; Bambang Mukti Wibawa; Darmawan Hidayat
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (708.674 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v1i02.12795

Abstract

Lampu lalulintas memegang peranan penting dalam pengaturan kelancaran lalulintas. Sistem pengendalian lampu lalulintas yang baik akan secara otomatis menyesuaikan diri dengan kepadatan arus lalulintas pada jalur yang diatur. Dengan penerapan logika fuzzy, hal ini sangat memungkinkan untuk dilakukan. Permasalahan utama dalam perancangan dan pembuatan modul sistem peralatan pengaturan lampu lalulintas berbasis fuzzy logic ini, adalah perangkat keras tambahan yang terdiri dari : sensor, OpAmp, ADC 0809, Interfacing PPI 8255, Driver, Relay dan Lampu lalulintas (LL). Sedangkan sebagai dasar pengendalian dari sistem yang dijalankan, digunakan algoritma logika fuzzy. Hasilnya, dengan pengendali berbasis fuzzy waktu tunggu rata-rata lebih pendek sebesar 5% dibandingkan menggunakan pengendali konvensional. Kinerja sistem juga mencapai 72% lebih tinggi.Kata Kunci : Lalulintas, Pengaturan, Fuzzy Logic
Analisis Korosi Pipa Baja Karbon API 5L-X65 dengan Metoda Pembebanan Tiga Titik pada Lingkungan Gas H2S Kondisi Jenuh CO2 dalam Larutan Asam Asetat. Nendi Suhendi; Darmawan Hidayat; Liu Kin Men; S Setianto
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (728.38 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v2i1.15370

Abstract

Pada penelitian pipa baja karbon API 5L-X65 digunakan rumah sampel dengan spesimen tiga titik pembebanan berada  lingkungan gas CO2 dan H2S jenuh dalam larutan asam asetat, maka akan terjadi peristiwa fenomena korosi. Sedangkan fenomena korosi yang terjadi adalah korosi retak tegang (SCC, Stress Corrosion Cracking), adalah suatu peristiwa pembentukan dan perambatan retak dalam pipa logam yang terjadi secara simultan antara tegangan yang bekerja pada bahan dengan lingkungan yang korosif (sweet gas).Bila pada pemipaan jalur migas akan menjadi masalah, karena pada industri minyak bumi dan gas dapat menghambat proses produksi. Bila  sweet gas pada tekanan yang tinggi akan mengakibatkan korosi retak tegangan dan akan mengakibatkan pipa itu pecah. Dari hasil penelitian bahwa sampel yang berbeda dengan defleksi yang sama dalam variasi waktu paparan maka laju korosinya makin lama makin kecil karena ada yang terhalang materi pembentuk korosi. Hasilnya bahwa sampel pipa baja karbon terjadi korosi retak tegangan baik korosi transgranular ataupun korosi intergranular berdasarkan analisa mikrostruktur. Dan kedalaman cracknya 66,72 µm (0,06672 mm) unrtuk waktu paparan 672 jam, 93,00 µm (0,093 mm) untuk waktu paparan 1008 jam dan 143,01µm (0,14301 mm) untuk waktu paparan 1344 jam dengan defleksi 0,015 m. Dan berdasarkan hasil SEM-EDX bahwa pipa baja karbon API 5L-X65 sudah terdapat pemicu terjadinya korosi, yaitu karena terdapat zat cair yang terjebak sehingga terbentuk void.Kata Kunci: korosi retak tegangan, sweet gas, spesimen tiga titik pembebanan.