Neneng Siti Latifah
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Perbedaan Penurunan Tinggi Fundus Uteri Pada Ibu Nifas Yang Dilakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) DAN IMD Dengan Diberikan Jus Nanas Di BPM Tias Susianah Lampung Utara Tahun 2018 Neneng Siti Latifah; Sunarsih Sunarsih; Tias Susianah
Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Tradisional Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Tradisional
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37341/jkkt.v3i2.89

Abstract

Abstract Background : Postpartum maternal health services are health services for postpartum mothers according to standards. Based on the results of the preliminary survey conducted at BPM Tias Susianah on average every month, the number of deliveries was 95 people and from the results of the prasurvey conducted on 25-27 February 2018 of 10 post partum mothers there were 7 post partum mothers who said mothers had not ever consumed pineapple juice both from pregnancy to the puerperium. The purpose of the study was to know the difference in the decline of Fundus Uteri height in postpartum mothers who performed Early Breastfeeding Initiation (IMD) and IMD and given Pineapple Juice at Tias Susianah BPM North Lampung in 2018. Method: This type of quantitative research with Quasi Experimental design is nonequivalent control group Design. The study population of all primiparous postpartum mothers was 946 postpartum mothers who gave birth normally with an average of 78 postpartum mothers per month, with a sample of 34 purposive sampling techniques. Data is taken with an observation sheet. Univariate data analysis and bivariate t test (t-test). Result: The results of the study showed a decrease in TFU before and after being given intervention in the case group with a significance value of P = 0.000 (<0.05) and t = 44.1. There was a decrease in TFU before and after the intervention was given to the control group with a significance value of P = 0,000 (<0,05) and t = 57,176. There was a difference in the difference in TFU reduction between the experimental and control groups as seen from the average difference in TFU decline in the two groups. The mean TFU reduction in the experimental group was 7.78 cm and the mean TFU reduction in the control group was 6.95cm with a mean value of 0.83 significance P = 0.000 so it can be concluded that there were differences in TFU reduction in the experimental group and the control group. Conclusion: It is expected that Puskesmas can participate in providing counseling to post partum mothers to consume pineapple juice as an alternative to accelerate the healing or recovery process and minimize consumption ofpharmacological drugs
PENYULUHAN KESEHATAN ALAT KONTRASEPSI KELUARGA BERENCANA DUSUN UMBUL PELEM DESA KURUNGAN NYAWA KECAMATAN GEDONG TATAAN PESAWARAN TAHUN 2019 Sri Astusi; Neneng Siti Latifah; Maya Marina
Jurnal Perak Malahayati Vol 1, No 1 (2019): Vol 1, No 1, November 2019
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.104 KB) | DOI: 10.33024/jpm.v1i1.1513

Abstract

Upaya dalam menekan laju pertumbuhan penduduk adalah dengan mengikuti program keluarga berencana. Dimana pasangan usia subur yang aktif seksual mau menggunakan alat kontrasepsi yang sesuai guna menekan jumlah kelahiran. Banyaknya pilihan jenis alat kontrasepsi mempermudah pasangan usia subur dalam menentukan alat kontrasepsi yang cocok bagi dirinya. Minimnya informasi mengenai kelebihan dan kekurangan serta efek samping dari masing – masing alat kontrasepsi membuat pemakai Alat kontrasepsi (akseptor) merasa kebingungan saat menghadapi permasalahan dari efek samping yang timbul. Upaya yang dapat dilakukan untuk memberikan pemahaman pada calon akseptor adalah melalui penyuluhan tentang alat kontrasepsi. Tujuan Setelah kegiatan penyuluhan, diharapkan pasangan usia subur tidak bingung lagi dalam memutuskan mengikuti program Keluarga Berencana dengan memilih alat kontrasepsi yang sesuai dengan keadaan fisik mereka. Pengambilan keputusan pemakaian alat kontrasepsi tersebut dilakukan secara sadar dan bertanggungjawab. Metode penyuluhan menggunakan leaflet dan demontrasi. Terdapat perubahan pada pengetahuan Pasangan usia subur terhadap alat kontrasepsi keluarga berencana. Dengan demikian, pemberian edukasi melalui penyuluhan dapat memberikan peningkatan pengetahuan pasangan usia subur dalam menentukan jenis alat kontrasepsi yang mereka pilih.
HUBUNGAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DENGAN KEMATIAN NEONATAL DI RSUD. DR. H. ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG TAHUN 2013 Neneng Siti Latifah; Meilia Syafitri
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v1i2.548

Abstract

Bayi dengan BBLR merupakan salah satu penyebab kematian bayi Neonatal berdasarkan data yang menunjukkan kasus terjadinya BBLR memungkinkan terjadinya kematian neonatal. Pada tahun 2013 terjadi peningkatan pada kasus BBLR yaitu terdapat 624 bayi (39,2%)  dengan jumlah kelahiran 1.592 dan jumlah bayi yang meninggal akibat BBLR tersebut sebanyak 189 bayi (30,2%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan bayi berat lahir rendah dengan kematian neonatal di RSUD. Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung tahun 2013Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan rancangan analitik dan pendekatan cross sectional. Tempat penelitian RSUD. Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung, pada tanggal 5 Mei 2014 - 5 juni 2014. Populasi semua bayi yang lahir di RSUD. Dr. H. Abdul Moeloek  tahun 2013 sebanyak 1.592 bayi, dengan jumlah sampel 320 orang. Teknik pengambilan sampel sistematik random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan data sekunder yang didapat dari data rekam medik pasien. Teknik analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan analisa bivariat.Hasil analisa univariat didapat distribusi frekuensi bayi baru lahir di RSUD. Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung Tahun 2014 dalam kategori BBLR sebesar 177 (55,3%) dan tidak BBLR sebesar 143 (44,7%). Dan distribusi frekuensi BBLR di RSUD. Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung Tahun 2014 dalam kategori meninggal sebanyak 186 (58,1%) dan yang hidup sebanyak 134 (41,9%). Hasil analisa bivariat didapat p-value = 0,028 yang berarti ada hubungan bayi berat lahir rendah dengan kematian neonatal di RSUD. Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung tahun 2013 dan diperoleh OR = 1,693. Saran penelitian adalah diharapkan dapat meningkatkan kualitas kerja tenaga kesehatan khususnya bidan, agar angka kejadian BBLR dan kematian neonatal menurun. Kata Kunci :  BBLR, kematian neonatal
HUBUNGAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DENGAN KEMATIAN NEONATAL DI RSUD. DR. H. ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG TAHUN 2013 Neneng Siti Latifah; Nurul Isnaini; Meilia Syafitri
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 1, No 3 (2015): Volume 1 Nomor 3
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v1i3.554

Abstract

Bayi dengan BBLR merupakan salah satu penyebab kematian bayi Neonatal berdasarkan data yang menunjukkan kasus terjadinya BBLR memungkinkan terjadinya kematian neonatal. Pada tahun 2013 terjadi peningkatan pada kasus BBLR yaitu terdapat 624 bayi (39,2%)  dengan jumlah kelahiran 1.592 dan jumlah bayi yang meninggal akibat BBLR tersebut sebanyak 189 bayi (30,2%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan bayi berat lahir rendah dengan kematian neonatal di RSUD. Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung tahun 2013Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan rancangan analitik dan pendekatan cross sectional. Tempat penelitian RSUD. Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung, pada tanggal 5 Mei 2014 - 5 juni 2014. Populasi semua bayi yang lahir di RSUD. Dr. H. Abdul Moeloek  tahun 2013 sebanyak 1.592 bayi, dengan jumlah sampel 320 orang. Teknik pengambilan sampel sistematik random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan data sekunder yang didapat dari data rekam medik pasien. Teknik analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan analisa bivariat.Hasil analisa univariat didapat distribusi frekuensi bayi baru lahir di RSUD. Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung Tahun 2014 dalam kategori BBLR sebesar 177 (55,3%) dan tidak BBLR sebesar 143 (44,7%). Dan distribusi frekuensi BBLR di RSUD. Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung Tahun 2014 dalam kategori meninggal sebanyak 186 (58,1%) dan yang hidup sebanyak 134 (41,9%). Hasil analisa bivariat didapat p-value = 0,028 yang berarti ada hubungan bayi berat lahir rendah dengan kematian neonatal di RSUD. Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung tahun 2013 dan diperoleh OR = 1,693. Saran penelitian adalah diharapkan dapat meningkatkan kualitas kerja tenaga kesehatan khususnya bidan, agar angka kejadian BBLR dan kematian neonatal menurun. Kata Kunci :  BBLR, kematian neonatal
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kesediaan Untuk Melakukan Tes Skrining Pranikah Diantara Calon Pasangan Suami Istri Sunarsih; Neneng Siti Latifah; Ledy Octaviani Iqmy; Maya Sari, Puspita
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 14 No 2 (2025): JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Premarital screening checkup is a series of tests that couples must undergo before getting married. Prospective brides and grooms need to prepare reproductive health for both prospective brides and grooms, so that after marriage they can have good health status in order to produce a quality generation. Objective: To identify the factors that influence the willingness to undergo premarital screening tests among prospective married couples. Quantitative research type with a cross-sectional approach. The population of this study was prospective married couples at the Gayabaru Health Center, Central Lampung Regency, the sample used was 73 respondents with an accidental sampling technique. The study was conducted in May-June 2024. Data collection using questionnaire sheets, bivariate data analysis (chi square). The univariate analysis of 73 respondents showed that 50 respondents (68.5%) had good knowledge, 39 respondents (53.4%) had a positive attitude, and 64 respondents (87.7%) had no family relationship.The bivariate analysis revealed that knowledge (p-value = 0.001), attitude (p-value = 0.001), and family relationship (p-value = 0.025) were statistically significant, as the p-values were less than α = 0.05 (Ha accepted and Ho rejected). There is a relationship between knowledge, attitude and kinship on the willingness to take premarital screening tests.