Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Counterpressure dengan Birthball Terhadap Nyeri Persalinan di Klinik Bidan Nani Djuanda Tahun 2022 Az-zahra Asma Nadia; Masluroh Masluroh
Wellness And Healthy Magazine Vol 4, No 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu (UAP) Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/well.239422022

Abstract

Latar Belakang: Persalinan merupakan suatu proses alamiah yang akan dialami oleh setiap ibu hamil. Sebagian besar persalinan selalu disertai rasa nyeri yang pada umumnya terasa hebat dan terkadang menimbulkan trauma pada ibu bersalin. Sedangkan rasa nyeri pada persalinan merupakan hal yang lazim terjadi, penyebab nyeri selama persalinan meliputi faktor fisiologis dan psikologis. Upaya untuk meredakan rasa nyeri dan memberi kenyamanan bagi ibu bersalin secara non farmakologi salah satunya yaitu menggunakan counterpressure dengan birth ball. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui pengaruh counterpressure dengan birth ball terhadap nyeri persalinan di Klinik Bidan Nani Djuanda tahun 2022. Metode Penelitian: Analitik dengan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah semua ibu bersalin di Klinik Bidan Nani Djuanda pada bulan Februari – Maret 2022 sebanyak 40 orang, teknik pemgambilan sampel yaitu teknik Total sampling.Hasil Penelitian: Distribusi frekuensi karakteristik responden bedasarkan umur 20 tahun (7,5%), 20-35 tahun (87,5%), 35 tahun (5,0%), Distribusi frekuensi karakteristik responden bedasarkan pendidikan Tinggi (10%), Menengah (50%), rendah (40%), Distribusi frekuensi karakteristik responden bedasarkan pendamping persalinan Suami (85%), ibu kandung (12,5%), saudara (2.5%), Tidak ada hubungan yang bermakna antara umur, Pendidikan dan pendamping persalinan terhadap penurunan nyeri persalinan, (p0,05).Kesimpulan dan Saran: Tidak ada hubungan yang bermakna antara umur, Pendidikan dan pendamping persalinan terhadap penurunan nyeri persalinan. Diharapkan dapat dilakukan penelitian lebih lanjut dengan jumlah sampel yang lebih banyak dan menggunakan variabel-variabel yang lain yang belum dibahas pada penelitian ini.
Hubungan Karakteristik Ibu dengan Pantang Makan pada Ibu Nifas di Klinik Yapida Gunung Putri Periode 2022 Masluroh Masluroh; Evi Puspitasari
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.431 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i5.7179

Abstract

Latar Belakang: Indonesia merupakan salah satu negara berkembang dengan berbagai jenis masalah dan hambatan dalam pembangunan kesehatan masyarakat. Salah satu hambatan yang terjadi di masyarakat adalah adanya pantang makanan setelah melahirkan. Padahal setelah melahirkan seorang wanita memerlukan nutrisi yang cukup untuk memulihkan kembali seluruh alat genetalianya. Mereka tidak menyadari bahwa tindakannya berpengaruh terhadap lambatnya pemulihan kesehatan kembali juga dapat terhambatnya pertumbuhan bayi. Data menunjukkan banyak ibu yang melakukan pantang makan pada masa nifas sebanyak 4.406.437 ibu nifas (86%) mempunyai kebiasaan pantang makan seperti tidak makan ikan laut, telur, sayur dan makanan pedas. Berdasarkan data tahun 2008 di Indonesia dengan total ibu post partum 89% (4.509.630 orang) mempunyai kebiasaan pantang makanan pada masa nifas (Badan Litbang Kesehatan 2009 dalam Saidah, 2011). Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan karakteristik ibu dengan pantang makan pada ibu nifas di Klinik Yapida Periode 2022. Metode Penelitian: Desain penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional, dengan jumlah populasi sebanyak 40 responden. Dianalisis dengan uji korelasi Spearman Rank. Hasil Penelitian: Hasil uji korelasi spearman rank didapatkan pada variabel pendidikan dengan p-value= 0,000; variabel pengetahuan p-value= 0,047; variabel sosial budaya p-value= 0,000; dan variabel sosial ekonomi p-value= 0,374. Kesimpulan: variabel pendidikan, pengetahuan, sosial budaya berhubungan dengan pantang makan dengan nilai P value <0,05 dan variabel sosial ekonomi tidak berubungan dengan pantang makan dengan nilai P value > 0,05.
Hubungan Tingkat Pendapatan Keluarga dan Pola Asuh Orangtua dengan Status Gizi Anak Balita di Desa Sepatan Kelurahan Sepatan Kabupaten Tangerang Banten Tahun 2022 Masluroh; Lusi Haryanti
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 8 No 3 (2023): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v8i3.17452

Abstract

Background: Toddlers are a golden period of growth, in their development of course they require high levels of nutrients. Family income can affect nutritional status. The toddler period is very dependent on the mother or caregiver so that its growth and development also depend on the pattern of nutritional care. The results of initial observations are that relatively many toddlers are below the red line.Objective: This study aims to determine the relationship between family income and the nutritional status of children under five, to determine the relationship between parenting styles and the nutritional status of children under five in Sepatan Village, Sepatan Subdistrict, Tangerang Regency, Banten in 2022.Methods: This research is explanatory research. The research method used is a survey with a cross sectional approach and regression. The research population consisted of 283 children under five, a sample of 166 children under fiveResults: Relatively family income 59.6% is quite good, relatively 89.8% parenting style goes quite well, relatively 71.7% of children under five still have poor nutritional status, analysis of the relationship between family income, nutritional care pattern on status nutrition relatively shows no significant relationship, 0.763>0.05 the dominant factor affecting the nutritional status of toddlers is the provision of nutritious supplementary food.Conclusion: Income and parenting style do not significantly affect the nutritional status of toddlers, it is found that the dominant factor influencing the nutritional status of toddlers in Sepatan is the provision of nutritious supplementary food for toddlers that has an effect of 0.880 or 88% on improving the nutritional status of toddlers, mothers should optimize the role of posyandu especially in monitoring the weight and height of children under five on a regular basis, especially growth in these children under five.
Analisis Implementasi dan Pengetahuan Ibu tentang PHBS Keluarga dengan Kejadian Diare pada Balita di Klinik Mitra Insani Kelurahan Gandasari Kota Tangerang Tahun 2022 Tri Wahyuningsih; Masluroh Masluroh
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 8 No 2 (2023): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v8i2.17184

Abstract

Background: Diarrhea predominantly attacks toddlers, toddlers' immune systems are still weak so toddlers are very vulnerable to the spread of causative organisms diarrhea. Diarrhea is one of the highest causes of death and morbidity in children, especially in toddlers.Objective: This study aims to analyze the implementation and knowledge of mothers on Family PHBS including proving the risk factors associated with the incidence of diarrhea in children under five at the Mitra Insani clinic, Gandasari Village, Tangerang City in 2022.Methods:This research is in the form of an observational analytic with a design approach cross-sectional study. The research was conducted using the statistical technique of chi-square test and regression to see the relationship between the dependent and independent variables. A sample of 56 people using simple random sampling method.Results: Implementation of Family PHBS in the environment around the Mitra Insani Clinic, Gandasari Subdistrict, Tangerang City in 2022 is relatively 60.7% less optimal in implementing family PHBS, Mother's knowledge of Family PHBS is relatively 58.9% of mothers have good knowledge, Diarrhea in Toddlers 71.4% are still in the high category. The result of the statistical test is the value of p = 1.000 p-value > 0.05 so that Ho is accepted and Ha is rejected. This shows that there is no significant relationship between mother's implementation of family PHBS and the incidence of diarrhea in toddlers, however, the OR value > 1 = 1.111 (0.337-3.665) shows that the implementation of toddler mothers in family PHBS is a risk factor for diarrhea in toddlers. Knowledge obtained p value = 0.773 p-value > 0.05 Ho is accepted and Ha is rejected. These results show that there is no significant relationship between mother's knowledge about PHBS and the incidence of diarrhea in toddlers, there is 1 factor that dominantly and significantly influences the incidence of diarrhea, namely the habit of boiling/sterilising formula milk bottles.Conclusion: Implementation of mothers in family PHBS is still not implemented, mother's knowledge of family PHBS is relatively good but the incidence of diarrhea is still relatively high. The test results show that implementation of mothers in family PHBS, mother's knowledge of family PHBS does not show a significant relationship to the incidence of toddler diarrhea. OR value > 1 = 1.111 (0.337-3.665) This shows the implementation of Mother Toddlers in Family PHBS is an adequate risk factor for diarrhea in toddlers. there is 1 dominant factor influencing the incidence of diarrhea, namely the habit of boiling/sterilising formula milk bottles
EFEKTIFITAS KONSELING TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN PADA KELOMPOK IBU BALITA WASTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PADARINCANG TAHUN 2022 Masluroh Masluroh; Holifah Holifah
Jurnal Ners Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i1.11441

Abstract

Prevalensi wasting merupakan masalah yang kompleks, yang menjadi penyebab timbulnya gangguan kesehatan akibat kekurangan gizi, antara lain faktor diet, faktor sosial, faktor kepadatan penduduk, infeksi, kemiskinan, dan faktor lain seperti pendidikan dan pengetahuan. Pada umumnya gizi kurang disebabkan oleh kemiskinan, pangan yang kurang tersedia, perilaku gizi yang rendah, kebiasaan, dan faktor lainnya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif eskperimen (quasy experiment) yang  dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Padarincang yang  dilaksanakan sejak  bulan September 2022 – Desember 2022. Jumlah sampel sebanyak 24 responden. Cara pemilihan sampel digunakan pendekatan purposive sampling. Cara analisis data digunakan pendekatan pre dan post test dengan uji statistik adalah paired sample t test (dependen t test). Hasil analisis ditemukan bahwa rata-rata skor pengetahuan pada kondisi pretest adalah 6,25, dan rata-rata skor pada kondisi postest adalah 11,13. Hasil uji statistik menunjukan bahwa konseling efektif  dalam meningkatkan pengetahuan ibu balita wasting dalam menangani balita yang mengalami wasting  (nilai sig.0,000). Puskesmas perlu optimalkan edukasi / pendidikan kesehatan bagi para ibu nifas, ibu yang memiliki bayi kurang dari 2 tahun melalui kegiatan penyuluhan langsung di berbagai media. Keywords: Counseling, Knowledge, Toddlers, Wasting.