Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Efektivitas Pemanfaatan Posyandu Lanjut Usia Masluroh Masluroh; Lili Farlikhatun
Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Tradisional Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Tradisional
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37341/jkkt.v5i1.129

Abstract

Background: The elderly Posyandu is an integrated service post for the elderly that is driven by the community to be able to get health services. The coverage of elderly health services in Bekasi City in 2013 has generally reached the target. The RPJMD and SPM targets are 70%, the health service achievement of the elderly reaches 84.2%, but there are still Puskesmas that have not yet reached the target of one, Jati Bening Health Center. The purpose of this study was to determine the factors related to the use of elderly Posyandu.Methods: The place of research is in the working area of ​​the Jatibening Health Center and was carried out in 2019. This study used an analytical survey method with a cross sectional approach. The population in this study are the elderly who are registered in the Posyandu of the elderly in the working area of ​​the Jatibening Health Center totaling 100 people, a sample of 80 respondents using the Simple Random Sampling technique. Data collection by check list and questionnaire, the data is analyzed using univariate and bivariate analysis with Chi-square.Results: The results showed there was a relationship between the knowledge of the elderly (P 0.037), family support (0.0001), and the role of cadres (P 0.01) with the use of the elderly posyandu.Conclusion: From the results of the study it can be concluded that the factors of elderly knowledge, family support and the role of cadres in the use of elderly Posyandu greatly affect how the elderly Posyandu can be utilized properly, therefore researchers suggest for health workers to be able to improve health services by providing better health services and counseling the elderly about the benefits of posyandu for the elderly.
PENINGKATAN PENGETAHUAN SISWA TENTANG HIV/AIDS DI SMA KABUPATEN BEKASI Bayu Laksmana Jati; Lili Farlikhatun; Elfira Sri Futriani
JURNAL ANTARA ABDIMAS KEPERAWATAN Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Antara Abdimas Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.903 KB) | DOI: 10.37063/abdimaskep.v2i1.561

Abstract

Pendahuluan: Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki kasus HIV/AIDS yang tinggi di dunia. Kelompok remaja memiliki resiko yang besar terhadap penyebaran kasus tersebut, sebagian besar siswa SMA memiliki perilaku acuh pada isu HIV/AIDS, sedangkan Jawa Barat merupakan provinsi yang memiliki tingkat HIV/AIDS yang tinggi yang seharusnya para remaja memiliki tingkat kepedulian yang tinggi pula mengenai isu tersebut. Perilaku acuh siswa tentang isu bahaya HIV/AIDS dimungkinkan karena kurangnya pengetahuan siswa tentang HIV/AIDS. Metode: Metode pendidikan kesehatan yang digunakan adalah dengan cara ceramah dan diskusi. Hasil: Adanya peningkatan pengetahuan siswa tentang HIV/AIDS di SMA Kabupaten Bekasi. Rata-rata nilai pengetahuan siswa sebelum dilaksanakan pendidikan kesehatan adalah sebesar 6,8 point. Setelah dilakukan pendidikan kesehatan rata rata nilai pengetahuan siswa meningkat menjadi 8,7 point. Kesimpulan: Peningkatan pengetahuan tersebut merupakan dampak positif pada siswa SMA Kabupaten Bekasi dalam pencegahan penularan HIV/AIDS. Dengan pengetahuan yang dimilikinya diharapkan siswa akan peduli kepada lingkungan tempat tinggalnya untuk mencegah penularan HIV/AIDS.
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG MENARCHE DI SD PONDOK MELATI Elfira Sri Futriani; Ita Herawati; Lili Farlikhatun
JURNAL ANTARA ABDIMAS KEPERAWATAN Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Antara Abdimas Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.583 KB) | DOI: 10.37063/abdimaskep.v2i2.575

Abstract

Pendahuluan: Data dunia sebesar 76,3% dari penduduk remaja didunia menyatakan bahwa populasi remaja putri sebagian besar mengalami stress saat menarche Data lain menunjukan sebanyak 54% remaja putri mengalami rasa cemas saat menarche tidak bisa melakukan aktivitas seperti biasanya dengan teman sebaya. Rata-rata usia menarche di Indonesia adalah 13 tahun, dengan kejadian lebih awal pada usia kurang dari 9 tahun atau lebih lambat sampai usia 17 tahun.. Menarche yang terlalu dini atau terlambat , bisa berakibat pada keadaan psikis remaja tersebut. Remaja yang akan mengalami menarche membutuhkan kesiapan mental yang baik. Metode: Metode yang digunakan adalah pendidikan kesehatan. Hasil: Menunjukkan sebagian besar mempunyai pengetahuan cukup (56,7 %) sebelum dilakukan pendidikan kesehatan . Sesudah dilaksanakan pendidikan kesehatan sebagian besar mempunyai pengetahuan baik (53,3 %). Dapat di ketahui rata-rata nilai sebelum dilakukan pendidikan kesehatan (56,8%) dan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan (78,1%). Ini menunjukkan terjadi kenaikan sebesar 21,3 %. Kesimpulan: Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan remaja secara signifikan, hal ini juga dipengaruhi oleh penyuluh, ketertiban dan rasa ingin tahu sasaran dan proses pelaksanaan.
Comparison of Date Milk and Oxytocin Massage on Increasing Breast Milk Production in Breastfeeding Mothers in the Jiput Health Center Working Area, Pandeglang Regency, 2022 Novi Anggiani; Lili Farlikhatun
Jurnal EduHealth Vol. 14 No. 01 (2023): Jurnal eduHealth, Periode Januari-Maret, 2023
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.262 KB)

Abstract

Based on data obtained from the Jiput Health Center in Pandeglang Regency, in the last two years, the coverage of exclusive breastfeeding for infants has continued to decline and is very far from the target expected by the government, namely 80% of babies must receive exclusive breastfeeding. In 2020 the coverage of exclusive breastfeeding decreased to 78.65% and in 2021 it continued to decrease to 66.9%. This study aims to determine the comparison between giving date milk and oxytocin massage to increasing milk production in breastfeeding mothers in the Work Area of the Jiput Health Center, Pandeglang Regency in 2022. Methods: used a quasi-experimental method with a two group pretest and posttest design approach. This research design has two groups, namely the experimental group and the control group. The effectiveness of the treatment was assessed by comparing the posttest and pretest scores. Data analysis used the Wilcoxon and Mann Whitney tests. samples taken in this study were 36 respondents. The results showed that after being given date milk from 18 respondents, some respondents (66.7%) produced breast milk smoothly, while after giving oxytocin massage, most of the respondents (88.9%) produced milk smoothly. The results of the analysis with the Wilcoxon test showed that there was an effect of giving dates on increasing milk production (P_value 0.001) and the effect of oxytocin massage on increasing milk production (P_value 0.000). The conclusion of this study is that there is no difference in the effectiveness of giving dates with oxytocin massage on milk production. It can be concluded that both date milk and oxytocin massage have good benefits for increasing milk production.
The Success of Bounding Attachment Through The Process of Early Breastfeeding Initiation at Puskesmas Tawiri in 2022 Mauren Pelamonia; Lili Farlikhatun
Jurnal EduHealth Vol. 14 No. 01 (2023): Jurnal eduHealth, Periode Januari-Maret, 2023
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.216 KB)

Abstract

Health workers are obliged to carry out Early Breastfeeding Initiation of newborn babies to their mothers for at least 1 hour, if there are no medical contraindications. By doing Early Breastfeeding Initiation the inner bond between mother and baby will be closer, doing Early Breastfeeding Initiation also makes the baby have antibodies faster so as to prevent infectious deaths in babies. There are obstacles in doing bounding attachman, namely the lack of family support in providing peace between mother and baby, mothers who experience illness, babies who experience premature, sick babies, and physical defects so that after birth cannot be done Early Breastfeeding Initiation and the presence of unwanted presence. The purpose of this study was to determine the success of Bounding Attachment through the Early Breastfeeding Initiation Process at Tawiri Health Center. This study is an analytic survey with a retrospective cross-sectional design or design. The research was conducted at the Tawiri Health Center in October to December 2022. The sample in this study were 60 mothers who gave birth at the Tarwiri Health Center. The sampling technique used by non probability sampling with purposive sampling method. Bivariate analysis using SPSS chy - square test. The results of the study there is a relationship through the process of initiation of early breastfeeding by skin contact, work, economy, labor process and family and husband support with the success of Bounding Attachment at the Tawiri Health Center in 2022. And it is recommended to the health center to be able to carry out Early Breastfeeding Initiation for laboring mothers who have no indication during the delivery process so that bounding attachment is established.
PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PERAWATAN TALI PUSAT PADA BAYI BARU LAHIR DI RSUD KOTA BEKASI Feva Tridiyawati; Ita Herawati; Lili Falikhatun
Jurnal Antara Abdimas Kebidanan Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Antara Abdimas Kebidanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.459 KB) | DOI: 10.37063/pengmas.v1i1.391

Abstract

Pendahuluan: Tetanus Neonatorum pada tali pusat di sebabkan karena masuknya basil clostridium ke dalam tubuh melalui luka pada saat pemotongan tali pusat dengan alat yang tidak steril. Kasus tetanus neunatorum banyak di temukan karena cakupan persalinan oleh tenagan kesehatan yang rendah, pada tahun 2013, dilaporkan terdapat 78 kasus tetanus neonatorum dengan jumlah yang meninggal 42 kasus ( Depkes, Ri,2014 ). Hal ini menandakan bahwa masih terdapat masyarakat yang kurang mengetahui informasi perawatan tali pusat yang bener (wahyuni, 2014).Metode: Metode yang digunakan dalam program pengabdian masyarakat ini adalah dengan edukasi peningkatan pengetahuan tentang perawatan tali pusat.Hasil: Hasil kegiatan penyuluhan didapatkan peningkatan pengetahuan tentang perawatan tali pusat.Kesimpulan: Implikasi dari hasil pengabdian kepada masyarakat ini adalah perlu dilakukanya penyuluhan perawatan tali pusat pada setiap ibu yang baru melahirkan.
PENINGKATAN PENGETAHUAN WANITA USIA SUBUR TENTANG PEMERIKSAAN IVA DI RUANG KIA RSUD KOTA BEKASI Maryati Sutarno; Resi Galaupa; Lili Falikhatun
Jurnal Antara Abdimas Kebidanan Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Antara Abdimas Kebidanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.49 KB) | DOI: 10.37063/pengmas.v1i1.414

Abstract

Pendahuluan: Di Indonesia sendiri, diperkirakan 15.000 kasus baru kanker serviks terjadi setiap tahunnya, sedangkan angka kematiannya diperkirakan 7.500 kasus pertahun. Angka kejadian kanker serviks menurut kota Surabaya menempati posisi pertama dengan angka 9761 kasus dan DKI Jakarta menempati urutan ke 2 dengan angka 5411 kasus (M.F Rozi, 2013). Banyaknya penderita kanker serviks salah satu nya disebabkan oleh rendahnya pengetahuan perempuan tentang kanker serviks, rendahnya cakupan deteksi dini kanker serviks dan belum semua wanita usia subur mengetahui cara deteksi dini kanker serviks. Berdasarkan sensus penduduk (SP) 2009 wanita usia 15-24 tahun berjumlah 40,75 juta dari seluruh penduduk yang berjumlah 23,6 juta jiwa, sebesar 25,4 % yang pengetahuannya rendah ( Badan Pusat Statistik, 2013). Metode: Metode yang digunakan dalam program pengabdian masyarakat ini adalah dengan penyuluhan kesehatan tentang pemeriksaan IVA. Hasil: Hasil kegiatan penyuluhan didapatkan peningkatan pengetahuan tentang pentingnya pemeriksaan IVA Kesimpulan: Implikasi dari hasil pengabdian kepada masyarakat ini adalah perlu dilakukanya penyuluhan kesehatan tentang pentingnya pemeriksaan IVA.
PENDAMPINGAN IBU HAMIL TRIMESTER III GUNA MEMPERSIAPKAN PERSALINAN LANCAR DAN MASA NIFAS DENGAN ASI YANG MAKSIMAL DI PUSKESMAS JATIASIH Ita Herawati; Lili Farlikhatun; Abela Mayunita; Sri Wulandari; Lidia Auzalika
Jurnal Antara Abdimas Kebidanan Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Antara Abdimas Kebidanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.315 KB) | DOI: 10.37063/pengmas.v3i1.442

Abstract

Pendahuluan: Pemberian informasi atau pesan kesehatan dan penyuluhan kesehatan bertujuan memberikan atau meningkatkan pengetahuan dan sikap tentang kesehatan, yang diperlukan oleh seorang atau masyarakat, sehingga akan memudahkan terjadinya perilaku sehat. Menurut penjelasan Hamilton, Senam hamil akan memberikan outcome persalinan yang lebih baik dibandingkan pada ibu-ibu hamil yang tidak melakukan senam hamil. Tak kalah pentingnya selama kehamilan perawatan payudara juga merupakan indikator keberhasilan pemberian ASI dan bagian penting yang harus diperhatikan sebagai persiapan dalam pemberian ASI. Metode: Melakukan pendampingan dengan membuat kelas ibu hamil dimana dalam setiap pertemuan berfokus pada mengajarkan senam hamil dan breastcare. Hasil: Dari 5 ibu hamil TM III yang rutin mengikuti kelas senam hamil dan breastcare setelah diikuti kedepan persalinannya normal dan hasil laporan dari bidan yang menolong ibu hamil tersebut tidak mengalami kesulitan saat mengejan. Kesimpulan:. Perlu adanya kelas parenting yang banyak mengajarkan ibu tentang hal – hal yang perlu dipersiapkan ibu hamil. Dimana nantinya ibu hamil tersebut dapat bersalin normal, ASI lancar maksimal, dapat merawat bayinya.
PELATIHAN GURU TENTANG KESEHATAN SEKOLAH DI SEKOLAH DASAR KABUPATEN BEKASI Abela Mayunita; Ita Herawati; Lili Falikhatun; Melisa Putri R
Jurnal Antara Abdimas Kebidanan Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Antara Abdimas Kebidanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.331 KB) | DOI: 10.37063/pengmas.v2i1.477

Abstract

Pendahuluan: Usaha Kesehatan Sekolah ( UKS ) adalah segala usaha yang dilakukan untuk meningkatkan kesehatan anak usia sekolah pada setiap jalur, jenis dan jenjang pendidikan mulai dari TK/RA sampai SMA/SMK/MA/MAK. Peran guru sangatlah penting dalam membina perilaku hidup sehat bagi siswa di sekolah dengan adanya pembinaan yang dilakukan oleh guru dapat meningkatkan kesadaran siswa dalam berperilaku hidup sehat di Sekolah maupun di Rumah. Metode: Langkah-langkah kegiatan yang akan dilakukan adalah tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Hasil: Setelah kegiatan pelatihan adalah adanya peningkatan pegetahuan guru, ditunjuknya satu orang guru sebagai penanggung jawab UKS dan dintegrasikan UKS dalam kegiatan ekstrakurikuler di Sekolah Dasar Kabupaten Bekasi Kesimpulan: Program pengabdian ini berjalan dengan baik dan lancar dan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru.
EDUKASI AKTIVITAS FISIK DALAM PENCEGAHAN OBESITAS DI SEKOLAH MENEGAH PERTAMA DI JATIASIH Lili Falikhatun; Abela Mayunita; Ita Herawati
Jurnal Antara Abdimas Kebidanan Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Antara Abdimas Kebidanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.122 KB) | DOI: 10.37063/pengmas.v2i2.481

Abstract

Pendahuluan: Obesitas merupakan masalah epidemi kesehatan yang sangat penting terjadi pada anak-anak hingga orang dewasa khususnya pada masa remaja, hal ini menjadi penyebab kematian kelima di tingkat global. Obesitas dapat menyebabkan meningkatnya risiko penyakit degeneratif dan kematian. Obesitas juga dilaporkan sebagai sebuah fenomena kompleks yang dipengaruhi oleh genetik dan keluarga. Oleh karena itu, upaya yang lebih penting adalah mencegah. Terjadinya obesitas pada anak sedini mungkin dan untuk itu dibutuhkan peran orang tua dalam pengawasan pertumbuhan anak. Metode: Penyuluhan dan pembagian lefleat tentang pengertian, gejala , etiologi penyebab terjadi obesitas, dampak serta upaya pencegahan. Hasil: Penyampaian materi dalam penyuluhan terkait tentang obesitas, remaja dan aktivitas fisik berjalan dengan lancar. Namun hasil diskusi yang dilakukan dengan siswa menyatakan bahwa program khusus yang dilakukan disekolah masih kurang untuk pencegahan penyakit dan peningkatan derajat kesehatan khususnya obesitas. Kesimpulan: Edukasi tentang obesitas dan aktivitas fisik dengan kombinasi pemberian leaflet dapat memberikan wawasan baru bagi siswa dalam penganan maupun pencegahan terjadinya obesitas khususnya mengenai keseimbangan asupan kalori dengan penggunaan energy dalam kehidupan sehari-hari.