Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Animal Agricultural Journal

PERTUMBUHAN DAN BOBOT BAHAN KERING RUMPUT GAJAH DAN RUMPUT RAJA PADA PERLAKUAN ARAS AUKSIN YANG BERBEDA Mufarihin, Ahmad; Lukiwati, Dwi Retno; Sutarno, Sutarno
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.239 KB)

Abstract

ABSTRAK   Urine sapi terdapat kandungan hormon auksin untuk merangsang pertumbuhan tanaman. Rumput gajah dan rumput raja adalah tanaman berkualitas unggul. Penelitian ini bertujuan pemanfaatan urine sapi betina sebagai sumber zat pengatur tumbuh pada tanaman, mengetahui kecepatan tumbuh, daya tumbuh, rasio tajuk dan akar, mengetahui titik optimal pertumbuhan kedua tanaman dari perlakuan aras urin sapi dan auksin sintetik. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Maret – Mei 2012 di lahan tanaman pakan Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro Semarang dan analisis bahan kering dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Tanaman Makanan Ternak Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis urine sapi yang berbeda pada kedua tanaman tidak berpengaruh nyata terhadap kecepatan tumbuh, pertambahan tinggi, (P>0,01). Perlakuan jenis tanaman (R) berpengaruh sangat nyata terhadap perlakuan yang diujikan, kecuali pada uji rasio tajuk dan akar. Interaksi antar perlakuan (RxTy) tidak berpengaruh nyata pada uji kecepatan tumbuh, tetapi berpengaruh nyata terhadap daya tumbuh, tinggi tanaman (P<0,05) dan berpengaruh sangat nyata terhadap rasio tajuk dan akar (P<0,01). Daya tumbuh dan kecepatan tumbuh rumput gajah lebih tinggi dibandingkan rumput raja. Hasil penelitian disimpulkan perlakuan urine sapi berpengaruh terhadap pertumbuhan dan bobot bahan kering dengan hasil sesuai dengan hipotesis pada parameter tinggi tanaman.
PERTUMBUHAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata) DAN KADAR FOSFOR JERAMI DENGAN PEMUPUKAN ORGANIK DAN UREA (The Growth of sweet corn (Zea mays saccharata) and phosporus concentration of stover with urea and organic fertilization) Siyamto, Andika; Anwar, Syaiful; Lukiwati, Dwi Retno
Animal Agriculture Journal Vol 3, No 3 (2014): Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.62 KB)

Abstract

ABSTRAK    Penelitian dilakukan untuk mengkaji pengaruh pemberian pupuk organik dan urea terhadap pertumbuhan dan kadar fosfor jerami jagung manis. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus – Desember 2013 di Kebun Percobaan Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah benih jagung manis, kompos, pupuk kandang, arang dan urea (46% N) serta KCl dan TSP sebagai pupuk dasar. Rancangan percobaan yang digunakan pada penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Monofaktor 9 perlakuan dengan 3 kali ulangan, sehingga terdapat 27 petak masing-masing dengan ukuran 1,6 x 1,2 m (1,92 m2). Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, produksi bahan kering dan kadar fosfor jerami jagung manis. Data yang diperoleh dianalisis ragam, apabila perlakuan berpengaruh nyata, dilanjutkan dengan uji kontras. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk menghasilkan pertumbuhan tinggi tanaman, produksi bahan kering dan kadar fosfor jerami nyata lebih tinggi dibanding tanpa pupuk. Pemberian pupuk organik + urea menghasilkan tinggi tanaman dan produksi bahan kering nyata lebih tinggi dibanding pupuk organik. Pemupukan kompos + arang menghasilkan kadar fosfor jerami jagung manis nyata lebih tinggi dibanding pupuk kandang + arang.Kata kunci : pertumbuhan; kualitas; pupuk; Zea mays saccharata. ABSTRACT The study was conducted to examine the effect of organic and urea fertilizer on the growth and phosphorus concentration of sweet corn stover. The field experiment was conducted in August – December 2013 in Faculty of Animal and Agricultural Sciences laboratory Diponegoro University. Material used in this study was sweet corn seed, compost, manure, charcoal and urea (46% N) also KCl and TSP as basic fertilizer. The experimental design used was Monofaktor Completely Randomized Design (CRD) 9 treatments with 3 replicates, so there are 27 plots with the size of each is 1.6 x 1.2 m (1.92 m2). The parameters observed were plant height, dry matter yield, and phosphorus concentration of sweet corn stover. Research data processed by analysis of variance, if the treatment has significant effect, then followed by contrast test. The result showed that fertilizer application deliver significant effect on height plant, dry matter yield, and phosporus concentration compared to without fertilizer. Organic fertilizer plus urea deliver higher significant effect on height plant and dry matter yield compared to organic fertilizer. Compost plus charcoal deliver higher significant effect on phosporus concentration of sweet corn stover compared to manure plus charcoal.Keywords: growth; phosporus concentration; fertilizers; Zea mays saccharata
PERTUMBUHAN TANAMAN DAN KADAR KALSIUM HIJAUAN SORGUM MANIS (Sorghum bicolor (L).Moench) DENGAN PEMUPUKAN FOSFAT DAN ORGANIK (Plant Growth and Calsium Content of Sweet Sorghum Forage (Sorghum bicolor (L). Moench) with Phosphate and Organic Fertilization) Benowo, Fendias Eko; Karno, Karno; Lukiwati, Dwi Retno
Animal Agriculture Journal Vol 3, No 4 (2014): Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.32 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian bertujuan mengkaji pengaruh pemupukan fosfat dan organik terhadap pertumbuhan dan kadar kalsium (Ca) hijauan sorgum. Materi dalam penelitian adalah benih sorgum manis, pupuk kandang (pukan), pukan ‘plus’ (pukan + BP yang didekomposisikan bersama), arang, pupuk batuan phosphate (BP) 27% P2O5 dan triple super phosphate (TSP) 46% P2O5 serta amonium sulfat (AS) 21% N dan KCl 50%K2O sebagai pupuk dasar. Penelitian dilaksanakan dalam percobaan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 8 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan pemupukan pada penelitian adalah T0 = Kontrol,  T1 = Pukan,  T2 = Pukan + BP,  T3 = Pukan + TSP,  T4 = Pukan ‘plus’, T5 = Pukan+ BP + arang, T6  = Pukan + TSP + arang,  T7 =  Pukan ‘plus’ + arang.Parameter pengamatan yaitu tinggi tanaman, kadar protein kasar (PK) dan kadar Ca hijauan pada pemotongan I (40 hari) dan pemotongan II (40 hari setelah potong pertama). Data dianalisis ragam kemudian dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pukan ‘plus’ menghasilkan kadar Ca pemotongan I nyata lebih tinggi dibanding pukan + BP, pukan dan kontrol. Pukan ‘plus’ menghasilkan tinggi tanaman dan kadar Ca pemotongan I serta kadar Ca pemotongan II setara dengan pukan + TSP. Pukan ‘plus’ + arang menghasilkan tinggi tanaman pemotongan II setara dengan pukan + TSP + arang.Simpulan penelitian ini adalah perlakuan pemupukan organik + pupuk P baik dengan maupun tanpa arang meningkatkan tinggi tanaman sorgum pada pemotongan II. Perlakuan pupuk kandang + TSP + arang menghasilkan kadar Ca hijauan sorgum tertinggi pada pemotongan I.Kata Kunci: sorgum manis; pertumbuhan;kadar kalsium; fosfat;organik. ABSTRACT The aim of this study was to examine the effect of phosphate and organic fertilization on the growth and calsium (Ca) content of sorghum forage. The materials in this study were sweet sorghum seeds, manure, manure 'plus' (manure + rock phosphate were decomposed together), charcoal, rock phosphate 27% P2O5 and triple super phosphate(TSP) 46% P2O5 as well as the sulphate ammonium (AS) 21% N and KCl 50%K2O as a basic fertilizer.The experiment was conducted in a Randomized Complete Block Design (RCBD) with 8 treatments and 3 replications. Fertilizing treatments of this research was T0 = Control, T1 = Manure, T2 = Manure + rock phosphate, T3 = Manure + TSP, T4 = Manure ‘plus’, T5 = Manure + rock phosphate + charcoal, T6 = Manure + TSP + charcoal, T7 = Manure ‘plus’ + charcoal. The parameters were plant height, crude protein (CP) content and Ca content of sorghum forage at the first cutting (40 days)and second cutting (40 days after the first cutting). The data were analyzed using ANOVA, then followed by Duncan's multiple range test (DMRT).The results showed that manure 'plus' resulted Ca content of first cuttingthat was significantly higher than that of manure + rock phosphate, manure and control. Manure 'plus' resulted in plant height and Ca content on both cutting (first and second cutting) similar to manure + TSP. Manure 'plus' + charcoal resultedin plant height of second cuttingsimilarto manure + TSP + charcoal.The conclusionof thisresearchisorganic+P fertilizationtreatment either used or without used charcoal was able to increase height ofsorghumplant on second cutting. Treatmentof manure+TSP+charcoalresultthe highestCacontent of sorghumforage onfirst cutting.Keywords : sweet sorghum; growth;calsium content; phosphate; organic.