Syarifah Hidayah Fatriah
Department Forensic And Medico-legal Faculty Of Medicine University Of Riau/ Arifin Achmad State Hospital Pekanbaru – Riau Telp: (0761) 572725

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERSINGGUNGAN KEWENANGAN POLRI DAN KPK DALAM PENANGANAN TINDAK PIDANA KORUPSI: ANALISIS YURIDIS Yusuf DM, Mohd.; Nopen, Nasib; Hidayah Fatriah, Syarifah; Sitohang, Ramlan; Hamide, Hamide; Pratama, Dio Yulio; Sahfana, Natasya Sri; Nahda, Sayyidah; Habeahan, Irwanto; Wahyudi, Eka; Andrika, Muhammad Reyhan; Danu, Robby Raman
Jurnal Ilmiah Advokasi Vol 13, No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Advokasi
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jiad.v13i2.6374

Abstract

This article examines the overlap of authority between police investigators and the Corruption Eradication Commission (KPK) in handling corruption cases. Using a normative juridical approach, the study analyzes the relevant legal frameworks governing both institutions, including Law No. 8 of 1981 on the Criminal Procedure Code, Law No. 2 of 2002 on the Indonesian National Police, and Law No. 19 of 2019 on the Corruption Eradication Commission. The findings reveal overlapping jurisdictions that may create conflicts in investigative practice, particularly in relation to coordination, supervision, and the execution of institutional mandates. To address these challenges, the article proposes several measures, such as strengthening mechanisms of coordination and supervision, as well as drafting clearer and more binding implementing regulations. These efforts are expected to improve the effectiveness and efficiency of anti-corruption law enforcement, while also enhancing public trust in the integrity of Indonesia’s criminal justice system. Keywords: Investigator, Police, Corruption Eradication Commission
Persepsi dan Sikap Etis Dokter dalam Pemberian Surat Keterangan Dokter di Lingkungan Kerja Hidayah Fatriah, Syarifah; Ivonesti, Syarifah
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi dan sikap etis dokter dalam pemberian surat keterangan dokter di lingkungan kerja. Surat keterangan dokter merupakan dokumen penting yang digunakan untuk berbagai keperluan administratif dan kesehatan karyawan. Namun, seringkali muncul kekhawatiran terkait penyalahgunaan dan ketidakpatuhan terhadap kode etik profesi dalam proses pemberiannya. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap dokter dan pengamatan langsung di fasilitas kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi dokter terhadap pemberian surat keterangan sangat dipengaruhi oleh faktor etika profesi dan tekanan dari lingkungan kerja. Sebagian dokter menyadari pentingnya menjaga integritas dan kejujuran dalam proses pemberian surat, namun ada juga yang menghadapi dilema moral ketika diminta untuk memberikan surat tanpa alasan medis yang jelas. Sikap etis dokter dalam konteks ini sangat dipengaruhi oleh tingkat pemahaman terhadap kode etik dan komitmen pribadi terhadap profesionalisme. Temuan ini menegaskan perlunya pelatihan berkelanjutan mengenai etik profesi dan penguatan sistem pengawasan untuk memastikan pemberian surat keterangan dokter dilakukan secara jujur dan bertanggung jawab.
Modeling FoMO as a psychological mediator in relationship between phubbing and social media addiction among university students: A PLS-SEM Syarifah, Ivonesti; Zakiah, Nina; Syarifah, Hidayah Fatriah
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2026): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1211400

Abstract

This study investigates the mediating role of Fear of Missing Out (FoMO) in the relationship among phubbing and social media addiction among undergraduate students. Excessive social media use and problematic smartphone behavior have increasingly been associated with psychological distress and addictive digital behaviors among young adults. Using a quantitative explanatory research design, data were collected from 291 undergraduate students through convenience sampling and analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The measurement instruments were adapted from previously validated scales assessing phubbing, FoMO, and social media addiction. The findings revealed that phubbing had a significant positive effect on FoMO (β = 0.334, p < 0.001) and social media addiction (β = 0.359, p < 0.001). Furthermore, FoMO significantly predicted social media addiction (β = 0.671, p < 0.001). Mediation analysis demonstrated that FoMO significantly mediated the relationship between phubbing and social media addiction (β = 0.224, t = 4.98, p < 0.001), indicating a partial mediation effect. The structural model showed moderate explanatory power, with R² values of 0.540 for FoMO and 0.573 for social media addiction. These results recommed that psychological factors, particularly FoMO, provude to explaining how phubbing behavior is associated with dificult social media use among university students. This study contributes to the increasing theory on digital behavior by integrating behavioral and cognitive-emotional factors within a single structural framework.