Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PERSONIFIKASI DALAM ANTOLOGI PUISI DI BAWAH PAYUNG SENJA KITA BERCERITA KARYA TITI SANARIA DAN LILA SARASWATY Vivi Nuraini; Nyayu Lulu Nadya
JURNAL DIDACTIQUE BAHASA INDONESIA Vol. 2 No. 2 Juli 2021
Publisher : Universitas Tridinanti Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.332 KB) | DOI: 10.36767/didactique.v2i2.870

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah Mendeskripsikan majas personifikasi yang terdapat dalam antologi puisi Di Bawah Payung Senja Kita Bercerita karya Titi Sanaria dan Lila Saraswaty. Ada 21 puisi yang dikutip dari antologi puisi ini. Semua puisi menggunakan majas personifikasi. Majas personifikasi adalah gaya bahasa yang menyiratkan bahwa benda mati bisa beraktifitas seperti layaknya makhluk hidup. Dengan kata lain benda mati biasanya digambarkan, dilukiskan seolah-olah dapat beraktifitas seperti makhluk hidup. Misalnya benda itu dapat menari, bernyanyi, mengejar, tumbuh dan sebagainya yang mana sebenarnya hal itu hanya bisa dilakukan makhluk hidup. Contoh kutipan yang memiliki majas personifikasi “menyaksikan bagaimana pohon-pohon begitu tabah menanggalkan daunnya satu-persatu; Padahal suara hujan masih terdengar serak dan aku terjebak; Terlihat jejak-jejak hujan selepas mencumbui bumi yang membuat tanah menjadi basah; Bangku taman yang dingin dan senyap; Bunga mawar yang meratapi duri; angin merayu ranting-ranting pohon agar mau melepaskan daun-daunnya; Terdengar sayup-sayup gemercik air sungai bernyanyi memecah sunyi tanpa mengenal rasa jenuh. Kata Kunci: personifikasi, antologi puisi.
HUBUNGAN KEMAMPUAN MEMBACA KRITIS DENGAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA Falina Noor Amalia; Nyayu Lulu Nadya
JURNAL DIDACTIQUE BAHASA INDONESIA Vol. 1 No. 2 Juli 2020
Publisher : Universitas Tridinanti Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.23 KB) | DOI: 10.36767/didactique.v1i2.659

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan antara kemampuan membaca kritis dengan kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Subjek penelitian ini adalah seluruh mahasiswa semester II Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Tridinanti Palembang yang berjumlah 20 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah soal uraian kemampuan membaca kritis dan soal uraian kemampuan berpikir kritis. Soal untuk mengukur kemampuan membaca kritis terdiri dari pertanyaan literal, pertanyaan inferensial, pertanyaan interpretatif/integratif, dan pertanyaan evaluatif. Kemampuan berpikir kritis berisi penjelasan sederhana, keterampilan dasar, menyimpulkan, penjelasan lanjut, dan strategi/taktik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki tingkat kekritisan yang tinggi dalam membaca. Sebanyak 75% masuk dalam kategori tinggi, sedangkan sisanya sebanyak 25% masuk dalam kategori sedang. Untuk hasil tes kemampuan berpikir kritis, terdapat 60% mahasiswa yang masuk dalam kategori berpikir kritis tinggi. Penghitungan dilakukan dengan menggunakan rumus korelasi product moment yang didapat bahwa hasil rhitung = 0,53 yang lebih besar dari hasil rtabel = 0,374 dan dari hasil tersebut dapat dinyatakan bahwa hubungan antara kemampuan membaca kritis terhadap kemampuan berpikir kritis. Ditemukan pula kontribusi berpikir kritis 28% terhadap membaca kritis. Hal ini berarti terdapat 72% faktor lain yang juga memengaruhi kemampuan membaca kritis seseorang.Kata kunci: korelasi, membaca kritis, berpikir kritis.