Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PERBANDINGAN KEMAMPUAN MEMBACA CERITA RAKYAT SUMATERA SELATAN DAN CERITA PENDEK TEBITAN KOMPAS Falina Noor Amalia
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG 2018: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN 5 MEI 2018
Publisher : PROSIDING SEMINAR NASIONAL PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.126 KB)

Abstract

This research was aimed to find out the comparison of the speed of reading the folklore of South Sumatra and the short story published by Kompas. The sample in this study is the Second Semester Students of Indonesian Language and Literature Education Program, Faculty of Teacher Training and Education Tridinanti University of Palembang.  The technique of data analysis was a test technique. Quantitative data analysis technique was used to analyze the mean of reading comprehension test result. The text used is South Sumatra folklore entitled Sembesat and Sembesit, while the short story published by Kompas is written by Farizal Sikumbang entitled Penagih Hutang Bersepeda Kumbang. The procedures of data analysis consisted of  measuring the speed reading (KM), content comprehension (PI), and reading ability (KMP). The texts being tested are South Sumatran folklore and the short story published by Kompas. Based on the result of research, it was found that the reading speed of South Sumatera folklore was 161,71 kpm with the comprehension level 34,04%, while the speed of reading narrative story published by Kompas is 203,71 kpm with understanding level 62,14%. This shows that the reading speed of students in reading folklore is lower than the short story published by Kompas.Keywords— Speed Reading, Folklore, Short Stories.
INTERFERENSI BAHASA INDONESIA DALAM BAHASA MELAYU PALEMBANG PADA BERITA “GREBEK” DI PAL TV Tresna Amelia; Falina Noor Amalia
JURNAL DIDACTIQUE BAHASA INDONESIA Vol. 3 No. 2 Juli 2022
Publisher : Universitas Tridinanti Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.682 KB) | DOI: 10.36767/didactique.v3i2.928

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan data berupa interferensi bahasa Indonesia dalam bahasa Melayu Palembang yang terdapat pada berita “Grebek” di PAL TV yang meliputi kajian fonologi dan morfologi serta implikasinya terhadap pembelajaran bahasa Indonesia. Teori yang digunakan, yaitu model Miles dan Huberman. Teori ini memiliki satuan dan sarana analisis kualitatif yang dilakukan secara terus-menerus hingga tuntas. Penelitian ini berbentuk deskriptif kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik simak (rekam dan catat) dan wawancara dengan informan. Data penelitian ini menggunakan ujaran-ujaran pembaca berita “Grebek” di siaran PAL TV periode Januari 2019. Data ujaran yang diambil dalam penelitian ini dari pembaca berita Cek Dev dan Cek Uchi. Pemilihan pembaca berita karena Cek Dev dan Cek Uchi memiliki frekuensi siaran yang paling banyak, yaitu Cek Dev 11 kali siaran dan Cek Uchi 6 kali siaran, total 17 kali penelitian. Data yang terkumpul sebanyak 163 berita kriminal. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interferensi fonologi dan interferensi morfologi pada berita “Grebek” di PAL TV. Interferensi fonologi terdapat 181 data dengan meliputi perubahan fonem 98 data, penghilangan fonem 2 data, dan penambahan fonem 81 data. Interferensi morfologi yang berupa afiksasi, dan reduplikasi atau pengulangan terdapat 30 data, meliputi afiksasi ada 26 data, dan reduplikasi terdapat 4 data.Kata kunci: interferensi, berita grebek, pal tv
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR DALAM MENULIS KEMBALI ISI TEKS BIOGRAFI Rani Mawar Resta; Falina Noor Amalia
JURNAL DIDACTIQUE BAHASA INDONESIA Vol. 2 No. 1 Januari 2021
Publisher : Universitas Tridinanti Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1269.404 KB) | DOI: 10.36767/didactique.v2i1.743

Abstract

Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui pengaruh strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir dalam menulis kembali isi teks biografi pada siswa kelas X SMA Negeri 11 Palembang pada tahun ajaran 2020/2021. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Penentuan sampel adalah purposive sampling sehingga yang menjadi sampel adalah kelas X IPS 5 sebagai kelas kontrol dan X IPS 6 sebagai kelas eksperimen. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes hasil belajar siswa berupa soal menulis kembali isi teks biografi. Data yang diperoleh dengan menggunakan uji perbedaan dua rata-rata (t-tes). Dari hasil penelitian terlihat bahwa kelas yang menggunakan Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir memiliki rata-rata nilai lebih tinggi (75,16) jika dibandingkan dengan siswa yang menggunakan strategi pembelajaran konvensional (67,73). Sedangkan nilai perhitungan t-tes diperoleh t-hitung adalah 6,753. Dengan demikian hipotesis yang dikemukakan sebelumnya dapat diterima pada taraf kepercayaan 95%. Hal ini karena pada strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir, siswa dibimbing untuk dapat menggembangkan kemampuan dan pontensinya, sedangkan pada kelas kontrol yang menggunakan strategi pembelajaran konvensional siswa lebih banyak menerima informasi dari guru. Kata kunci: kemampuan berpikir, menulis biografi
ANALISIS KARAKTER TOKOH “MOZA” DALAM NOVEL GENDUT? SIAPA TAKUT! KARYA ALNIRA Ulan Dari; Falina Noor Amalia
JURNAL DIDACTIQUE BAHASA INDONESIA Vol. 2 No. 2 Juli 2021
Publisher : Universitas Tridinanti Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.406 KB) | DOI: 10.36767/didactique.v2i2.874

Abstract

Penelitian ini membahas tentang analisis karakter tokoh utama dalam novel Gendut? Siapa Takut! karya Alnira, yaitu Moza. Masalah penelitian ini yaitu bagaimanakah karakter tokoh Moza dalam Novel Gendut? Siapa Takut! karya Alnira. Tujuan penelitan ini adalah mendeskripsikan karakter tokoh Moza yang ada dalam novel Gendut? Siapa Takut! karya Alnira, baik secara langsung maupun tidak langsung digambarkan oleh pengarang dari kehidupan tokoh. Sumber penelitian adalah novel berjudul Gendut? Siapa Takut! Karangan Alnira yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2019 dengan tebal buku sebanyak 320 halaman. Novel karya Alnira sudah menduduki novel terbaik yang terbit di Gramedia Pustaka Utama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan dokumen berupa buku yang mendukung penelitian. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah membaca, memahami, menentukan karakter tokoh utama dalam novel tersebut, menganalisis dan menyajikan data dalam bentuk deskripsi. Implementasi pendekatan kualitatif dalam penelitian ini adalah peneliti melakukan penelitian dengan menganalisis karakter. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan 15 karakter yang digambarkan secara tersirat oleh penulis. Karakter tersebut adalah cuek, pantang menyerah, cantik gendut, mandiri, rajin, perhatian, kutu buku, lucu, percaya diri, cerdas, penyabar, penyayang, ramah, bertanggung jawab, pandai, dan bersyukur. Karakter tersebut disimpulkan berdasarkan penggambaran secara langsung, dialog tokoh lain, dan dari tingkah laku tokoh. Kata kunci: analisis, karakter, novel
HUBUNGAN BERPIKIR KREATIF DAN KEBIASAAN MEMBACA DENGAN MENULIS CERPEN SISWA KELAS XI SMA NEGERI 11 PALEMBANG Gusti Agustina; F.A. Milawasri; Falina Noor Amalia
JURNAL DIDACTIQUE BAHASA INDONESIA Vol. 1 No. 1 Januari 2020
Publisher : Universitas Tridinanti Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.351 KB) | DOI: 10.36767/didactique.v1i1.600

Abstract

Tujuan penelitian ini dirancang untuk mengetahui ada tidaknya hubungan yang positif dan signifikan antara berpikir kreatif, kebiasaan membaca, dan menulis cerita pendek. Penelitian ini merupakan penelitian jenis ex post facto atau penelitian yang tidak memberikan perlakuan pada variabel, tetapi memfokuskan pada hubungan antar variabel. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas XI SMA Negeri 11 Palembang tahun ajaran 2018/2019 yang berjumlah 468 siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas XI IPA 3 yang berjumlah 39siswa. Data dikumpulkan dengan menggunakan tes dan kuisioner. Analisis data dilakukan dengan pearson product moment correlation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat berpikir kreatif, kebiasaan membaca, dan kemampuan menulis cerita pendek siswa termasuk dalam kategori baik. Hasil rhitung  lebih besar dari rtabel (7.880>0.325). Hal ini menunjukkan bahwa adanya hubungan yang positif dan signifikan antara berpikir kreatif, kebiasaan membaca, kemampuan menulis cerita pendek siswa kelas XI SMA Negeri 11 Palembang. Hubungan tersebut termasuk dalam kategori sangat kuat.Kata Kunci: berpikir kreatif, kebiasaan membaca, menulis cerpen
HUBUNGAN KEMAMPUAN MEMBACA KRITIS DENGAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA Falina Noor Amalia; Nyayu Lulu Nadya
JURNAL DIDACTIQUE BAHASA INDONESIA Vol. 1 No. 2 Juli 2020
Publisher : Universitas Tridinanti Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.23 KB) | DOI: 10.36767/didactique.v1i2.659

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan antara kemampuan membaca kritis dengan kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Subjek penelitian ini adalah seluruh mahasiswa semester II Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Tridinanti Palembang yang berjumlah 20 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah soal uraian kemampuan membaca kritis dan soal uraian kemampuan berpikir kritis. Soal untuk mengukur kemampuan membaca kritis terdiri dari pertanyaan literal, pertanyaan inferensial, pertanyaan interpretatif/integratif, dan pertanyaan evaluatif. Kemampuan berpikir kritis berisi penjelasan sederhana, keterampilan dasar, menyimpulkan, penjelasan lanjut, dan strategi/taktik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki tingkat kekritisan yang tinggi dalam membaca. Sebanyak 75% masuk dalam kategori tinggi, sedangkan sisanya sebanyak 25% masuk dalam kategori sedang. Untuk hasil tes kemampuan berpikir kritis, terdapat 60% mahasiswa yang masuk dalam kategori berpikir kritis tinggi. Penghitungan dilakukan dengan menggunakan rumus korelasi product moment yang didapat bahwa hasil rhitung = 0,53 yang lebih besar dari hasil rtabel = 0,374 dan dari hasil tersebut dapat dinyatakan bahwa hubungan antara kemampuan membaca kritis terhadap kemampuan berpikir kritis. Ditemukan pula kontribusi berpikir kritis 28% terhadap membaca kritis. Hal ini berarti terdapat 72% faktor lain yang juga memengaruhi kemampuan membaca kritis seseorang.Kata kunci: korelasi, membaca kritis, berpikir kritis.
KEBIASAAN MEMBACA, PENGUASAAN DIKSI, DAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS EKSPOSISI Sisilia Indriani; Falina Noor Amalia
JURNAL DIDACTIQUE BAHASA INDONESIA Vol. 1 No. 1 Januari 2020
Publisher : Universitas Tridinanti Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.178 KB) | DOI: 10.36767/didactique.v1i1.601

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan membaca dengan kemampuan menulis teks eksposisi, hubungan antara penguasaan diksi dan kemampuan menulis teks eksposisi, dan hubungan antara kebiasaan membaca dan penguasaan diksi dengan kemampuan menulis teks eksposisi. di kelas X siswa SMA Negeri 11 Palembang. Penelitian ini merupakan penelitian jenis ex post facto. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas X SMA N 11 Palembang tahun ajaran 2018/2019 yang berjumlah 543 siswa. Peneliti telah mengambil sampel kelas X IPA 3 sebanyak 42 siswa. Data dikumpulkan dengan angket dan tes. Analisis data telah dilakukan dengan menggunakan aplikasi SPSS versi 22. Hasil penelitian menunjukkan: (1) tingkat kebiasaan membaca siswa adalah baik dengan jumlah 23 siswa (54,8%), (2) tingkat penguasaan diksi siswa termasuk dalam kategori baik sekali dengan jumlah 23 siswa (54,7%), (3) tingkat kemampuan menulis teks eksposisi siswa termasuk dalam kategori baik dengan jumlah 19 siswa (45,4%), (4) hasil rhitung = 7,147 yang lebih besar dari hasilrtabel = 0,308 dan dari hasil tersebut dapat dinyatakan bahwa adanya hubungan antara kebiasaan membaca dan penguasaan diksi dengan kemampuan menulis teks eksposisi siswa kelas X SMA Negeri 11 Palembang.Kata Kunci: membaca, diksi, menulis teks eksposisi
MINAT MEMBACA DAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS EKSPLANASI Puja Sulistiani; Falina Noor Amalia
JURNAL DIDACTIQUE BAHASA INDONESIA Vol. 3 No. 1 Januari 2022
Publisher : Universitas Tridinanti Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.815 KB) | DOI: 10.36767/didactique.v3i1.884

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan minat membaca siswa dengan kemampuan menulis teks eksplanasi siswa kelas XI MAN 2 Palembang tahun pelajaran 2020/2021. Penelitian ini merupakan penelitian korelasi. Populasi penelitian ini sebanyak 211 siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MIA 5 sebanyak 42 siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data mengggunakan angket minat baca dan tes menulis teks eksplanasi berupa kejadian-kejadian atau peristiwa yang sedang terjadi saat ini. Uji validitas menggunakan rumus korelasi product moment, sedangkan uji reliabilitas menggunakan rumus alpha. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan teknik statistic parametris. Analisis deskriptif dengan melakukan penyajian data melalui tabel, histogram dan diagram batang, sedangkan analisis statistic parametris melalui teknik korelasi product moment. Kemudian, nilai rata-rata minat baca adalah 70 dan menulis teks eksplanasi adalah 71 yang keduanya telah berada di atas nilai KKM sekolah. Hasil Fhitung dari minatbaca dan kemampuan menulis tekse ksplanasi sebesar 0,811 yang lebih besar dari hasil kisaran Ftabel 42 untuk kisaran 5%=0,3044 dan dari hasil tersebut dapat dinyatakan bahwa telah adanya hubungan yang positif dan signifikan antara minat baca dengan kemampuan menulis teks eksplanasi siswa di MAN 2 Palembang kelas XI MIA 5. Kesimpulannya yaitu hipotesis nol (H0) dinyatakan ditolak, sedangkan hipotesis penelitian (Ha) dinyatakan diterima dan telah adanya hubungan yang positif dan signifikan antara minat baca dan kemampuan menulis teks eksplanasi siswa kelas XI MIA 5 MAN 2 Palembang. Kata kunci: minat membaca, menulis teks eksplanasi
Analisis Sosiolinguistik Campur Kode dan Alih Kode dalam Dialog Film Pendek Centang biru Melly Destryani Utami; Falina Noor Amalia
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.40786

Abstract

Code mixing and code switching are increasingly prevalent phenomena in audiovisual media, particularly in short films that depict the communication patterns of young people in bilingual environments. This study aims to analyze the forms, types, and functions of code mixing and code switching found in the dialogue of the short film Centang Biru. The research problem focuses on how language mixing and switching are employed in the film’s dialogue, as well as the contextual and functional aspects underlying their use. This study adopts a descriptive qualitative approach, with data collected through observation and note-taking by repeatedly examining the film’s dialogue. The analysis process involves transcribing the dialogue, classifying instances of code mixing and code switching, and interpreting their functions based on the context of utterance. The findings reveal 13 instances of language alternation, consisting of 6 cases of external code switching and 8 instances of code mixing in the form of words, phrases, clauses, and repetition. Code mixing most frequently appears at the word and phrase levels, while code switching occurs through complete shifts between Indonesian and English. The results indicate that code mixing serves to enhance expression and social intimacy, whereas code switching functions to emphasize meaning and convey deeper emotional expression. This study is expected to contribute to sociolinguistic research, particularly in understanding language use in contemporary short film media
ANALISIS SOSIOLEK BAHASA PADA KOMUNITAS ROBLOX: RAGAM SLANG SEBAGAI KONSTRUKSI IDENTITAS DIGITAL Dewi Anggraini; Falina Noor Amalia
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.40788

Abstract

This research examines the use of slang in the Roblox community as part of digital identity construction and sociolect practices within online communication spaces. The phenomenon emerges through virtual interactions that develop a distinctive linguistic pattern, where non-standard expressions function as indicators of membership, social hierarchy, and cultural affiliation among players. A descriptive qualitative approach was applied using documentation of conversations, non-participatory observation, and screenshots collected from the Discord server “YAHAYUK Community.” Data were analyzed based on meaning, social functions, and usage context, supported by source and methodological triangulation to ensure validity. Findings reveal 25 recurring slang terms, including carry, bacon, robux, push, summit, and AFK, functioning to support communication efficiency, gameplay coordination, status markers, digital economic identity, and group solidarity. These linguistic forms are both pragmatic and symbolic, reinforcing norms, shared knowledge, and interpersonal relations within the gaming community. Thus, slang usage in the Roblox environment forms a digital sociolect that represents group identity, social structure, and a distinctive communication culture in virtual spaces. Language transcends its instrumental role and becomes a medium for identity formation, social bonding, and cultural practice within online game communities.