Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

ANALISIS KARAKTER TOKOH “MOZA” DALAM NOVEL GENDUT? SIAPA TAKUT! KARYA ALNIRA Ulan Dari; Falina Noor Amalia
JURNAL DIDACTIQUE BAHASA INDONESIA Vol. 2 No. 2 Juli 2021
Publisher : Universitas Tridinanti Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.406 KB) | DOI: 10.36767/didactique.v2i2.874

Abstract

Penelitian ini membahas tentang analisis karakter tokoh utama dalam novel Gendut? Siapa Takut! karya Alnira, yaitu Moza. Masalah penelitian ini yaitu bagaimanakah karakter tokoh Moza dalam Novel Gendut? Siapa Takut! karya Alnira. Tujuan penelitan ini adalah mendeskripsikan karakter tokoh Moza yang ada dalam novel Gendut? Siapa Takut! karya Alnira, baik secara langsung maupun tidak langsung digambarkan oleh pengarang dari kehidupan tokoh. Sumber penelitian adalah novel berjudul Gendut? Siapa Takut! Karangan Alnira yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2019 dengan tebal buku sebanyak 320 halaman. Novel karya Alnira sudah menduduki novel terbaik yang terbit di Gramedia Pustaka Utama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan dokumen berupa buku yang mendukung penelitian. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah membaca, memahami, menentukan karakter tokoh utama dalam novel tersebut, menganalisis dan menyajikan data dalam bentuk deskripsi. Implementasi pendekatan kualitatif dalam penelitian ini adalah peneliti melakukan penelitian dengan menganalisis karakter. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan 15 karakter yang digambarkan secara tersirat oleh penulis. Karakter tersebut adalah cuek, pantang menyerah, cantik gendut, mandiri, rajin, perhatian, kutu buku, lucu, percaya diri, cerdas, penyabar, penyayang, ramah, bertanggung jawab, pandai, dan bersyukur. Karakter tersebut disimpulkan berdasarkan penggambaran secara langsung, dialog tokoh lain, dan dari tingkah laku tokoh. Kata kunci: analisis, karakter, novel
PEMEROLEHAN BAHASA ANAK USIA TIGA TAHUN DALAM BIDANG SINTAKSIS Ulan Dari; Nyayu Lulu Nadya
JURNAL DIDACTIQUE BAHASA INDONESIA Vol. 3 No. 2 Juli 2022
Publisher : Universitas Tridinanti Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.589 KB) | DOI: 10.36767/didactique.v3i2.931

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemerolehan bahasa pada anak usia tiga tahun dalam bidang sintaksis. Pemerolehan bahasa pertama (Bl) anak terjadi bila anak yang sejak semula tanpa bahasa kini telah memperoleh satu bahasa. Pada masa pemerolehan bahasa anak, anak lebih mengarah pada fungsi komunikasi daripada bentuk bahasanya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Di mana hasil penelitian ini dari data-data deskriptif berupa kata-kata yang berbentuk tulisan maupun lisan yang mengarah pada tingkah laku yang dialamai dengan menyesuaikan  proses pemerolehan bahasanya. Jika seorang anak mengucapkan kalimat dengan jelas dan penempatan kata-katanya sudah benar, mungkin anak tersebut bisa di katakan anak yang aktif, di mana dia mendengarkan ujaran-ujaran dari orang sekitarnya. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan lama waktu penelitian tiga hari. Objek penelitian anak berusia tiga tahun bernama Rafie. Dapat disimpulkan bahwa usia tiga tahun pemerolehan sintaksis mulai berkembang. Pada kalimat perintah, Rafie kesulitan saat melafalkan fonem /r/ dengan merubah fonem /r/ menjadi fonem /l/. Sehingga kalimat tersebut berbunyi “main nanang, main halimau” yang seharusnya “main nanang, main harimau”.Kata Kunci: Pemerolehan, Bahasa, Sintaksis, Anak
SARKASME NETIZEN DALAM KOMENTAR AKUN INSTAGRAM LESTI KEJORA Ulan Dari; Edi Suryadi; Doni Samaya
Dialektologi Vol 8 No 2 (2023): JURNAL DIALEKTOLOGI
Publisher : Universitas Islam Ogan Komering Ilir Kayuagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52237/jurnal dialektologi.v8i2.592

Abstract

Gaya bahasa atau majas sering kali ditemukan di sebuah tulisan yang dibuat oleh penulis atau pengarang. Gaya bahasa memiliki berbagai jenis salah satunya yaitu, sarkasme. Sarkasme termasuk dalam salah satu jenis gaya bahasa sindiran karena merupakan sindiran bersifat kasar. Sarkasme sering kita temukan di media sosial, yaitu Instagram. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan jenis dan bentuk gaya bahasa sarkasme netizen dalam komentar akun Instagram Lesti Kejora. Metode yang digunakan metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan bahwa gaya bahasa sarksme netizen dalam komentar akun instagram Lesti Kejora periode November—Desember 2022 ditemukan 217 data. Pada bulan November jenisnya terdapat 79 data, yaitu bersifat ironis 37 data dan bersifat lugas 42 data. Bentuknya ditemukan 45 data, yaitu sarkasme sifat ada 3 data, bentuk sarkasme tindakan ada 7 data, bentuk sarkasme hasil tindakan ada 6 data, bentuk sarkasme himbauan 2 data dan sarkasme sebutan ada 27 data. Bulan Desember jenisnya ditemukan 63 data, yaitu bersifsat ironis ada 32 data dan jenis bersifat lugas 31 data. Bentuknya ditemukan 30 data, yaitu sarkasme sifat ada 2 data, sarkasme tindakan ada 2 data, sarkasme hasil tindakan ada 6 data, sarkasme himbauan 3 data, dan sarkasme sebutan ada 17 data.
EDUCATION MANAGEMENT AND CONCEPTUAL FRAMEWORK IN IMPROVING THE QUALITY OF EDUCATION Ulan Dari; Mairi Sukma
Jurnal Penelitian Progresif Vol 3 No 1 (2024): SEPTEMBER 2023- FEBRUARY 2024
Publisher : CV Naskah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61992/jpp.v3i1.98

Abstract

Education management is a good benchmark in the field of education. Whether the quality of education is good or not really depends on management. Many problems arise in the field of education because the goals and policies taken by education managers are not appropriate. To be able to solve these various problems, it is necessary to carry out research in this direction so that education is quality and has great meaning for the lives of Indonesian people. The purpose of writing this article is to find out systematic educational management and the conceptual framework for improving the quality of education. This research is qualitative research in the nature of a literature study which uses books, scientific articles and other literature as the main object. The result of this literature review is that quality management occurs because an organization certainly wants quality in education so that people are more interested in choosing an educational organization that has good quality. In maintaining the quality of educational organizations, of course there are steps to maintain this quality. This step or method is through management in an educational environment which is called quality management, because in quality management there is planning, supervision and orders to improve quality. On this basis, to improve the quality of education it is necessary to have quality management in it.
Pendidikan Antikorupsi : Peran Institusi Pendidikan dalam Membangun Integritas Ulan Dari; Luna Erika Putri; Nadia Widyana Sari; Zulandi Adha; Rahma Marlia Sari; Nurhaliza Hersa Oktavia; Rikiawan Rikiawan
SOSIAL : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPS Vol 3 No 1 (2025): SOSIAL: Jurnal Ilmiah Pendidikan IPS
Publisher : Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/sosial.v3i1.592

Abstract

Anti-corruption education is a strategic step in building the integrity of Indonesia's young generation, amidst widespread efforts to eradicate corruption which is detrimental to the economy and public trust. This service uses qualitative descriptive methods to explore the role of educational institutions in instilling anti-corruption values through innovative curricula and the use of digital technology. The aim of this journal is to increase awareness about the importance of anti-corruption education by utilizing digital technology, so that it can highlight the importance of anti-corruption education as part of a long-term solution to eradicating corruption, not just through law enforcement. This scientific work utilizes innovation by using digital technology, resulting in the finding that anti-corruption education can be successful with digital technology. This research provides a strong basis for education policies to strengthen anti-corruption culture systemically. The results of the service show that systemic integration of anti-corruption education can increase student understanding and build strong cultural integrity in the school environment..
SARKASME NETIZEN DALAM KOMENTAR AKUN INSTAGRAM LESTI KEJORA Ulan Dari; Edi Suryadi; Doni Samaya
DIALEKTOLOGI Vol. 8 No. 2 (2023): Dialektologi
Publisher : DIALEKTOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gaya bahasa atau majas sering kali ditemukan di sebuah tulisan yang dibuat oleh penulis atau pengarang. Gaya bahasa memiliki berbagai jenis salah satunya yaitu, sarkasme. Sarkasme termasuk dalam salah satu jenis gaya bahasa sindiran karena merupakan sindiran bersifat kasar. Sarkasme sering kita temukan di media sosial, yaitu Instagram. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan jenis dan bentuk gaya bahasa sarkasme netizen dalam komentar akun Instagram Lesti Kejora. Metode yang digunakan metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan bahwa gaya bahasa sarksme netizen dalam komentar akun instagram Lesti Kejora periode November—Desember 2022 ditemukan 217 data. Pada bulan November jenisnya terdapat 79 data, yaitu bersifat ironis 37 data dan bersifat lugas 42 data. Bentuknya ditemukan 45 data, yaitu sarkasme sifat ada 3 data, bentuk sarkasme tindakan ada 7 data, bentuk sarkasme hasil tindakan ada 6 data, bentuk sarkasme himbauan 2 data dan sarkasme sebutan ada 27 data. Bulan Desember jenisnya ditemukan 63 data, yaitu bersifsat ironis ada 32 data dan jenis bersifat lugas 31 data. Bentuknya ditemukan 30 data, yaitu sarkasme sifat ada 2 data, sarkasme tindakan ada 2 data, sarkasme hasil tindakan ada 6 data, sarkasme himbauan 3 data, dan sarkasme sebutan ada 17 data
Studi Kasus tentang Implikasi Hukuman terhadap Kedisiplinan Siswa Saqinah Aifi Kirmala; Arini Rehulina Br Surbakti; Fatma Angraini Lubis; Nur Cahyu Azizah; Anisa Amelia Purba; Ulan Dari; Jamaludin Jamaludin; Sri Yunita
JURNAL RISET RUMPUN ILMU PENDIDIKAN Vol. 3 No. 2 (2024): Oktober : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurripen.v3i2.4350

Abstract

Student discipline is a crucial aspect in the world of education that directly affects the effectiveness of the learning process. This study aims to analyze the implications of punishment on student discipline using a behaviorist learning theory approach. In this theory, punishment functions as a consequence that reduces unwanted behavior, while positive reinforcement aims to encourage expected behavior. A case study of Mrs. Supriyani, a teacher accused of committing violence against students, is the focus of this study. The results of the study indicate that punishment given appropriately and consistently can build a deterrent effect and increase student discipline. However, excessive or unfair punishment tends to have negative impacts, such as emotional resistance and damaged teacher-student relationships. To achieve more effective discipline, a combination of educational punishment and positive reinforcement is needed so that students not only understand the bad consequences of violations but are also motivated to demonstrate good behavior. Prospects for further development of this research include the implementation of restorative justice methods in conflict resolution and strengthening the role of teachers as learning facilitators who educate without having to cause fear.
SARKASME NETIZEN DALAM KOMENTAR AKUN INSTAGRAM LESTI KEJORA Ulan Dari; Edi Suryadi; Doni Samaya
DIALEKTOLOGI Vol. 8 No. 2 (2023): Dialektologi
Publisher : Dialektologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gaya bahasa atau majas sering kali ditemukan di sebuah tulisan yang dibuat oleh penulis atau pengarang. Gaya bahasa memiliki berbagai jenis salah satunya yaitu, sarkasme. Sarkasme termasuk dalam salah satu jenis gaya bahasa sindiran karena merupakan sindiran bersifat kasar. Sarkasme sering kita temukan di media sosial, yaitu Instagram. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan jenis dan bentuk gaya bahasa sarkasme netizen dalam komentar akun Instagram Lesti Kejora. Metode yang digunakan metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan bahwa gaya bahasa sarksme netizen dalam komentar akun instagram Lesti Kejora periode November—Desember 2022 ditemukan 217 data. Pada bulan November jenisnya terdapat 79 data, yaitu bersifat ironis 37 data dan bersifat lugas 42 data. Bentuknya ditemukan 45 data, yaitu sarkasme sifat ada 3 data, bentuk sarkasme tindakan ada 7 data, bentuk sarkasme hasil tindakan ada 6 data, bentuk sarkasme himbauan 2 data dan sarkasme sebutan ada 27 data. Bulan Desember jenisnya ditemukan 63 data, yaitu bersifsat ironis ada 32 data dan jenis bersifat lugas 31 data. Bentuknya ditemukan 30 data, yaitu sarkasme sifat ada 2 data, sarkasme tindakan ada 2 data, sarkasme hasil tindakan ada 6 data, sarkasme himbauan 3 data, dan sarkasme sebutan ada 17 data
SARKASME NETIZEN DALAM KOMENTAR AKUN INSTAGRAM LESTI KEJORA Ulan Dari; Edi Suryadi; Doni Samaya
Dialektologi Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Dialektologi
Publisher : Universitas Islam Ogan Komering Ilir Kayuagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gaya bahasa atau majas sering kali ditemukan di sebuah tulisan yang dibuat oleh penulis atau pengarang. Gaya bahasa memiliki berbagai jenis salah satunya yaitu, sarkasme. Sarkasme termasuk dalam salah satu jenis gaya bahasa sindiran karena merupakan sindiran bersifat kasar. Sarkasme sering kita temukan di media sosial, yaitu Instagram. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan jenis dan bentuk gaya bahasa sarkasme netizen dalam komentar akun Instagram Lesti Kejora. Metode yang digunakan metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan bahwa gaya bahasa sarksme netizen dalam komentar akun instagram Lesti Kejora periode November—Desember 2022 ditemukan 217 data. Pada bulan November jenisnya terdapat 79 data, yaitu bersifat ironis 37 data dan bersifat lugas 42 data. Bentuknya ditemukan 45 data, yaitu sarkasme sifat ada 3 data, bentuk sarkasme tindakan ada 7 data, bentuk sarkasme hasil tindakan ada 6 data, bentuk sarkasme himbauan 2 data dan sarkasme sebutan ada 27 data. Bulan Desember jenisnya ditemukan 63 data, yaitu bersifsat ironis ada 32 data dan jenis bersifat lugas 31 data. Bentuknya ditemukan 30 data, yaitu sarkasme sifat ada 2 data, sarkasme tindakan ada 2 data, sarkasme hasil tindakan ada 6 data, sarkasme himbauan 3 data, dan sarkasme sebutan ada 17 data