Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Humaniora

UTILIZING CRITICAL DISCOURSE ANALYSIS FOR AUTHENTIC MATERIAL AND CROSS-CULTURAL CONTENT: APPLIED LINGUISTICS AND HUMANISTIC WORK Hasan Khalawi; Samsul Hadi
Jurnal Humaniora Vol 5 No 1 (2017): Jurnal Humaniora
Publisher : LPPM Press STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

To date, the critical thinking and interpretation is such a constraint for that globalized life and culture. This shift was affected by the maturity of human and their cultures. Alpha generation, referring to generation theory, is that mentioned period of being critical, complex, and liable to search the truth through scientific reasoning and logical interpretation. For that reason, this research is aimed at revealing kind of Critical Discourse Analysis (CDA) devices which are able to uncover the hidden meaning; and how those critical discourse analysis devices are applied to cross-cultural content and humanistic values using authentic materials. Based on the search of the researcher, there is still minimal research and writing pertaining to this issue. Then, this research hopefully becomes the significant credit to English education rehearsal and development. This research is naturally pseudo mixed methods in the paradigm of Applied Linguistics. The data source is from the authentic material (English magazine or newspaper), while the process of the research data collection is the adaptation of George (2008) which is finally analyzed using Spradley analysis (1980). Based on the need of Alpha generation, CDA in the framework of Applied Linguistics is hopefully providing such contribution and benefits for English education in Indonesia. Based on the research findings, the uncovered phenomena are as follows: (1) the devices of the Critical Discourse Analysis (CDA) to be applied in the framework of Applied Linguistics (AL) are the biases of (a) power; (b) culture; (c) identity; (d) ideology; (e) interest; (f) politics; (g) intertextuality; (h) value; (i) subjectivity; and (j) agenda; (2) the critical discourse analysis can be applied both in the research and teaching strategy by analyzing the discourse in the authentic material to uncover the phenomena; (3) worldview of people is the source of intellectual and social activity. So, by employing the CDA and AL, the teacher or the researcher will recognize whether or not the worldview is good for the Islamic worldview and the local wisdom in the Eastern country.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW BERBANTUAN CD INTERAKTIF PADA POKOK BAHASAN PROKLAMASI KEMERDEKAAN Ferry Aristya; Samsul Hadi
Jurnal Humaniora Vol 4 No 1 (2016): Jurnal Humaniora
Publisher : LPPM Press STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran IPS selain untuk mengembangkan kecerdasan intelektual juga memiliki peran sangat penting dalam pembentukan kepribadian bangsa. Melalui pembelajaran IPS dapat menanamkan nilai nasionalisme kepada siswa. Penelitian akan dilaksanakan terhadap siswa kelas V SDN Krikilan 1 sebagai subjek uji coba dan subjek uji kelas eksperimen adalah siswa dan kontrol kelas VA dan VB SDN Jetiskarangpung 1. Penelitian ini adalah pengembangan dengan jenis metode campuran dengan analisis deskriptif kualitatif menggunakan analisis kuantitatif. Data diambil dengan observasi, dokumentasi, skala sikap, dan tes menggunakan uji lilifours. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran jigsaw berbantuan CD interaktif pelas eksperimen diperoleh nilai Lo = 0.1177 untuk taraf nyata α = 0,05 dengan n = 32 diperoleh Ltabel = 0.1566,dilihat bahwa Lo< Ltabel. Karena Lo< Ltabel, maka Ho diterima Ini berarti terdapat perbedaan signifikan prestasi belajar. Diketahui nilai uji t sebesar 2,308 dengan nilai probabilitas 0,026 nilainya lebih kecil dari 0,05, respons siswa kelas eksperimen lebih tinggi dengan nilai mean 61,72 sedangkan untuk kelas kontrol dengan nilai mean 59,10. Respons guru positif nilai mean 62,0 kelas kontrol dengan nilai mean 59,80. Kelompok eksperimen lebih tinggi dengan nilai mean 41,52 sedangkan kelompok kontrol dengan nilai mean 39,45 maka dari hasil tersebut siswa kelas eksperimen lebih antusias dalam mengikuti pembelajaran jigsaw dengan berbantuan CD interaktif.
Pendidikan Sejarah dan Karakter Menjawab Tantangan Krisis Multidimensional Heru Arif Pianto; Samsul Hadi
Jurnal Humaniora Vol 4 No 2 (2017): Jurnal Humaniora
Publisher : LPPM Press STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.185 KB)

Abstract

Pemilihan topic ini didasarkan pada perhatian penulis terhadap perkembangan generasi muda pada era sekarang ini yang sangat memprihatinkan. Pengetahuan terhadap suatu nilai kesejarahan sudah mulai menurun drastis. Mereka sebagian besar hanya membicarakan masalah kekinian saja serta mengesampingkan masa lalu. Sejarah mereka anggap hanya sebagai barang antik yang harus di museumkan. Kalangan generasi muda sekarang banyak yang mengidap penyakit amnesia sejarah. Padahal apabila kita amati secara cermat banyak sekali persoalan sekarang ini yang bisa diselesaikan dengan sejarah. Kembali pada tujuan awal bahwa belajar sejarah itu bukan hanya saja untuk mengetahui masa lampau, tetapi lebih dari itu, yaitu untuk melatih manusia lebih bersikap bijaksana dalam menyelesaikan persoalan. Persoalan bangsa selama ini menjadi suatu penghambat dalam majunya suatu negara. Lalu dengan kompleksnya persoalan negara itu, selanjutnya mau dibawa kearah mana negara ini kedepan. Semua itu tentunya tugas generasi muda sebagai generasi penerus bangsa. Luaran hasil penelitian ini diharapkan (1) menjadi artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal yang ber ISSN, (2) Publikasi hasil penelitian melalui seminar nasional yang diikuti oleh berbagai dosen dan mahasiswa pada perguruan tinggi, (3) Menjadi sebuah acuan untuk penyusunan materi sejarah lokal. Metode penelitian yang digunakan dalam penyusunan karya ilmiah ini adalah metode penelitian sejarah, dengan cara merekonstruksi masa lampau melalui proses pengujian dan analisis secara kritis terhadap rekaman dan peninggalan masa lampau. Secara garis besar penelitian sejarah terbagi menjadi empat tahapan yaitu, heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi.