Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Review: Metoda Adsorpsi pada Penyerapan Ion Logam dan Zat Warna dalam Limbah Cair Linda Hevira; Rahmiana Zein; Putri Ramadhani
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.659 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v1i1.5906

Abstract

Pertumbuhan industri dan kebutuhan penduduk telah menyumbang limbah yang masuk ke lingkungan. Salah satunya adalah limbah yang mencemari perairan yang dapat membahayakan kesehatan manusia dan mahluk hidup lainnya. Sejumlah studi telah dilakukan untuk menghilangkan ion logam dan zat warna dari perairan. Metoda adsorpsi merupakan suatu metoda yang paling banyak digunakan dengan memanfaatkan sumber daya alam yang masih melimpah, atau menggunakan limbah pertanian, peternakan dan perikanan yang sering terbuang bahkan melakukan aktivasi atau modifikasi untuk memperbanyak porositas dan mempeluas bidang permukaan bahan penyerap. Dalam review ini dirangkum metoda adsorpsi dan hasil yang didapatkan  peneliti dengan berbagai bahan penyerap yang sebagian besar dilakukan dalam lima tahun terakhir. Ulasan ini penting untuk memberikan masukan dalam mencari alternatif bahan penyerap lain atau menghilangkan bahan pencemar berbahaya lainnya yang merusak lingkungan dan kehidupan manusia.
DEKOLORISASI ZAT WARNA METILEN BIRU MENGGUNAKAN BIOSORBEN KULIT TELUR Linda Hevira; Gampito .
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional
Publisher : LPPM Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62018/sitawa.v1i2.11

Abstract

Keberadaan zat warna sintetis di perairan sangat berbahaya walaupun dalam konsentrasi yang kecil. Metoda adsorpsi dianggap paling cocok untuk mengelola limbah, apalagi menggunakan bahan terbuang untuk menyerap zat warna. Pada penelitian ini kulit dan membran telur ayam digunakan untuk menyerap zat warna metilen biru. Kinetika reaksi penyerapan dianalisa dari data waktu kontak optimal. Model kinetika yang cocok dengan penelitian adalah pseudo orde dua dengan R2 = 0,9971. mekanisme penyerapan menunjukkan bahwa kapasitas penyerapan sesuai dengan jumlah sisi aktif adsorben. Dari segi ekonomi, kulit dan membran telur ayam dapat dipastikan sebagai penyerap zat warna yang ramah lingkungan, efisiensi tinggi, selain itu juga dapat mengurangi sampah padat organik.
Analisa Kandungan Deksametason Dalam Jamu Penambah Berat Badan di Kota Bukittinggi Menggunakan Spektrofotometri UV-VIS Linda Hevira
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional Vol. 2 No. 2 (2023): SITAWA : Health, Science and Traditional Medicine Journal
Publisher : LPPM Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62018/sitawa.v2i2.47

Abstract

Jamu penambah berat badan merupakan salah satu obat tradisonal yang biasanya digunakan untuk penambah nafsu makan. Salah satu bahan kimia obat yang sering ditambahkan ke dalam jamu penambah berat badan adalah deksametason. Efek samping Deksametason dalam jangka panjang dapat menimbulkan retensi cairan, glaukoma, hormonal dan sindrom cushing eksogen (iatrogenik). Sindrom ini menyebabkan wajah tampak bulat dan sembab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kandungan bahan kimia obat deksametason dalam jamu penambah berat badan. Jamu penambah berat badan yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu lima merk jamu yang diberi label A,B,C,D dan E yang beredar bebas di pasaran kota Bukittinggi. Metode pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dan dianalisa secara kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan Spektrofotometri UV-Vis. Hasil analisa menunjukkan sampel A,B,C,D dan E positif mengandung deksametason pada panjang gelombang maksimum 240 nm. Kadar rata-rata deksametason pada sampel jamu penambah berat badan A didapatkan sebanyak 0,767 %, jamu B sebanyak 0,802 %, jamu C sebanyak 0,773 %, jamu D sebanyak 0,877 % dan jamu E sebanyak 1,057 %. Dari data tersebut disimpulkan bahwa kelima sampel jamu penambah berat badan di kota Bukittinggi tidak memenuhi persyaratan obat tradisional berdasarkan Permenkes RI No.007 tahun 2012 tentang larangan penambahan bahan kimia obat pada obat tradisional.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SEDIAAN LIP BALM DARI EKSTRAK DAUN KALE (Brassica oleracea var. acephala) DENGAN MENGGUNAKAN METODE DPPH Linda Hevira; Nabila Putri Delvianti; Azimatur Rahmi
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional Vol. 3 No. 2 (2024): SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional
Publisher : LPPM Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62018/sitawa.v3i2.98

Abstract

Kale merupakan salah satu jenis tanaman sayur daun dari famili Brassicaceae yang memiliki nilai ekonomi tinggi yang cukup baik untuk dibudidayakan. Kale mengandung vitamin dan mineral yang tinggi serta rendah kalori. Tanaman kale memiliki senyawa antioksidan berupa quercetin, β- karoten, dan antosianin. Antioksidan di dalam daun kale dapat digunakan untuk melindungi bibir dari paparan polusi dan sinar matahari yang menyebabkan radikal bebas. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan aktivitas antioksidan dari daun kale (Brassica oleracea var.Achepala) dengan perbedaan konsentrasi yang telah diformulasikan menjadi sediaan lipbalm. Pengujian aktivitas antioksidan dengan menggunakan DPPH pada panjang gelombang 514 nm, memperlihatkan aktivitas tertinggi ditunjukkan oleh sediaan lipbalm dengan konsentrasi ekstrak daun kale 5% yang memiliki nilai IC₅₀ 9,959 ppm. Sedangkan untuk lipbalm dengan konsentrasi 1% dan 3% masing-masing memiliki nilai IC₅₀ yaitu 18,93 ppm dan 16,66 ppm. Sehingga dapat disimpulkan bahwa semua formulasi sediaan lipbalm dengan penambahan ekstrak daun kale ini dikategorikan memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat.
Sintesis Dan Karakterisasi Natrium Karboksimetil Selulosa Na-CMC Dari Sabut Kelapa Muda Sebagai Alternatif Bahan Baku Cangkang Kapsul Linda Hevira; Azimatur Rahmi; Cici Lorenza
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional Vol. 4 No. 1 (2025): SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional
Publisher : LPPM Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62018/sitawa.v4i1.123

Abstract

Sabut kelapa merupakan limbah yang sering kali tidak mengalami pengolahan sabut kelapa muda mengandung selulosa yaitu sebesar 78,48% yang bisa dimanafaatkan pembuatan Na-CMC sebagai bahan baku cangkang kapsul. Tujuan penelitian Untuk mengetahui apakah bisa Na-CMC dari sabut kelapa muda bisa dicetak sebagai cangkang kapsul. Na-CMC diperoleh dari proses sintesis selulosa yang sebelumnya telah diisolasi melalui proses hidrolisis, delignifikasi dan bleaching, proses tersebut menggunakan bahan HNO3 4%, NaOH 2 N H2O2 15%. Sintesis Na-CMC melalui dua tahapan yaitu alkalisasi menggunakan NaOH dan karbokesimetilisasi menggunakan natrium kloroasetat. Hasil sinstesis dilakukan beberapa uji karakterisasi, hasil yang didapatkan dari uji karaterisasi yaitu karekteristik organoleptis, kelarutan pH, swelling dan derajat substitusi memenuhi standar yang telah ditetapkan. Pada pemeriksaan kadar air didapat kan hasil 15,8 % belum memenuhi syarat yang telah ditentukan. Berdasarkan hal ini Na-CMC sabut kelapa belum memenuhi syarat untuk dinyatakan sebagai Na-CMC yang baik. Kemudian di formulasi kan sebagai bahan baku cangkang kapsul dengan menambahkan Na-CMC sabut kelapa muda sebagai bahan baku dan keragenan yang berfungsi sebagai gelling agent dan aquadest sebagai pelarut, cangkang kapsul yang diperoleh yaitu berwarna kecoklatan, agak sedikit keras, dan tebal.