Dyah Rahmi Astuti
UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Manajemen Humas dalam Mempertahankan Sponsor Iik Jafar Sidik; Wiryo Setiana; Dyah Rahmi Astuti
Reputation: Jurnal Hubungan Masyarakat Vol 2 No 3 (2019): Reputation: Jurnal Hubungan Masyarakat
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/reputation.v2i3.617

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses yang dilakukan PT. Persib Bandung Bermartabat dalam menjalankan program atau kegiatan Manajemen Humas dalam Mempertahankan Sponsor mulai dari proses defining Public Relations, planning and programming, taking action and communication hingga evaluating the program. Metode penelitian yang digunakan yaitu menggunakan studi kasus dengan pendekatan kualitiatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Manajemen Humas dalam Mempertahankan Sponsor dimulai dengan proses defining Public Relations problem, planning and programming, taking action and communication dan diakhiri dengan evaluating the program,sehingga melalui proses ini dapat ditentukan masalah apa yang akan dijadikan suatu fokus kegiatan melalui analisa data-data yang didapatkan, mampu menjadikan sebuah program atau kegiatan dapat terlaksana dengan efektif, melakukan kinerja serta berkomunikasi didalam sebuah program atau kegiatan dengan tujuan untuk menentukan waktu, kapan, dimana, dan bagaimana program atau kegiatan tersebut dilaksanakan, dan mengevaluasi dari keseluruhan program atau kegiatan yang telah dilaksanakan untuk mengukur sejauh mana pencapaian yang sudah dilakukan. This study aims to determine the process carried out by PT. Persib Bandung Bermartabat in carrying out Public Relations Management programs or activities in Maintaining Sponsors starting from the defining process of Public Relations, planning and programming, taking action and communication to evaluating the program. The research method is using a case study with a qualitative approach. The results showed that Public Relations Management in Maintaining Sponsors began with the defining process of Public Relations problems, planning and programming, taking action and communication and evaluating the program, so that through this process what problems would be a focus of activities through analysis – the obtained, is able to make a program or activity can be carried out effectively, perform performance and communicate in a program with the aim of determining, and evaluating the entire program has been carried out to measure the extent of the achievements that have been made.
Pengelolaan Website dalam Meningkatkan Citra Positif Lembaga (Analisis Deskriptif pada Website Yayasan Pendidikan Al Ma'soem) intan ayu lestari; Yusuf Zaenal Abidin; Dyah Rahmi Astuti
Reputation: Jurnal Hubungan Masyarakat Vol 2 No 4 (2019): Reputation: Jurnal Hubungan Masyarakat
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/reputation.v2i4.725

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui penentuan masalah, perencanaan, pelaksanaan serta evaluasi yang dilakukan oleh praktisi humas Yayasan Pendidikan Al Ma’soem dalam mengelola website guna meningkatkan citra positif lembaga. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan analisis deksriptif dengan pendekatan kualitiatif. Pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu dengan wawancara, dan observasi dengan tiga informan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa praktisi humas Yayasan Pendidikan Al Ma’soem dalam pengelolaan website guna meningkatkan citra positif lembaga menggunakan empat tahapan proses public relations yakni pertama dengan menentukan masalah melalui koran, berita online dan layanan pengaduan masyarakat. Kedua perencanaan, yang dilakukan yakni ketika ada kegiatan, dibuat berita, dimasukan ke website yang diharapkan sampai kepada masyarakat. Ketiga pelaksanaan, dibagi menjadi tiga admin, yaitu admin informasi, admin pemberitaan dan admin informasi tekhnologi (IT). Keempat, evaluasi, yakni menilai keberhasilan program dari grafik, pusat informasi dan total pengunjung. Kata Kunci : Pengelolaan; Website; Citra This paper aims to determine the problem determination, planning, implementation and evaluation of Al Ma’soem Education Foundation's public relations practitioners in managing websites to improve the positive image of the institution. The research method used in this study is using descriptive analysis with a qualitative approach. Data collection used in this study is by interview, and observation with three informants. Based on the results of the study, it can be concluded that the Al Ma’soem Education Foundation public relations practitioner in managing websites to enhance the positive image of the institution uses the four stages of the public relations process namely first by determining the problem through newspapers, online news and public complaints services. Both planning, which is carried out when there are activities, made news, entered into the website that is expected to reach the community. The third implementation, divided into three admins, namely information admin, admin reporting and information technology admin (IT). Fourth, namely assessing the success of the program from the graph, information center and total visitors. Keywords: Management; Website; Image
Manajemen Penerbitan Majalah eMagz Melalui Four Step Public Relations Indah Yulia Sopariah; Irfan Sanusi Sanusi; Dyah Rahmi Astuti
Reputation: Jurnal Hubungan Masyarakat Vol 4 No 2 (2021): Reputation: Jurnal Ilmu Hubungan Masyarakat
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/reputation.v4i2.810

Abstract

Media internal merupakan sarana penyampaian penerimaan dan informasi yang bersifat internal. Media internal dapat menjadi perantara yang baik untuk membina hubungan harmonis dan memotivasi kinerja karyawan. Tujuan penelitian ini untuk menghasilkan data kualitatif melalui studi Deskriptif tentang meneliti Manajemen Media Internal Jasindo melalui Jasindo eMagz untuk mengetahui proses Mendefinisikan Masalah, proses perumusan Perencanan Pemrograman, Mengambil Tindakan dan Berkomunikasi, dan Mengevaluasi Program pada media internal melalui Jasindo eMagz. Penelitian ini menggunakan konsep Four Steps PR Process atau yang sering dikenal dengan proses operasional Public Relations pada Manajemen penerbitan Media Internal dalam meningkatkan motivasi kerja karyawan. Hasil penelitian menunjukan bahwa manajemen penerbitan majalah eMagz terbagi empat tahapan 1). mendefinisikan masalah tiga diantaranya informasi seputar kegiatan perusahaan, berita konvensional, berita online. 2). merencanakan program dua tahap diantaranya konten majalah, sasaran majalah. 3). mengambil tindakan dan berkomunikasi tiga tahapan diantaranya menentukan topik, membuat berita, berdiskusi. 4). Mengevaluasi ada dua tahapan diantaranya survey, koreksi majalah. Internal media is a means of delivering internal receipts and information. Internal media can be a good intermediary to foster harmonious relationships and motivate employee performance. The purpose of this study is to produce qualitative data through Descriptive studies about examining Jasindo Internal Media Management through Jasindo eMagz to determine the process of Defining Problems, the process of formulating Programming Planning, Taking Action and Communicating, and Evaluating Programs on internal media through Jasindo eMagz. This study uses the Four Steps PR Process concept or what is often known as the operational process of Public Relations in Internal Media publishing management in increasing employee work motivation. The results of the study show that the management of publishing eMagz magazine is divided into four stages 1). define three problems including information about company activities, conventional news, online news. 2). plan a two-stage program including magazine content, magazine goals. 3). take action and communicate three stages including determining topics, making news, discussing. 4). Evaluating there are two stages including surveys, corrections to magazines.
Kampanye Public Relations Tentang Sistem Kerja Parlemen Dalam Mengedukasi Masyarakat Afif Maula Fauzi; A.S Haris Sumadiria; Dyah Rahmi Astuti
Reputation: Jurnal Hubungan Masyarakat Vol 3 No 2 (2020): Reputation: Jurnal Ilmu Hubungan Masyarakat
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/reputation.v3i2.2308

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses kampanye yang dilakukan oleh Bagian Humas DPR RI tentang sistem kerja parlemen kepada masyarakat. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dimana peneliti mengeksplor data seperti pengertian dari suatu konsep yang beragam, proses langkah kerja dan lain sebagainya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kampanye yang dilakukan oleh Bagian Humas DPR RI dimulai dengan tahap identifikasi masalah yang mana menemukan pandangan negatif masyarakat serta amanat IPU menjadi alasan dilakukannya program edukasi parlemen , kemudian dilanjutkan dengan tahap pengelolaan yakni perancangan dan pelaksanaan terhadap kegiatan yang telah disusun untuk mengedukasi masyarakat, kemudian diakhiri dengan tahap evaluasi dengan mendapatkan keefektifan dalam pelaksanaan program. Kata Kunci: Kampanye Public Relations; Edukasi Parlemen This research aims to find out the campaign process carried out by the Public Relations Section of the House of Representatives on the parliamentary work system to the public. The method used in this research is descriptive qualitative, where researchers explore data such as understanding of a diverse concept, work step process and so on. The results showed that the campaign conducted by the Public Relations Section of the House of Representatives began with the identification stage of the problem which found negative views of the community and the mandate of the IPU became the reason for the implementation of the parliamentary education program, then continued with the management stage, namely the design and implementation of activities that have been prepared to educate the community, then ended with the evaluation stage by obtaining effectiveness in the implementation of the program. Keywords: Public Relations Campaign; Parliamentary Education
Personal Branding Model of Conventional Kiai in Broadcasting Islamic Religion in Islamic Boarding Schools Asep Iwan Setiawan; Siti Sumijaty; Dyah Rahmi Astuti
Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 16, No 2 (2022): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies
Publisher : Faculty of Da'wah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/idajhs.v16i2.21520

Abstract

This study aims to describe the process of establishing the personal branding of conventional kiai at Islamic boarding schools in Indonesia, starting from the stage of determining unique personal branding competencies, the stage of building connections and relationships, the stage of creating creativity to the controlling stage. The model used in this study is the personal branding circle-p model (competency, connectivity, creation, compliance, contribution). The paradigm used is a constructivist paradigm with an interpretive approach and descriptive method. Research data were collected through in-depth interviews and passive participatory observation. The study results show that the formation of personal branding is carried out through the stages of determining unique competencies, establishing relationships, creating creativity, and controlling that is carried out in a flowing manner seen from changes in attitudes and responses of students and other congregations from each meeting.