Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Digital Marketing Terhadap Ukm Kerupuk Paru “552” Deny Feri Suharyanto; Siti Sa’adah; Ach. Andiriyanto; Zarnuji ,; Wilda Rasaili
Abhakte Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2023): ABHAKTE
Publisher : Fakultas Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/abhakte.v1i2.3072

Abstract

AbstrakKerupuk paru merupakan salah satu produk dengan berbahan dasar paru sapi yang di olah(diiris tipis), dijemur kemudian setelah kering digoreng dengan bahan-bahan seperti tepungberas, telur, bawang putih, penyedap rasa untuk digoreng hingga kering hingga memilikitekstur yang renyah dan menjadikan Kerupuk paru sapi menjadi teman setia untuk makan.Kerupuk paru “552” Ibu Hj. Tiyok Addus merupakan usaha kecil menengah yangmemproduksi beraneka ragam produk kerupuk seperti produk kerupuk paru, rempeyek, kikildan kerupuk kulit. Sistem produksi kerupuk paru yang dijalankan oleh perusahaan adalahmake-to-stock. Minimnya pengetahuan pelaku usaha mengenai digital marketingmenginspirasi tim pengabdian kepada masyarakat untuk menyampaikan sosialisasi danmemberikan pelatihan mengenai digital marketing. Pemasaran Digital (Digital Marketing)adalah aktivitas pemasaran yang dilakukan oleh brand untuk menjangkau audiens potensialdi internet menggunakan saluran digital seperti website, email, media sosial, dan sebagainya.Berdasarkan permasalahan utama mitra yaitu kurangnya informasi manajemen pemasaranmaka solusi yang ditawarkan kepada mitra ialah dengan memberikan materi terkait denganmarketing digital, pemasaran offline untuk dapat meningkatkan penghasilan. Dengan metodeyang digunakan adalah ceramah, tanya jawab, dan simulasi. Adapun target yang ingin dicapaidalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pelaksanaan pengenalan digitalmarketing dalam upaya meningkatkan pendapatan pelaku usaha.Kata Kunci: UKM, Pemasaran, Digital Markting
قيمة الحنين في شعر محمود درويش وكياهي الحاج مصطفى بسري: دراسة في الادب المقارن | The Value of Longing in the Poetry of Mahmoud Darwish and K.H. Mustofa Bisri: A Comparative Literature Study Adnan Halim Husni; Yeni Ratna Yuningsih; Siti Sa’adah; Merry Choirani; Khairul Azmi; R Yudha Alamsyah
Alibbaa': Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol. 7 No. 1 (2026): Vol. 7 No. 1 (2026) | in progress
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ajpba.v7i1.23625

Abstract

This article examines the value of longing in the poems “Ilā Ummī” by Mahmud Darwish and “Ibu” by K.H. Mustofa Bisri through a comparative literature approach. The study aims to explain how longing is constructed differently in two cultural contexts, Arab-Palestinian and Indonesian. The method employed is qualitative with a close reading technique, grounded in Raymond Williams’s Cultural Materialism approach, which views literary works as cultural practices. The analysis focuses on longing as a value that shapes human relations with the self, with others, and with the origins of life. The findings show that in Darwish’s poetry, longing functions as a cultural response to experiences of alienation and loss, whereas in Gus Mus’s poetry, longing serves as an ethical reflection on sustained relationships. These findings confirm that longing is not merely a personal emotion, but a cultural value shaped by the social and historical conditions of the poet. This study contributes to comparative literature by positioning longing as an analytical category based on cultural context.