Achmad Qorni Novianto
UPT Perpustakaan Universitas Negeri Malang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Repositori Institusi dan Kontribusinya dalam Meningkatkan Reputasi Universitas (Studi di UPT Perpustakaan Universitas Negeri Malang) Achmad Qorni Novianto
Buletin Perpustakaan Vol. 3 No. 2 (2020): Buletin Perpustakaan
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang pengembangan repositori institusi Perpustakaan Universitas Negeri Malang (UM) adalah (1) tingginya jumlah literatur kelabu (grey literature) sivitas akademika UM, (2) diseminasi informasi karya ilmiah (3) peluang perpustakaan berkontribusi pada UM dalam rangka mengikuti tren pemeringkatan versi Webometrics. Konten yang tersedia pada repositori Perpustakaan UM meliputi: (1) Skripsi; (2) Tesis; (3) Disertasi, (4) Tugas Akhir; (5) Karya Ilmiah dosen; (6) Pidato Guru Besar; (7) Artikel Pustakawan dan Arsiparis; (8) Laporan Praktik Kerja Lapangan (PKL); dan (9) Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Akses terhadap repositori Perpustakaan UM dibagi menjadi dua portal: (1) Mulok Perpustakaan UM untuk penggunaan di area Perpustakaan UM (2) laman karya-ilmiah.um.ac.id. Untuk akses diluar Perpustakaan UM yang hanya terbatas pada abstrak. Perpustakaan UM mengembangkan repositori institusi dengan software yang dibangun oleh Tim TI Perpustakaan UM. Pengembangan repositori institusi Perpustakaan UM dapat meningkatkan reputasi UM melalui kontribusinya dalam: (1) menaikkan peringkat UM pada pemeringkatan perguruan tinggi versi Webometric dan (2) menunjukkan eksistensi UM dalam dunia akademik melalui diseminasi karya ilmiah UM yang berkualitas sebagai wujud usaha pencapaian visi UM. Diperlukan penggabungan beragam jenis koleksi karya ilmiah di berbagai portal menjadi satu portal sistem penelusuran karya ilmiah yang terintegrasi danĀ  pembentukan kebijakan mengenai kewajiban seluruh sivitas akademik (dosen dan tenaga kependidikan) menyerahkan karya ilmiahnya pada Perpustakaan UM.
Publikasi Ilmiah Pustakawan: Kontribusinya Pada Citra Profesi, Pengembangan Karir dan Transformasi Ilmu Pengetahuan Achmad Qorni Novianto
Al Maktabah : Jurnal Kajian Ilmu dan Perpustakaan Vol 5, No 1 (2020): JUNI
Publisher : Pusat Perpustakaan IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mkt.v5i1.2877

Abstract

Sampai dengan saat ini, produktivitas pustakawan dalam menulis karya ilmiah dapat dikatakan rendah, hal itu dapat dibuktikan dengan belum banyaknya pustakawan yang mempublikasikan karya ilmiahnya (terutama dalam bentuk artikel jurnal/majalah ilmiah dan buku yang diterbitkan secara nasional). Padahal, dalam Permenpan-RB Nomor 9 Tahun 2014, terdapat unsur pengembangan profesi yang merupakan unsur utama kegiatan kepustakawanan dan unsur kegiatan yang mengakomodasi berbagai macam jenis karya ilmiah yang dapat dihasilkan oleh pustakawan. Kegiatan publikasi ilmiah yang dilaksanakan oleh pustakawan mampu berkontribusi terhadap (1) citra profesi pustakawan, (2) pengembangan karir jabatan fungsional pustakawan dan (3) transformasi ilmu pengetahuan bidang kepustakawanan. Kompetensi pustakawan dalam menulis karya ilmiah dapat ditingkatkan melalui (1) metode peer feedback, dan (2) pelatihan menulis karya ilmiah.
Eksplorasi Media Sosial UPT Perpustakaan UM: Tinjauan Aspek Manajemen dan Manfaat Achmad Qorni Novianto
BIBLIOTIKA : Jurnal Kajian Perpustakaan dan Informasi Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Departemen Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um008v7i22023p151-164

Abstract

Media sosial digunakan oleh perpustakaan sebagai alat pemasaran dan komunikasi utama untuk menjembatani proses komunikasi dengan pemustaka. Melalui media sosial, UPT Perpustakaan UM berkomitmen untuk menyajikan konten yang informatif tentang berbagai aspek tentang layanan, koleksi dan fasilitas yang dimiliki dan tersedianya sarana komunikasi bagi pemustaka. Artikel ini memfokuskan pembahasan pada (1) manajemen penggunaan media sosial di UPT Perpustakaan UM, dan (2) manfaat penggunaan media sosial bagi UPT Perpustakaan UM. UPT Perpustakaan UM membentuk tim pengelola media sosial yang bertugas (1) menjawab berbagai pertanyaan pemustaka melalui media sosial, dan (2) publikasi konten tentang: (1) keragaman jenis koleksi; (2) berbagai informasi tentang pelayanan perpustakaan; (3) fasilitas-fasilitas yang tersedia; dan (4) program/kegiatan yang diselenggarakan oleh perpustakaan dan UM sebagai lembaga induk. Manfaat penggunaan media sosial bagi perpustakaan, diantaranya (1) sarana promosi dan pemasaran perpustakaan, (2) sarana komunikasi perpustakaan dengan pemustaka, dan (3) sarana pengukuran kualitas dan efektivitas layanan perpustakaan.
Integrating GLAM principles in the development of UM Special Collections Achmad Qorni Novianto; Nurenzia Yannuar; Raden Sapto Wibowo; Aa Kosasih; Indah Wahyu Puji Utami; Khairulbahiyah Binti Yaakub
Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 21 No 2 (2025): December
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bip.v21i2.17469

Abstract

Introduction. This study explores developing a GLAM-based Special Collection at UM to preserve the history of UM and Malang. This research question is (1) how can the GLAM framework be applied effectively to the development of UM Special Collection (2) challenges and obstacles in the implementation process. Complementing GLAM studies in national and regional libraries, this research applies it to academic libraries. Research Methods. Using R&D and qualitative descriptive methods, the studies followed four stages: needs analysis, planning, implementation, and evaluation. Data were collected through FGDs, observations, and interviews with retired librarians. Data Analysis. The needs analysis data were qualitatively analyzed for planning and implementation. Interview results were thematically analyzed to support collection organization and exhibition text development, while FGDs were used to evaluate progress and refine the final presentation of the collection. Results. The findings indicate that the GLAM framework effectively curateshistorical collections in academic settings, supported by the use of digital technology to develop digital galleries and organize collections. Conclusion. This study concludes that GLAM principles can be applied in academic libraries to enhance the visibility and sustainability of historical collections. At the same time future research may explore the impact of Special Collections.