Lyra Bumantara Syarif
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

STRATEGI PERWUJUDAN EFEKTIVITAS PELAYANAN PADA SISTEM LAYANAN DAN RUJUKAN TERPADU GEMA MATRA DAN PUSAT KESEJAHTERAAN SOSIAL DALAM RANGKA MENDUKUNG UPAYA PENANGGULANGAN KEMISKINAN DI KABUPATEN SEMARANG Lyra Bumantara Syarif
Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang Vol. 2 No. 1 (2020): Juli: Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sinov.v3i1.78

Abstract

Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) dan Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) memiliki peran yang cukup strategis dalam mendukung upaya penanggulangan kemiskinan daerah, yaitu sebagai portal berbagai pelayanan Program Perlindungan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan (PSPK) bagi warga masyarakat miskin dan rentan. Guna mewujudkan penyelenggaraan SLRT dan Puskesos yang mampu menjawab tantangan kebutuhan pengentasan kemiskinan di Kabupaten Semarang, diperlukan upaya pengendalian agar penyelenggaraan pelayanan SLRT dan Puskesos tetap berada pada rel/jalur yang telah ditetapkan (right on the track) yang salah satunya ditempuh dengan melaksanakan pengukuran atas efektivitas pelayanan yang dilaksanakan pada SLRT dan Puskesos. Berdasarkan hasil pengukuran, dapat diketahui bahwa secara umum efektivitas pelayanan SLRT dan Puskesos di Kabupaten Semarang sudah cukup baik. Melalui pengukuran mutu/kualitas kinerja penyelenggaraan layanan SLRT dan Puskesos dapat diketahui capaian pada 2 (dua) indikator, yaitu : IKM pengguna layanan/penerima manfaat SLRT dan IKM aparatur Desa bernilai sangat baik. Dengan demikian, pengguna layanan/penerima manfaat maupun pemangku kepentingan sudah cukup puas dengan kinerja pelayanan yang diberikan oleh SLRT dan Puskesos. Sementara 1 (satu) indikator lainnya, yaitu nilai Indeks Penilaian Penyelenggara Layanan SLRT dan Puskesos secara umum menghasilkan capaian kurang baik, sehingga dapat diidentifikasi bahwa masalah/kendala/hambatan jutru didapat dari sisi internal penyelenggara pelayanan SLRT dan Puskesos. Memperhatikan hasil identifikasi masalah tersebut,dapat direkomendasikan sebanyak 3 (tiga) strategi utama yang sebaiknya ditempuh oleh Pemerintah Kabupaten Semarang untuk membenahi kinerja internal penyelenggara layanan SLRT dan Puskesos agar dapat berkontribusi maksimal guna mewujudkan efektivitas pelayanan SLRT dan Puskesos dalam rangka mendukung upaya Penanggulangan Kemiskinan di Kabupaten Semarang, yaitu : Strategi Pengembangan, Strategi Integrasi dan Strategi Penetrasi.
ANALISIS EFEKTIVITAS PELAKSANAAN PENGARUSUTAMAAN GENDER DI KABUPATEN SEMARANG Lyra Bumantara Syarif
Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang Vol. 2 No. 2 (2020): Desember: Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sinov.v3i2.80

Abstract

Pengarusutamaan Gender (PUG) merupakan satu rangkaian strategi untuk mewujudkan Kesetaraan dan Keadilan Gender (KKG) secara terpadu baik secara lintas sektoral pemerintah maupun dengan melibatkan kerjasama dengan pihak eksternal Pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pelaksanaan PUG di Kabupaten Semarang dengan melihat pencapaian yang telah ditentukan dalam dokumen Perencanaan Pembangunan Daerah dan pencapaian atas indikator umum pengendalian dan evaluasi Perencanaan Pembangunan Responsif Gender (PPRG) di daerah yang meliputi 5 (lima) aspek yaitu : Aspek Komitmen dan Kebijakan, Aspek Kelembagaan, Aspek Sumber Daya, Aspek Profil Gender dan Data Terpilah, serta Aspek Partisipasi Masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui terdapat kesenjangan antara efektivitas pada sisi pencapaian tujuan dengan efektivitas pada sisi teknis pelaksanaan PUG di Kabupaten Semarang. Kondisi ini secara tidak langsung mengindikasikan adanya ketidaksinkronan antara implementasi kebijakan umum pelaksanaan PUG dengan implementasi kebijakan teknis operasional pelaksanaan PUG. Atau dengan kata lain dapat disimpulkan bahwa implementasi kebijakan umum pencapaian tujuan PUG belum didukung dengan implementasi kebijakan yang memadai di tingkat teknis operasionalnya. Memperhatikan permasalahan tersebut, dapat direkomendasikan sejumlah saran yang sebaiknya ditempuh oleh Pemerintah Kabupaten Semarang untuk mengatasinya, yaitu : (1). mempersiapkan integrasi tujuan pencapaian APE dengan tujuan dalam dokumen RPJMD Kabupaten Semarang periode selanjutnya (Tahun 2021-2024), dan (2). melaksanakan sejumlah perbaikan pada implementasi kelima aspek indikator umum pengendalian dan evaluasi PPRG di Kabupaten Semarang.
KAJIAN IMPLEMENTASI REFORMASI BIROKRASI PADA BADAN PERENCANAAN, PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAERAH KABUPATEN SEMARANG Juni Ambarwati; Lyra Bumantara Syarif; Aru Hadi Eka Sayoga
Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang Vol. 4 No. 2 (2022): Desember: Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sinov.v4i2.338

Abstract

Reformasi Birokrasi pada dasarnya merupakan perubahan birokrasi menuju ke arah kemajuan yang mencakup perubahan pada struktur, karakteristik organisasi serta kapasitas anggota yang masuk dalam struktur birokrasi. Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Barenlitbangda) Kabupaten Semarang telah merintis pelaksanaan reformasi birokrasi sejak Tahun 2020. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi reformasi birokrasi yang telah dilaksanakan di Barenlitbangda Kabupaten Semarang dengan mengacu pada amanat ketentuan regulasi yang berlaku serta untuk mengetahui dampak yang dirasakan oleh para pegawai dengan adanya implementasi reformasi birokrasi tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa implementasi reformasi birokrasi yang selama ini dilaksanakan di instansi Barenlitbangda Kabupaten Semarang telah berjalan dengan baik, tetapi belum berdampak signifikan bagi SDM aparatur. Dalam hal ini proses reformasi birokrasi belum dapat mendukung secara seimbang terhadap kebutuhan aparatur, baik pengembangan pribadi maupun kesejahteraannya. Hal ini perlu mendapat perhatian karena sangat penting untuk dapat menjaga eksistensi dan keberlanjutan implementasi reformasi birokrasi pada Barenlitbangda Kabupaten Semarang di kemudian hari. Oleh sebab itu dapat direkomendasikan sejumlah saran yang sebaiknya ditempuh oleh Barenlitbangda Kabupaten Semarang untuk menjawab permasalahan tersebut, yaitu: (1) Menumbuh kembangkan motivasi yang kuat bagi segenap jajaran aparatur untuk mendukung implementasi reformasi birokrasi pada Barenlitbangda Kabupaten Semarang secara paripurna; dan (2) Mengembangkan sistem budaya kerja aparatur yang selaras dengan proses bisnis organisasi pada Barenlitbangda Kabupaten Semarang secara bertahap dan berkelanjutan.
PERAN PERPUSTAKAAN DESA BERBASIS INKLUSI SOSIAL MENURUT PREFERENSI MASYARAKAT DI DESA KENTENG KECAMATAN SUSUKAN KABUPATEN SEMARANG A. Aru Hadi Eka Sayoga; Lyra Bumantara Syarif
Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang Vol. 4 No. 2 (2022): Desember: Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sinov.v4i2.357

Abstract

Perpustakaan Desa berbasis Inklusi Sosial dibentuk di Desa Kenteng sebagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia desa melalui kegiatan literasi sekaligus pemberdayaan masyarakat dengan diadakannya berbagai jenis pelatihan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengatahui sejauh mana keberadaan Perpustakaan Desa berbasis inklusi telah dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di Desa Kenteng, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini merupakan pendekatan deduktif dengan metode kualitatif dengan menggunakan alat kuisioner yang bersifat terbuka. Hasil dari penelitian ini adalah Perpusdes Kenteng telah memberikan banyak manfaat untuk meningkatkan kesejahteraan berdasarkan preferensi masyarakat dari berbagai rentang usia, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena selain telah meningkatkan minat baca masyarakat, juga mampu mengurangi ketergantungan anak-anak usia sekolah terhadap gawai, mampu menjadi pendorong kemunculan usaha-usaha produktif, menambah keguyuban warga dan hubungan sosial meningkat, dan adanya peningkatan pemahaman anak-anak di Desa Kenteng terhadap sejarah dan potensi yang dimiliki. Masyarakat berharap Perpusdes Kenteng terus meningkatkan jangkauan dan kualitas layanannya sehingga semakin banyak manfaat yang didapatkan bagi warga desa dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Analisis Strategi Kebijakan Pengembangan MICE Untuk Meningkatkan Daya Saing Pariwisata Di Kabupaten Semarang Lyra Bumantara Syarif; Antonius Aru Hadi Eka Sayoga
Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang Vol. 5 No. 1 (2023): Juli : Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sinov.v5i1.598

Abstract

Semarang Regency has been declared by the Central Java Provincial Government as a pioneering MICE destination in 2019. This opportunity must be utilized by the Regional Government and all related stakeholders because MICE can provide multiple effects that drive the wheels of the economic industry, especially in tourist destination areas. This study aims to analyze the potential of MICE in Semarang Regency in terms of the 4 (four) aspects of MICE elements which consist of: (i). accessibility, (ii). attractiveness, (iii). amenity, (iv). human resources and stakeholder support, as well as reviewing MICE development policy strategies in order to increase tourism competitiveness in Semarang Regency. This study uses a qualitative approach and the research method used is phenomenological deductive. Data analysis was carried out descriptively which was sharpened using SWOT analysis so that a structured and comprehensive policy strategy study could be produced. Based on the research results, it can be seen that Semarang Regency has the potential to be developed into a tourism-based MICE destination. Through an examination of the four elements of MICE, a number of advantages can be identified which are the basis for developing MICE activities in Semarang Regency. What then becomes important is to build a collaborative strategy between all stakeholders involved in MICE which is supported by technical strategies in each element of MICE, and also the most important thing is to strengthen human resources and support systems that are mutually reinforcing and implemented on an ongoing basis.
Pengembangan Layanan Perpustakaan Daerah Kabupaten Semarang Berdasarkan Preferensi Masyarakat Lyra Bumantara Syarif; Antonius Aru Hadi Eka Sayoga
Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang Vol. 6 No. 1 (2024): Juli : Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sinov.v6i1.806

Abstract

The Semarang Regency Regional Library has been supporting its users to increase their knowledge and knowledge informally. In order to continue to improve the reach and quality of its services, research needs to be carried out as a reference for developing Regional Library services so that they can be in line with the needs of users. This research aims to identify efforts that need to be made by the Semarang Regency Regional Library to develop its services based on the preferences of the library community as users of library services. This research was carried out using qualitative methods by extracting data from observations and surveys using purposive sampling by distributing open questionnaires to readers as respondents. The results of the research show that library services are very useful for respondents (60.0%), especially to increase knowledge (25.77%), reduce stress and mental pressure (22.70%), and help complete school or college assignments (21, 47%). The weakness of service at the Regional Library that was most felt by respondents was "the small number and variety of books" (42.37%). Locations for service development based on respondents' choice were Ambarawa (30.21%), West Ungaran (16.67%), Bandungan (13.54%), and Bawen (11.46%). The conclusion of this research is that the Semarang Regency Regional Library service must continue to be developed because it has provided benefits for readers which are realized through increasing the quantity and quality of books, digitizing collections, expanding and repairing buildings which is balanced with the addition of adequate indoor facilities as well as suggestions regarding further development locations. to pay attention to ease of accessibility for the community, especially ease of transportation access to the location.