Banjir ialah peritiwa meluapnya air sungai melebihi palung sungai atau genangan air yang terjadi pada daerah yang rendah dan tidak bias terdrainasikan. Banjir di wilayah Banten khususnya wilayah sungai Cibaliung-Cisawarna DAS Cilemer telah menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat. Selain mengganggu aktivitas masyarakat, baik secara langsung atau tidak langsung banjir juga menimbulkan kerugian seperti mencemari lingkungan, masalah kesehatan dan keterbatasan air bersih baik untuk minum atau kebutuhan sehari-hari lainnya.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui penyebab terjadinya banjir disungai Cilemer yang didasarkan pada daya tampung dengan curah hujan yang terjadi. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa curah hujan harian selama 10 tahun dari 6 stasiun hujan, peta DAS Cilemer, gambar melintang dan memanjang Sungai Cilemer. Langkah perhitungannya dimulai dari pemilihan data curah hujan harian, Hujan kawasan DAS, analisis hujan DAS dengan Poligon Thiessen, analisis frekuensi, uji Chi-Kuadrat dan uji Smirnov Kolmogorov, dilanjutkan dengan analisis hujan rencana kala ulang 50 tahun, analisis debit rencana kala ulang 50 tahun dengan Metode Snyder dan HSS Nakayasu. Dari Hasil penelitian menggunakan metode Snyder menunjukan besar debit kala ulang 50 tahun adalah 4650,6145 m3/s. Daerah penelitian Sungai Cilemer pada 153 Cross Section dengan HM 00+00 sampai HM 153+00 mengalami banjir, lokasi yang terkena banjir adalah Pagelaran dan Patia di Kabupaten Pandeglang. Berdasarkan hasil dari analisis HEC-RAS 5.0.3 pada lokasi yang terjadi banjir perlu dilakukan pendimensian ulang atau normalisasi.