Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

THE ECONOMIC IMPACT OF TECHNOLOGY ON THE TRANSFORMATION OF ISLAMIC EDUCATION Harris, Taufiq; Wahyudi, M Furqon; Maftuh, Maftuh
Journal of Community Engagement in Economics Vol 2 No 1 (2024): Journal of Community Engagement in Economics
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Al- Hikmah Indonesia - Jurnal Ekonomi Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35896/jcee.v2i1.820

Abstract

The aim of community service is to provide a detailed and in-depth explanation of the role of technology in the transformation of Islamic education. The community service is conducted through seminars, utilizing lecture methods and discussion methods. The expected outcome is for participants to be able to utilize technological tools to achieve higher quality Islamic education. The use of technology in Islamic education emphasizes Islamic values and four important factors that must be integrated into the curriculum. 1) Religion and Character Building, making religion and character the foundation of strong spiritual and moral values. 2) Smart, developing critical and analytical thinking through the use of technology. 3) Science, expanding insights and understanding of various scientific disciplines. 4) Life Skill, equipping practical skills relevant to the needs of the times, so that the use of technological tools in the transformation of Islamic education aligns with the goals of national education.
Pesantren dan Dakwah Kultural Arifah, Mariana; Maftuh, Maftuh
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i4.15448

Abstract

Pesantren merupakan institusi pendidikan Islam tertua di Indonesia yang tidak hanya berperan dalam transmisi ilmu keagamaan, tetapi juga dalam membangun relasi sosial, budaya, dan spiritual di tengah masyarakat. Dalam konteks perubahan sosial yang semakin kompleks, salah satu model dakwah yang terus menunjukkan relevansinya adalah dakwah kultural, yaitu pendekatan penyampaian ajaran Islam melalui tradisi lokal, seni, adat, dan praktik budaya yang hidup dalam masyarakat. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis konsep dakwah kultural, landasan normatifnya dalam Qur'an dan hadis, perbedaannya dengan dakwah struktural, serta peran pesantren dalam mengimplementasikan dakwah kultural sebagai bagian dari pengabdian sosial-keagamaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan analisis deskriptif-interpretatif terhadap literatur keislaman, karya akademik, dan sumber-sumber relevan lainnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa dakwah kultural yang dikembangkan pesantren mampu membangun internalisasi nilai-nilai Islam yang moderat, toleran, dan kontekstual melalui pendekatan yang lebih dialogis dan akomodatif terhadap budaya lokal. Meskipun menghadapi tantangan berupa perubahan orientasi budaya generasi muda, penetrasi media digital, dan keterbatasan adaptasi teknologi, pesantren tetap memiliki peluang besar untuk merekonstruksi dakwah kultural yang lebih adaptif tanpa kehilangan akar tradisi dan otoritas keilmuan Islam. Kajian ini menegaskan bahwa dakwah kultural pesantren bukan sekadar strategi komunikasi keagamaan, melainkan juga praktik reproduksi nilai, identitas, dan kohesi sosial dalam masyarakat Muslim kontemporer.