Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Strategi Kolaborasi Pengembangan Wisata Berbasis Edukasi di Clungup Mangrove Conservation Desa Tambakrejo Kabupaten Malang M Imron; M Saiful Anwar
Journal of Governance Innovation Vol. 1 No. 1 (2019): Volume 1 Nomor 1 (Maret 2019)
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/jogiv.v1i1.299

Abstract

Abstrak Pengembangan wisata alam berbasis edukasi memiliki tantangan yang serius di ranah mempertahankan eksistensi dan keberlanjutan lingkungan. Setiap stakeholder yang ada harus berani menjamin keterlibatan mereka dapat memberi kontribusi yang positif bagi keberlangsungan ekosistem kawasan pantai. Model Quintuple Helix memberikan posisi yang signifikan bagi lingkungan alami masyarakat untuk memperoleh perhatian yang lebih. Berangkat dari realitas, penelitian ini bertujuan untuk mencari strategi yang ideal bagi kolaborasi pengembangan wisata berbasis edukasi. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif, pengambilan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan studi dokumen. Adapun hasil dari penelitian ini berupa konsep strategi kolaborasi yang ideal untuk pengembangan wisata berbasis edukasi dengan model Quintuple Helix. Melalui model ini dapat memberikan modal tambahan berupa manajemen berbasis kualitas pembangunan yang efektif, keseimbangan alam yang terjamin, serta garansi terhadap generasi mendatang agar tetap dapat merasakan keberlanjutan lingkungan. Abstract Educational tourism-based natural tourism development has serious challenges in the realm of maintaining the existence and sustainability of the environment. Every existing stakeholder must have the courage to guarantee that their involvement can contribute positively to the sustainability of the coastal ecosystem. The Quintuple Helix model provides a significant position for the natural environment of the community to get more attention. Departing from reality, this study aims to find the ideal strategy for collaborative education-based tourism development. This research was conducted with a qualitative descriptive method, data collection was carried out by observation, interviews and document studies. The results of this study are in the form of a collaboration strategy concept that is ideal for education-based tourism development with the quintuple helix model. Through this model, it can provide additional capital in the form of effective quality-based development management, guaranteed natural balance, and guarantees against.
COPRODUCTION SEBAGAI SOLUSI ATAS PEMBARUAN LAYANAN OLEH WARGA (CITIZEN WELFARE) KAMPUNG WISATA 3G (GLINTUNG GO GREEN) Bramantyo Tri Asmoro; Muhamad Imron
CosmoGov: Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Department of Governmental Science FISIP UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.993 KB) | DOI: 10.24198/cosmogov.v5i1.18431

Abstract

ABSTRAKTren pengembangan desa wisata akhir-akhir ini tengah menjamur di seluruh pelosok Indonesia. Keindahan dan keunikan yang dimiliki oleh desa-desa di Indonesia menyimpan banyak potensi yang dapat dikembangkan agar menjadi sebuah kawasan yang tidak hanya berfungsi sebagai hunian, namun juga berfungsi sebagai kekuatan ekonomi bagi masyarakat lokal setempat. Terkait dengan potensi yang dimiliki desa, dibutuhkan kerjasama antara masyarakat dan pemerintah untuk mendesain format dari desa wisata itu sendiri. Beberapa desa ada yang menonjolkan sisi keunggulan alam, beberapa ada yang lebih menunjukkan sisi keunikan budaya. Dalam era citizen welfare, warga negara mempunyai peran yang lebih besar dalam pembangunan. Peran pemerintah dalam membangun desa wisata bergeser menjadi partner masyarakat, dengan melakukan fungsi empowerment dan enabling, salah satunya melalui model kerjasama coproduction yang dapat meningkatkan nilai tambah desa wisata. 
Dinamika Kolaborasi Komunitas Peduli Lingkungan dan Pemerintah Daerah dalam Konservasi Hutan Mangrove di Kabupaten Malang Muhamad Imron; Dafis Ubaidillah Assiddiq; Andini Dwi Kusuma; Diky Yuliaji Prasetyo
DIALEKTIKA: Jurnal Ekonomi dan Ilmu Sosial Vol 6 No 2 (2021): Dialektika : Jurnal Ekonomi dan Ilmu Sosial
Publisher : Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.961 KB) | DOI: 10.36636/dialektika.v6i2.663

Abstract

Tingkat ketahanan terhadap bencana di kawasan wisata pantai Clungup kabupaten Malang kini menjadi tantangan bagi stakeholder lokal. Setidaknya terdapat dua jenis bencana yang saat ini mengancam ekosistem barisan pantai tersebut, yang pertama natural disaster dan yang kedua human disaster. Barisan pantai terdiri dari hutan pantai, hutan mangrove, padang lamun, dan terumbu karang. Dari arah pantai ketahanan itu diuji oleh derasnya ombak pantai selatan pulau Jawa dan dari daratan ketahanan itu diuji oleh penggundulan hutan dan penangkapan ikan dengan menggunakan potas dan bom ikan. Keterlibatan aktor atau elemen patut memperoleh perhatian karena keberlangsungan ekosistem sekitar pantai saat ini bergantung pada apa yang diperbuat oleh mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan peran aktor dan praktik kolaborasi yang ada di kawasan pantai wisata edukasi Clungup Mangrove Conservation. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif, pengambilan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan studi dokumen. Adapun hasil dari penelitian ini adalah peran yang dimainkan oleh komunitas peduli lingkungan tidak berbanding lurus dengan peran dari aktor lainnya (pemerintah daerah). Para pegiat lingkungan telah berupaya cukup massif dalam menata ulang skema ketahanan ekosistem pantai dari serangan bencana yang ditimbulkan oleh alam dan manusia.
PERAN BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH (BAPPEDA) KABUPATEN MALANG DALAM IMPLEMENTASI KEBIJAKAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) TAHUN 2020 Nurul Hasanah; Muhammad Imron
Journal of Governance Innovation Vol. 4 No. 2 (2022): Volume 4 Nomor 2, September 2022
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/jogiv.v4i2.1627

Abstract

Tujuan pembangunan daerah adalah membangun masyarakat yang sejahtera. Perencanaan yang baik yang mengarah pada kesamaan visi dan mampu mempertimbangkan kepentingan masyarakat, dunia usaha, dan pelaku pembangunan yang terlibat akan membantu proses pembangunan. Tergantung pada pola pikir dan kemampuan lembaga atau organisasi lain yang bergantung pada pemerintah, CSR (Corporate Social Responsibility) akan memberikan efek yang menguntungkan bagi masyarakat. Kedudukan pemerintah dan pemilik kekuasaan untuk mengatur atau pengatur, serta sebagai pengelola dan penanggung jawab pembangunan, pemimpin, pemrakarsa, atau dinamisator pembangunan, saling berkaitan erat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi peran dan fungsi BAPPEDA Kabupaten Malang sebagai penghubung antara dunia usaha dengan masyarakat setempat. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen dalam penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif dan pendekatan kualitatif. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa keterlibatan BAPPEDA tidak berbanding terbalik dengan peran pemain lain (perusahaan).Kata kunci: Implementasi, CSR, Peran BAPPEDATujuan pembangunan daerah adalah membangun masyarakat yang sejahtera. Perencanaan yang baik yang mengarah pada kesamaan visi dan mampu mempertimbangkan kepentingan masyarakat, dunia usaha, dan pelaku pembangunan yang terlibat akan membantu proses pembangunan. Tergantung pada pola pikir dan kemampuan lembaga atau organisasi lain yang bergantung pada pemerintah, CSR (Corporate Social Responsibility) akan memberikan efek yang menguntungkan bagi masyarakat. Kedudukan pemerintah dan pemilik kekuasaan untuk mengatur atau pengatur, serta sebagai pengelola dan penanggung jawab pembangunan, pemimpin, pemrakarsa, atau dinamisator pembangunan, saling berkaitan erat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi peran dan fungsi BAPPEDA Kabupaten Malang sebagai penghubung antara dunia usaha dengan masyarakat setempat. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen dalam penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif dan pendekatan kualitatif. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa keterlibatan BAPPEDA tidak berbanding terbalik dengan peran pemain lain (perusahaan).Kata kunci: Implementasi, CSR, Peran BAPPEDA
Inovasi Bahan Ajar Digital Tentang Pendidikan Anti Korupsi Berbasis Kurikulum Merdeka dalam Perspektif Islam Dewi Ambarwati; Muhammad Imron; Ratna Fajarwati Meditama; Dafis Ubaidillah Assidiq
Risalah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 8 No. 4 (2022): Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v8i4.356

Abstract

Teknologi memegang peranan penting dan menentukan dalam mengarahkan dan mengawasi perubahan besar dalam peradaban manusia. Peran menentukan yang dimainkan oleh teknologi telah terjadi sejak zaman dahulu hingga sekarang. Terkait pencegahan korupsi pada tingkat anak usia sekolah, bentuk intervensi yang perlu dilakukan adalah menghadirkan media pembelajaran yang menarik bagi mereka. Saat ini bahan ajar yang dikembangkan di beberapa sekolah masih cenderung tradisional, seperti bahan ajar buku dan sebagainya. Bahkan, banyak anak usia sekolah yang kini menggunakan gadget dalam kesehariannya. Diperlukan terobosan baru melalui pembuatan bahan ajar digital berbasis aplikasi Android yang dapat digunakan oleh siswa dalam proses belajarnya. Aplikasi ini dirancang sedemikian rupa agar menarik dan mudah digunakan oleh siswa sekolah dasar maupun oleh gurunya. Aplikasi android ini berisi materi ajar pendidikan antikorupsi yang akan memberikan gambaran tentang apa itu korupsi, bagaimana bentuk-bentuk korupsi, hingga bagaimana dampak korupsi bagi masyarakat.
Pendekatan Kerjasama Antar Pemerintah Daerah (Intergovernmental Relations) dalam Pengelolaan Das Brantas Muhamad Imron
DIALEKTIKA: Jurnal Ekonomi dan Ilmu Sosial Vol 1 No 2 (2016): Dialektika : Jurnal Ekonomi dan Ilmu Sosial
Publisher : Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3277.481 KB) | DOI: 10.36636/dialektika.v1i2.69

Abstract

Watersheds or watersheds actually have a very important role for the survival of many living things, including humans. Not only to meet the various needs of the agricultural sector, watersheds can also provide a number of positive things, such as healthy drinking water, to become a source of food for humans and animals. Good management of the watershed will have a beneficial impact, but if there is a mistake in managing it will certainly bring losses that are not only felt by some areas, but will also be felt by other areas. The Brantas watershed deserves to be in the spotlight because it is currently experiencing various quite complex problems, one of which is the dominance of economic interests which often overrides ecological interests. The three local governments (Batu City Government, Malang Regency Government, and Malang City Government) have a big challenge in building a framework of understanding and agreement for the preservation of the ecosystem around them. Intergovernmental Relations or relations (cooperation) between related governments becomes urgent to be implemented immediately. This study aims to find solutions to the various problems currently being faced by the Brantas Watershed through a model of cooperation between Regional Governments. The method used is a qualitative research method. The focus of this research is to find forms of cooperation between local governments in the management of the Brantas watershed. Data collection techniques with observation, interviews, and documentation. Methods of data analysis with data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study conclude about the need for cooperation between the Regional Governments above through the establishment of an independent committee or body that specifically has planning, organizing, implementation/implementation, monitoring and evaluation authority.
ANALISIS KUALITAS SUMBER AIR DI DESA PALAAN KECAMATAN NGAJUM KABUPATEN MALANG Zainal Abidin; Farahdilla Andhika Y.F; Muhammad Imron; Ma'rifatul Ilma Islamia
Jurnal Environmental Science Vol 4, No 1 (2021): Oktober
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.981 KB) | DOI: 10.35580/jes.v4i1.24288

Abstract

ABSTRACTThe objectives of this study are: 1) to determine the quality of water sources in Microbiological, Physical, and Chemical terms at Campus 2 Unira Palaan Village, Ngajum District, Malang Regency, 2) determine the feasibility of water sources used for drinking water needs. There were four samples taken, namely I. water source in the pipe, II. water source outside pipe one, III. water source outside pipe two, IV. source of water flowing in the ditch. This research is a quantitative descriptive, while the data were analyzed using the Scoring Strunges method. Based on the results of laboratory scale tests, the results obtained include three parameters. Microbiological parameters of the physical parameters of the chemical parameters. The results of the water quality test on the water sample can be said to meet the requirements as clean water and dringking water. The things that affect the quality of drinking water include: color content, kesadahan total, mangan, pH, and organic substances.
Penyuluhan Hukum Tentang Potensi Korupsi di Sektor Desa Bagi 330 Desa di Kabupaten Sumenep Dewi Ambarwati; Dafis Assiddiq; Muhammad Imron
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 4 No 2 (2024): I-Com: Indonesian Community Journal (Juni 2024)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33379/icom.v4i2.4235

Abstract

Today's village is a subject of development that has legitimacy in managing its own government affairs that are tailored to the potential and characteristics of the village. In line with this, an understanding of the vision related to village development is needed to realize independent villages. However, the realization of independent villages still encounters several crucial obstacles, such as the quality of human resources, organizational management and utilization of natural resources that are still minimal to the existence of corruption in the village sector. For this reason, a legal counseling activity related to corruption education for village governments is needed. This service activity was carried out in Sumenep Regency involving 330 village heads. The method used in this service activity is to use the PAR (Participatory Action Research) method. The purpose of this activity is to provide understanding and as one aspect of strengthening the prevention of potential corruption in the village sector. This activity was carried out for 3 (three) days, which was carried out using the method of discussion and socialization about the types of corruption crimes and the potential for corruption in the village. The result of this activity is an increase in community participation together with village officials to suppress corruption through a "zero tolerance" commitment to corruption and the desire of the Village Head to create a code of ethics and standardization of leadership with integrity through the Anticorruption Village initiative. Keyword: Corruption; Village Governance; Assets; Community; Indonesia.
Branding Marketing Melalui Internalisasi Budaya Sebagai Upaya Pengembangan Sustainability Tourism di Wisata Sumber Maron Ratna Fajarwati Meditama; Ary Kusuma Purwady; Rachmad Imam Tarecha; Anisa Hudi Widaningrum; Novia Ratnasari; Amalia Agung Septarina; Indah Martha Fitriani; Muhammad Imron
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 4 No 4 (2024): I-Com: Indonesian Community Journal (Desember 2024)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/icom.v4i4.5650

Abstract

Sumber Maron located in Malang Regency, has great potential to be developed as a sustainable local culture-based tourist destination. However, the challenge of managing and promoting this potential effectively remains an obstacle for destination managers and local communities. To overcome this, branding marketing outreach activities through cultural internalization were carried out as part of efforts to develop sustainable tourism in Sumber Maron. The results of this activity show an increase in participants' awareness and ability to integrate cultural values ​​into tourism marketing strategies. The participants were also able to formulate a branding concept that is more focused on the sustainability and authenticity of local culture, which is expected to increase the competitiveness of Sumber Maron as a leading tourist destination. This activity makes a significant contribution to strengthening sustainable tourism in Sumber Maron, as well as empowering local communities to manage and promote their tourism potential independently and responsibly